Tampilkan postingan dengan label fanfict. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fanfict. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Mei 2011

Untitled --''

Sanking saya kaget-kaget dan cengo-cengo gak tahu mau kasih judul apa -_-

Pokoknya begini deh ceritanya (mumpung jiwa blogger saya lagi ON jadi mari dengarkan cerita saya :b)

Saya kan lagi gemar blogwalking tapi ke blog-blog orang yang ada cerpen-cerpennyalah~ Fanfict-fanfict gitu

Dan dalam perjalanan saya... Saya menemukan blog KoreanLovers atau apalah namanya yang memuat fanfict2 tapi karakternya artis korea...

Trus yaa... saya buka yang categori one shoot... Judul-judulnya aneh2 trus ada kode gitu... Kayak gini contohnya: In the night/One-Shoot/NC17/yuri blablabla... Atau In the morning/One-Shoot/NC21/Yaoi blablabla Pokoknya gitu deh... Kagak ngarti... Nah pas saya baca ceritanya...
Ternyata ceritanya....
Terlalu...
Frontal...
-_- dan tidak wajar... (baca : Ebong, Hombreng) -_-
Dan saya coba buka yang lain juga...
Ceritanya...
Sejenislah~...
Dan saya masih tak mengerti apa yang membedakannya...
Dan belakangan ini saya tahu... Ternyata eh ternyata... Emang ada fanfict yang dikhususkan untuk hal yang tidak wajar seperti itu -_- ada categori masing-masing...
Straight: Normal (Couple Ce-Co)
Yaoi: Hombreng (Couple Co-Co)
Yuri: Ebong (Couple Ce-Ce)

Huuuuaaaa bener saya gak doyan cerita begituan cuma salah masuk areaaaaaa.... -_- saya kan gak tahu kalau ada cerita begituan jugaaaaaa.... Huaaaaa... Dosa soalnya ._.v *pisslopengawl*

Pokoknya hampir kejang-kejang saya... Misalnya, Udah ngebayangin yang cerita cewek tentang kekagumannya pada seorang cowok... Ternyata...
yang...
Cerita...
Cowok...
Juga...
Kan hancur imaginasi sayaaaa...

Kapok dah main-main kesana ._. Kapan-kapan kalau ada categori begituan ganti deh cari yang straight aja ._.

Gak kebayang juga kalau cerita begituan masuk di daerah ICL ._.

Alvin menatap Cakka dalam sekejap mata mereka saling bertatapan... Alvin mendekatkan kepalanya membisikan sesuatu ke telinga Cakka...
"I Love You..."
Cakka membalas membisikan sesuatu ketelinga Alvin dengan senyuman... "Love You too..."


JAUHKAAAAANNNN......! #Pletak... Saya Jijay sendiri nulis kata-kata diatas .___.vv si apin ama dekka kayak kurang kerjaan aja yak mending kata 'Love' nya buat saya sajaaa :p

Pokoknya gak banget deh ._. Kenapa ada orang yang suka Yaoi sama Yuri yah ._.? Pada kurang waras yah? *pisslopgawl* saya cuma bisa geleng-geleng kepala aja... Semoga hal kayak gini gak merambat sampe ke cerita-cerita di ICL atau FF di fansite CL...
Saya bisa lari keliling dunia (?) kalau sampe itu terjadi huuuaaaaa.....

Yang wajar-wajar ajalah~
*Fhily Kabuuuuuurrrrrr*

Senin, 07 Februari 2011

Cerbung/Cerpen/Fanfict's Link

Hei yang mau baca-baca cerpen atau cerbung diblog sini... tapi susah nyarinya... disini linknya :)

Cerpen

In the name of LOVE

Are you really my soulmate?

Mata

Inside a story

Cerbung

Speak Now or NEVER! 1

Speak Now or NEVER! 2

Speak Now or NEVER! 3

Speak Now or NEVER! -Part 3-

Oik digotong oleh mama dan supirnya masuk kedalam rumah sakit… Tubuhnya masih menggigil dan wajahnya masih pucat pasi… Mamanya panik segera memanggil perawat dan segera melarikan Oik ke UGD…
Tiba di UGD, Oik segera ditangani oleh dokter Zahra… Dokter Zahra memeriksa keadaan Oik dan menyuruh mama Oik untuk menunggu diluar…
Mama Oik dengan cemas menunggu diluar… Dia tampak mondar-mandir dan bolak-balik sambil sesekali melirik kearah pintu UGD menunggu pintu itu terbuka agar dia sesegera mungkin mengetahui kondisi anaknya…

15 menit kemudian Dokter Zahra keluar dari ruang UGD segera disambut oleh mama Oik…

“Bagaimana keadaan anak saya Dok?” Tanya Mama Oik

“Bisa kita berbicara diruangan saya sebentar? Tenang anak anda baik-baik saja… Sudah saya beri obat bius agar dia tertidur tapi untuk sementara waktu… Mari ikuti saya…” Kata Dokter Zahra segera melangkah diikuti oleh mama Oik menuju keruangan Dokter Zahra yang letaknya tak jauh dari ruang UGD…

“Dok, anak saya sakit apa?”Tanya Mama Oik dengan wajah panik ketika baru tiba diruang Dokter Zahra sambil duduk dikursi tepat dihadapan Dokter Zahra…

“Tenang ya Bu, anak anda sudah saya periksa… Tapi aneh, dari hasil pemeriksaan saya… Anak anda tak mempunyai masalah dengan kesehatannya… atau bisa dikatakan secara medis dia sehat dan tidak mempunyai penyakit yang berbahaya… Saya bingung kenapa anak anda bisa seperti itu… kemungkinan dia punya banyak masalah yang menyebabkan dia depresi dan tertekan… Jadi untuk sementara waktu saya beri obat tidur… tapi saya tak mau ambil resiko dengan memberikan dosis yang banyak… Obat tidur ini hanya membuat anak anda tertidur selama 30 menit… Nanti setelah dia bangun kita lihat apakah dia masih menggigil… Saya sarankan anda menghubungi psikolog untuk masalah ini…”

“Sudah Dok… bahkan tadi sepulang dari konsultasi dia malah terlihat ada perubahan… tapi malam ini malah seperti ini… padahal sebelumnya dia tak pernah sakit seperti ini…”

“Oh ya sudah… kita tunggu yah perkembangan anak anda selanjutnya…”

Mama Oik setidaknya bisa lega untuk sementara waktu karena Oik tak punya penyakit yang serius tapi dia masih bingung… Padahal tadi siang setelah pulang dari Konsultasi dengan Dokter Cakka, Oik terlihat banyak perubahan kenapa jadi seperti ini??


>>>>>>>>>>>>>>>>

Cakka baru tiba dirumahnya segera memasukan mobilnya kedalam Garasi lalu melangkahkan kakinya menuju pintu rumahnya mengambil kunci dari dalam tasnya membuka Pintu rumahnya lalu masuk kedalam rumah megah bertingkat 2 tersebut…
Ia segera menuju kekamarnya mengganti bajunya dengan kaos biasa lalu menuju keruang makan sambil membawa dua kotak makanan yang satu berisi Gado-gado dan yang satunya berisi Zebra Cake…
Sepertinya dia harus berterima kasih sekali kepada dua Gadis yang telah memberikannya makanan… Karena kalau tidak mungkin dia tidak akan makan malam ini, Soalnya badannya terasa lelah untuk keluar dan makan di Restoran lagi…
Cakka melihat jam tangannya sudah hampir jam setengah 9 malam Zahra kakaknya belum pulang juga… Sepertinya hari ini dia masih sibuk, Ya … Zahra adalah Dokter umum jadi dia menangani segala jenis penyakit dan belakangan ini dia sangat sibuk…
Meskipun sebenarnya Zahra hari ini tidak praktek malam tapi sepertinya akan sampai malam lagi… Mengingat Dokter Dayat yang berprofesi sebagai Dokter umum sama dengan Zahra sedang cuti jadi Zahra harus sampai malam lagi…
Cakka khawatir memikirkan kakaknya itu… Bagaimanapun dia keluarga Cakka satu-satunya yang dekat dengannya karena yang lain juga sibuk dengan urusannya masing-masing… Keluarga Cakka yang notabene adalah keluarga Dokter sebagian besar dikeluarganya adalah seorang Dokter maka dari itu Cakka juga diharuskan mengambil sekolah kedokteran…. Awalnya Cakka hanya akan mengambil Psikologi tapi dipaksa orang tuanya untuk mengambil kedokteran juga setelah lulus dari Psikologi… Huh! Sungguh menyebalkan baginya… Padahal dia dari dulu tak ada niat untuk menjadi seorang Psikolog maupun seorang Dokter… Malahan cita-citanya dari dulu menjadi seorang musisi tapi ditentang mati-matian oleh keluarganya karena menurut keluarganya pekerjaan sebagai Dokter lebih dianggap terpandang…

Cakka mulai melahap Gado-gado buatan Ify meski dimalam hari tetap terasa nikmat… Suapan demi suapan dia makan dengan penuh kenikmatan…
Setelah menghabiskan Gado-gado tersebut tanpa sisa Cakka segera memotong Zebra Cake yang ada dihadapannya lalu melahapnya…

Tiba-tiba handphone Cakka berdering…

‘My Sista Calling’

Cakka segera mengangkat telepon tersebut…

“Ya,, Halo Kak…”

“Halo Cakka… Kakak kayaknya bakalan pulang terlambat lagi malam ini… maaf gak bisa masak buat kamu, makan direstoran aja lagi yah… maaf banget…”Kata Zahra ditelepon dengan penuh rasa bersalah

“Gak apa-apa kok Kak… Cakka udah makan juga dirumah kebetulan tadi di kasih makanan jadinya Cakka gak perlu makan diluar… Sibuk ya Kak? Banyak pasien?”

“Sebenarnya gak… sudah selesai dari tadi… Cuma ada satu pasien lagi nunggu dia siuman…”

“Lha? Kok siuman ditunggu? Emang sakit apa toh?”

“Gak tahu ni Cakka… kakak udah periksa gak ada penyakit apa-apa badannya menggigil gitu jadi kakak Bius dengan Obat tidur aja… Kayaknya pasien ini punya masalah deh yang membuat dia depresi… harusnya ini tugas kamu… Oh ya,, katanya Mamanya tadi siang dia baru konsultasi sama kamu…”

“Heh? Siapa namanya Kak…?”

“Bentar Kakak Cek didatanya…”

Zahra membuka data pasien dikomputernya…

“Oik Cahya Ramdlani…”

“Oik? Tunggu kak Cakka segera kesana…” Kata Cakka menutup teleponnya…

Segera berlari kekamarnya mengambil Jaketnya lalu menyambar kunci mobil dan menuju Garasi tempat mobilnya terparkir segera mennyalakan mesin mobil dan tancap Gas menuju Rumah Sakit kembali…

>>>>>>>>>>>>>>>>

Zahra menuju keruang UGD kembali… Sudah hampir 30menit berlalu berarti Oik akan sadar… Dia memasuki ruangan tersebut ada mama Oik didalam ruang UGD bersama beberapa perawat…
Zahra mencoba melakukan pemeriksaan kembali sebelum Oik tersadar…
Tak beberapa lama kemudian Oik membuka matanya… Melihat sekelilingnya… Badannya masih terasa sangat dingin… Tapi pada kenyataannya dia mengalami demam… Zahra segera mengukur suhu tubuhnya … Hangat 38o Celcius!
Tak lama kemudian kembali menggigil… Mama Oik jadi panik…

“Dokter anak saya kenapa?”

“Tenang ya Bu, Kami akan mencoba memberinya Obat penenang…”

Zahrapun segera memberi Oik obat penenang… Dan Oik tak menggigil kembali… Tapi Oik masih merasakan kedinginan didalam tubuhnya… Tapi tubuhnya terasa kaku untuk menyatakan kalau sekarang dia sangat butuh kehangatan dan ketenangan…

Seorang perawat masuk kedalam dan membisikan sesuatu pada Zahra… Zahra mengangguk- angguk…

“Sus, Jaga pasien ini ya sebentar… Saya keluar dulu dan akan kembali…”Kata Zahra kemudian keluar dari ruang UGD tersebut…

“Cakka ngapain kamu kemari?”Tanya Zahra ketika menemukan Cakka diluar ruangan tersebut…

“Kak… tadi kata kakak pasiennya namanya Oik yah? Trus keadaannya gimana sekarang? Udah siuman kan? Dia gak apa-apakan?”Tanya Cakka bertubi-tubi kepada Zahra…

“Cakka… tanyanya satu-satu bisa gak… Ya,, Namanya Oik… dia didalam baru siuman tapi menggigil lagi… dia gak apa-apa Cuma kakak kasih Obat penenang… Sebenarnya Gadis itu siapa sih? kamu kenal? Adik teman kamu yah? Atau jangan-jangan….”

“Hush kak… nanyanya satu-satu… Aku kenal dia… Dia pasien dan temanku jangan mikir yang aneh-aneh ya kak…”

“Kamu sih khawatirnya berlebihan begitu… gak wajar tahu… sejak kapan pasienmu jadi temanmu?”

“Semua pasienku aku anggap teman bagiku… kakak aja yang gak tahu… Udah… Cakka boleh masuk gak liat dia….?”Tanya Cakka…

Perawat yang menjaga Oik tadi keluar…

“Dokter… Pasiennya menggigil lagi…”Katanya terlihat panik…

Zahrapun masuk kedalam diikuti Cakka yang mengekor dibelakang....
Mama Oik tampak heran melihat Cakka bisa ada disitu… Cakka seperti menatap Mama Oik dengan tatapan yang aneh… kemudian berkata…

“Besok kalau ada waktu saya harus bicara dengan Ibu…”

“Tapi dok… besok saya ada acara…”

“Terserah… mau melihat anak anda terus-terusan sedih atau membatalkan acara anda…” Kata Cakka kemudian mendekati tempat Oik berbaring…

Oik juga kaget melihat Cakka… apalagi tidak memakai pakaian dokter seperti tadi siang… hanya sebuah kaos dengan Jaket yang terlihat santai…

“Bu… anda boleh menunggu diluar?”Kata Zahra kepada mama Oik…

“Tapi Dok…”

“Sudah serahkan pada kami… kami pasti memberikan yang terbaik untuk anak anda…” Kata Zahra

Mama Oik akhirnya keluar…

“Cakka… kamu juga keluar sana…”

“Gak ah… gak mau aku kan juga Dokter…”

“Huh! Keras kepala… tapi ini bukan bagianmu…”

“Sudah… aku disini tak akan menganggu pekerjaan kakak…Lagipula kakak bilang kan kakak gak menemukan penyakit Oik… katanya mungkin Oik punya masalah… dan memang Oik punya masalah… Jadi ini tugas Cakka yah… Kak Zahra duduk aja serahin sama Cakka…Kasihan Oik kalau dia harus dibius terus nanti dia benar-benar sakit”

“Tapi Cak…” Cakka meletakan jari telunjuknya dibibir Zahra

“Sssttt…”Katanya

Kemudian mendekati Oik yang terbaring sambil menggigil, keringat dingin makin banyak mengalir ditubuhnya… Wajahnya pucat pasi yang dialiri airmata…

“Oik…”Ucap Cakka halus sambil menatap Gadis itu… Sedangkan Zahra Cuma pasrah dengan yang dilakukan adiknya… Semoga saja adiknya itu benar-benar bisa mengetahui penyakit Oik…

“Ma..as… Oik… dingin,,, Oik takut…”Kata Gadis itu sambil membuat posisinya yang terbaring kini duduk dengan kedua tangannya diletakan didepan dadanya dan terus mengigil…

“Takut… takut kenapa?”Tanya Cakka

Oik hanya diam tak menjawab pertanyaan Cakka… Matanya mengawasi ke kiri dan ke kanan… Cakka mengerti kalau dia takut menceritakan masalahnya karena takut didengar orang… Cakka segera menenggelamkan Oik kedalam pelukannya membuat Zahra kaget dengan apa yang dilakukan Cakka…
Oik juga merasa kaget dengan perlakuan Cakka tapi entah mengapa dirinya merasa nyaman berada dipelukan itu pelukan yang menenangkan seluruh badannya kini terasa hangat, dia merasakan aliran darahnya dan bahkan tubuhnya yang bergetar sedari tadi berhenti digantikan dengan irama dentuman jantungnya yang semakin kencang…
Ia menutup matanya… Dan tak lama kemudian tertidur dipelukan Cakka…
Cakka segera menaruh kepala Oik diatas sebuah bantal…
Kamudian menyelimutkan dia dengan selimut yang lumayan tebal tampak Oik tertidur dengan pipi yang basah karena Air mata… Cakka segera mengambil sapu tangan dan menghapus airmata Oik dengan saputangan…
Zahra masih kaget dia segera mendekat kearah Cakka…

“Cak… apa yang kam….”

“Ssssstttt….. Oik lagi tidur… bisa nanti komentarnya sebentar… Pindahkan Oik keruangan biasa dan biarkan dia dirawat disini selama beberapa hari… Kalau dirumah dia bakalan banyak tekanan!”Kata Cakka

Zahra tak mampu berkata-kata lagi… Dia segera menyuruh perawat memindahkan Oik keruang rawat inap… Merekapun keluar dari ruangan tersebut… Menemui mama Oik yang berada diluar…

“Dok… anak saya mau dibawa kemana?”Tanya mamanya yang melihat Oik dibawa keluar…

“Anak anda akan dibawah keruang rawat inap… untuk beberapa hari ini biarkan dia dirawat disini dulu…”Kata Zahra

“Tapi Dok… kata Dokter anak saya tidak apa-apa… kenapa sekarang harus dirawat…?”

“Takutnya kalau dirumah Dia banyak tekanan… Jadi mending untuk sementara waktu dia dirawat disini…”

“Baiklah Dok… titip anak saya… saya pulang sebentar mengambil beberapa keperluan…”

Zahra mengangguk…

>>>>>>>>>>>>>>

“Cakka… apa yang kamu lakukan sama Oik tadi?”Tanya Zahra dalam perjalanan pulang kerumah…

“Cakka Cuma nenangin Oik… karena tadi Cakka yakin dia butuh ketenangan…”Kata Cakka sambil menyetir mobilnya dengan santai…

“Tapi… itu aneh Cakka… Melanggar kodrat dan etika seorang Dokter…Ya trus gimana ceritanya itu cewek langsung tenang ketika dipeluk sama kamu… Apa kamu memeluk semua pasien-pasienmu seperti itu?”

“Tadi Cakka bukan sebagai Dokter atau Psikolog yah Kak… tapi sebagai temannya Oik… Jadi gak apa-apa dong Cakka meluk Oik… wong Cakka temannya Oik… Ya tergantung yah… kan pasien Cakka kalau jadi dokter anak-anak kecil bayi sampe 12tahun… Hahaha… gak apa-apa dong kalau Cakka peluk-peluk mereka kan imut-imut… Lagi pula kakak juga kan pernah bilang sendiri kalau pelukan Cakka itu menenangkan… Jadi dari hipotesis Kakak itu Cakka kembangkan bahwa orang kalau dipeluk akan merasakan ketenangan apalagi yang meluk orang ganteng seperti adikmu ini loh…”Tutur Cakka panjang lebar diakhiri oleh kenarsisan.

Zahra mengernyitkan dahinya lalu menonjok lengan Cakka…

“Ish… sakit tahu kak… Orang lagi nyetir juga… main tonjok… kalau kita celaka gimana?”

“Kamu narsis tauk…”

“Ehhh… tapi bener loh Ya kan?”

Zahra terdiam, Sebenarnya yang dikatakan Cakka itu ada benarnya juga… Soalnya dari kecil kalau Zahra sedang sedih Cakka yang selalu menenangkannya dan pelukannya itu memang menenangkan… Semasa SMA, waktu Zahra disakiti oleh Pacarnya juga Cakka yang menenangkannya walaupun dengan belaiannya tapi itu memang menenangkan… Bahkan sewaktu Ia sakit, Hanya dipeluk Cakka… beberapa Jam kemudian sakitnya sembuh… Aneh memang, Dan dia berpikir mungkin karena mereka kakak beradik jadi ada ikatan batin… Tapi bagaimana dengan Oik tadi?

>>>>>>>>>>>>>>>>

Pagi-pagi Shilla sedang sarapan melahap roti yang dilapisi selai kacang kedalam mulutnya ketika bel rumahnya berbunyi…
Setelah meneguk susu Shilla segera beranjak dari ruang makan menuju pintu rumahnya untuk membuka pintu rumahnya tersebut…

Tampak Seorang Pria tampan didepannya memakai kemeja hitam menyapanya…

“Good morning princess…”

“Cakka,,, tumben jam segini sudah datang?”

“Bukannya disapa balik malah ditanya yang macam-macam…Aku pulang nih…”Kata Cakka sambil membalikan badannya hendak pergi tapi tangannya ditahan Shilla

“Iya deh… iya… Good morning Too my Prince…tumben jam segini sudah datang…?”

“Gitu dong… ya kebetulan bangun pagi aja…hehehe”

“Ih… Cakka mah gitu…”Ucap Shilla manyun…

“Jangan manyun gitu dong jelek…”Kata Cakka sambil mencubit hidung Shilla…

“Ahhh… Cakka… sakit tahu….”

