Tampilkan postingan dengan label zahra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label zahra. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Juni 2012

Cakka & Zahra (Live duet) - Someone Like You & What Makes You Beautiful


Ini.... ada bagian yang bikin envy banget ._. Cakka megang tangannya Zahra, trus Zahra kayak kaget, CL's histeris ._. sesuatu banget yak -_-"
Tapi, Keren kok...
Both doing great!


ini loh ekspresi Zahra waktu dipegang tangannya sama Kka...


Cakka tuh pas bilang:
Baby you light up my world like nobody else,
The way that you flip your hair gets me overwhelmed,
But when you smile at the ground it ain't hard to tell

AAAAAAAAAAAA...

that's all


Trus... ini lagi....


Ini pas Zahra bilang sambil nunjuk Cakka:
You don't know you're beautiful...

Sabtu, 25 Februari 2012

Gone With the Wind [One Shoot]

Gone With the Wind
Kau datang dan pergi secepat angin…


Dia seperti angin tak bisa dilihat, namun bisa dirasakan. Dia seperti angin laut, yang bertiup dari darat kelaut diwaktu siang. Juga seperti angin darat, yang bertiup dari darat kelaut diwaktu malam. Namun dia tak seperti angin fohn yang bisa mematikan tanaman. Diapun tak terkira, tak seperti angin munsoon. Tapi, dia selalu datang bersama angin dan pergi juga bersama angin. Angin yang membawa kesejukan, angin yang membawa ketenangan, angin yang membawa kehangatan, angin yang membawa kekuatan, bahkan angin yang menjadi candu.
Ya, candu. Canduku kepada angin. Bahwa, dimana ada angin disitupun dia berada.

***
Prolog

Kakinya kembali dijejakan diatas jembatan bambu sebuah sungai. Lembayung tengah merona, mengantarkan senja dan mulai menyibak tirai malam. Bulir kristal bening yang jatuh dipipinya belum mengering. Dia kemudian duduk ditepi jembatan bambu itu, mencelupkan kakinya dihamparan air sungai. Terasa dingin, namun tak membuat dia jerah, dan tetap bergeming mempertahankan posisinya itu.
“Kamu dimana Cakka? Kenapa hari ini tidak datang? Kamu sudah berjanji padaku,” Katanya pilu, suaranya terdengar setengah serak, bahkan terdengar seperti berbisik.
Angin sepoi malam membelai rambut hitam panjang miliknya. Sejenak matanya terpejam. Merasakan kesejukan diantara kesesakan didalam hatinya. Angin sepoi malam, mulai membelai indera penciumannya juga. Wangi yang dia kenali merasuki hidungnya. Segera dia berbalik seakan mengikuti belaian angin tadi.
“Aku takkan mungkin melupakanmu, aku bukan tipe orang pengingkar janji, aku pasti datang,” Sebuah suara menelusup ke indera pendengarannya. Suara yang menenangkan, suara yang ditunggunya sejak tadi.
“Selamat ulang tahun, Oik,” Katanya tersenyum hangat, anginpun terasa hangat. Puluhan fireflies berterbangan memacah senja yang telah berganti malam itu.

Senin, 07 Februari 2011

Speak Now or NEVER! -Part 3-

Oik digotong oleh mama dan supirnya masuk kedalam rumah sakit… Tubuhnya masih menggigil dan wajahnya masih pucat pasi… Mamanya panik segera memanggil perawat dan segera melarikan Oik ke UGD…
Tiba di UGD, Oik segera ditangani oleh dokter Zahra… Dokter Zahra memeriksa keadaan Oik dan menyuruh mama Oik untuk menunggu diluar…
Mama Oik dengan cemas menunggu diluar… Dia tampak mondar-mandir dan bolak-balik sambil sesekali melirik kearah pintu UGD menunggu pintu itu terbuka agar dia sesegera mungkin mengetahui kondisi anaknya…

15 menit kemudian Dokter Zahra keluar dari ruang UGD segera disambut oleh mama Oik…

“Bagaimana keadaan anak saya Dok?” Tanya Mama Oik

“Bisa kita berbicara diruangan saya sebentar? Tenang anak anda baik-baik saja… Sudah saya beri obat bius agar dia tertidur tapi untuk sementara waktu… Mari ikuti saya…” Kata Dokter Zahra segera melangkah diikuti oleh mama Oik menuju keruangan Dokter Zahra yang letaknya tak jauh dari ruang UGD…

“Dok, anak saya sakit apa?”Tanya Mama Oik dengan wajah panik ketika baru tiba diruang Dokter Zahra sambil duduk dikursi tepat dihadapan Dokter Zahra…

“Tenang ya Bu, anak anda sudah saya periksa… Tapi aneh, dari hasil pemeriksaan saya… Anak anda tak mempunyai masalah dengan kesehatannya… atau bisa dikatakan secara medis dia sehat dan tidak mempunyai penyakit yang berbahaya… Saya bingung kenapa anak anda bisa seperti itu… kemungkinan dia punya banyak masalah yang menyebabkan dia depresi dan tertekan… Jadi untuk sementara waktu saya beri obat tidur… tapi saya tak mau ambil resiko dengan memberikan dosis yang banyak… Obat tidur ini hanya membuat anak anda tertidur selama 30 menit… Nanti setelah dia bangun kita lihat apakah dia masih menggigil… Saya sarankan anda menghubungi psikolog untuk masalah ini…”

“Sudah Dok… bahkan tadi sepulang dari konsultasi dia malah terlihat ada perubahan… tapi malam ini malah seperti ini… padahal sebelumnya dia tak pernah sakit seperti ini…”

“Oh ya sudah… kita tunggu yah perkembangan anak anda selanjutnya…”

Mama Oik setidaknya bisa lega untuk sementara waktu karena Oik tak punya penyakit yang serius tapi dia masih bingung… Padahal tadi siang setelah pulang dari Konsultasi dengan Dokter Cakka, Oik terlihat banyak perubahan kenapa jadi seperti ini??


>>>>>>>>>>>>>>>>

Cakka baru tiba dirumahnya segera memasukan mobilnya kedalam Garasi lalu melangkahkan kakinya menuju pintu rumahnya mengambil kunci dari dalam tasnya membuka Pintu rumahnya lalu masuk kedalam rumah megah bertingkat 2 tersebut…
Ia segera menuju kekamarnya mengganti bajunya dengan kaos biasa lalu menuju keruang makan sambil membawa dua kotak makanan yang satu berisi Gado-gado dan yang satunya berisi Zebra Cake…
Sepertinya dia harus berterima kasih sekali kepada dua Gadis yang telah memberikannya makanan… Karena kalau tidak mungkin dia tidak akan makan malam ini, Soalnya badannya terasa lelah untuk keluar dan makan di Restoran lagi…
Cakka melihat jam tangannya sudah hampir jam setengah 9 malam Zahra kakaknya belum pulang juga… Sepertinya hari ini dia masih sibuk, Ya … Zahra adalah Dokter umum jadi dia menangani segala jenis penyakit dan belakangan ini dia sangat sibuk…
Meskipun sebenarnya Zahra hari ini tidak praktek malam tapi sepertinya akan sampai malam lagi… Mengingat Dokter Dayat yang berprofesi sebagai Dokter umum sama dengan Zahra sedang cuti jadi Zahra harus sampai malam lagi…
Cakka khawatir memikirkan kakaknya itu… Bagaimanapun dia keluarga Cakka satu-satunya yang dekat dengannya karena yang lain juga sibuk dengan urusannya masing-masing… Keluarga Cakka yang notabene adalah keluarga Dokter sebagian besar dikeluarganya adalah seorang Dokter maka dari itu Cakka juga diharuskan mengambil sekolah kedokteran…. Awalnya Cakka hanya akan mengambil Psikologi tapi dipaksa orang tuanya untuk mengambil kedokteran juga setelah lulus dari Psikologi… Huh! Sungguh menyebalkan baginya… Padahal dia dari dulu tak ada niat untuk menjadi seorang Psikolog maupun seorang Dokter… Malahan cita-citanya dari dulu menjadi seorang musisi tapi ditentang mati-matian oleh keluarganya karena menurut keluarganya pekerjaan sebagai Dokter lebih dianggap terpandang…