“Udah yuk berangkat…”

“Bentar aku ambil tas dulu…” Kata Shilla kemudian masuk kedalam rumahnya kembali dan tak beberapa lama keluar lagi… Merekapun menuju mobil Cakka dan melaju kerumah sakit…

Tiba dirumah sakit mereka segera mengambil pakaian dokter mereka dan seperti biasa berjalan beriringan menuju ruangan mereka masing-masing dan seperti biasa juga semua mata pasti tertuju pada kedua pasangan dokter itu…
Kali ini Cakka praktek pagi untuk dokter anak jadi dia dan Shilla searah… Shilla akan keruang bedah… Ruang bedah berada sebelum Klinik anak… Jadi Shilla duluan masuk kedalam ruangannya… dan Cakka melanjutkan perjalanannya menuju tempat prakteknya setelah saling pamit dengan Shilla…

>>>>>>>>>>>>>>>>

“Shilla… Boleh kakak bicara sebentar dengan kamu?Ada waktu kan?”Tanya Zahra ketika Shilla baru keluar dari ruang bedah…

Shilla membuka masker yang sedari dipakenya…

“Ya… kenapa kak?Ada kok... Shilla udah selesai”

“Jangan disini… Kita bicara dikantin ayo…”

Zahra dan Shilla menuju ke kantin…Setelah memesan 2 cangkir teh hangat merekapun berbicang-bincang…

“Shilla… kamu sama Cakka gak lagi ada masalah kan?”

“Hmm… gak kok kak… malah tadi kita bareng datangnya Cakka jemput aku… Memang ada apa yah kak?”

“Oh gak… Cuma nanya doang… beneran kan? Belakangan ini kalian gak punya masalah gitu?”

“Ada sih… kemarin… tapi udah gak usah dipikirinlah kak…”

“Kalau kakak boleh tahu masalah apa?”

“Itu kak kemarin Shilla keruangan Cakka… trus Shilla mergokin Cakka sedang memeluk seorang Gadis…”

Zahra yang meminum tehnya tersendak…

“Eh... kenapa kak?”

“Gak apa-apa kok… seorang Gadis?”

“Ia… tapi katanya itu pasiennya…”

“Dan kamu percaya gitu aja?”

“Hm… pecaya kok kak… Aku udah lama pacaran sama Cakka jadi harus saling percaya… Lagi pula Gadis yang ia peluk itu Cuma Gadis yang berumur 17tahunan sepertinya…”

“Hei Shilla… Cinta itu gak memandang umur…”

“Kok kak Zahra berkata seperti itu?” Tiba-tiba wajah Shilla berubah…

Sepertinya tadi Zahra keceplosan… Setelah melihat adegan kemarin Zahra jadi berpikir kalau ada sesuatu yang special antara Cakka dengan Gadis yang bernama Oik itu…

“Oh… gak kok… lupakan… aku Cuma em… anu… belakangan ini kamu jarang main kerumah jadi aku kira kamu dan Cakka punya masalah…”

“Oh… Gitu ya kak… Gak kok… aku gak ada masalah sama Cakka… cuma emang Cakka terlalu akrab dengan pasien-pasiennya gitu…”

“Trus kamu gak cemburu?”

“Ya cemburulah kak… perempuan mana yang gak cemburu… tapi aku tahu kok Cakka kan kerjaannya memang mengharuskan dia dekat dengan pasien-pasiennya…”

Zahra manggut-manggut… Sebenarnya Shilla sangat merasa was-was setelah perkataan Zahra yang barusan tapi dia berusaha biasa saja didepan Zahra…

>>>>>>>>>>>>>>>

Seorang anak kecil masuk kedalam ruangan Cakka… anak kecil itu kira-kira berumur 5 tahun segera duduk dibangku didepan Cakka…

“Selamat siang adik kecil… Siapa namamu?”

“Namaku… Silvi Doktel…”

“Silvi? Nama yang bagus… kesini sama siapa?”

“Sama Mama Doktel..”

“Terus mamanya mana?”

“Silvi… jangan nakal kamu…”Tiba-tiba masuk seorang Wanita…

“Eh.. maaf Dok… anak saya bawel…”

“Gak apa-apa kok namanya juga anak-anak… Gimana?”

“Gini dok… Anak saya belakangan ini ditangan dan kakinya sering timbul bintik-bintik merah…”

“Boleh saya lihat…?” Cakka melihat tangan dan kaki gadis kecil tersebut…

“Oh… ini gak apa-apa… Cuma alergi biasa… mungkin karena lingkungan tempat dia bermain tidak streril jadi dia terkena alergi… saya akan memberikan resep beberapa salep ada aturan pemakaiannya yah…”Kata Cakka sambil menuliskan beberapa nama-nama salep disebuah resep…

“Oh… terima kasih yah Dok…”

“Sama-sama…”

“Saya permisi dulu…”

“Da...da doktel…”Kata anak kecil itu sambil melambaikan tangannya…

“Da...da Silvi…”Cakka melambaikan tangannya…

Ibu dan anak itu keluar dari hendak keluar dari ruangan Cakka...

“Ma.... kalau aku udah besal... aku mau jadi doktel kayak om itu... tlus pengen punya pacal kayak doktel itu... ganteng...”

“Sssst masih kecil kamu...”

Cakka tersenyum geli mendengarkan percakapan Ibu dan anak itu...

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Seorang wanita dengan jas dokter... memperhatikan sekitarnya... kiri dan kanan... Setelah dirasanya cukup aman... Dia membuka pagar besi pembatas yang tinggi itu lalu masuk kepekarangannya dan menuju kesebuah taman ditempat tersebut...
Duduk didekat airmancur sambil termenung...

Tiba-tiba seseorang memegang pundaknya....

Wanita itu dengan segera menoleh kearah orang yang memegang pundaknya itu

^.^.^.^.^.^.^.^.^.^.^.^.^.^.^.^.^.^.^

Jumat, 04 Februari 2011

Speak Now or NEVER! -Part 2-

Cakka terbelalak kaget mendapati sosok Gadis yang berada didepannya sekarang...
Gadis itu yang kemarin hampir saja dia tabrak... Sepertinya Gadis itu juga kaget melihat Cakka yang kini didepannya...
Cakka menyuruh Ibu dan Gadis itu duduk... Terlihat Gadis itu masih memperhatikan Cakka...

" Ini anak saya...." Kata Ibu itu...

Cakka menatap kembali Gadis itu... Memang sudah bukan tatapan kosong lagi... Melainkan tatapan heran...

" Oh... Ya... Kalau boleh tahu siapa namamu?"Tanya Cakka

" Oik .. Mas...eh Dokter...." Ucap Gadis itu...

" Hahaha... Gak apa-apa kok kamu manggilnya Mas ... Santai aja..." Kata Cakka kemudian melanjutkan kata-katanya...

" Bu... Boleh saya berbicara berdua dengan anak ibu?" Tanya Cakka

" Ya silahkan... Saya keluar dulu... Permisi..." Kata Ibu itu lalu keluar dari ruangan Cakka...

Setelah Ibu itu keluar Oik mengangkat jari telunjuknya dan menunjuk kearah Cakka meminta penjelasan...

" Gak usah kaget... Aku Cakka... Dokter anak sekaligus psikolog dirumah sakit ini..."Kata Cakka mengulurkan tangannya...
Oik menyambutnya...

" Eh.. Maaf aku gak tahu kalau Mas ini.. Dokter... Maaf yah soal kemarin..." Kata Oik menundukan kepalanya...

" Gak apa-apa kok... Aku malah ingin jadi teman kamu... Bisakah kita bicara sebagai teman bukan sebagai Dokter atau Psikolog dengan pasiennya?" Kata Cakka

Oik terdiam tak menjawab...

" Dok..e... Mas... Boleh tolong jelasin kenapa Mama membawa aku kemari? Aku masih bingung..."

" Mamamu cerita segala sesuatu tentangmu... Kau punya masalah besar? Ceritakanlah..."

Oik menatap canggung kepada Cakka...

" Eh... Jangan canggung anggap aku temanmu... Hmm... Kalau disini kayaknya kamu bakalan canggung... Kita duduk disofa situ saja... Biar kamu lebih leluasa menceritakannya..." Kata Cakka sambil berdiri dan duduk disofa tak jauh dari situ diikuti Oik yang dengan canggung duduk berjarak dengan Cakka...

" Nah sekarang ceritakanlah... Tak baik masalah dipendam sendiri... Harus ada teman berbagi..."Kata Cakka...

Airmata Oik mulai jatuh kembali tapi dia masih didalam diam tak mau mengeluarkan sedikitpun kata...

" Tuh kan.... Semakin kamu menyimpan sendiri maka akan semakin sakit dan tak dapat membuatmu menemukan solusi... Kasian mamamu.. Dia turut sedih apabila keadaanmu seperti ini... Dia tak ingin melihatmu terpuruk seperti ini..."

Tangis Oik semakin menjadi-jadi... Airmatanya sudah tumpah ruah ... Sudah hampir 3minggu hari-harinya Ia lewati dengan menangis-menangis dan menangis... Dia memang bukan sosok yang cengeng tapi entah mengapa dia lelah dan lemah belakangan ini... Sulit menerima situasi makanya dia berubah menjadi Gadis yang cengeng...

Oik masih terisak... Cakka menyapu-nyapu punggung Oik... Untuk sementara waktu dia diam dan tak berbicara... Memberikan kesempatan pada Oik... Mungkin setelah menangis seperti ini Oik mau menceritakan masalahnya... Sehingga Cakka juga bisa menemukan solusi terhadap masalah-masalah yang Oik hadapi... Sepertinya tak hanya 1 masalah... Cakka bisa merasakan berbagai masalah yang ada didalam diri Gadis manis yang bernama Oik yang ada dihadapannya ini...

Tiba-tiba Oik kembali memeluk Cakka dan menangis sejadi-jadinya didalam pelukan Cakka...

"A..h..akh.. Hiks.. Aku..eh..ga.. Kuat .. Mas... Masalah ini he... Terlalu...eh.hiks..a.. Ber..at..." Kata Oik masih didalam pelukan Cakka...

Cakka membelai rambut Gadis itu... Menyapu punggungnya berharap dirinya bisa memberikan sebuah ketenangan kepada Oik... Airmata Oik terus membasahi baju putih Cakka... Namun setiap belaian Cakka mampu membuat sedikit demi sedikit rasa tenang kepada Gadis itu... Perlahan tetapi pasti Ia merasakan sebuah ketenangan yang belum pernah Ia rasakan sebelumnya...

Tanpa mereka sadari sepasang mata mengamati mereka dari balik pintu tersenyum pahit lalu menutup pintu dengan perlahan lalu berlari semakin menjauh dari ruangan itu...

Beberapa menit kemudian Oik melepaskan pelukannya dari Cakka... Ia merasa sudah tenang...

" Maaf mas... Lagi-lagi.... Aku main nyosor aja mas... Jangan anggap aku agresif mas... Aku tak tahu kenapa juga bisa memeluk mas..."Kata Oik tertunduk

" Tak apa-apa... Itulah gunanya teman kan ... Dan sekarang kita berteman yah..." Kata Cakka mengulurkan jari kelikingnya kepada Oik bak anak kecil yang baru mendapatkan teman baru... Oik menautkan jari kelingkingnya pada Cakka lalu tersenyum tipis...

" Ayo... Sekarang kita sudah berteman tak usah ragu ceritakan masalahmu..."

Oik menghela nafas... Mencoba menceritakan masalahnya kepada orang yang baru dia kenal... Baru kali ini... Bahkan teman-temannya disekolah tak mau diceritakan... Entah kenapa dia percaya pada Cakka... Bukan karena Cakka seorang Dokter atau Psikolog... Dari mana rasa percaya itu datang Oik tak tahu...

" Aku punya pacar... Namanya Obiet... Kami pacaran sudah 1 tahun.. Tapi 3 minggu lalu dia mutusin aku... Tanpa aku tahu masalahnya... Setahu aku belakangan ini dia malah lebih romantis dari biasanya... Tapi dia malah mutusin aku... Huh! Aku gak terima... Dan Gak sampai sehari aku dengar dia jadian dengan Gita... Dan mas tahu Gita itu siapa?"

Cakka mengangkat kedua pundaknya...

" Gita itu sahabatku sendiri... Bahkan dia yang menyupport hubungan aku dengan Obiet... bisa dibilang dia adalah mak comblang aku dengan Obiet... Tapi malah dia yang ngerusak hubunganku dengan Obiet... Aku sakit hati banget..." Oik menceritakannya dengan wajah sedih tapi airmatanya sudah tidak keluar... Dia hanya bersandar dengan lemas dikursi sofa...

Cakka mendengarkan cerita Oik...

" Gak cuma disitu... Belum habis kesedihanku karena Obiet dan Gita... Aku dikejutkan dengan kabar bahwa Obiet meninggal dunia karena kecelakaan... Aku shock berat... Obiet telah tiada... Walaupun dia telah menyakiti aku... Tapi tak bisa aku pungkiri kalau rasa sayang itu lebih besar daripada rasa sakit ini..." Ucap Oik... Airmatanya mengalir dipipi tapi dia mendongakan wajahnya keatas berusaha menahan airmatanya agar tak jatuh lebih banyak lagi... Dia juga tak mau Cakka menilainya sebagai Gadis yang cengeng...

" Hanya itu masalahmu?" Tanya Cakka memastikan... Karena Cakka yakin masalah Oik bukan hanya itu...

Oik mengangguk tapi kepalanya seperti biasa tertuduk... Cakka memegang dagu Oik agar menatapnya... Mata Gadis itu berkaca-kaca membuatnya semakin yakin kalau Masalah Oik bukan cuma itu...

" Gak boleh menyimpan masalah Oik... Aku bisa melihat kamu punya masalah selain itu... Tatap mataku katakan kalau memang masalahmu hanya itu..."

Oik menyerah melihat mata Cakka...

" Ya... Masalahku memang tak cuma itu..." Ia menarik nafasnya dalam-dalam sementara Cakka tak mau banyak berkata-kata lagi... Dia hanya menunggu gadis itu menceritakan masalahnya...

" Keluargaku termasuk keluarga yang kurang harmonis... Papa bekerja diluar negeri dan hanya pulang setahun sekali... Mama sibuk dengan pekerjaannya juga... Padahal sebelum kami kaya waktu kami masih hidup dirumah yang sederhana kami sangat sering berkumpul... Dan beberapa hari sebelum kematian Obiet... Aku memergoki mama sedang berpelukan dengan seorang laki-laki dan itu bukan Papa... Mesra sekali... Mama tak tahu kalau aku melihatnya... Aku sakit tega sekali mama berbuat seperti itu mengkhianati papa..." Oik kembali mendongakan wajahnya keatas menahan airmatanya kembali tapi sia-sia... Airmata kelemahan itu kembali mengalir dipipinya...

Cakka mengusap airmata Oik dengan tangannya dan usapan tangan itu mendinginkan hati Oik yang kini telah panas... Ia menutup matanya merasakan benar-benar dingin... Sentuhan apa ini?

Oik tersadar dia segera menetralisir dirinya kembali...

" Maaf... Aku cengeng..."

" Tak apa... Asal bisa membuat hatimu tenang... Sekarang bagaimana perasaanmu setelah menceritakan sebuah masalahmu?"

" Lebih lega... Terima kasih mas..."

" Sama-sama... Sekarang jangan kau pikirkan masalahmu dulu... Aku pasti membantumu agar terlepas dari masalahmu... Dan soal masalah Obiet... Obiet telah pergi biarkan dia pergi dengan tenang... Aku tahu memang sulit tapi maafkan kesalahannya... Dan bawa itu sebagai pelajaran agar kamu bisa menemukan orang yang lebih baik dari Obiet... Aku tak ingin kamu bersedih terus... Apa kegemaranmu?"Tanya Cakka

" Heh? Kegemaranku?" Oik mengernyitkan dahinya Heran dengan pertanyaannya Cakka yang sepertinya OOT (Out Of Topic)

" Iya..."

" Aku suka memasak... Soalnya dengan memasak aku bisa menuangkan segala kreasi.. Apalagi ada hasilnya... Kita bisa menikmati hasilnya..."Kata Oik

" Kau suka memasak? Sama dong..."

" Hah? Mas juga suka memasak?..."

" Bukan kamu kan suka memasak... Aku suka menyantap berarti... Cocok gitu..."

Oik tertawa kecil...

" Mas bisa aja..."

Akhirnya Cakka bisa melihat Oik tertawa walaupun itu tawa yang kecil... Berarti sudah ada kemajuan... Cakka sering menghadapi Gadis-gadis remaja yang labil.. Tapi entah mengapa Oik membuatnya sangat tertarik Untuk membantunya mengatasi masalahnya.. Padahal biasanya Cakka jenuh dengan pasien-pasien yang labil...

" Kapan-kapan kamu bisa dong masakin Mas..."

" Boleh kok... Mas sukanya apa?"

" Aku suka makanan indonesia... Tanpa daging... Aku lebih suka sayur-sayuran dari pada daging... Seperti Gado-Gado, Bubur manado, Sayur asem,dan lain-lain... Soalnya sayuran itu lebih menyehatkan..." Kata Cakka yang mulai lagi dengan teori kedokterannya...

" Sama... Oik juga kurang suka daging...hehehe..."

Cakka dan Oikpun terlibat percakapan santai bak dua orang kawan lama... Berbicara dengan Cakka yang walaupun lebih tua beberapa tahun dari Oik membuat Oik merasa seperti berbicara dengan sahabatnya sendiri bahkan dia sejenak lupa dengan masalah yang menghantuinya belakangan ini...

Cakka melihat jam tangannya sudah menunjukan pukul 11:45... Sebentar lagi dia harus makan siang... Dan jam 1 nanti gilirannya membuka klinik Dokter anak...

" Yasudah Oik... Jangan sedih lagi yah... Kalau sedih datang cari aku saja... Aku siap kapanpun sebagai teman untukmu... Sekarang kita keluar Mamamu pasti khawatir dengan keadaanmu..."

Oik mengangguk dan kemudian Cakka mengantarnya keluar dari ruangannya menemui Mama Oik yang sedari tadi menunggu diluar...

" Bu... Anak ibu tidak apa-apa hanya ada sedikit tekanan... Bila ada waktu saya ingin berbicara juga empat mata dengan ibu... Tapi tidak sekarang karena saya harus istirahat dan membuka praktek Dokter anak sebentar siang..."

" Baiklah Dok... Kalau ada waktu pasti saya kembali... Terima kasih..."

Cakka berlalu dari hadapan Oik dan Mamanya..
Mama Oik heran sekali mendapati Oik sudah tidak dengan tatapan kosong... Tatapannya meski masih tersirat kesedihan tapi ada keceriaan dibaliknya...
Mantra apa yang Cakka gunakan sehingga membuat Oik seperti itu?

>>>>>>>>>>>>>>>

" Dokter..." Panggil seseorang... Cakka menoleh kearah sumber suara tersebut.. Didapatinya seorang perawat...

" Ya..."

" Tadi Dokter Shilla mencari anda..."

" Oh ya? Sekarang Shilla kemana?"

" Sepertinya tadi berlari kearah kantin Dok... Dia kelihatan sedih gitu setelah dari ruangan dokter Cakka..."

" Dia ke ruanganku?"

" Ia Dok... Sudah saya larang karena ada pasien... Tapi tetap saja dia bersikukuh mau keruangan Dokter... Tapi setelah itu malah dia berlari dengan wajah sedih Dok..."

Cakka menepuk Jidatnya... Pasti Shilla melihat adegan Pelukan Dia dan Oik... Shilla tak boleh salah paham...

Cakka segera berlari menuju kantin...

Dicarinya Shilla dikantin tersebut tapi tak Ia temukan... Dia hanya melihat Ify sedang membawa makanan Kepada pembeli-pembelinya...
Cakka menghampiri Ify...

" Ify... Lihat Shilla Gak?" Tanya Cakka

" Mbak Shilla? Tadi dia kesini sih Mas... Tapi Gak lama... Dia cerita sama Ify katanya liat mas Cakka lagi pelukan sama cewek diruangan mas Cakka..."

" Tuh kan benar... Pasti dia salah paham... Kamu tahu gak Fy sekarang dia dimana?" Tanya Cakka

" Emang siapa sih mas cewek itu?"

" Nanti aku ceritakan yang penting dimana Shilla sekarang?"

" Sepertinya nih Mas... Belakangan ini mbak Shilla sering ke taman di rsj sebelah mas... Beberapa kali Ify kan bawa makanan sama dokter-dokter di rsj... Dan Ify beberapa kali liat mbak Shilla disana..."

Cakka mengernyitkan dahinya...
Whaaat?? RSJ? Untuk apa Shilla kesana? Shilla kan bukan dokter Jiwa... Buat apa dia kesana?

" Oke makasih ya Fy... Aku coba kesana..." Kata Cakka

Memegang tangan Ify tanda terima kasih...
Kemudian berlari meninggalkan Ify menuju RSJ...

Sentuhan ini?

RSJ tepat berada dibelakang Klinik umum hanya dibatasi pagar pembatas agar pasien RSJ yang aneh bin ajaib tak keluar dari tempatnya...