Cakka mulai melahap Gado-gado buatan Ify meski dimalam hari tetap terasa nikmat… Suapan demi suapan dia makan dengan penuh kenikmatan…
Setelah menghabiskan Gado-gado tersebut tanpa sisa Cakka segera memotong Zebra Cake yang ada dihadapannya lalu melahapnya…

Tiba-tiba handphone Cakka berdering…

‘My Sista Calling’

Cakka segera mengangkat telepon tersebut…

“Ya,, Halo Kak…”

“Halo Cakka… Kakak kayaknya bakalan pulang terlambat lagi malam ini… maaf gak bisa masak buat kamu, makan direstoran aja lagi yah… maaf banget…”Kata Zahra ditelepon dengan penuh rasa bersalah

“Gak apa-apa kok Kak… Cakka udah makan juga dirumah kebetulan tadi di kasih makanan jadinya Cakka gak perlu makan diluar… Sibuk ya Kak? Banyak pasien?”

“Sebenarnya gak… sudah selesai dari tadi… Cuma ada satu pasien lagi nunggu dia siuman…”

“Lha? Kok siuman ditunggu? Emang sakit apa toh?”

“Gak tahu ni Cakka… kakak udah periksa gak ada penyakit apa-apa badannya menggigil gitu jadi kakak Bius dengan Obat tidur aja… Kayaknya pasien ini punya masalah deh yang membuat dia depresi… harusnya ini tugas kamu… Oh ya,, katanya Mamanya tadi siang dia baru konsultasi sama kamu…”

“Heh? Siapa namanya Kak…?”

“Bentar Kakak Cek didatanya…”

Zahra membuka data pasien dikomputernya…

“Oik Cahya Ramdlani…”

“Oik? Tunggu kak Cakka segera kesana…” Kata Cakka menutup teleponnya…

Segera berlari kekamarnya mengambil Jaketnya lalu menyambar kunci mobil dan menuju Garasi tempat mobilnya terparkir segera mennyalakan mesin mobil dan tancap Gas menuju Rumah Sakit kembali…

>>>>>>>>>>>>>>>>

Zahra menuju keruang UGD kembali… Sudah hampir 30menit berlalu berarti Oik akan sadar… Dia memasuki ruangan tersebut ada mama Oik didalam ruang UGD bersama beberapa perawat…
Zahra mencoba melakukan pemeriksaan kembali sebelum Oik tersadar…
Tak beberapa lama kemudian Oik membuka matanya… Melihat sekelilingnya… Badannya masih terasa sangat dingin… Tapi pada kenyataannya dia mengalami demam… Zahra segera mengukur suhu tubuhnya … Hangat 38o Celcius!
Tak lama kemudian kembali menggigil… Mama Oik jadi panik…

“Dokter anak saya kenapa?”