Cakka menyusuri koridor RSJ... Disepanjang koridor tampak orang-orang yang ajaib-ajaib.. Ada yang menggonggong seperti anjing, ada yang berjalan bak supermodel diatas catwalk, ada yang tertawa sendiri, Ada yang memeluk-memeluk segala macam boneka...
Sebenarnya Cakka sering kemari karena dia juga dibutuhkan disini... Cuma belakangan ini dia jarang kemari karena Dia juga banyak mendapat pasien untuk urusan Psikologis...

Taman di RSJ terletak disayap kiri RSJ tepat disamping ruangan seorang dokter... Cakka jadi was-was jangan-jangan Shilla sering datang kemari menemui dokter itu...
Dia menemukan Shilla sedang duduk disamping airmancur...

Cakka mendekat...

" Shilla..." Ucap Cakka...

Shilla menoleh kearah Cakka dan tersenyum sinis kearahnya...

" Sudah selesai?"

" Shill..., kamu salah paham... Aku cuma menghibur dia ... Dia pasienku..."

" Aku tahu dia pasienmu... Tapi aku ini manusia yang punya rasa cemburu... Aku lihat kau juga begitu menikmati saat kalian berpelukan..."

" Shilla... Aku mohon mengertilah... Aku cuma menenangkannya karena dia punya masalah besar..."

" Apa kau pernah menenangkanku ketika aku punya masalah? Selama 5 tahun kita pacaran kau tak pernah memeluk menenangkanku seperti itu..."

" Itu karena......."

" Karena apa Cakka?" Ucap Shilla dengan nada meninggi...

" Itu Karena kamu tak pernah terlihat rapuh didepanku... Itu karena kamu tak pernah memperlihatkan masalahmu didepanku... Kau tak pernah menangis walau aku tahu kamu itu sedang sedih itulah sebabnya aku tak menenangkanmu... Karena kau sering mencari ketenanganmu sendiri....Bagaimana aku tahu jika kau sedang punya masalah... Jika aku hanya mempunyai sedikit waktu denganmu?"Kata Cakka...

Shilla terdiam... Memang benar yang diucapkan Cakka... Dia memang selalu menyembunyikan masalahnya didepan Cakka meski dia tahu Cakka pasti mengetahuinya... Dia ingin terlihat sebagai wanita yang tangguh... Tak ingin tergantung kepada Cakka... Apalagi pekerjaan mereka membuat mereka jarang bertemu... Disaat Cakka punya waktu Shilla tak punya... Disaat Shilla punya waktu Cakka tak punya... Dan tanpa Ia sadari Ia merasakan kesepian yang mendalam...
Runtuhlah pertahanan Shilla sebagai wanita tangguh... Kali ini dia menangis... Pertama kalinya Cakka melihat seorang Shilla menangis dihadapannya...

Cakka memeluk Shilla menyandarkan kepala Shilla diatas bahunya... Membelai halus ubun-ubun kepalanya... Sama seperti Caranya menenangkan Oik tadi... Shilla merasakan ketenangan didalam pelukan Cakka 5 tahun pacaran dia baru merasakan pelukan Cakka sekarang... Ternyata dipeluk seorang Cakka sangat membuatnya merasa berbeda begitu hangat dan nyaman... Pantas saja pasien-pasiennya selalu betah berada didalam pelukan Cakka...

" Akhirnya runtuh juga hati kerasmu...." Kata Cakka tersenyum...

Shilla melepaskan pelukan Cakka dengan wajah manyun...

" Sudah... Jelek tahu begitu... Sekarang ayo balik buat apa kau disini...? Mau menjadi ajaib seperti orang-orang disini...?"

" Ih Cakka..... Abis dirumah sakit tamannya ga ada airmancur jadi gak enak..."Kata Shilla

" Benar nih ga ada alasan lain? Atau jangan-jangan kamu mau bertemu Dokter Deva lagi..."

" Cakkaaaaaa.... Negatif thinking deh... Orang bukan mau ketemu Dokter Deva..."

" Kamu juga tadi negatif thinking sama aku... Berarti benar kamu kamu mau ketemu seseorang disini...."

Shilla gelagapan...

" Eh.. Gak kok... Yaudah yuk balik...." Shilla menarik tangan Cakka...

Cakka bisa membaca ada sesuatu yang Shilla sembunyikan tapi dia tak mau mempermasalahkannya... Soalnya sebentar lagi dia harus pergi ke klinik anak... Tak sempat makan siang kalau seperti ini...

>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Jam sudah menunjukan pukul 19:00... Ketika Cakka baru menyelesaikan tugasnya sebagai dokter anak... Belakangan ini banyak anak-anak mengalami Gangguan pernapasan karena udara Jakarta yang terganggu polusi asap kendaraan yang tak sehat untuk dihirup... Banyak juga yang mengalami batuk-batuk karena konsumsi snack yang tidak sehat... Ada berbagai macam penyakit pada anak yang dikarenakan udara, gizi, lingkungan dan lain-lain... Semakin maju dan canggih segala sesuatu didunia ini... Semakin banyak penyakit yang muncul...

Ia memasuki ruangannya... Mau mengambil tas dan kunci mobil sebelum pulang kerumahnya...

Diatas mejanya ada sekotak makanan yang dibungkus... Cakka membukanya... Didalam ada Gado-gado kesukaannya...
Serta secarik kertas disampingnya...

' maaf mas Cakka... Ify lancang masuk keruangan mas... Cuma mau ngasih gado-gado ini buat mas... Ify tahu mas Cakka belum makan dari tadi siang... jadi Ify bawain ini buat mas... Selamat menikmati...

-Ify-'


Cakka tersenyum mengambil Gado-gado tersebut... Membawa tasnya serta mengambil kunci mobilnya... Hendak keluar tapi sepertinya dia lupa akan sesuatu....

Zebra Cake...

Cakka membuka lemari mengambil sekotak Zebra Cake pemberian Shilla... Lalu berjalan keluar mengambil mobilnya dan melaju menuju rumahnya....

>>>>>>>>>>>>>>>>

Oik terdiam ditempat tidurnya pikirannya kembali tidak tenang.... Kali ini dia sudah tidak memikirkan tentang Obiet...
Tadi dia sudah bertekad untuk melupakan Obiet... Yang dipikirannya hanyalah Mama dan Papanya...
Tadi sepulang dari rumah sakit Oik mendengar Mamanya sedang menelepon Papanya dan terjadi pertengkaran yang hebat sekali...
Makanya Ia jadi takut lagi... Dia menjadi sedih kembali....

Tiba-tiba badannya Gemetaran... Keringat dingin mengucur ditubuhnya... Wajahnya pucat pasi.... Dingin....
Oik butuh kehangatan....

Tak beberapa lama kemudian Mamanya masuk kedalamnya... Dan panik melihat Oik seperti itu...

" Oik kamu kenapa nak? Sakit?" Tanya mamanya yang segera mendekat keranjang Oik...

Tak ada Jawaban dari Oik... Tubuhnya semakin bergetar.... Dingin yang Ia rasakan menusuk kulit...

Mama Oik panik segera memeluk Oik... Oik merasa kehangatan memang tapi tetapi tidak untuk ketenangan...

Tak berlama-lama mamanya dengan susah payah mengangkat Oik seperti anak kecil padahal badan Oik dengan mamanya hampir sama... Akhirnya dibantu pembantu-pembantunya Mama Oik berhasil memasukan Oik kedalam mobil...

Dan menyuruh sang supir mengantarkannya kerumah Sakit...

^.^.^.^.^.^.^.^.^.^.^.^.^.^

Kamis, 03 Februari 2011

Speak Now or NEVER! -Part 1-

Cerbung kawan-kawan... Doain saya yah semoga cerbung ini tidak bernasib sama dengan cerbungku yang lain...

Oke part 1 cekidot!



Cakka dan Shilla berjalan beriringan disebuah koridor rumah sakit dengan menggunakan pakaian serba putih-putih membawa stetoskop masing-masing melingkar dileher mereka... Mereka adalah dokter dirumah sakit itu... Dokter muda yang ganteng dan cantik itu menyebabkan banyak orang berbondong-bondong berobat kerumah sakit itu... Shilla adalah dokter penyakit dalam sekaligus dokter bedah sedangkan Cakka adalah dokter anak sekaligus seorang psikolog... Usia mereka menginjak angka 25tahun dan itu masih sangat muda untuk ukuran Dokter sukses seperti mereka...

Apalagi mereka adalah sepasang kekasih yang sudah 5 tahun menjalin hubungan membuat mereka sering disebut sebagai 'Perfect Couple' Oleh orang-orang rumah sakit maupun khalayak ramai...

Mereka berpisah dipertigaan rumah sakit... Cakka menuju kesebelah kiri menuju ketempat ruangannya berada sedangkan Shilla berjalan kesebelah kanan ke ruang operasi karena hari ini ada pasien yang akan dioperasi...



Cakka tiba diruangannya segera duduk dikursi... Duduk santai hari ini lumayan longgar dia hanya membuka konsultasi psikologis... Karena untuk dokter anak hari ini bukan jadwalnya...

Cakka belum makan pagi perutnya terasa keroncongan... Maka Ia memutuskan untuk pergi ke kantin rumah sakit mencari makanan yang mungkin bisa mengganjal perut...



Baru saja Ia berdiri dari kursinya terdengar ketukan pintu...



Dia akhirnya duduk kembali...



" Ya silahkan masuk..."



Seorang perawat masuk kedalam...



" Maaf dok... Ada seseorang yang ingin berkonsultasi dengan anda..."



" Ya... Silahkan masuk saja..."



Perawat itupun keluar tak beberapa lama kemudian wanita paruh baya masuk kedalam... Wajahnya tampak kusut dan menangis tersedu-sedu... Sepertinya dia punya masalah yang cukup berat...

Wanita itu duduk dihadapan Cakka... Cakka mendiamkan wanita itu beberapa saat sampai dia tenang... Setelah merasa wanita itu cukup tenang Cakka kemudian bertanya kepada wanita itu...



" Selamat pagi Bu... Ada yang bisa saya bantu? Maaf saya bicara dengan Ibu siapa?"



" Bu Uci...Ada Dok... Masalah yang cukup berat..."



" Ceritakanlah..."



" Dok... Saya punya anak Gadis... Anak saya punya seorang kekasih yang sangat dia sayangi... Tapi beberapa minggu yang lalu dia putus dari pacarnya dan itu membuatnya sangat depresi murung-murung kerjaannya hanya mengurung diri dikamarnya... Tak mau bicara dan keluar menemui kami orang tuanya... Dan 3 hari lalu dia mendengar bahwa pacarnya itu meninggal karena kecelakan dan membuatnya makin down... Gak mau makan dan beberapa kali mencoba melakukan hal yang tidak diinginkan... Dia beberapa kali mencoba bunuh diri... Tapi selalu saya gagalkan... Saya takut dia melakukannya kembali Dok...hiks" Kata Ibu itu kembali tersedu-sedu...



Cakka mendengarkan dengan seksama penuturan Ibu itu...



" Kalau saya boleh tahu ... Anak anda umurnya berapa yah?" Tanya Cakka



" 18 tahun..."



" 18 tahun sebenarnya sudah lumayan dewasa dalam bersikap... Tapi anak anda terlalu labil untuk anak seusia 18tahun... Saya rasa ada sesuatu yang menekan dia tak hanya itu... Bisakah saya bertemu dengannya?"



Ibu itu menatap Cakka...



" Tidak sekarang... Mungkin besok anda bisa membawanya kemari... Aku ingin melihat keadaannya dan melakukan beberapa pemeriksaan padanya"Kata Cakka kemudian...



Ibu itu mengangguk...



" Yang anda harus lakukan menjaga anak anda sebaik mungkin... Jauhkan dari segala benda-benda bahaya... dan jangan membuat anak anda tambah down...Anda harus menjaganya tapi jangan terlalu overprotectif karena itu akan membuatnya risih" Kata Cakka



" Baiklah dok... Saya permisi dulu... Terima kasih..." Kata Ibu itu lalu pergi dari situ...



>>>>>>>>>>>>>>



Cakka bergegas melangkahkan kakinya menuju kantin... Perutnya semakin tidak ingin berkompromi... Setelah konsultasi Ibu tadi ternyata masih ada pasien-pasien lain...

Belakangan ini sangat banyak remaja labil yang melakukan apa saja yang buruk setelah gagal dalam percintaannya... Pikir apa mereka sampai nekat melakukan hal-hal yang aneh? Rata-rata orang tua yang berkonsultasi dengan Cakka tentang anak-anak remaja mereka yang labil...

Jadinya Cakka baru bisa makan pada pukul 12:00 tanggung, jadilah dia tak makan pagi hanya makan siang...

Hampir setiap hari dia seperti ini... Tak ada yang memasakannya di Pagi hari... Karena Cakka tak mempekerjakan pembantu dirumahnya yang besar... Bukan pelit atau apa... Cuma dia tak punya waktu untuk menghubungi pihak Agen pembantu... Tiap kali ada waktu lowong dia pasti lupa....Dia hanya tinggal bersama dengan kakaknya Zahra yang berprofesi sama dengannya seorang Dokter... Jadi Zahra hanya memasakan Cakka pada malam hari itupun kalau sempat... Cakka takut bila Ia tidak menjaga pola makannya Dia juga bakal ikut-ikutan sakit....



Cakka melangkahkan kakinya dengan gontai menuju salah satu tempat duduk dikantin... Terlihat dari tempat duduknya Ozy seorang dokter spesialis mata dirumah sakit itu sedang duduk bersama pacarnya Acha... Acha memang setiap hari membawakan rantangan makanan untuk Ozy... Cakka sangat jealous melihat mereka berdua mengingat Shilla tak pernah memasak untuknya karena kesibukannya yang sama dengan Cakka seorang Dokter... Huh!



Cakka kembali berjalan ke pantry kantin tersebut... Disana menunggu seorang Gadis penjaga kantin yang usianya 1 tahun lebih muda dari Cakka...



" Selamat siang Mas Cakka... Mau pesan apa?" Tanya Gadis penjaga kantin itu...



" Seperti biasa Fy..."Kata Cakka



" Oke... Segera..." Katanya Lalu masuk kedalam tak lama kemudian keluar dengan secangkir teh hangat dan Gado-gado...



" Mas Cakka sibuk yah hari ini?" Tanya Ify



" Seharusnya gak Fy... Soalnya hari ini bukan jadwal aku di klinik anak hari ini tugasnya Dokter Rio... Cuma tadi banyak yang konsultasi Psikologis..."



" Oh yah?"



" Iya... Biasalah... Belakangan ini banyak anak-anak muda yang labil apalagi masalah percintaan padahal ada yang belum saatnya... sehingga menyebabkan mental mereka terpengaruh..."



Ify mengangguk-angguk tanda mengerti...



" Oh ya, Mas Cakka kok gak bareng mbak Shilla...?"



" Oh Shilla... Lagi ada operasi kayaknya..."



Cakka memutuskan untuk duduk di pantry sambil meneguk secangkir teh hangat dan sesekali meyuap gado-gado kedalam mulutnya...



" Mas Cakka sama Mbak Shilla kapan menikah? Kalau menikah undang Ify..." Cakka yang sedang meneguk teh mengeluarkannya karena kaget sehingga baju Ify basah...



" Humph... Maaf Fy... Gak sengaja aku... Kaget dengan pertanyaanmu itu" Kata Cakka panik sambil membersihkan tumpahan teh dibaju Ify walaupun dia tahu bakalan nihil...



" Gak usah Mas... Gak apa-apa kok ntar mbak Shilla marah lagi mas...hihi... Kok kaget mas...? Orang seusia Mas Cakka dan Mbak Shilla seharusnya gak kaget dengan pertanyaan Ify tadi... apalagi Mas Cakka sama Mbak Shilla pacarannya udah lama dan serasi lagi..."Kata Ify



" Entahlah Fy... Aku belum memikirkannya sampe situ..."



" Oh ya Mas... Mas suka makan Gado-gado apa kenyang yah mas?"



" Ya kenyang lah Fy... Pertanyaan kamu aneh deh... Aku suka gado-gado karena banyak sayurnya... Supaya sehat toh... Apalagi Gado-gado buatan kamu...hehehe" Cakka terkikik...



Ify tersipu...



Shilla yang melihatnya segera menghampiri mereka...



" Ehem.... Lagi asyik nih aku ganggu gak?"Tanya Shilla duduk disamping Cakka



" Eh Shilla... Udah selesai operasinya...? Udah makan siang?"



" Udah... Kalau belum ya aku gak disinilah... Tapi aku Belum makan siang... Padahal aku mau ngajak kamu ke restoran tapi kamunya malah makan disini..."



" Kan makanan disini enak juga gak kalah sama direstoran apalagi makanan khas indonesia yang bergizi dan banyak vitamin baik untuk kesehatan kita... Kamu mau makan apa Shill? Coba gado-gado buatan Ify enak..."



" Yasudah deh... Aku coba..."Kata Shilla...



" Fy Gado-gadonya satu lagi yah..." Kata Cakka...



Ify segera masuk kembali kedalam dapur... Shilla ingin juga merasakan makanan kesukaan Cakka yang dibuat oleh Gadis penjaga kantin bernama Ify itu... Bagaimana sih rasanya? Sampai-sampai Cakka sering menolak ajakan Shilla untuk makan di restoran mahal dan hanya ingin makan Gado-gado buatan Ify...



Tak lama kemudian Ify keluar membawa sepiring Gado-gado... Dan memberikannya kepada Shilla...



" Makasih yah..." Kata Shilla



" Sama-sama..."



Shillapun memakan Gado-Gado buatan Ify tersebut... Rasanya benar-benar lezat belum pernah Ia merasakan Cita rasa makanan seperti ini direstoran manapun... Tapi Shilla tak ingin menunjukan rasa kagumnya itu.. Makanya dia makan seperti biasa...



" Shilla, Bentar malam kamu sibuk gak? Kerumahku yuk... Aku kesepian kak Zahra praktek malam... Gak ada yang masakin aku..."Kata Cakka



" Huh aku gak tahu Cakka... Doain aja semoga ga ada pasien yang tiba-tiba datang kayak waktu itu... Kamu tahu kan aku ga bisa masak... Kalau mau kita makan diluar aja yah sebentar malam..." Kata Shilla



" Oh.. Ya udah... Aku tunggu yah sebentar malam di Restoran PurpleGrape jam 8..."Kata Cakka...



" Dokter Shilla ditunggu diruang bedah... Terima kasih..." Suara microfon pemanggil berkumandang...



" Cakka... Aku harus segera pergi...daaa.."Kata Shilla yang baru setengah memakan Gado-gadonya.. Lalu membersihkan mulutnya dengan Tissue kemudian mengecup Pipi Cakka...

Lalu berlalu dari hadapan Cakka dan Ify...



>>>>>>>>>>>>>>>>>



Cakka menunggu dengan Cemas di PurpleGrape Restoran... Sudah hampir setengah jam menunggu tapi sosok Shilla tak tampak-tampak... Beberapa kali dia mencoba mengirim BBM kepada Shilla tapi Pending...

Sepertinya Shilla masih sibuk maka dari itu Cakka memutuskan untuk sebentar lagi menunggu Shilla...



Sudah 45 menit dia menunggu Shilla tak kunjung datang... Tiba-tiba alerts tanda BBM masuk berbunyi... Itu dari Shilla...



Sayang, maaf yah... Aku gak bisa datang... Soalnya tadi ada pasien lagi... Trus pas pulang Papa ngajak aku ketemu kerabatnya.. Aku gak enak menolaknya...



Begitulah bunyinya... Cakka tersenyum pahit membacanya... Kemudian dia memanggil pelayan dan memesan makanan...



Jadilah Cakka makan sendirian lagi... Memang begini nasibnya setiap hari kalau Zahra tak dirumah...



>>>>>>>>>>>>>>>



Cakka mengendarai mobil BMWnya menyusuri jalan ibukota... Dia baru saja dinner sendirian di Restoran...



Ditengah perjalanannya...



Seorang Gadis mendadak didepan mobilnya yang membuat Gadis itu hampir tertabrak...





' CIIIIITTTTTTTTTT' Suara rem mobil Cakka menghentikan mobilnya agar tidak menabrak gadis tersebut...



Nyaris...



Cakka segera turun dari mobilnya menghampiri gadis tersebut...



Cakka ingin memarahinya... Tapi! Dia melihat tatapan mata Gadis itu kosong... Dia pasti punya masalah besar... Cakka seorang Psikolog sangat tahu dengan kejiwaan seseorang...

Makanya Cakka tidak jadi memarahinya...

Dia merangkul Gadis itu....



" Kenapa dek? Punya masalah?"Tanya Cakka halus...



Gadis itu menatap Cakka lagi dengan tatapan kosong...



" Kalau punya masalah bukan begini cara menyelesaikannya..." Katanya Lagi...



Gadis itu tiba-tiba menangis lalu memeluk Cakka dengan erat... Cakka kaget!

Dan refleks membalas pelukan Gadis itu...



" Ayo nangis sepuasnya kalau itu dapat membuat hatimu lega..." Ucap Cakka kembali...



Gadis itu menangis makin menjadi-jadi... Setelah beberapa saat kemudian melepaskan pelukannya...



" Maaf mas..."Katanya



" Gak apa-apa... Yasudah... Sini aku antar pulang gak baik anak Gadis malam-malam jalan sendiri..." Kata Cakka menuntun Gadis itu masuk ke mobilnya...



Kemudian melaju kembali...



" Rumah kamu dimana?"



" Di Jalan Garuda Blok C..."Katanya dengan tatapan lurus kedepan...



Cakka tak mau bertanya-tanya banyak tentang masalahnya karena dia tahu akan membuat Gadis itu semakin memburuk...

Gadis itu memegang kedua lengannya... Sepertinya kedinginan... Cakka membuka jaket ungu miliknya lalu membungkuskan kepada Gadis itu...



" Pakailah... Kamu pasti kedinginan..."



" Terima kasih..."



Tak lama kemudian mereka tiba disebuah rumah yang lumayan besar dan mewah dengan pagar besi tinggi nan kokoh dan pencakar langit berdiri kokoh menahan rumah tersebut... Rumah berwarna crem dengan unsur etnik yang menarik...



" Ini rumahmu?"



Gadis itu mengangguk...



" Aku antar masuk?"



Gadis itu menggeleng...



" Yasudah hati-hati..."Katanya lagi



Gadis itu keluar dari mobil Cakka membuka pagar besi itu lalu masuk kedalamnya...



Tiba-tiba Cakka menepuk jidatnya...



" Aku belum tahu namanya... Aku lupa menanyakannya"



>>>>>>>>>>>>>>>>



Cakka tiba dirumah sakit... Hari ini dia sendirian berangkat kerumah sakit karena Shilla telah berangkat duluan... Shilla memang lebih sibuk darinya... Tadi pagi-pagi sekali Shilla ditelepon pihak rumah sakit untuk segera kerumah sakit... Makanya Dia tak datang bersama Cakka...



Cakka membuka ruangannya berjalan ke mejanya... Diatas meja tergeletak sekotak kue kesukaan Cakka ... Zebra Cake...



Diatas Cake tersebut ada kartu ucapan...



' Smile please... :) Maaf ya sayang... Tadi malam sama pagi ini aku ga bisa bareng kamu... Zebra Cake untukmu sebagai permintaan maafku...



with love,

Shilla <3 '



Cakka tersenyum Simpul membaca surat tersebut... Walaupun Shilla sibuk ternyata dia masih peduli dengan Cakka dan masih ingat Kue kesukaannya...



' Tok...tok...tok...' Pintu diketuk



" Ya masuk..." Ucap Cakka...



Seorang perawat masuk kedalam...



" Misi Dok... Ibu yang kemarin datang membawa anaknya..." Kata Perawat tersebut...



" Oh ya... Suruh masuk..." Kata Cakka sambil menyimpan Zebra Cake yang diberikan Shilla didalam sebuah lemari tak jauh dari situ...



Tak beberapa lama kemudian seorang Ibu bersama seorang Gadis masuk kedalamnya...



Cakka berbalik... Dia melihat tampak sosok Ibu yang kemarin bersama Gadis yang begitu familiar... Gadis manis berambut panjang sebahu dengan T-Shirt putih dan bando Pink manis menghiasi rambutnya...

Tatapannya yang awalnya kosong... Berubah kaget melihat Cakka didepannya...



^.^.^.^.^.^.^.^

Minggu, 30 Januari 2011

Are you really my soulmate? -cerpen-

Hei balik lagi... Ini cerpen sebetulnya cerpen lama yang aku muat di cf.ning udah lama (cerpen ke 2ku -_-).. Cuma aku recycle lagi...hehehe tapi inti ceritanya sama sih... Dan ada sedikit revolusi pemeran...hehe

Dalam sebuah hubungan sangat diperlukan Rasa sayang cinta, kepercayaan, kesetian dan kejujuran dari masing-masing pihak...Kami telah memenuhi semuanya itu... Tapi kami merasa Hubungan kami datar-datar saja... Selalu aman dan damai karena ada rasa tersebut tapi didalam diri kami... Kami merasa hubungan kami tidak wajar setelah menjalani hubungan selama 2 tahun lebih... Mengapa begitu?... Apakah kami tidak Romantis atau Mesra? Bukan itu Kami malah setiap hari romantis Cakka selalu menyanyikanku lagu dengan gitarnya sebelum aku tidur walau cuma lewat handphone dan berjalan beriringan sambil bergandengan kemana-mana selalu berdua membuat orang-orang iri melihat hubungan kami... Apakah yang mendasari kami merasa hubungan kami datar-datar saja? Kami sendiri bingung... Coba lihatlah hubungan Rio dan Agni... Mereka Long Distance Relationship... Ketika mereka bertemu terasa beda sekali rasanya melihat mereka saling kangen satu dengan yang lain... Coba juga lihatlah Hubungan Ray dan Acha... Walaupun salah satu dari mereka mempunyai kekurangan... Acha Gadis manis namun sayangnya lumpuh bersanding dengan Ray anak band yang jago main drum... Mereka saling menutupi kekurangan dengan kelebihan mereka... Terlihat bahagia sekali ketika Ray dengan sabar mendorong kursi roda Acha... Kami? Kami sepasang yang diberikan kesempurnaan dan bahkan kesempurnaan itu membuat banyak orang iri dengan kami... Tapi bukan itu yang kami inginkan...

Atau Lihatlah hubungan Gabriel dan Sivia mereka memang tak seperti Rio dan Agni yang Long Distance Relationship... Tak seperti Acha dan Ray....Bahkan mereka kalau dilihat-lihat adalah pasangan yang serasi tetapi yang paling labil sering adu mulut dan putus nyambung mewarnai hubungan mereka...

Kami sering tertawa jika melihat kedua sahabat kami itu memulai aksi mereka... Kelihatannya asyik... Apa yang harus kami lakukan?

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

" Aku mau ngomong sesuatu " Kata Cakka dan Oik secara bersamaan...

" Kamu saja dulu... " Mereka bersamaan lagi

" Eh... Kamu aja Cakka yang duluan..." Kata Oik

" Gak papa kok kamu duluan... Ladies First..." Ucap Cakka kemudian...

Oik menarik nafasnya dalam-dalam

" Cakka... Kayaknya hubungan kita sampe disini saja ya... Soalnya hubungan kita terlalu datar gak ada lika-likunya... Coba lihat hubungan teman-teman kita yang begitu berwarna... Kau dan aku selalu rukun..."

Cakka menghembuskan nafasnya

" Huh Oik... Kok bisa pikiran kita sama... Aku juga berpikir begitu... Kita tak seperti yang lain... tak pernah berantem, tak pernah salah paham dan tak pernah terpisa... Aku rasa kita boleh coba untuk mengakhiri hubungan ini..."

" Jadi Kamu setuju??"

" Apa salahnya kita coba..."

" Oke... Jadi mulai saat ini kita tak punya hubungan apa-apa Lagi..."

>>>>>>>>>>>>>>>>>

" Duh Oik... Kamu bodoh banget sih... Masa cowok se-perfect Cakka kamu lepasin gitu aja... Memangnya kamu sudah tak sayang lagi sama dia?"Tanya Sivia

" Bukan begitu Via,, Aku masih sayang... Bahkan sayang banget sama Cakka... Cuma Kami Jenuh sama hubungan Kami yang datar-datar saja... Gak kayak hubungan kamu dengan Gabriel yang putus nyambung... Asik deh kayaknya..."

" Begini yah Oik Cahya Ramdlani ... Malah bagus dong kalau kamu dan Pacar kamu Cakka Kawekas Nuraga itu tak punya masalah... Berarti kalian memang soulmate ditakdirin untuk bersama... Malah Aku yang harusnya cemburu dengan hubunganmu..."

Oik kemudian merebahkan dirinya diranjang...

" Entahlah... Tapi aku ingin coba hal yang baru..." Kata Oik sambil memejamkan kedua matanya...

>>>>>>>>>>>>>>>>>>

" WHAAT CAKKA??? Kamu putus sama Oik??"Gabriel kaget mendengar pernyataan Cakka...

" Bukannya kalian baik-baik saja?"Tanya Gabriel Kemudian

" Justru karena itu aku dan Oik putus..."

" Maksudnya...?" Tanya Gabriel kurang paham...

" Yah karena kita sama-sama jenuh dengan hubungan kita yang baik-baik saja..."

" Kamu sama Oik aneh... Eh tapi Cakka... Kamu jangan menyesal kalau suatu saat Oik diambil oleh orang lain... Kamu kan tahu Oik adalah salah satu cewek populer disekolah... Pasti banyaklah yang naksir dia... Apalagi setelah tahu kamu dan Oik putus... Banyak yang akan melancarkan serangan PDKT padanya..."

Cakka mengangkat kedua bahunya sebagai respon terhadap perkataan Gabriel tadi...

" Trus bagaimana dengan Shilla?"Tanya Gabriel

" Shilla? Maksud kamu?"

" Shilla kan kamu gantung"

" HAH? tak mungkin aku menggantung Shilla.. Kamu tahu kan Shilla masih hidup... Kalau aku gantung bisa-bisa dia mati..."

Gabriel menggeleng-gelengkan kepalanya...

"Cakka...Cakka... Ganteng-ganteng telmi juga yah... Maksudku... Shilla kan sebelum kamu jadian dengan Oik menyatakan perasaannya kepadamu dan kamu belum menjawabnya sampai saat ini... Nah Pas dia tahu kalau kamu jadian dengan Oik... Dia kan bilang... Cakka I will always waiting you, until whenever... Nah sekarang kan kamu sama Oik sudah putus... Trus apa jawabanmu pada Shilla?"Kata Gabriel panjang lebar sambil menirukan gaya bicara Shilla pada salah satu Bagian pidatonya (?)

" Oh... Gitu yah? Iel.. Kok aku bisa lupa yah? Kenapa kamu masih ingat coba?"

" Gabriel gitu loh... Gimana Kamu bakalan menerimanya?"

" Tak tah... Liat aja ntar..." Kata Cakka mengambil guling disampingnya lalu tidur...

>>>>>>>>>>>>>

Hari ini untuk pertama kalinya Oik pergi kesekolah tidak bersama Cakka...

Cakka tak menjemputnya... Biasanya Cakka menjemputnya dengan berbagai macam kendaraan sesuka hatinya... Pernah dengan mobil, motor, sepeda, taksi, becak, bajaj... Apapun...

Kali ini Oik memutuskan untuk berjalan kaki kesekolah... Lagipula jarak sekolah dengan rumahnya tak begitu jauh...

' Kring...kring.... ' Suara sepeda...

" Hei Oik... Sendirian....?" Tanya pengendara sepeda itu yang tak lain dan tak bukan adalah Obiet...

" Iya Biet..."

" Cakka mana?"

" Aku sama Cakka udah putus kok Biet... Makanya aku perginya sendiri..."

" Lah? Kok bisa?"

" Udah ya Biet... Ga usah banyak tanya... Aku mau ke sekolah nanti telat..."Kata Oik sambil melangkahkan kakinya...

" Tunggu Ik...."

" Kenapa?" Oik berbalik

" Aku antar kesekolah yah nanti kamu telat..."

Oik melihat jam tangannya yang hampir menunjukan pukul 7... Kalau dia berjalan kaki kemungkinan dia akan terlambat...

" Boleh deh..."

" Yuk naik..."

Oikpun naik disepeda Obiet...

Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang mengawasi mereka...

>>>>>>>>>>>>>>>>>

" SIVIAAAAAAAA......." teriak Oik...

Orang yang dipanggil namanya hanya menggosok-gosok telinganya karena Oik terlalu kencang meneriakan namanya...

" Apa maksud kamu dengan semua ini??"Tanya Oik sambil menunjukan sebuah pesan singkat yang diterimanya...

From : 9388

Oik Cahya Ramdlani...

Anda telah terdaftar dalam

chat'n dating didaftarkan oleh

seseorang dengan nomor 085657585910

have fun...!

Kami usahakan untuk segera

mencari pasangan anda...

Terima Kasih

" Yah biar kamu cepat dapat pengganti Cakka..."

" Tapi bukan begini caranya..."

" Sudah Ik... Ikut saja... Have fun!... tak harus juga kamu jadian dengan cowok yang akan dikenalkan denganmu... Kamu kan sendiri yang bilang ingin mencoba sesuatu hal yang baru... Ini saatnya Ik..."

" Tapi..."

" Ya Please!"

" Kali ini saja... Lain kali tak usah memakai acara mak comblang seperti ini lagi!..."

" Iya... Iya.... Oh ya... Nanti kalau kamu sudah dapat pasangan... Agen chat'n datting akan menghubungi kamu... Dan memberi tahu nomor hp yang mau dicomblangin sama kamu... Nah silahkan diatur saja selanjutnya... Oh ya Oik... Besok ada acara bazaar dan ama gitu disekolah... kamu datang kan?"

" Ya Pastilah..."

>>>>>>>>>>>>>>>

" Oppsss... Sorry Cakka... Baju kamu jadi kotor..." Kata Shilla sambil membersihkan baju Cakka yang kena eskrim miliknya...

" Gak apa-apa kok Shill..."

" Makasih ya... Oh ya Cakka... Kamu sekarang giliran jaga diposko amalkan?"

Cakka mengangguk...

" Berarti sama... Kita bareng yuk kesana..." Kata Shilla menggandeng tangan Cakka menuju posko amal...

Sementara itu,

Oik dan Sivia menuju kearah Posko amal untuk menyumbangkan beberapa baju... Dalam perjalanan Oik melihat Ray yang sedang mendorong kursi roda Acha mereka melihat-lihat acara bazaar tak jauh dari posko amal...

Acha tersenyum manis kearah Ray yang sabar menuntunnya... Oik mengulum senyumnya melihat adegan tersebut...

Oik dan Sivia berjalan terus tak sengaja menemukan Rio sedang mengutak-atik hpnya... Seperti sedang khawatir...

Iseng-iseng Oik bertanya...

" Kenapa Yo?"

" Agni Ik... Dia gak ngangkat-angkat teleponku..."

" Sibuk kali Yo..."

" Yah gak kayak biasanya Ik... Biar sibuk dia selalu mengangkat telepon dariku..."

Rio kembali mengutak-atik HPnya dengan wajah cemas...

Selama Oik pacaran dengan Cakka Oik tak pernah merasakan rasa Khawatir yang berlebihan seperti itu karena Oik tahu Cakka selalu ada disampingnya...

Gimana jika Oik berada diposisi Rio sekarang? Ingin Oik mencobanya...

Sivia menepuk punggung Oik...

" Ik... Liat deh di posko amal sana... Kayaknya Cakka sudah punya pengganti kamu deh..." Sivia menunjuk kearah Cakka dan Shilla yang sedang tertawa mesra disebuah Posko amal...

Jantung Oik berdebar... Darahnya serasa berhenti mengalir... Kepalanya panas... Hatinya seperti ditusuk-tusuk ribuan Jarum...

' Inikah rasa cemburu itu? Beginikah rasa sakitnya? Sakit sekali! Ingin aku menangis' Batin Oik...

" Sivia... Kita tak jadi kesana yah..."

" Lha? Kan mau nyumbang... Trus baju-baju ini mau dikemanakan kalau tidak lewat posko amal...?"...

" Heii... Mau nyumbang yah..." Tanya Gabriel yang tiba-tiba datang...

" Eh kamu Yel... Kalau gitu kamu temanin Sivia ke Posko amal yah..." Ucap Oik cepat

" Lha? Kamu gimana Ik..." Tanya Sivia..

" Aku gak apa-apa disini aja... Udah gih"

Sivia dan Gabrielpun pergi menuju Posko amal...

Oik membalikan badannya Ia tak ingin melihat Cakka dan Shilla disana...

' Rasa ini belum pernah kurasakan semenjak bersama Cakka... Cakka dulu sangat menjaga hatiku dia tak pernah bersama gadis lain selain aku... Dan perasaan ini! Sakit... Aku tak mampu menahannya.... Apa ini yang dirasakan Sivia yang sering menangis ketika curhat denganku kalau dia melihat Gabriel dengan Gadis lain... Apa ini yang dirasakan Rio saat Agni lost contact dengannya? Sesakit inikah ' Batin Oik terus menjerit...

>>>>>>>>>>>>>>

From : 9388

Permintaan anda untuk dicomblangkan

chat'n datting telah dikonfirmasi dan kam putuskan anda untuk dicomblangkan

dengan seorang cowok yang mempunyai

nomor. 081312345678... Teruma kasih

telah menggunakan jasa kami...

Tak lama kemudian HP Oik berbunyi Lagi...

Ia segera membuka Sms yang masuk...

From: 081312345678

hai.. Met malem..

Slm knal.. ;)

namaku Dirga..

Namamu siapa?

Oik segera memencet qwertynya dengan cepat membalas..

To: 081312345678

haii jg..

Namaku Cahya..

Lam kenal..

Oik tidak ingin memakai nama aslinya apalagi berkenalan dengan Orang baru yang tak dia ketahui bagaimana orang itu...

>>>>>>>>>>>>>

" Oik bisakah kamu menemaniku ke studio tempat latihan Gabriel band? Aku rasa ada yang tidak beres dengan Gabriel... Aku harus menyusulnya kesana... Tapi jangan beritahu siapapun..."

' menemani ke studio tempat Gabriel? Berarti Ia harus bertemu dengan Cakka?'

" Sivia... Tapi aku tak mau bertemu dengan Cakka..."

" Ayolah... Bantu aku... Sahabatmu..."Kata Sivia...

" Baiklah..."

Sivia dan Oik menuju studio tempat Gabriel, Cakka dan kawan-kawan latihan Band...

Cakka memang mempunyai Band dia sebagai vocalis sekaligus gitaris sedangkan Gabriel lead gitar, ray drum dan 2 orang cewek Zevana dan Ify... Zevana sebagai Bass sedangkan Ify sebagai Keyboardist...

Kami tiba disana dan masuk secara diam-diam... Kami menguping diluar pintu...

" Hei Ray... Kamu gak konsen... Pasti gara-gara pacar kamu yang lumpuh itu... " Ujar Zevana

" Enak saja seenaknya kau berkata seperti itu..."

" Tapi kan memang kenyataan kalau pacarmu itu lumpuh... Apa kata dunia kalau seorang Ray mempunyai pacar yang lumpuh..."Tambah Zevana lagi...

" Diam kamu!... Terserah apa kata dunia...! Yang penting aku sayang Acha... Kapan kita mulai kalau saling mencemooh begini..."Kata Ray sambil menggebuk drumnya marah...

' huh aku kasihan Ray... Tapi salut... Sakit sekali pasti menjadi dia jika pacarnya menjadi bahan cemooh... Apakah sesakit waktu aku melihat Cakka bersama Shilla...?atau lebih? ' Oik membatin kembali...

Terdengar suara lain lagi...

" Gab... Pacar kamu si Sipit kemana? Tumben gak nemenin kamu?"Tanya Ify...

" Hush! Dia bukan si Sipit..."Kata Gabriel...

" Trus?"

" Pipi Bakpao..."

Semua tertawa terbahak-bahak mendengarnya...

Oik menoleh kearah Sivia... Wajahnya merah dan tampaknya kesal... Aduh gawat kalau begini...

Sivia segera membuka kasar pintu studio tersebut... "Brakkkk"

Semua kaget...!

" Apa kamu bilang? Aku pipi bakpao..." Sivia kesal...

" Nah lo mampus kamu Yel... Orangnya datang..."Kata Cakka...

Oik mengikuti Sivia... Dia melihat Cakka... Biasanya ini tempat yang biasa Ia kunjungi tapi setelah putus dari Cakka baru kali ini lagi dia datang kemari... Mereka berdua memalingkan wajahnya kearah berlawanan...

Sambil menyaksikan Sivia dan Gabriel adu mulut...

" Eh... Enak aja kamu bilang aku Pipi Bakpao.. Kamu sendiri cungkring tulang kering... Tengkorak Idup..."

" Biar cungkring tetap aku pacar kamu tauk... Lagi pula emang pipimu kayak bakpao"

" Iiiiiiihhh ngeselin... Tengkorak idup..."

" Aku tengkorak idup? Berarti kamu pacaran sama tengkorak dong... Aduh cacingan..."Kata Gabriel sambil mencubit pipi Sivia sampai merah...

" Ih pipiku merah ini..."

" Biarin biar lebih mirip bakpao..."

" Tengkorak..."

" Bakpao"

" Tengkorak..."

" Bakpao"

Sementara Gabriel dan Sivia bertengkar... Yang lain panik dan Sibuk melerai mereka... Cakka dan Oik malah tertawa terbahak-bahak....

Tiba-tiba hening.....

Yang terdengar hanya tawa renyah Cakka dan Oik...

1...

2...

3...

Cakka dan Oik sadar segera menghentikan tawa mereka...

" Cieeeeee.... Suit...suit...." Goda mereka semua...

Cakka dan Oik jadi salting...

>>>>>>>>>>>>>>

Semakin hari... Oik semakin intens ber-smsan Ria dengan Cowok yang bernama Dirga itu dan mereka semakin hari semakin akrab...

Suatu kali...

From : Dirga

Cahya... Blh ga kita ketemuan?

;)

To : Dirga

Boleh kok :)..

Dmn?

From : Dirga

Di Cafe Bintang jam 7 mlm

Gmn?

;)

To : Dirga

Boleh kok :)

aku pasti dtg...

From: Dirga

Oke :D

aku tggu loh...