“Tenang ya Bu, Kami akan mencoba memberinya Obat penenang…”

Zahrapun segera memberi Oik obat penenang… Dan Oik tak menggigil kembali… Tapi Oik masih merasakan kedinginan didalam tubuhnya… Tapi tubuhnya terasa kaku untuk menyatakan kalau sekarang dia sangat butuh kehangatan dan ketenangan…

Seorang perawat masuk kedalam dan membisikan sesuatu pada Zahra… Zahra mengangguk- angguk…

“Sus, Jaga pasien ini ya sebentar… Saya keluar dulu dan akan kembali…”Kata Zahra kemudian keluar dari ruang UGD tersebut…

“Cakka ngapain kamu kemari?”Tanya Zahra ketika menemukan Cakka diluar ruangan tersebut…

“Kak… tadi kata kakak pasiennya namanya Oik yah? Trus keadaannya gimana sekarang? Udah siuman kan? Dia gak apa-apakan?”Tanya Cakka bertubi-tubi kepada Zahra…

“Cakka… tanyanya satu-satu bisa gak… Ya,, Namanya Oik… dia didalam baru siuman tapi menggigil lagi… dia gak apa-apa Cuma kakak kasih Obat penenang… Sebenarnya Gadis itu siapa sih? kamu kenal? Adik teman kamu yah? Atau jangan-jangan….”

“Hush kak… nanyanya satu-satu… Aku kenal dia… Dia pasien dan temanku jangan mikir yang aneh-aneh ya kak…”

“Kamu sih khawatirnya berlebihan begitu… gak wajar tahu… sejak kapan pasienmu jadi temanmu?”

“Semua pasienku aku anggap teman bagiku… kakak aja yang gak tahu… Udah… Cakka boleh masuk gak liat dia….?”Tanya Cakka…

Perawat yang menjaga Oik tadi keluar…

“Dokter… Pasiennya menggigil lagi…”Katanya terlihat panik…

Zahrapun masuk kedalam diikuti Cakka yang mengekor dibelakang....
Mama Oik tampak heran melihat Cakka bisa ada disitu… Cakka seperti menatap Mama Oik dengan tatapan yang aneh… kemudian berkata…

“Besok kalau ada waktu saya harus bicara dengan Ibu…”

“Tapi dok… besok saya ada acara…”

“Terserah… mau melihat anak anda terus-terusan sedih atau membatalkan acara anda…” Kata Cakka kemudian mendekati tempat Oik berbaring…

Oik juga kaget melihat Cakka… apalagi tidak memakai pakaian dokter seperti tadi siang… hanya sebuah kaos dengan Jaket yang terlihat santai…

“Bu… anda boleh menunggu diluar?”Kata Zahra kepada mama Oik…

“Tapi Dok…”

“Sudah serahkan pada kami… kami pasti memberikan yang terbaik untuk anak anda…” Kata Zahra

Mama Oik akhirnya keluar…

“Cakka… kamu juga keluar sana…”

“Gak ah… gak mau aku kan juga Dokter…”

“Huh! Keras kepala… tapi ini bukan bagianmu…”

“Sudah… aku disini tak akan menganggu pekerjaan kakak…Lagipula kakak bilang kan kakak gak menemukan penyakit Oik… katanya mungkin Oik punya masalah… dan memang Oik punya masalah… Jadi ini tugas Cakka yah… Kak Zahra duduk aja serahin sama Cakka…Kasihan Oik kalau dia harus dibius terus nanti dia benar-benar sakit”

“Tapi Cak…” Cakka meletakan jari telunjuknya dibibir Zahra

“Sssttt…”Katanya

Kemudian mendekati Oik yang terbaring sambil menggigil, keringat dingin makin banyak mengalir ditubuhnya… Wajahnya pucat pasi yang dialiri airmata…

“Oik…”Ucap Cakka halus sambil menatap Gadis itu… Sedangkan Zahra Cuma pasrah dengan yang dilakukan adiknya… Semoga saja adiknya itu benar-benar bisa mengetahui penyakit Oik…

“Ma..as… Oik… dingin,,, Oik takut…”Kata Gadis itu sambil membuat posisinya yang terbaring kini duduk dengan kedua tangannya diletakan didepan dadanya dan terus mengigil…

“Takut… takut kenapa?”Tanya Cakka

Oik hanya diam tak menjawab pertanyaan Cakka… Matanya mengawasi ke kiri dan ke kanan… Cakka mengerti kalau dia takut menceritakan masalahnya karena takut didengar orang… Cakka segera menenggelamkan Oik kedalam pelukannya membuat Zahra kaget dengan apa yang dilakukan Cakka…
Oik juga merasa kaget dengan perlakuan Cakka tapi entah mengapa dirinya merasa nyaman berada dipelukan itu pelukan yang menenangkan seluruh badannya kini terasa hangat, dia merasakan aliran darahnya dan bahkan tubuhnya yang bergetar sedari tadi berhenti digantikan dengan irama dentuman jantungnya yang semakin kencang…
Ia menutup matanya… Dan tak lama kemudian tertidur dipelukan Cakka…
Cakka segera menaruh kepala Oik diatas sebuah bantal…
Kamudian menyelimutkan dia dengan selimut yang lumayan tebal tampak Oik tertidur dengan pipi yang basah karena Air mata… Cakka segera mengambil sapu tangan dan menghapus airmata Oik dengan saputangan…
Zahra masih kaget dia segera mendekat kearah Cakka…

“Cak… apa yang kam….”

“Ssssstttt….. Oik lagi tidur… bisa nanti komentarnya sebentar… Pindahkan Oik keruangan biasa dan biarkan dia dirawat disini selama beberapa hari… Kalau dirumah dia bakalan banyak tekanan!”Kata Cakka

Zahra tak mampu berkata-kata lagi… Dia segera menyuruh perawat memindahkan Oik keruang rawat inap… Merekapun keluar dari ruangan tersebut… Menemui mama Oik yang berada diluar…

“Dok… anak saya mau dibawa kemana?”Tanya mamanya yang melihat Oik dibawa keluar…

“Anak anda akan dibawah keruang rawat inap… untuk beberapa hari ini biarkan dia dirawat disini dulu…”Kata Zahra

“Tapi Dok… kata Dokter anak saya tidak apa-apa… kenapa sekarang harus dirawat…?”

“Takutnya kalau dirumah Dia banyak tekanan… Jadi mending untuk sementara waktu dia dirawat disini…”

“Baiklah Dok… titip anak saya… saya pulang sebentar mengambil beberapa keperluan…”

Zahra mengangguk…

>>>>>>>>>>>>>>

“Cakka… apa yang kamu lakukan sama Oik tadi?”Tanya Zahra dalam perjalanan pulang kerumah…

“Cakka Cuma nenangin Oik… karena tadi Cakka yakin dia butuh ketenangan…”Kata Cakka sambil menyetir mobilnya dengan santai…

“Tapi… itu aneh Cakka… Melanggar kodrat dan etika seorang Dokter…Ya trus gimana ceritanya itu cewek langsung tenang ketika dipeluk sama kamu… Apa kamu memeluk semua pasien-pasienmu seperti itu?”

“Tadi Cakka bukan sebagai Dokter atau Psikolog yah Kak… tapi sebagai temannya Oik… Jadi gak apa-apa dong Cakka meluk Oik… wong Cakka temannya Oik… Ya tergantung yah… kan pasien Cakka kalau jadi dokter anak-anak kecil bayi sampe 12tahun… Hahaha… gak apa-apa dong kalau Cakka peluk-peluk mereka kan imut-imut… Lagi pula kakak juga kan pernah bilang sendiri kalau pelukan Cakka itu menenangkan… Jadi dari hipotesis Kakak itu Cakka kembangkan bahwa orang kalau dipeluk akan merasakan ketenangan apalagi yang meluk orang ganteng seperti adikmu ini loh…”Tutur Cakka panjang lebar diakhiri oleh kenarsisan.

Zahra mengernyitkan dahinya lalu menonjok lengan Cakka…

“Ish… sakit tahu kak… Orang lagi nyetir juga… main tonjok… kalau kita celaka gimana?”