Aku pake jaket ungu kaos hitam...

Skinny jeans ;)

To : Dirga

Aku paje sweater pink...

Bando putih.. Seeaa tomorrow ;)

>>>>>>>>>>>>>>

Oik berjalan masuk kesebuah cafe lalu duduk di meja nomor 20...

Malam itu Oik terlihat sangat Cantik dengan sweater pink dan bando putih...

Jam tangannya menunjukan pukul 18.55... Ia seakan memperhatikan orang-orang yang keluar masuk cafe itu...

Tiba-tiba seorang cowok dengan jaket ungu masuk kedalam cafe tersebut...

' Cakka??? Ngapain dia disini? ' Tanya Oik dalam hati...

Oik pura-pura tak melihatnya... Cakka duduk dimeja nomor 18 yang hanya berjarak 1meja kesamping kirinya..

Waktu sudah menunjukan pukul 19.05 sudah lewat 5 menit dari waktu yang dijanjikan tapi orang yang bernama Dirga itu tak kunjung datang Jua...

Oik ingin meneleponnya tapi Ia mengurungkan niatnya... Ia yakin bahwa Dirga itu akan datang...

Sesekali Oik mencuri padang kearah Cakka.. Sepertinya Cakka juga sedang menunggu seseorang... Apa mungkin Shilla? Atau mungkin pacar barunya?

Oik ingin menyapa Cakka tetapi timbul rasa gengsi...

Tak terasa sudah setengah jam Oik menunggu orang yang bernama Dirga itu tapi tak kunjung datang...

Tiba-tiba...

" Hai Oik... Aku ganggu yah? Lagi nunggu siapa? Boleh aku duduk disini?"

" Eh Cakka.. Gak..gak ganggu kok.. Aku...aku gak nunggu siapa-siapa kok... Oh,, Boleh silahkan..." Cakka duduk tepat didepan Oik..

" Dari tadi aku perhatiin kok kamu khawatir gitu?"Tanya Cakka

" Aku... Oh gak kok.. Cuma ..cuma disini sedikit dingin aja... Trus kamu ngapain disini?"

" e... E... Itu lagi nungguin teman..."

" Shilla yah?"

" Bukan... Bukan Shilla... Kok kamu bisa berpikiran seperti itu?"

" emm... Nebak aja..."

" Gak kok..."

Seketika Cakka menatap Oik dengan tatapan yang dalam sehingga membuat Oik menjadi lemas... Kalau seperti ini Oik berharap Dirga itu tak usah datang...

" Oh ya Ik.. Tunggu ya... Aku mau nelpon temanku dulu..."

Cakka mengeluarkan HPnya lalu berdiri dari kursi dan agak menjauh... Iapun memencet angka-angka lalu menelepon nomor tersebut...

Tiba-tiba...

" cause u'r amazing...just the way you are..." HP Oik berbunyi...

Oik melihat screen HPnya...

" Dirga???" Oik kaget melihat nama tersebut...

Ia segera mengangkat telepon...

" Hallo..." Oik mengangkatnya tetapi kok aneh seperti terdengar menggema...

" Hallo... Cahya yah?" Suara itu... Oik seakan mengenal suara itu...

Ia kemudian berbali pada Cakka... Cakka juga sedang melihat Oik...

Kemudian...

Mereka berdua tertawa...

" Hahaha... Jadi kamu yang pake nama Dirga?"

" Iya... Jadi kamu itu Cahya?" Kata Cakka sambil duduk di kursi tadi..

" Iya... Tapi kok nomor kamu beda?"

" Ya... Aku beli nomor baru cuma untuk acara ini... Kamu juga ganti nomor yah?"

" Yah... Semenjak putus dari kamu aku jadi gak mau ingat kamu... Jadi nomor pemberianmu aku simpan dan aku ganti dengan nomor yang baru... Kok kamu bisa ikutan acara ini? Bukannya kamu sudah punya Shilla?"

" Shilla?"

" Iya... Waktu itu aku lihat kalian mesra-mesraan diacara amal dan bazaar..."

" Gak kok.. Aku dan Shilla just friend... Gak lebih.. Waktu itu aku dan Shilla panitia dan giliran jaga... Jadi kita jaga posko bareng-bareng... Dan bukankah kamu yang sudah punya Obiet? kok ikutan acara ini..."

" Obiet? Gak kok... Kok kamu bisa berpikiran gitu?"

" Habis waktu itu aku lihat Obiet hampir setiap hari antar jemput kamu..."

" Oh itu... Obiet cuma nawarin tumpangan kok... Yah apa salahnya kan? Dari pada aku jalan kaki... Eh aku baru nyadar sesuatu..."

" Apa?"

" Ternyata kamu pake jaket ungu, kaos hitam dan skinny jeans seperti yang dibilang Dirga.."

" Iya... Aku juga baru sadar kalau kamu pake sweater pink dan bando putih seperti yang dikatakan Cahya... Satu lagi kamu gak nyadar"

" Apa?"

" Namaku kan Dirga... kepanjangan dari RamDlanI nuRaGA.. Blee"

Cakka mencubit Oik...

" Aww,,, sakit..." ringis Cakka...

" Aku aja gak sadar apalagi kamu... Kamu lupa yah nama tengah aku Cahya?"

Cakka menepuk jidatnya...

" Oh iya..." sambil membentuk jarinya seperti huruf 'V'..

Suasana jadi hening... Nampak romantis ketika diiringi suara biola dan merdunya penyanyi Cafe denga lagu Bukan Cinta Biasa...

Cakka memegang tangan Oik...

" Oik... Ketika aku jauh dari kamu aku merasakan betapa aku kehilangan kamu... Dan ketika aku melihatmu bersama orang lain aku merasakan gemuruh didalam dadaku... Karena kamu adalah soulmateku... Cinta kita memang tak pernah disinggahi masalah karena kita memang menjaga cinta kita... harusnya kita bersyukur karena cinta kita bisa dikatakan perfect love..."

" Iya Cakka aku... Aku juga merasakan hal yang sama... Ketika aku harus berpisah darimu..."

" Perlukah aku menembakmu lagi...?"

Oik tersenyum geli...

" Baiklah... Oik Cahya Ramdlani... Maukah kamu menjadi pacar Cakka Kawekas Nuraga lagi... Dan kelak menjadi seseorang yang terus mendampingiku sampai tua nanti serta menjadi Ibu bagi anak-anakku nanti?"

Oik kaget dengan 'Penembakan' Cakka kali ini dengan kata-kata yang tidak biasa... Terasa begitu serius...

" Aku mau..." Kata Oik sambil tersenyum...

Merekapun medekatkan kepala mereka dan ....

Cup...!

" Jepreeet! " Terdengar suara kamera...

Diiringi suara anak-anak...

" Cieeee... Cieeee... Yang udah balikan... Wah... wah... Pikirannya sampe ke anak-anakan :O " Ledek Gabriel dan Sivia...

" Kita kebagian PJ dong..." Rio dan Agni muncul dari belakang...

Tak lama kemudian Ray datang sambil mendorong Kursi roda Acha...

" Bukan PJ... Tapi PB dan PS..." Kata Ray menyela...

" Apa tuh...?"

" Pajak Balikan dan Pajak Soulmate" Kata Acha...

Semua tertawa....

>>>>>>>>>>>>>>>>

Oik menutup sebuah Album foto... Cakka duduk disebelahnya...

Terlihat seorang Gadis Remaja yang sedari tadi mendengarkan cerita Cakka dan Oik...

" Jadi Ayah dan Bunda dulu juga merasakan hal yang sama dengan Ikka?"

" Ia Ikka... Jadi kamu berpikir lagi deh kalau ingi mengakhiri hubungan kamu dengan Brian.. Mungkin kalian tidak pernah bertengkar karena kalian benar-benar Soulmat yang ditakdirkan untuk hidup bersama" Kata Oik sambil membelai rambut Putrinya yang beranjak Dewasa...

" Emang gitu yah ... Ayah...?" Tanya Ikka kepada Cakka...

" Betul Ikka... Ayah dan Bunda kan telah menceritakannya..." Kata Cakka sambil merangkul Oik...

" Yaudah deh Yah...Bun... Ikka gak jadi mutusin Brian..." Kata Ikka sambil tersenyum memeluk gulingnya...

Oik dan Cakka tersenyum melihat anaknya yang sedang kasmaran itu... Membayangkan kisah mereka beberapa puluh tahun lalu...

" Lagi pula kalau Brian dan Ikka memang ditakdirkan bersama sebagai soulmate.. kita berarti bakalan jadi keluarga dengan Gabriel dan Sivia karena Brian anak mereka.... hehehe... " Oik dan Cakka tertawa bersama...

> Tamat <

sip...sip tamat lagi...

Comment yah! *ngarep*

hehehe '.'v

Minggu, 09 Januari 2011

Mata - Cerpen

Hei aku buat cerpen lagi… pemainnya hmmm… mirip-mirip dengan yang waktu itu Cakka,Alvin,Sivia,Oik tapi kini ditambah Acha dan pemeran pembantu lainnya :P … Baca yah :)

peringatan : sudut pandang pada awal-awal kagak jelas... Maklum yah...hehehe :P




Mata adalah salah satu bagian panca indera yang sangat penting… Dengan mata kita dapat melihat indahnya dunia… Dengan mata kita dapat mengetahui segala rasa diluar maupun dalam seseorang… Ada pepatah yang mengatakan kalau mata tak bisa berbohong… dan ada pula yang mengatakan cinta bisa datang dari mata turun kehati…
Tapi bagaimana jika mata itu tidak bisa menyerap cahaya… Bagaimana jika mata itu hanya ada kegelapan didalamnya???

>>>>>>>>>>>>>>


Sudah 5 tahun, semenjak kecelakaan itu… kecelakaan yang merengut kedua bola penerang bagiku… merenggut kebebasanku untuk melihat cahaya… merenggut kebebasanku untuk menjadi normal kembali…
Dan selain itu kecelakaan itu merenggut kecantikan kakakku… Menyebabkan luka bekas dipipinya sehingga pipinya yang mulus menjadi bernoda dan yang paling penting kecelakaan itu merenggut kedua orang tuaku…
Seandainya aku tidak bersih keras waktu itu… Dan aku tidak ceroboh… arrrgghh… Kami mungkin tidak akan menjadi seperti ini… Perpisahan itu tak akan pernah terjadi…

___FlashBack____

“Mama… hari ini kita jadi kan ma ke Jungle…”

“Duh,, Ik maaf yah… gak jadi soalnya mobilnya lagi di service…”

“Ayolah ma… Mama sama Papa kan sudah janji sama Oik… Kalau Bakal Nemenin Oik ke sana… Ya kan kak Via…?”

“Iya sih… tapi Ik kamu ngerti dikit yah,, kan Mama udah jelasin…”

“Pokoknya Oik mau sekarang…”

“Yaudah mama coba Tanya sama papa yah…”

Mamapun Akhirnya menelepon… Tak lama kemudian Papa datang membawa sebuah mobil… Itu mobil kami yang kata mama di service.. Sepertinya telah selesai… Akhirnya Aku, Mama, Sivia dan Papa segera bersiap-siap untuk pergi ke wahana yang dijanjikan oleh Papa dan Mama berhubung ini weekend…

Mobilpun melaju… Ditengah perjalanan…
Mobil kami berhenti di sebuah swalayan… Mama dan Papa turun untuk membeli cemilan sebentar…
Kak Via sementara membaca Novel sedangkan aku bermain dengan bonekaku…
Cukup lama kami menunggu… Aku akhirnya bosan… Aku dan kak Via duduk dibelakang… Akupun ingin duduk disamping kemudi… Dari belakang aku pindah ke depan… Dan tanpa diduga-duga ternyata Papa lupa mematikan mobilnya… dan kakiku tergait pada porsneleng dengan sendirinya mobil itu berjalan…
Aku Panik… kak Via ikut panik… Kami berteriak minta tolong karena mobil itu terus berjalan… Kulihat kedua orang tuaku baru keluar dari swalayan kaget…
Mobil itu terus berjalan dan sampai akhirnya aku melihat pohon didepan…
Aku dan Kak Via berteriak dan Gelap…

___FlashBack End___

Itulah terakhir kalinya aku melihat dunia… terakhir kali melihat Kedua orang dan Kak Via… Mataku terkena pecahan beling kaca mobil dan mengakibatkan aku buta…
Ternyata disaat aku dan Kak Via kecelakaan Papa dan Mama yang menghampiri kita malah bernasib lebih naas… Mereka ditabrak oleh truk yang menyebabkan mereka pergi untuk selama-lamanya…
Kak Via? Dia masih ada tapi dia benci kepadaku karena salahku… Dia juga katanya kehilangan wajah cantiknya… Yah.. Kak Via memang cantik…
Sebelum aku tak dapat melihat… Aku sungguh dapat menikmati kecantikan Kak Via… Tapi kini dia benci kepadaku…
Dia benci semua tentangku… Itulah sebabnya kami kini terpisah…
Aku ikut keluarga Mama sedangkan kak Via ikut keluarga Papa… yang artinya kak Via tetap dirumah sedangkan aku harus angkat kaki dari situ dan kini aku tinggal diVilla kawasan puncak bersama tanteku… hanya disini aku dapat menenangkan diriku… meski sebenarnya aku tak tenang…

>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Seorang gadis menuntun seorang Lelaki keluar dari sebuah rumah sakit…
Lelaki itu menggunakan tongkat dan kacamata hitam…
Tak lama kemudian mereka duduk disebuah bangku diluar rumah sakit…

“Apa kata dokter tadi?”Tanya sang gadis

“Berita gembira” Kata sang Lelaki sambil tersenyum

“Apa?”

“Katanya aku segera bisa melihat ada perkembangan di mataku dan menyebabkan ada kemungkinan aku untuk bisa melihat lagi…”

‘deg’ jantung sang gadis…

Mereka terdiam sang Gadispun memegang pipinya… terdapat beberapa bekas luka jahitan dipipinya yang sebenarnya cantik kini menyeramkan…
Perasaan takut menghampiri dirinya kalau sang cowok bisa melihat dia akan melihatnya dengan keadaan seperti ini…

“Sivia? Kok diam? Kamu gak senang yah kalau aku bisa melihat…”

“Oh..gak…aku senang kok…Vin”

“Aku gak sabar pengen liat kamu…”

Hati Sivia semakin takut kalah Alvin Kekasihnya berkata seperti itu… Sivia dan Alvin sudah berpacaran selama 3 tahun… Tetapi mereka bersahabat semenjak 7 tahun lalu… dan Alvin tak dapat melihat baru semenjak 6 tahun lalu setahun sebelum Sivia mengalami kecelakaan itu…
Dan Sivia tak pernah menceritakan kepada Alvin…

Tiba-tiba dia teringat Oik…

‘gimana keadaan Oik sekarang? Apa dia juga sudah bisa melihat’

‘Ahh… ngapain aku mikirin orang yang sudah buat aku seperti ini?’

“Vin… Kita pulang yah…”

Sivia menuntun Alvin menuju sebuah mobil…

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

“Kring…kring…kring…” Sebuah telepon rumah berdering…
Tak lama kemudian seorang lelaki tampan datang lalu mengangkatnya…

“Halo…”

Tak ada jawaban dari sana…

“Halo siapa disana?”

Tak ada jawaban… sepertinya ada orang tetapi orang itu tidak mengeluarkan suara atau mungkin ada sesuatu yang menahan orang itu untuk tidak bersuara

“Heii… kalau gak ngejawab lagi aku tutup yah…”

Tak ada jawaban lagi yang ada hanya desahan… entah desahan apa itu…
Telepon ditutup…

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

“Oik…boleh tante bicara sama kamu?”Tanya seorang wanita paruh baya kepada seorang Gadis yang sedang duduk disebuah teras…

“Boleh tante… Silahkan…”

“Gini Ik… Minggu depan mungkin kita akan pindah ke Jakarta… Soalnya tante harus ngambil tindakan… Kalau kita disini terus kapan matamu sembuh… dan lagi tante sudah berkonsultasi dengan dokter spesialis mata kata dokternya mata kamu bisa sembuh asal melakukan beberapa pemeriksaan”

“Tapi tante Oik sudah betah disini… Oik takut ke Jakarta…”

“Takut kenapa? Sivia? Tenang aja Ik… tante selalu ada buat kamu… tante kasihan lihat kamu seperti ini…” Kata wanita itu lalu memeluk Oik…

Mata yang tak dapat merasakan cahaya itu mulai panas lalu meneteskan airmata… mengingat kembali kisah itu… penyesalan sajalah yang ada… tapi tiada guna…

“Baik tante…”

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Udara panas menyengat kulit… Aku bisa merasakannya aku juga bisa mendengar hingar bingar Jalanan Ibukota yang macet…
Yah… Ini Jakarta… Kota yang sudah aku tinggalkan selama 5 tahun semenjak peristiwa yang mengubah semuanya… Mangubah hidupku seutuhnya…

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

“Sivia… boleh temani aku bertemu dengan teman lamaku… dia baru datang dari Melbourne..”

“Maaf Vin… aku gak bisa soalnya ada acara keluarga…”Alibi Sivia…

“Oh… tak apa nanti ku suruh sopirku yang menghantarkanku…”Kata Alvin

“Kamu gak marah kan Vin?”

“Gak kok… buat apa aku marah…? Yang penting besok kita bertemu lagi dan beberapa hari kemudian aku bisa melihat wajah cantikmu…”

Sivia gemetaran mendengar perkataan Alvin… yap beberapa hari lagi Alvin akan dioperasi… itu merupakan sebuah bencana bagi Sivia… coba saja dia jujur dari awal pasti tak akan begini jadinya… Sivia tersenyum pahit didalam hatinya…

“I..iya…”

“Udah ya Via… aku mau siap-siap ke tempat temanku…Dada…”Kata Alvin sambil menutup telepon

>>>>>>>>>>>>>>>>

Disebuah café tampak seorang lelaki tampan memakai kaos berwarna ungu serta Skinny Jeans hitam duduk sambil menikmati secangkir cappuccino hangat… sesekali melihat arlojinya…
Dari luar tampak seorang cowok yang tak kalah tampan dengan kacamata hitam dan tongkat dituntun oleh seorang lelaki menuju ke meja cowok tampan tadi berdiri…

“Hei Cakka…”Kata cowok yang menggunakan tongkat itu duduk…

“Hei Alvin… Wew… bro sudah berapa lama yah kita gak ketemu?...kangen haha”

“Bisa aja kamu Cak… udah hampir 7 tahunan lah Cak… terakhir waktu aku kecelakaan… gimana lo di Melbourne?”

Cakka menepuk pundak Alvin menguatkan..

“ yah gitu deh… Aku baik-baik aja kok disana… tapi gak enak juga… Long Distance…hahaha… Oh ya Pacar kamu mana? Kok gak ikut?”

“Ada kok… tadi sudah ku ajak… tapi dia katanya lagi ada acara keluarga…”

“Oh… kapan-kapan kenalin sama aku yah…”

“Sipp… trus pacar kamu?”

“Itulah Vin… aku kan LDR sama dia… dia disini aku di Melbourne … Beberapa minggu lalu sebelum aku datang kemari Aku masih kontak-kontakan sama dia… tapi pas aku datang disini… aku jadi gak bisa kontak dia… Nomornya gak aktif… aku samperin ke rumahnya katanya dia lagi liburan keluar kota… lewat twitter sama facebook juga dia sudah gak pernah OL… status terakhirnya 5 hari lalu… sebenarnya aku juga salah sih... Datang kemari gak ngabarin dia...sebenarnya mau ngasih surprise malah jadi gini...Jadi aku mau mencari dia Vin…” Cakka menjelaskan

“Wow… Ganbatte bro… semoga bisa bertemu dengan Pacar kamu deh… Oh ya.. lusa aku akan di operasi… jadi kemungkinan lusa aku sudah bisa melihatmu… pengen liat Cakka yang dulu tengil jadi apa sekarang,…hahaha”

“Wah asem kamu Vin…hahaha... Sipp... Aku doain semoga operasinya lancar dan kamu bisa melihat lagi...”

" thanks Bro... "

Merekapun melanjutkan percakapan mereka dengan santai...

>>>>>>>>>>>>>>>>>

Sebuah rumah bertingkat dua yang indah dan lumayan besar... terdapat taman bunga dihalaman rumahnya... Serta beberapa pohon rindang...
Oik dan tantenya masuk kedalam rumah itu...
Tante Oik menuntunnya ke sebuah sofa diruang tamu...

" Oik... Tante tinggal dulu sebentar... Soalnya tante mau beres-beres... Setelah beres-beres baru kita ke rumah sakit... "

" Baik tante.... "

Tantenya pun beranjak dari situ memberes-bereskan barang-barang mereka...
Badan Oik terasa pegal setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh...
Ia mencoba meluruskan badannya diatas sofa...
Lalu sesaat kemudian tertidur.....


" Oik... Bangun.... Saatnya kita pergi kerumah sakit... " Kata Tante membangunkan Oik...

Dengan malas Oik membuka matanya... Walau percuma tetap saja menutup dan membuka matanya sama saja yang dia rasakan... Hampa... Yang ada hanyalah ruangan kosong berwarna hitam... Gelap dan tak tampak Cahaya sedikitpun....

Oik berdiri dan meraba-raba tongkatnya... Tantenyapun memberikan tongkatnya...
Oik hendak menuju kamar bersama tantenya untuk ganti baju...
Setelah selesai Ganti baju mereka segera menuju sebuah mobil innova yang sudah terparkir didepan rumah...
Disitu sudah ada seorang supir... Merekapun segera masuk ke dalam dan melaju ke sebuah rumah sakit...

Tantenya menuntun Oik kesebuah ruangan... Ruangan dokter spesialis Mata...
Mereka masuk kedalam ruangan tersebut...
Seorang dokter menyapa mereka setelah itu tante Oik mulai menceritakan kasus yang dialami Oik...

" Sepertinya Mata Oik terkena pecahan beling... Dan menyebabkan luka pada kornea mata Oik... Kemungkinan lukanya sudah mengering... Dan bisa dilakukan Operasi tapi untuk memastikannya kami harus melakukan serangkaian tes pada mata Oik... "

Oikpun dituntun tantenya mengikuti serangkaian tes yang di berikan dokter...
Setelah itu mereka harus kembali besok untuk melihat hasil tes tersebut....
Oik dan Tantenya kembali pulang kerumah...

>>>>>>>>>>>>>>>>

Sivia duduk disebuah pendopo rumahnya... Dibawah pendopo tersebut ada kolam kecil tempat ikan-ikan kecil.... Sivia mencelupkan kakinya disitu sambil melihat pantulan wajahnya diatas kolam tersebut...
Sesekali dia memegang luka bekas jahitan diwajahnya...
Kadang dia merasa membenci Oik karena telah menyebabkan wajahnya menjadi seperti itu... Tapi tak dapat dipungkiri juga bahwa dia juga sangat merindukan Oik....
Merindukan saat-saat dimana dia dan Oik dulu bermain boneka... Merindukan saat-saat dia dan Oik dulu tertawa dan bercanda bersama disitu sambil memberi makan ikan-ikan peliharaan mereka...
Sivia dan Oik adalah kakak beradik yang beda usianya hanya setahun... Jadi jelas keakraban mereka dahulu bukan cuma sebatas adik kakak tetapi juga seperti sahabat....

Seseorang memegang pundak Sivia dari belakang...

'' Tante.... '' Sivia segera menghapus airmatanya....

'' Kamu kenapa Via? Ingat Oik lagi? Sudahlah jangan kau ingat lagi orang yang sudah membuat ayah dan ibumu meninggal dan juga sudah membuat wajahmu seperti ini.... ''

Sivia terdiam sejenak....

'' Jadi Gini Via... Tante sudah menghubungi teman-teman tante yang berada diluar negeri kalau dan sudah mencari tahu tentang dokter-dokter ahli kulit yang bisa mengembalikan kulit bekas luka menjadi tak berbekas lagi... Tante ingin kamu berobat kesana... Sebenarnya di LA tapi di Singapore juga ada jadi tante menyarankan untuk kamu pergi ke singapore... Supaya dekat... Gimana? ''

Sivia tak menjawab pertanyaan tantenya...

'' Ayolah Via... Kamu tak mau kan wajah kamu seperti ini terus... Gimana kalau A.... ''

Belum sempat tantenya melanjutkan kata-katanya... Dipotong oleh Sivia...

'' Sudahlah tante jangan paksa Via... Via yang berhak memutuskan semua itu... '' Ujar Sivia dengan Nada tinggi...

'' Oke... Oke... Teserah kamu... Tante tidak akan memaksa... Yang jelas tawaran itu ada kapan saja.... '' Kata tantenya Lalu beranjak pergi dari situ....

>>>>>>>>>>>>>>>>>

Cakka berdiri diteras kamarnya yang berada dilantai dua rumahnya sambil melihat indahnya malam yang dihiasi seribu bintang dilangit sambil memegang foto seorang gadis cantik dengan mata yang indah...

Pandangannya menerawang kelangit yang bagai dihiasi selimut hitam bertaburan diamond-diamond...

' Dimana kamu Cha....? ' Batin Cakka

Tiba-tiba telepon rumahnya berdering....

Cakka mengangkat telepon rumahnya...

'' Halo....''

Tak ada jawaban dari seberang....

'' Halo....''

Sekali lagi tak ada jawaban....

'' Halo... Kamu yang selalu telepon aku? Kalau gak ada kerjaan gak usah iseng-iseng telepon kemari trus gak bicara... Ganggu tahu... '' Kata Cakka lalu menutup kembali telepon itu...

Sudah beberapa hari semenjak kedatangannya ke Indonesia... Cakka selalu di teror oleh penelepon yang misterius... Setiap kali teleponnya diangkat Cakka tak ada suara yang menjawab...
Yang ada cuma suara desahan... Atau suara benda-benda aneh... Maka dari itu Cakka merasa sangat terganggu dengan penelepon itu... Tapi juga dia penasaran siapa yang menelepon itu....

>>>>>>>>>>>>>>>>

Hari ini Alvin akan dioperasi matanya... Cakka menunggu didepan ruang operasi bersama kedua orang tua Alvin...
Cakka mencari-cari keberadaan Sivia yang Alvin ceritakan kepada Cakka...
Tapi dia tak menemukan sosok Sivia...
Akhirnya Cakka bertanya kepada kedua orang tua Alvin...

'' Om, Tante... Cewek yang bernama Sivia yang katanya pacarnya Alvin kok gak datang? ''

Kedua orang tua Alvin saling pandang terbersit tatapan aneh dimata kedua orang tua Alvin...

'' Dia takut mungkin... '' Ucap Papa Alvin kemudian...

'' Takut kenapa Om? Takut Alvin memang gak bisa ngelihat? Seharusnya dia sebagai pacarnya harus support Alvin dong disaat-saat seperti ini... ''

Kedua orang tua Alvin mengajak Cakka duduk lalu merekapun menceritakan tentang keadaan Sivia...

'' ......... Jadi Begitu Cakka... Kami sudah pernah mencoba menceritakan kepada Alvin tentang keadaan Sivia tapi Alvin tak pernah mau mendengarkan cerita Kami... Jadi kami biarkan... Toh suatu saat pasti Alvin akan tahu yang sebenarnya... ''

Cakka mengerti setelah mendengar penjelasan dari kedua orang tua Alvin...
Disatu sisi dia kasihan terhadap Sivia yang Alvin ceritakan sepertinya dia gadis yang baik tapi disisi lain dia juga marah terhadap Sivia karena telah menipu mentah-mentah sahabatnya itu....

>>>>>>>>>>>>>>>>

Oik dan tantenya kembali kerumah sakit untuk mengetahui hasil pemeriksaan mata Oik...
Mereka melewati ruang operasi dimana Alvin akan dioperasi disana ada Cakka...
Dia melihat sekilas Oik...
Lalu kembali dengan kesibukannya lagi...

Tante dan Oik segera menuju ruang dokter spesialis mata...
Dan menanyakan Hasil Pemeriksaan mata Oik...

" Dari hasil tes mata yang kami lakukan mata Oik bisa dioperasi dan kemungkinan untuk bisa melihat ada... "

Mendengar hal itu Tante Oik sangat senang sedangkan Oik... Sebenarnya didalam lubuk hatinya yang paling dalam ada kegembiraan tapi semuanya tertutup dengan rasa bersalahnya kepada Sivia kakaknya sendiri...
Bagaimana mungkin Oik senang-senang diatas penderitaan Sivia....

'' Tapi ada masalah sedikit... Kami kekurangan donor mata... hmmm... Kami akan coba berusaha untuk mencari mata yang tepat buat Oik... Kalau sudah kami pasti mengabarkan... '' Kata Dokter itu...

Setelah berbincang-bincang cukup lama dengan dokter itu Akhirnya Oik dan tantenya pulang...

>>>>>>>>>>>>>>

' Tok... Tok... Tok... ' Suara pintu kamar Sivia diketuk...

Sivia sedang tidur didalam... Tak tidur sebenarnya cuma berusaha tidur sambil membungkus dirinya dengan selimut tebal... Perasaannya kacau... Sebentar lagi.... Alvin akan mengetahui semuanya....

" Sivia... Buka pintu ini tante nak... '' Suara dari luar...

Akhirnya Siviapun menyahut...

'' Gak dikunci tante masuk aja ''

Tante membuka Pintu kamar Sivia lalu masuk kedalam mendekati Sivia diranjangnya...

'' Sivia kenapa? '' Tantenya khawatir saat melihat Sivia menangis...

Siviapun memindahkan posisinya menjadi duduk diatas ranjangnya... Lalu memeluk tantenya...

'' Alvin tante... ''

'' Kenapa dengan Alvin ''

'' Matanya akan dioperasi sekarang ''

'' lha? Kok kamu nangis? Seharusnya kamu senang Alvin bisa melihat ''

Sivia menggeleng kepalanya...

'' Itu artinya Alvin akan melihat wajah buruk Sivia... '' kata Sivia melepaskan pelukan tantenya...

'' Dengar tante ya Via... Kalau Alvin benar-benar tulus sayang sama kamu dia pasti menerima kamu apa adanya... '' Kata tante Sivia menenangkannya...

'' Tapi tante.... ''

'' Kamu harus yakin dong... Gak boleh pesimis... ''

Sivia akhirnya mengangguk...

>>>>>>>>>>>>>>>>>

Mata Alvin telah selesai dioperasi... Tapi perban di matanya baru bisa dibuka besok hari...
Alvin telah siuman... Cakka segera masuk kedalam...

'' Wey brooo... Yang bentar lagi udah bisa ngelihat... ''

'' Hahaha... Cakka belum tentu juga kalau operasi ini berhasil... ''

'' harus optimis dong bro... ''

'' Sivia mana?.... '' tanya Alvin

Cakka menghela nafas...

'' Bro... Ada yang mau aku omongin tentang Sivia... Sebenarnya Sivia.... ''

Omongan Cakka terpotong saat ponselnya berdering... Di screen muncul 'Private number'
Cakka mengangkat ponselnya...

'' Halo... ''

Tak ada jawaban...

'' Halo ini siapa? .... ''

Tak ada jawaban lagi...

'' kamu yang telepon ditelepon rumah aku juga yah? Kok bisa tahu nomor hpku... Mas/mbak atau siapa aja yang nelpon plis yah jangan iseng ganggu kehidupan saya dengan telepon misterius anda... Terima kasih... ''

Cakka menutup ponselnya...

'' Dari siapa Cakka? ''

'' Tahu... Orang iseng sudah semenjak aku disini... Selalu dapat telepon misterius itu... Tiap kali kuangkat tak ada suara... waktu itu cuma ditelepon rumah sekarang dihp juga... ''

'' Secreet Admirer kamu kali Cakka... ''

'' Secreet Admirer? Haha... Bisa aja kamu Vin... ''

'' Oh ya Cakka pacar kamu udah ketemu? ''

'' Belum Vin... Hampir putus asa ini nyarinya... ''

'' Jangan Gitu dong bro... Aku yakin kamu pasti bisa Ganbatte...! ''

'' Thanks Bro... ''

>>>>>>>>>>>>>>>>

Telepon rumah Oik berdering... Oik yang sedang duduk tak jauh dari situ meraba-raba mencari letak gagang telepon rumah...
Setelah mendapatkannya dia mengangkatnya...

'' Halo... ''

'' Halo bisa bicara dengan Ibu Lena? ''

'' Kalau boleh tahu ini dari mana yah? ''

'' Ini dari pihak rumah sakit... Bu Lena ada? ''

'' Sebentar yah saya panggilkan... ''

'' tante... Ada telepon dari rumah sakit... '' Teriak Oik sambil menutup gagang telepon bagian bawah dengan tangannya...

Tantenya segera berlari menuju Oik lalu mengambil alih gagang telepon tersebut...

'' Halo... ''

'' Iya betul... ''

'' Apa??? ... ''

'' Baiklah besok kami kesana... ''

Tantenya menutup gagang telepon rumah itu...

'' Apa yang mereka bilang tante? ''

'' Berita gembira... Kamu sudah mendapatkan donor mataaaaa.... '' kata tantenya setengah histeris memeluk Oik sedangkan wajah Oik tak berubah senang sedikitpun....

>>>>>>>>>>>>>>>>>

Hari ini perban mata Alvin akan dibuka... Berarti inilah penentuan dia akan melihat atau tidak sama sekali...

Dokter yang menangani Alvin membuka perban putih dimata Alvin secara perlahan-lahan...
Setelah selesai membuka perban itu... Dokter menyuruh Alvin membuka matanya secara perlahan-lahan...
Alvinpun membuka matanya secara perlahan, perlahan... Kemudian matanya terbuka sempurna...
Dia mengedip-ngedipkan matanya....

'' Apa yang kamu lihat? '' tanya dokter

Alvin masih mengedip-ngedipkan matanya....

'' Gelap.... '' Katanya

Kedua orang tua Alvin dan Cakka terlihat kecewa...

Dokter memastikannya dengan mengibaskan tangannya didepan mata Alvin dan mata Alvin bereaksi...

'' Oh Gelap yah... Hmmm... Kayaknya perlu disuntik dimatanya supaya bereaksi '' Kata Dokter sambil mengambil suntikan...
Alvin tertawa jahil...

'' Hehehe... Jangan dok... Ia aku udah bisa ngelihat... meski masih kabur... Ada Papa, Mama sama Cakka tengil... Wooohh... Tambah ganteng aja kamu bro... ''

'' Cakka gitu... '' Narsis Cakka kumat...

Kedua Orang tua Alvin segera memeluknya...
Cakka tersenyum melihat semua itu...

" Sivia... Sivia mana? '' Tanya Alvin

'' Sivia... Dia tidak datang.... '' Kata Papa Alvin

Alvin segera bangkit dari tempat tidurnya lalu hendak beranjak dari situ tapi dicegat Cakka...

'' Kamu mau kemana Vin? ''

'' Kerumah Sivia... ''

'' Tunggu Vin mata kamu belum sembuh benar tak akan baik bila matamu itu terkena debu... Diluar banyak debu... Mendingan kamu istirahat saja dulu... Aku janji jika matamu sudah sembuh benar akan mengantarkanmu ke tempat Sivia... '' Kata Cakka...

Alvin akhirnya kembali ketempat tidurnya lalu beristirahat... Sedangkan Kedua orang tuanya hanya bisa menatap Alvin was-was...

>>>>>>>>>>>>>>

3 hari telah berlalu semenjak Alvin dioperasi dan matanya benar-benar sudah bisa melihat dengan baik... Alvinpun sudah dipulangkan kerumahnya...
Tetapi Sivia tak kunjung datang, Beberapa kali Alvin meminta diantarkan kerumah Sivia tetapi selalu dicegah dengan Alasan matanya belum sembuh benar... Itu menyebabkan perasaan rindunya terhadap Sivia semakin dalam...

Sementara itu hari ini juga Oik akan melaksanakan Operasi matanya...
Sekarang dia sedang berada diruang operasi dan operasi sedang berjalan...
Ini juga adalah sebuah penentuan untuk Oik apakah dia bisa melihat kembali atau tidak sama sekali...
Dokter dan para suster yang menangani Operasi mata Oik berusaha semaksimal mungkin agar operasi ini berhasil...
Sementara tante Lena yang merawat Oik menanti dengan cemas diluar ruangan...
Dia juga memanjatkan doa-doa kepada yang Maha Kuasa meminta agar operasi berjalan dengan lancar dan Oik dapat melihat dunia ini kembali...

Sekitar 3 jam Operasi akhirnya selesai dan Oik dipindahkan diruangan intensif...
Oik masih belum siuman...
Seperti halnya Alvin mata Oik baru bisa dibuka perbannya besok hari...

>>>>>>>>>>>>>

'' Cakka antarkan aku ke rumah Sivia sekarang.... Cepat! '' Perintah Alvin

'' Tapi Vin... ''

'' Udahlah Cakka... Gak usah pake alasan... Mata Aku udah bisa ngelihat dengan Baik kok... Cepatlah... Sepertinya kamu dan Orang tuaku menyembunyikan sesuatu... Sepertinya kalian mencegahku untuk bertemu Sivia... ''

'' Oke baiklah... Aku akan mengantarkanmu ketempat Sivia... ''

Merekapun keluar rumah menuju garasi dan menaiki honda swift silver milik Cakka lalu melaju kesebuah rumah....
Rumahnya tampak indah dan megah...
Cakka dan Alvin turun dari mobil dan segera masuk pekarangan rumah itu....
Tampak seorang gadis yang sedang menyiram tanaman... Yang tampak hanya bagian belakang gadis itu...
Rambut panjang yang hitam dan lurus tergerai indah....

'' Sivia... '' Panggil Alvin...

Sivia shock mendengar suara itu... Dia tak berbalik... Kemudian dia menutupi wajahnya dengan rambut panjangnya tapi tetap saja tak berbalik...

'' Sivia... Aku kangen.... Aku sudah bisa melihat... Kenapa kamu tidak mengunjungiku... '' kata Alvin semakin mendekat kepada Sivia...

Hati Sivia semakin dag...dig...dug tak karuan... Dia takut... Tapi juga pasrah dengan keadaan... Seperti kata tantenya... Jika dia benar-benar sayang kepada Sivia ... Dia harus menerima Sivia apa adanya...
Airmatanya mulai mengalir dipipinya...
Alvin kini telah tepat berada dibelakangnya... Sivia mulai gemetaran.... Alvin heran dengan ekspresi Sivia yang tak merespon sedikitpun dengan Alvin...
Dia akhirnya memegang pundak Sivia dan membalikan Sivia ke arahnya....
Betapa kagetnya Alvin melihat keadaan Sivia...

'' Gak... Gak... '' Alvin terlihat shock...

'' Kenapa Vin?... Kamu kecewa dengan keadaan Sivia yang seperti ini?.... ''

'' Gak... Gak... Kamu bukan Sivia.... Kamu bukan Siviaaaaaaaaa..... '' Alvin histeris lalu berlari kearah mobil Cakka lalu naik kemobil itu...

Sivia sudah berurai Airmata... Cakka yang sebenarnya kaget melihat keadaan Sivia prihatin dengan Sivia...
Tapi mau bagaimana lagi gadis itu telah menipu sahabatnya....

>>>>>>>>>>>>>


Oik membuka matanya perlahan seperti instruksi dokter....
Perlahan dan perlahan matanya terbuka sempurna...
Samar-samar dia melihat Cahaya yang sudah lama tak dilihatnya...
Cahaya itu semakin nampak... Lalu timbul mulai ada bayangan-bayangan...
Mulai tampak beberapa manusia ada tante Lena yang dikenalinya.... Ada Suster ... Ada dokter dan ada seorang gadis didekat pintu berdiri tersenyum kearahnya....
Meski belum terlalu jelas tapi Oik kini bisa melihat....

'' Bagaimana Oik?.... '' Tanya Dokter...

'' Saya bisa melihat Dok... '' Kata Oik...

Ia ingin menangis... Akhirnya setelah 5 tahun dia bisa melihat kembali... Tantenya datang segera memeluk Oik...

'' Tante... Oik bisa melihat.... Iya Ik.... Tante ikut senang '' Kata Tantenya yang sudah berurai air mata...

'' jaga matamu dengan baik... Karena apabila terjadi sesuatu dengan matamu lagi kemungkinan kau akan buta selamanya ''


Oik mengangguk...
Lagi-lagi disaat seperti ini Oik teringat kepada Sivia kakaknya... Oik masih merasa bersalah...

>>>>>>>>>>>>>>>>

1 minggu....Setelah kejadian dirumah Sivia... Alvin jadi pemurung... Dia lebih sering mengurung diri dikamar... Ketika dia tahu wajah Gadis yang selama ini menemaninya... Gadis yang selama ini memberinya rasa kenyamanan dan ketenangan... Dia merasa ditipu... Kenapa Sivia tak pernah bercerita tentang semua kepadanya... Dia kecewa, Marah, kesal, sedih bercampur jadi satu...

Hari ini Cakka berjalan-jalan disebuah taman ditengah kota... Ingin menghirup udara segar ditaman kota yang ditumbuhi berbagai jenis tanaman itu...
Karena jarang dia menemukan udara seperti itu ditengah hiruk pikuk ibukota...
Dia berjalan-jalan sambil melamun...
Memikirkan pacarnya yang tak kunjung Ia temukan....

Ditengah lamunannya tak sengaja dia bertabrakan dengan seorang gadis.... Gadis itu Jatuh...

'' Eh... Maaf... '' Ujar Cakka sambil mengulurkan tangannya untuk membantu gadis itu berdiri....

'' Terima kasih... '' Kata Gadis yang kini telah berdiri dihadapan Cakka...

Terjadi kontak mata antara gadis itu dengan Cakka... Cakka merasakan mengenal mata itu... Hatinya bagai tersentuh melihat mata itu...

'' Acha ... '' Sebuah nama secara spontan keluar dari mulut Cakka...

'' Acha? Siapa itu?... Aku bukan Acha... '' Kata Gadis itu...

'' Oh iya.. Hmm.. Maaf aku terlalu banyak pikiran... Hehe... Oh ya kenalin aku Cakka... '' Kata Cakka mengulurkan tangannya...

'' Oik ... '' Gadis itu membalas uluran tangan Cakka...