“Kamu narsis tauk…”

“Ehhh… tapi bener loh Ya kan?”

Zahra terdiam, Sebenarnya yang dikatakan Cakka itu ada benarnya juga… Soalnya dari kecil kalau Zahra sedang sedih Cakka yang selalu menenangkannya dan pelukannya itu memang menenangkan… Semasa SMA, waktu Zahra disakiti oleh Pacarnya juga Cakka yang menenangkannya walaupun dengan belaiannya tapi itu memang menenangkan… Bahkan sewaktu Ia sakit, Hanya dipeluk Cakka… beberapa Jam kemudian sakitnya sembuh… Aneh memang, Dan dia berpikir mungkin karena mereka kakak beradik jadi ada ikatan batin… Tapi bagaimana dengan Oik tadi?

>>>>>>>>>>>>>>>>

Pagi-pagi Shilla sedang sarapan melahap roti yang dilapisi selai kacang kedalam mulutnya ketika bel rumahnya berbunyi…
Setelah meneguk susu Shilla segera beranjak dari ruang makan menuju pintu rumahnya untuk membuka pintu rumahnya tersebut…

Tampak Seorang Pria tampan didepannya memakai kemeja hitam menyapanya…

“Good morning princess…”

“Cakka,,, tumben jam segini sudah datang?”

“Bukannya disapa balik malah ditanya yang macam-macam…Aku pulang nih…”Kata Cakka sambil membalikan badannya hendak pergi tapi tangannya ditahan Shilla

“Iya deh… iya… Good morning Too my Prince…tumben jam segini sudah datang…?”

“Gitu dong… ya kebetulan bangun pagi aja…hehehe”

“Ih… Cakka mah gitu…”Ucap Shilla manyun…

“Jangan manyun gitu dong jelek…”Kata Cakka sambil mencubit hidung Shilla…

“Ahhh… Cakka… sakit tahu….”

“Udah yuk berangkat…”

“Bentar aku ambil tas dulu…” Kata Shilla kemudian masuk kedalam rumahnya kembali dan tak beberapa lama keluar lagi… Merekapun menuju mobil Cakka dan melaju kerumah sakit…

Tiba dirumah sakit mereka segera mengambil pakaian dokter mereka dan seperti biasa berjalan beriringan menuju ruangan mereka masing-masing dan seperti biasa juga semua mata pasti tertuju pada kedua pasangan dokter itu…
Kali ini Cakka praktek pagi untuk dokter anak jadi dia dan Shilla searah… Shilla akan keruang bedah… Ruang bedah berada sebelum Klinik anak… Jadi Shilla duluan masuk kedalam ruangannya… dan Cakka melanjutkan perjalanannya menuju tempat prakteknya setelah saling pamit dengan Shilla…

>>>>>>>>>>>>>>>>

“Shilla… Boleh kakak bicara sebentar dengan kamu?Ada waktu kan?”Tanya Zahra ketika Shilla baru keluar dari ruang bedah…

Shilla membuka masker yang sedari dipakenya…

“Ya… kenapa kak?Ada kok... Shilla udah selesai”

“Jangan disini… Kita bicara dikantin ayo…”

Zahra dan Shilla menuju ke kantin…Setelah memesan 2 cangkir teh hangat merekapun berbicang-bincang…

“Shilla… kamu sama Cakka gak lagi ada masalah kan?”

“Hmm… gak kok kak… malah tadi kita bareng datangnya Cakka jemput aku… Memang ada apa yah kak?”

“Oh gak… Cuma nanya doang… beneran kan? Belakangan ini kalian gak punya masalah gitu?”

“Ada sih… kemarin… tapi udah gak usah dipikirinlah kak…”

“Kalau kakak boleh tahu masalah apa?”

“Itu kak kemarin Shilla keruangan Cakka… trus Shilla mergokin Cakka sedang memeluk seorang Gadis…”

Zahra yang meminum tehnya tersendak…

“Eh... kenapa kak?”