>>>>>>>>>>>>>>>>>

Malam ini Oik tak bisa tidur... Dia gelisah... Wajah Gadis yang Ia lihat dipintu kamar rumah sakit waktu pertama kali dia melihat lagi selalu terbayang....
Oik membuka matanya kembali... Dia berkeringat dingin... Dia melihat cermin tak jauh dari situ...
Dia berdiri menuju cermin itu dan bercermin... Tapi yang dilihatnya bukan bayangan dirinya melainkan bayangan gadis yang dilihatnya tempo hari....
Keringat Oik semakin mengucur .... Dia semakin ketakutan....
Tiba-tiba dia melihat kamarnya berubah membentuk sebuah tempat asing yang tak dikenalinya....
Seperti Gudang yang menyeramkan....
Kemudian Gadis dicermin itu bicara....

'' Tak usah takut... ''

Mendengar itu Oik malah semakin takut....

'' Kenalkan namaku Acha... namamu siapa?''

'' O... O.i..k ... '' Kata Oik dengan bibir bergetar... Dia masih shock dengan apa yang terjadi...

'' Oik... Tak usah takut... Aku gak akan nyakitin kamu... Aku cuma butuh bantuan kamu... ''

'' B..ban..tuan a..pa? ''

'' Ketahuilah bahwa matamu adalah mataku....Lihatlah yang ada disekelilingmu... Aku mohon carilah tempat ini... ''

Oik menatap sekelilingnya...
Gudang yang menyeramkan...

'' aku akan kembali... '' Bayangan itupun menghilang dari cermin Oik dan Kamar Oik kembali lagi....
Oik benar-benar tak tenang...

>>>>>>>>>>>>>>>>>

'' Tante.... Sivia mau ikut tante ke singapore... Sivia akan melaksanakan Operasi itu.... '' Kata Sivia kepada tantenya yang sedang asyik membaca diruang santai...

Tantenya terlihat senang....

'' Good Girl... Tante akan siapkan semuanya... Tante yakin kamu bisa mendapatkan kecantikanmu kembali.... ''

Sivia mengangguk... Pikirannya sebenarnya masih kacau... Tentang Alvin... Apa Alvin yang membuat dia menyetujui ide tantenya...? Gak! Sivia bertekad kalau ini adalah keputusannya sendiri! Bukan karena Alvin... Ini semua karena Sivia ingin kembali seperti dulu! Bukan karena Alvin... Saatnya melupakan Alvin! Karena Alvin sama saja dengan cowok-cowok lain yang melihat cewek hanya dari fisik!

>>>>>>>>>>>>>>>

Cakka mengetuk pintu kamar Alvin....
Alvin tak menjawab... Tanpa Izin Cakka masuk kedalam...
Terlihat Alvin sedang duduk diranjangnya dengan tatapan hampa dan kosong...
Cakka segera mendekat.... Lalu kini duduk disamping Alvin...

Menepuk bahu sahabatnya itu... Sepertinya Alvin tidak menyadari kedatangan sahabatnya itu...

" Vin.... "

Alvin menoleh sebentar pada Cakka... Lalu kembali dengan tatapan hampa....

" Sekarang aku pengen nanya sama kamu... Untuk apa kamu operasi mata kamu? Untuk bisa melihat kan? Sekarang apa manfaatnya jika kamu dikamar terus seperti ini... Saatnya bangkit... "Kata Cakka

sekali lagi Alvin melihat Cakka...

" Percuma Cakka... Orang yang selama ini membuat aku ingin melihat ternyata pembohong besar... "

" Mm... Memang Sivia membohongimu... Tapi dia tidak mungkin membohongi perasaannya kepadamu... Begitu pula perasaanmu padanya... "

" Sok Tahu kamu Cakka... "

" Aku gak sok tahu... Aku memang tahu... Sekarang pejamkan matamu... Jangan berpikir tentang wajah Sivia... Pikirkan kembali saat kamu bersama dengannya perasaan apa yang muncul... Karena aku yakin kamu mencintainya bukan karena wajahnya... Tapi karena kasih sayang yang tulus yang ada padanya... Lakukanlah... Sebelum kamu menyesal... Oh ya Vin... Aku mau pamitan... Aku mau cari Acha... aku dapat informasi kalau Acha sedang berlibur kekawasan puncak dari temannya... Sip... Pikirkan omonganku barusan... " Kata Cakka menepuk pundak Alvin Lalu keluar dari kamar Alvin...

Dikamar Alvin tampak berpikir dengan semua omongan Cakka...
Mencoba melakukan apa yang dia suruh...
Alvin memejamkan mata... Membayangkan semua yang dilakukan Sivia kepadanya saat dia tak dapat melihat... Kasih sayangnya kesabaran dan kehangatannya...
Hilang begitu saja saat dia bisa melihat... Kalau begini dia lebih memilih untuk buta...
Lama membayangkan kehangatannya waktu bersama Sivia Alvinpun tertidur...

>>>>>>>>>>>>>

Semenjak kejadian itu Oik sering didatangi oleh Acha... Banyak kejadian-kejadian aneh semenjak Oik bisa melihat...
Mulai dari dia melihat sebuah pembunuhan yang sadis sampai bayang seorang lelaki tampan yang sepertinya familiar sering dimimpikannya...

Suatu Kali....

Oik sedang duduk dibangku dekat danau... Kembali dia melihat Acha...
Acha datang lalu duduk disampingnya...

" Oik... Kamu telah melihat semuanya... Mau kah kamu membantuku? ... "

" Maksudmu... Aku masih tak mengerti... "

" Semua yang kamu lihat itulah yang terjadi kepadaku... Masih ingatkah kamu tentang sebuah Gudang yang menyeramkan tempo hari kutunjukan kepadamu saat kita pertama kali bertemu? "

Oik mengangguk...

" dan kamu melihat peristiwa pembunuhan? "

Oik mengangguk lagi...

" Baiklah aku akan menceritakannya... Aku sedang berlibur ke kawasan puncak... Ketika baru sehari aku tiba disana... Aku mendapat kabar bahwa pacarku dari Melbourne telah datang... Tetapi ketika aku hendak balik ke Jakarta mobilku dicegat oleh seseorang yang tak ku kenal dia menyeretku kesebuah gudang... Aku disekap selama beberapa hari disana... Tak cuma disekap aku disiksa... Beberapa kali aku mencoba menghubungi pacarku dia mengangkatnya... Rasanya aku ingin menangis dan berteriak... Tapi tak bisa karena mulutku dibekap tanganku diikat... Dengan sisa kekuatanku aku mengambil hpku tanpa sepengetahuan orang itu... sampai suatu kali dia memergokiku menelepon... Dia marah lalu menyeretku dan membunuhku dengan sadis pertama dia menyilet-nyilet tanganku, tubuhku sampai kakiku lalu membawaku kesungai tak jauh dari situ dan Mencelupkan kepalaku kesana... Celup tarik celup tarik sampai aku meninggal... Dan mungkin setelah itu dia menjual organ tubuhku... Dan mataku ada padamu... "

Oik shock mendengar cerita dari Acha...

" Aku mohon bantu aku menemukan gudang itu dan orang yang membunuhku... Kalau belum aku belum bisa pergi dengan tenang... "

" Kau masih ingat dengan seorang lelaki yang setiap malam ada dalam mimpimu?"

" Mana mungkin aku melupakannya... Dia tiap malam hadir dimimpiku... "

" itulah yang terjadi padaku dulu... Aku selalu memimpikannya..."

" Apakah dia yang membunuhmu? "

" Bukan... Bukan dia... Dia pacarku... Aku mohon carilah dia... Beritahu kepadanya tentang semua yang terjadi padaku... "

" Baiklah... Tapi mulai dari mana aku mencarinya? Dan bagaimana bila dia tidak percaya denganku.... "

" Kau sudah bertemu dengannya... carilah takkan sulit menemuinya... Dia pasti percaya dengan menatap matamu... "

" Oik.... " Tiba-tiba sebuah suara memanggil...

Oik menoleh kearah sumber suara tersebut itu tantenya...

" Oik sedang apa kamu disini? " Tanya tantenya...

" Aku gak ngapa-ngapain kok tante... Cuma menghirup udara segar didanau ini... "

" Tante khawatir sama kamu ... "

" Oik gak apa-apa kok tante... "

>>>>>>>>>>>>>>>>

Alvin terbangun dari tidurnya... Serasa bermimpi panjang sekali... Mimpinya dengan Sivia... Mimpinya saat mereka bersama...
Mimpinya semua tentang Sivia...
Ketika bangun dengan Spontan ia menyebut nama...

" Siviaaaa jangan pergi.... " Teriak Alvin ketika terbangun dari tidurnya...

Mimpi yang awalnya indah diakhiri dengan mimpi buruk saat Sivia pergi...

Benar Kata Cakka... Alvin mencintai Sivia bukan karena wajahnya... Tapi karena kasih sayang yang Ia berikan tulus...
Alvin segera bangkit dari tempat tidurnya.. Segera mengambil jaket dan mengambil Honda Jazz Biru yang terparkir digarasi lalu menuju kerumah Sivia...
Alvin harus Minta maaf sebelum terlambat... Dia tak mau kehilangan Sivia karena dia mencintai Sivia apa adanya...
Setelah tiba dirumah Sivia... Alvin segera turun dan mengetuk pintu rumah Sivia...

Seorang Lelaki tua keluar... Itu adalah pak Maman Tukang kebun dirumah Sivia...

" Pak... Sivianya ada? "

" Maaf den... Non Sivia sudah berangkat... "

Alvin kaget...

" Kemana Pak? "

" Singapore... "

" Kapan pak? "

" Sejam yang lalu mereka ke bandara... "

Alvin segera berlari menuju mobilnya... Dia harus segera ke bandara menyusul Sivia...
Dipacunya honda jazz entah berapa kilometer per jam... Yang pasti sudah sangat cepat...
Tiba dibandara Alvin segera menuju tempat keberangkatan...
Tak dilihatnya Sivia disana... Dia segera pergi keruang Informasi...

" Maaf mbak... Mau nanya... Pesawat ke singapore sudah berangkat? "

" Ya... 5 menit yang lalu.... "

Dengan tubuh lemas Alvin kembali ke mobilnya... Sivia telah berangkat...

>>>>>>>>>>>>>>>>

Entah mengapa hati Oik membawanya ke taman kota...
Dia berjalan-jalan disitu lalu mengigat sesuatu... Teringat wajah seseorang yang menabraknya beberapa hari lalu...

' Ya ampuuun... Cowok itu... Cakka... Dia... Dia pacar Acha yang harus segera ku temukan... Apa dia ada disini? ' Gumam Oik dalam hati...

Oik berjalan-jalan kemudian melihat sosok lelaki tampan duduk dikursi taman memegang sebuah foto beserta ransel disampingnya... Oik segera menghampirinya...

'' Hei... Boleh aku duduk disampingmu? '' Tanya Oik yang sudah berdiri didepan lelaki itu...

'' Oh tentu saja ... ''

Oik duduk disamping lelaki itu dan hening sejenak...

'' Kau sering ketaman ini? ''

'' Tidak juga... Tapi entah mengapa sesuatu membawaku ketaman ini... ''

Oik melihat foto yang dipegang Lelaki itu...

'' Itu Acha? Dia pacarmu kan? ''

'' Ya... Dari mana kau tahu? ''

'' Aku ingin menceritakan sesuatu kepadamu dan kuharap kau mempercai ini... Yah... Memang ini konyol... Dan tak masuk diakal ... '' Kata Oik

Cakka menatap Oik dan Oik menatap Cakka... Terjadi tatap menatap... Dan Oikpun mulai menceritakan kejadian yang Acha ceritakan kepadanya... Mulai dari Acha sering mendatanginya... Gudang menyeramkan Sampai dia melihat adegan pembunuhan, dan Acha menyuruhnya menceritakan itu semua kepada Cakka serta memberitahu Cakka tentang matanya adalah mata Acha...
Awalnya Cakka serasa tak percaya... Tapi setelah dia menelusuri mata Oik... Dia mengenal mata itu... Mata milik Acha dan dia tahu gadis didepannya ini sedang tidak berbohong...
Dia ingin menangis kala mendengar cerita Oik... Tapi sebagai laki-laki dia harus tegar...

'' Kumohon kau percaya kepadaku... Aku sedang tidak bergurau... ''

'' Ya Aku percaya kepadamu... Sekarang ayo kita cari bersama tempat itu... '' Kata Cakka menarik Oik menuju Honda Swift Silvernya...

Mereka masuk kedalam mobil tersebut...

'' Tunggu Cakka... Aku harus minta izin kepada tanteku dulu... '' Kata Oik...

Cakka dan Oikpun melaju kerumahnya mengambil beberapa kebutuhan Oik... Karena ini akan menjadi perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan pastinya...
Lalu pamitan kepada tantenya... Awalnya tantenya tak mengizinkan Oik... Tapi setelah Cakka berjanji akan menjaga Oik akhirnya tantenya mengizinkannya...

Sekitar pukul 2 siang mereka berangkat...

'' Dari mana kita akan memulai? ''

'' Kata Acha dia liburan di Puncak dan saat dikembali dia dicegat oleh seseorang dan mengeluarkan paksa dari mobilnya membawa kesebuah gudang.... '' Kata Oik

'' Aku tidak kenal kawasan puncak... '' Kata Cakka

'' Aku tahu... Kalau menutup mata... Soalnya aku pernah tinggal dipuncak sewaktu aku buta... Jadi mungkin bisa membantu '' Kata Oik

merekapun melanjutkan perjalanan mereka menuju puncak... Kira-kira menjelang malam mereka baru tiba dipuncak... Mereka harus menginap dulu besok pagi baru mereka melakukan pencarian besok pagi...
Mereka menginap di Villa tempat Oik tinggal dulu bersama tantenya...

>>>>>>>>>>>>>>

Cakka duduk diteras sendirian lebih tepatnya melamun memikirkan semua yang terjadi... Dia sebenarnya masih tak percaya bahwa Acha telah tiada.... Kepalanya seakan Pusing...
Oik melihatnya menghampiri Cakka lalu duduk disampingnya... Namun tak mengeluarkan suara... Cakka memegangi kepalanya... Setelah sadar akan keberadaan Oik disampingnya entah ada dorongan dari mana dia segera memeluk Oik...
Oik membiarkan Cakka memeluk dirinya... Berharap Cakka bisa mendapatkan ketenangan bila memeluknya walaupun dia tahu dia bukan Acha... Dia hanyalah Orang yang memiliki sebagian kecil dari tubuh Acha yakni Matanya...

Dengan memeluk Oik... Cakka merasakan sebuah kenyamanan dan kehangatan yang dia belum rasakan sejak dulu... Dalam pejaman matanya ketika memeluk Oik... Gadis ini bukan Acha... Dia berbeda dari Acha... Bahkan ketika dia memeluk Acha... Dia tak pernah merasakan kenyamanan seperti ini...

Lama Cakka memeluk Oik merasakan kenyamanan itu...
Kemudian dia melepaskannya...

'' Maaf... '' Kata Cakka

Oik hanya diam...

'' Pasti kau merindukan Acha... Dan mengira aku ini Acha... Ya aku memang memiliki mata Acha... Tapi aku berbeda dengan Acha... '' Kata Oik

'' Bukan begitu... Aku tahu kau memang bukan Acha... Aku tahu kau dan Acha berbeda... Tapi entah mengapa jika aku memelukmu aku merasakan sebuah kenyamanan dan kehangatan... ''

Oik tersenyum lalu berdiri...

'' mungkin karena kau masih menganggap aku sebagai Acha... ''

Oik masuk kedalam...

'' Hei bukan begitu... Perasaan ini berbeda tidak sama seperti aku ketika memeluk Acha... '' Kata Cakka tapi sepertinya tak didengar Oik karena Oik telah masuk kedalam... Cakka akhirnya ikut masuk kedalam...

>>>>>>>>>>>>

Cakka dan Oik telah bersiap-siap untuk memulai pencarian pagi ini...
Setelah memanaskan Honda Swiftnya Cakka dan Oik langsung masuk kedalamnya lalu memulai perjalanan mereka...

'' Apa saja yang kau lihat? '' Tanya Cakka

'' Gudang... Awalnya aku melihat gudang... ''

'' Kau tahu ada gudang di dekat sini? '' Tanya Cakka...

'' Aku tak tahu... Sepertinya ada... Entahlah... Waktu disini aku tak bisa melihat... '' Kata Oik

'' Apalagi yang kau lihat...?? ''

'' Waktu itu sungai... Sungai itu jernih... '' Kata Oik...

'' Seingatmu adakah sungai yang mengalir disini? '' Tanya Cakka

Oik memejamkan matanya seketika teringat...

'' Ada... Sungai itu.... Berhenti disini.... '' Oik menyuruh Cakka berhenti...

'' Didekat sini ada sungai... Tapi untuk kesana kita harus jalan kaki... Parkir dulu mobilmu disini... Trus kita pergi kesana... '' Kata Oik

Cakka mengikuti perintah Oik.. Dia memarkir mobilnya tak jauh dari situ dan kemudian turun...

>>>>>>>>>>>>>>

@ Mount Elizabeth Hospital

'' are you ready...? ''

'' Yes.. I am... ''

Seorang dokter membuka perlahan yang melilit wajah seorang gadis...
Seorang wanita tampak cemas melihat semua itu... Yap Itu Sivia bersama tantenya... Kemarin Sivia telah melakukan operasi untuk wajahnya... Dan hari ini mereka akan melihat hasilnya... Semoga hasilnya memuaskan...
Perlahan namun pasti dokter menggunting bagian-bagian perban itu..

Setelah usaha yang cukup lama membuka perban-perban itu akhirnya perban-perban itu terlepas... Yang tampak kini hanya wajah Cantik nan mulus... Dokter memberikan kaca kepada Sivia untuk melihat hasilnya...

Sivia seakan tak percaya kalau itu wajahnya... Wajahnya kembali seperti sedia kala... Tantenya nampak bahagia melihat Sivia...
Akhirnya setelah 5 tahun wajah Sivia kembali seperti sedia kala...

>>>>>>>>>>>>>>

Cakka dan Oik sudah sekitar 2 jam menempuh perjalanan tapi belum menemukan sungai yang dikatakan Oik...

'' Oik... bener nih sungainya ada didekat sini? Udah 2 jam loh kita jalan... '' Tanya Cakka..

'' Aku yakin Cakka.... '' Kata Oik menutup matanya lalu berjalan...

'' Hei Oik... Jangan jalan sambil menutup mata... Bahaya... '' Kata Cakka...

'' Tuntun aku kalau begitu.... Aku ingat jalan ini kalau aku menutup mata... '' Kata Oik...

Cakkapun memegang tangan Oik lalu menuntunnya... Mereka melewati beberapa kebun... Dan kini melewati jalan bukan jalan raya tapi bisa dilalui kendaraan dipinggirnya ada jurang... Cakka melihat kearah jurang tersebut... Betapa kagetnya ketika Ia melihat sebuah mobil Honda Jazz merah yang dikenalinya didalam jurang tersebut... Memang sudah tidak berbentuk tapi dia kenal sekali dengan mobil tersebut...

'' Oik ... Itu mobil Acha... '' Kata Cakka menunjuk kejurang...

Oik membuka matanya lalu melihat kejurang tersebut...

'' Berarti sudah tak lama lagi... Ayo kita jalan lagi... '' Kata Oik...

Cakka kembali menuntun Oik...
Rasa dahaga tiba merekapun beristirahat disebuah warung kecil... Kebetulan dulu Oik dan tantenya sering main ke kempung itu Jadi setidaknya Oik dan tantenya mengenal beberapa Orang disitu...

'' Eh non Oik... Udah bisa melihat? Wah syukurlah... '' Kata Wanita penjaga warung itu...

'' Hehe.. Iya udah Bi... ''

'' Siapa ini? Pacarnya non Oik? ''

'' Bukan bi... Teman aja... ''

'' Tapi kalau dilihat-lihat cocok ei... Kenapa gak pacaran aja... ''

Oik dan Cakka tersendak mendengar perkataan wanita itu...

'' Oh ya Bi... Di dekat sini ada gudang gak? '' Tanya Oik...

'' Gudang? Adanya gudang beras.... ''

'' Bukan gudang kayak gitu... Gudang kosong gitu... ''

'' hmmm... Bibi lupa non... ''

Merekapun berbincang-bincang akrab dengan Bibi itu... Tak terasa hari telah sore...
Cakka dan Oik ingin melanjutkan perjalanan mereka tapi situasinya tidak memungkinkan karena hujan... Jadinya Cakka dan Oik menginap dirumah Bibi itu...
Besok baru mereka melanjutkan kembali....

>>>>>>>>>>>>>

Semenjak kepergian Sivia ke Singapore... Alvin tiap hari bolak-balik kerumah Sivia menanyakan kepastian Sivia akan datang tetapi tak ada yang memberitahu Alvin...

Hari ini Sivia pulang dari singapore... Memang cuma 3 hari di singapore...
Tapi tak ada yang tahu dia pulang hari ini... Tante dan seluruh keluarga bahkan pembantu-pembantu Sivia merahasiakannya...

Selama di Singapore... Sivia selalu menelepon kerumahnya untuk mengetahui kabar rumah... Dan Pak Maman sang tukang kebun menceritakan tentang Alvin yang tiap hari bolak-balik rumah Sivia untuk menanyakan kepulangan Sivia... Tapi Sivia melarang pak Maman untuk memberitahukan tentang kepulangannya...

Sivia telah tiba dikamarnya... Kamar yang memang baru 3 hari ditinggalnya tapi tetap saja dia kangen dengan kamar itu...
Sivia melihat keluar jendela pak Maman sedang berbicara dengan Seorang lelaki...
Dia Alvin... Tentu saja Pak Maman telah Sivia beritahu untuk tidak membongkar tentang kedatangannya pada Alvin...
Ia ingin melihat kesungguhan Alvin...
Apakah Alvin benar-benar mencintainya? Dengan wajahnya yang sudah kembali normal atau mencintainya apa adanya?

>>>>>>>>>>>>>>

Oik hendak membangunkan Cakka dikamarnya... Hari ini mereka harus cepat mencarinya... Semakin cepat semakin Baik...
Ia hendak mengetuk pintu kamar Cakka tetapi kamar Cakka tidak dikunci...
Makanya dia nekat masuk kedalam...
Dilihatnya Cakka sedang berdiri hanya menggunakan boxer berwarna ungu...

'' Aaaaaaaaa '' teriak Oik...

Cakka segera berbalik badan dan menghampiri Oik...

'' Kenapa Oik? '' Tanya Cakka...

Oik menutup matanya dengan kedua tangannya...

'' Mata kamu kenapa? Sakit yah? '' Tanya Cakka panik...

'' Bukan... Mataku gak sakit... Cuma... Itu... Anu... Kamu porno deh masa cuma pake boxer doang pintu kamar gak dikunci... ''

'' Ohahaha.. Kirain apa toh... nyantai aja kali... '' Kata Cakka...

Oik masih menutup matanya menggunakan kedua tangannya...

'' Hei... Kalau kamu gak segera pake baju... Aku keluar nih... Aku cuma mau bilang kamu cepetan... Nanti keburu siang susah nyarinya... Oke... '' Kata Oik membalikan badannya lalu hendak beranjak dari situ...

Tapi tangannya ditahan oleh Cakka... Tiba-tiba Oik hilang keseimbangan... Hampir jatuh... Tetapi Cakka segera memeluknya... Oik juga menahan pinggang Cakka...
Kini Oik tepat berada didepan Cakka dekat sekali... Aroma tubuhnya tercium jelas...
Cakka juga bisa merasakan hembusan nafas Oik... Lama mereka dalam keadaan seperti itu...

Tiba-tiba...

'' Non Oik , Den Cakka.... Kayaknya Bibi ta...... '' Kata-kata Bibi terhenti saat melihat Cakka dan Oik... Bibi itu lalu tersenyum...

Menyadari kedatangan Bibi... Cakka dan Oik melepaskan pelukan mereka...

'' Maaf Bibi ganggu... Cuma mau bilang kayaknya Bibi tahu gudang kosong yang non maksud... Itu tempatnya Demente... Tahu Demente kan Non? ''

Oik mengangguk...

Demente adalah seorang lelaki tinggi yang katanya punya kelainan... Tapi Oik dulu pernah berbincang-bincang dengannya... Kelihatannya orang itu baik kok...
Tapi pernah berhembus kabar bahwa Demente mencari gadis-gadis kaya dan sempurna untuk dijadikan mangsa... Tapi dulu Oik tak percaya... Tantenya sudah mengatakan itu benar... Karena Oik buta sehingga Demente bersikap baik padanya... Tapi tetap saja Oik menganggap bahwa Demente itu orang yang baik... Apa Ia Demente yang membunuh Acha...?

'' Non Oik sama Den Cakka yakin mau kesana? Hati-hati yah... ''

Cakka dan Oik mengangguk...

'' Yaudah lanjutin atuh yang tadi... Maaf menganggu... '' Kata Bibi Langsung pergi...

Cakka dan Oik wajahnya memerah....

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

DiJakarta hujan mengguyur deras....
Jalanan Basah... Tetapi Alvin tetap nekat pergi kerumah Sivia...
Kali ini dia tidak menggunakan mobilnya... Tapi jalan kaki... Frustasi karena Sivia belum juga kembali... Tepat dirumah Sivia keadaan Alvin sudah mulai melemah...
Sivia yang melihatnya dari Jendela kamarnya Kaget... Ketika mendapati Alvin yang basah kuyub berdiri di depan rumahnya...

Alvin kemudian berteriak....

'' SIVIAAAAA KAMU DIMANA????? MAAFIN AKU.... AKU BENAR-BENAR MENYESALLL.... AKU SAYANG KAMUUUU... ''

Sivia mulai mencucurkan airmata mendengar kata-kata Alvin tadi....

'' SEPERTINYA... DENGAN MELIHAT AKU MALAH MEMBAWA BENCANA... SEBAIKNYA AKU TAK USAH MELIHAT LAGI.... '' Kata Alvin sambil mencari-cari sesuatu...

Sivia kaget dengan apa yang akan dilakukan Alvin... Segera dia mengambil kain menutupi kepala dan sebagian wajahnya membentuk Cadar sehingga hanya matanya yang terlihat...
Lalu keluar menemui Alvin yang akan melakukan hal Bodoh menusuk matanya dengan sebuah benda...

'' Alvin jangan! '' Cegat Sivia...

Alvin terhenti... Dia kaget melihat Sivia dihadapannya...

'' Sivia.... Kau benar-benar Sivia? '' Tanya Alvin lalu mendekat kearah Sivia...

Sivia mengangguk... Alvin segera memeluk Sivia...

'' Sivia... Maafin aku... Aku benar-benar menyesal... Aku sadar aku sayang kamu bukan karena wajahmu... Tapi karena kasih sayang tulus yang ada padamu... Kumohon maafkan aku... Aku cinta kamu apa adanya... ''

Sivia telah menangis didalam Pelukan Alvin...
Hujan terus saja mengguyur membasahi keduanya....

>>>>>>>>>>>>>>>

Cakka masih menuntun Oik.... Seperti biasa Oik memejamkan matanya... Mengikuti kata hatinya... Dia mengenal daerah ini... Daerah ini sudah sangat dekat dengan tempat Demente...
Terdengar Aliran sungai....

'' Cakka... Disana sungai... '' Kata Oik menunjuk kearah timur....

Cakka dan Oik segera kesana... Dan benar saja mereka mendapati sebuah sungai jernih mengalir... Dipinggir sungai Cakka melihat sebuah yang berkilauan...

Itu Liontin milik Acha... Cakka segera mengambilnya...

'' Ini liontin Acha... '' Kata Cakka... Dibukanya Liontin tersebut terdapat foto Acha dan dirinya... Ini Liontin yang dikirimkan Cakka ketika Anniversarry mereka yang ke 6... Tepat setahun lalu...

Tiba-tiba Oik mendapatkan ide... Lalu memberi tahu Cakka tentang idenya tersebut... Cakka mengerti... Tapi dia tak rela meninggalkan Oik sendirian ditempat itu...
Oik meyakinkan kepada Cakka bahwa dia akan baik-baik saja asalkan Cakka datang kembali tepat Waktu...

'' Kamu beneran Gak apa-apa Ik? ''

'' Iya gak apa-apa yang penting kamu datang tepat waktu... ''

Cakka hendak pergi kemudian Ia berbalik lalu mengecup kening Oik...

'' Hati-hati... '' katanya Lalu pergi...

Oik mengambil sebuah kayu... Dia akan berpura-pura buta... Siang-siang begini biasanya Demente mengambil Air disungai soalnya dulu Oik pernah beberapa kali bertemu Demente disungai waktu Ia buta...

Oik menyuruh Cakka untuk menghubungi Polisi... Dan Jika polisi telah datang dia harus segera pergi bersama Polisi menangkap Demente...

Dan benar saja Demente datang... Dia seorang Pria berperawakan tinggi besar seperti yang dikatakan orang-orang... Oik kini bisa melihatnya... Sebuah kejadian sekilas terlihat dimata Oik... Ya Demente yang membunuh Acha...
Sungguh Oik tak menyangka Orang yang dikiranya baik ternyata pembunuh... Padahal Oik pernah membela Demente ketika orang-orang kampung bercerita tak baik tentang Demente...
Oik benar-benar takur... Tapi dia berusaha melawan rasa takutnya...

'' Siapa disana? '' Oik mulai berakting

'' Aku Demente... '' Kata Pria itu dengan suara bassnya...

'' Eh Demente... Masih ingat denganku? '' Tanya Oik...

'' Tentu saja Gadis Buta... '' Kata Demente

'' Kau mau mengambil air lagi? ''

'' Yah... Begitulah... ''

Hening...

Oik melihat Demente menimba air memasukan kedalam sebuah tangki penampung air...
Tentu saja Oik masih pura-pura buta...

Setelah selesai Demente menghampiri Oik...

'' Untuk apa kau disini? '' Tanyanya

'' Aku cuma ingin menghirup udara bebas... Segar disini... '' Kata Oik

'' oh... ''

'' Oh ya... Demente... Boleh aku main ke gudangmu...? ''

'' Gudang? Dari mana kau tahu aku tinggal digudang? ''

Oik keceplosan dia segera bersilat lidah agar Demente tak curiga kepadanya...

'' Warga kampung yang bilang... Boleh gak? Aku tak pernah bermain ke rumahmu... Ayolah... ''

Demente tampak berpikir... Lalu dia meng-iya-kannya...

'' Kau bisa jalan? ''

'' Bisa... Menggunakan tongkat ini kau tinggal mengarahkannya... '' Kata Oik...

Dementepun mengarahkan Oik memasuki Gudangnya...

Ternyata benar... Ini Gudang yang dilihat Oik waktu itu... Menyeramkan... Banyak sarang laba-laba bahkan ada beberapa tengkorak...
Demente menyuruh Oik duduk dilantai yang dilapisi jerami... Dengan perlahan Oik duduk... Dilihatnya Demente sedang meminum sebuah minuman berwarna merah... Itu Darah! Oh No!! ... Oik jadi semakin takut...

'' Mau minum? '' Tawa Demente...

'' Tidak terima kasih... '' Tolak Oik dengan sopan agar Demente tak tersinggung dan menyuruhnya untuk meminum darah itu...

Oik meraba sesuatu dibawah Jerami...
Sebuah ponsel... Oik segera menggenggam erat ponsel tersebut dan menyembunyikannya... Ini sangat menolong apabila dalam keadaan terjepit...
Sepertinya ini HP Acha...
Demente keluar sebentar...
Dan benar itu HP Acha... Ada nomor Cakka dipanggilan Keluar...
Tapi tunggu... Kata Cakka memang ada nomor asing yang meneleponnya... Tapi private number... Oik segera mengutak-atik hp tersebut mengembalikan settingannya...
Setelah itu menyambungkan kepada Cakka...

>>>>>>>>>>>>>>>>

Cakka mondar-mandir gelisah... Dia sedang menunggu polisi untuk segera datang... Lama sekali... Tiba-tiba ringtone HPnya berbunyi...
Cakka kaget ketika melihat di screen muncul

' Acha Calling '

Cakka segera mengangkatnya terdengar suara Oik diseberang...

'' Demente? Udah balik? ''

'' Ternyata kau menipuku... Kau bisa melihat!... Lihat apa yang akan aku lakukan padamu... Pada orang yang telah menipuku... '' Suara laki-laki marah diseberang...

Suara Sirene mobil polisi...
Polisi segera menghampiri Cakka...
Cakka segera menunjukan arah gudang Demente polisi mengikutinya...
Cakka terus memantau Oik lewat ponselnya...

'' Maksud kamu apa Demente? ''

'' Alah tak usah berpura-pura... Aku sudah tahu kau tidak buta... Sekarang kamu bisa kujadikan mangsa... Hahahahaha ''

'' CAKKA TOLOOOOONG.... '' teriak Oik

Mendengar itu Cakka segera mempercepat langkahnya...

'' Pak ... Ayo cepat... Pacar saya dalam bahaya... '' Kata Cakka

eh? Pacar...

Mereka tiba digudang tersebut... Polisi segera mendobrak paksa Gudang itu...
Didalam terlihat Demente sedang memegang sebuah Pisau... Oik ketakutan...

'' Angkat tangan! Jangan bergerak... Kau telah dikepung... '' Polisi mengarahkan pistol kearah Demente...

Demente dengan Sigap meraih Oik lalu meletakan Pisau dileher Oik...

'' Kalian jangan maju... Letakan Pistol kalian... Maju selangkah gadis ini kubunuh... '' Kata Demente...

Tanpa diketahui Demente... Cakka dari belakang mengambil sebuah balok lalu memukul Demente dikepalanya...

'' Buukkk '' Demente jatuh... Pisaunya juga jatuh...
Dan dia pingsan...

Polisi segera mengamankan Demente... Oik terlihat Shock...
Cakka segera Memeluknya... Lalu membawanya keluar...

>>>>>>>>>>>>>>>>>

'' Terima kasih... Berkat anda dan Pacar anda kami bisa menangkap seorang psikopat yang selama ini kami cari... Dia telah membunuh kurang lebih 15 gadis seusia kalian dan menjual organ-organ tubuh gadis-gadis yang dibunuhnya... Sekali lagi terima kasih... '' Kata Pak Polisi menyalami Cakka dan Oik...

Polisipun membawa Demente ke hotel Prodeo...

Oik menatap Cakka...

'' Kenapa Ik? Aku ganteng yah? '' Narsis Cakka

'' wo.... PD... Polisi tadi bilang apa pacar? Sejak kapan kita pacaran? '' Tanya Oik

'' Sejak Sekarang... '' Kata Cakka

'' We... Enak aja... '' Kata Oik

'' Iya deh... Becanda... Haha... Gak usah dipikirin... sekarang kita balik ke Jakarta... Mayat Acha juga sudah ditemukan... Aku ingin memakamkannya dengan layak... ''

Mayat Acha memang sudah ditemukan tetapi dengan beberapa organ penting yang hilang seperti jantung, hati, paru-paru dan Mata...

Akhirnya Merekapun kembali ke Jakarta....

**Tamat**
:::
:::::::::
(Boong deng :PPP Lanjut atuh bacanya - -v)

>>>>>>>>>>>>>>>

1 Minggu setelah kejadian itu Acha telah dimakamkan dengan Layak...
Cakka semakin dekat dengan Oik....

'' Alvin Calling.... ''

'' Halooo.... '' Cakka mengangkat teleponnya..

'' Weii broo... Kabar gimana bro long time no see... ''

'' Haha... Baru aja seminggu sejak pemakaman Acha... ''

'' Iya deh... Oh ya aku mau nyampein permohonan maaf Sivia karena gak bisa datang ke acara pemakaman Acha... ''

'' Iya gak apa-apa kok... ''

'' Trus cewek yang kemarin siapa? ''

'' Oik? ''

'' Yah pokoknya yang kemarin... ''

'' Iya namanya Oik kenapa? ''

'' Dia kecengan kamu yah? Gila baru kehilangan Acha udah dapat pengganti... ''

'' Haha... Bisa aja kamu bro... Ya bisa dibilang gitu deh... ''

'' Eh cie.... Ntar malam mau gak double date...? Kamu bawa Oik ... Aku bawa Sivia... Kamu juga kan belum kenal Sivia... ''

'' Hmmm ... Boleh...boleh... Kapan dimana? ''

Alvin menyebutkan tempat mereka akan double date...

>>>>>>>>>>>>>>>>>

Malam harinya....
Cakka menjemput Oik menggunakan taksi... Mobilnya sedang diservice...
Oik terlihat Cantik menggunakan Gaun berwarna Merah muda sedangkan Cakka memakai Jas Silver...
Merekapun melaju ke restoran tempat mereka janjian dengan Alvin...

Mereka menuju meja nomor 18 yang diatasnya tertulis reserved...
Disebelah meja nomor 20 yang ada tulisan reserved juga...

Mereka menunggu Alvin dan Sivia datang...
Dari luar tampak Alvin yang memakai jas biru donker bersama seorang gadis yang memakai gaun hijau ditutupi Cadar berwarna putih...
Mereka makin mendekat ke tempat Cakka dan Oik...
Oik merasa mengenal Gadis tersebut...
Semakin mendekat dan dekat...
Sivia kaget ketika didapatinya Gadis itu adalah Oik adiknya yang menyebabkan dia kehilangan orang tuanya dan juga sempat kehilangan wajah cantiknya...
Perasaannya campur aduk... Sivia mulai meneteskan air matanya... Entah perasaan apa yang ada didalam dirinya... Senang, sedih, terharu, marah semua bercampur jadi satu melihat Oik kini didepannya...

Tapi dia tak boleh egois... Walau bagaimanapun Oik tetap Adiknya... Emosinya mulai terkontrol sekarang rasa kangen terhadap adiknya itu memuncak...
Sivia segera memeluk Oik...
Alvin dan Cakka heran melihat tingkah Sivia... Oik juga kaget...
Beberapa menit kemudian Sivia melepaskan pelukannya... Dia membuka Cadarnya...
Cakka, Oik apalagi Alvin shock... Bukan karena wajah Sivia yang buruk tetapi wajahnya sudah bersih dan kembali Cantik...
Ya... Sivia belum memberitahu Alvin soal operasi yang dijalaninya jadi Alvin belum tahu kalau wajah Sivia sudah kembali...
Dia ingin tahu apakah Alvin mencintainya apa adanya... Dan ternyata benar... Jadi sudah saatnya dia memberitahu semua... Apalagi saat ini dia bertemu dengan Oik adiknya...

'' Kak Via .... Jangan benci Oik... Oik sayang kakak ''

Via meletakan jari telunjuknya didepan bibir Oik...

'' Kakak Juga sayang Oik... '' Mereka berpelukan kembali...

Setelah itu Sivia dan Oik menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada Alvin dan Cakka... Mereka mengerti dan makan malam romantispun dimulai dengan iringan musik klasik membuat makan malam mereka indah...

>>>>>>>>>>>>>>

Cakka hendak mengantarkan Oik pulang menggunakan taksi...

Sementara dalam perjalanan....

'' Oik.... ''

'' Ya... '' Jawab Oik singkat...

Cakka memegang dagu Oik membuat Oik dan Cakka bertatapan...

'' Oik... Aku cinta kamu... Kamu mau jadi pacarku? ''

Oik kaget... Dia segera melepaskan tangan Cakka dari dagunya...

'' Kamu cinta aku... Karena mataku... Karena aku memiliki mata Acha... ''

'' Tidak Oik... Bukan karena itu aku benar-benar mencintaimu... ''

Oik memalingkan wajahnya... Ia sudah mulai berkaca-kaca sebenarnya ia ingin berbalik dan mengatakan Ya, aku juga cinta kamu... Tapi dipikirnya Cakka mencintainya hanya karena Matanya adalah mata kekasih Cakka...

Karena keasyikan melihat adegan Cakka dan Oik... Supir taksinya tak memperhatikan jalab dan....

'' Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa '' Kecelakaan tak ter-elakan...

>>>>>>>>>>>>>>>>

Oik duduk disebuah bangku dekat danau tatapannya lurus...
Dia lalu berdiri dan berjalan kearah danau... Tinggal selangkah lagi dia akan tercerbur...
Tapi Cakka segera menangkapnya lalu menuntunnya kearah yang benar....

'' Kesini sayang... '' Kata Cakka sambil menuntunnya kearah Alvin dan Sivia yang sedang berpiknik Ria dibawah pohon rindang dekat danau itu...

Cakka dan Oik menghampiri mereka... Lalu Cakka menuntun Oik duduk bersama mereka...

Ya... Semenjak kecelakaan itu... Oik buta kembali... sebuah beling masuk kematanya dan membuat Oik kehilangan penglihatannya...
Kali ini untuk selamanya...
Tapi Oik kini telah tenang... Sivia telah memaafkannya dan Sivia juga telah mendapatkan kebahagiaannya bersama Alvin...
Sedangkan Oik... Walaupun dia kehilangan penglihatannya kembali tetapi ada Cakka disampingnya yang siap menuntun...
Ternyata Oik salah... Cakka mencintainya bukan karena memiliki mata Acha... Dia mencintai Oik apa adanya buktinya sekarang Cakka tetap berada disampingnya dan setia bersamanya....

Didekat danau itu tampak seseorang memakai Pakaian serba putih dan bercahaya... Itu Acha, Dia menatap mereka tersenyum....

'' Maafkan aku Oik... Aku mengambil mataku kembali... Karena kalau tidak begitu kau tidak akan percaya bahwa Cakka mencintaimu bukan karena kamu memiliki mataku... Tetapi dia mencintaimu apa adanya.... Semoga kalian berbahagia.... ''

Bayangan Achapun seketika lenyap tersapu oleh angin...

Senyum kini terulur dibibir Cakka, Oik, Sivia dan Alvin... Siap menata masa depan bersama menutupi segala kekurangan menjadi kelebihan... Karena tak ada manusia yang sempurna karena yang sempurna hanyalah milik yang Maha Kuasa...

**** TAMAT ****

Huaaaaa selesai lagi....
Hehehe... Gimana? Gimana? Comment yah...
-_- ceritanya agak gak masuk akal sih.... Tapi yah begitulah namanya juga cerita hanya imajinasi belaka...
Sankyu yang udah baca :)

GBU All...