“Gak apa-apa kok… seorang Gadis?”

“Ia… tapi katanya itu pasiennya…”

“Dan kamu percaya gitu aja?”

“Hm… pecaya kok kak… Aku udah lama pacaran sama Cakka jadi harus saling percaya… Lagi pula Gadis yang ia peluk itu Cuma Gadis yang berumur 17tahunan sepertinya…”

“Hei Shilla… Cinta itu gak memandang umur…”

“Kok kak Zahra berkata seperti itu?” Tiba-tiba wajah Shilla berubah…

Sepertinya tadi Zahra keceplosan… Setelah melihat adegan kemarin Zahra jadi berpikir kalau ada sesuatu yang special antara Cakka dengan Gadis yang bernama Oik itu…

“Oh… gak kok… lupakan… aku Cuma em… anu… belakangan ini kamu jarang main kerumah jadi aku kira kamu dan Cakka punya masalah…”

“Oh… Gitu ya kak… Gak kok… aku gak ada masalah sama Cakka… cuma emang Cakka terlalu akrab dengan pasien-pasiennya gitu…”

“Trus kamu gak cemburu?”

“Ya cemburulah kak… perempuan mana yang gak cemburu… tapi aku tahu kok Cakka kan kerjaannya memang mengharuskan dia dekat dengan pasien-pasiennya…”

Zahra manggut-manggut… Sebenarnya Shilla sangat merasa was-was setelah perkataan Zahra yang barusan tapi dia berusaha biasa saja didepan Zahra…

>>>>>>>>>>>>>>>

Seorang anak kecil masuk kedalam ruangan Cakka… anak kecil itu kira-kira berumur 5 tahun segera duduk dibangku didepan Cakka…

“Selamat siang adik kecil… Siapa namamu?”

“Namaku… Silvi Doktel…”

“Silvi? Nama yang bagus… kesini sama siapa?”

“Sama Mama Doktel..”

“Terus mamanya mana?”

“Silvi… jangan nakal kamu…”Tiba-tiba masuk seorang Wanita…

“Eh.. maaf Dok… anak saya bawel…”

“Gak apa-apa kok namanya juga anak-anak… Gimana?”

“Gini dok… Anak saya belakangan ini ditangan dan kakinya sering timbul bintik-bintik merah…”

“Boleh saya lihat…?” Cakka melihat tangan dan kaki gadis kecil tersebut…

“Oh… ini gak apa-apa… Cuma alergi biasa… mungkin karena lingkungan tempat dia bermain tidak streril jadi dia terkena alergi… saya akan memberikan resep beberapa salep ada aturan pemakaiannya yah…”Kata Cakka sambil menuliskan beberapa nama-nama salep disebuah resep…

“Oh… terima kasih yah Dok…”

“Sama-sama…”

“Saya permisi dulu…”

“Da...da doktel…”Kata anak kecil itu sambil melambaikan tangannya…

“Da...da Silvi…”Cakka melambaikan tangannya…

Ibu dan anak itu keluar dari hendak keluar dari ruangan Cakka...

“Ma.... kalau aku udah besal... aku mau jadi doktel kayak om itu... tlus pengen punya pacal kayak doktel itu... ganteng...”

“Sssst masih kecil kamu...”

Cakka tersenyum geli mendengarkan percakapan Ibu dan anak itu...

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Seorang wanita dengan jas dokter... memperhatikan sekitarnya... kiri dan kanan... Setelah dirasanya cukup aman... Dia membuka pagar besi pembatas yang tinggi itu lalu masuk kepekarangannya dan menuju kesebuah taman ditempat tersebut...
Duduk didekat airmancur sambil termenung...

Tiba-tiba seseorang memegang pundaknya....

Wanita itu dengan segera menoleh kearah orang yang memegang pundaknya itu

^.^.^.^.^.^.^.^.^.^.^.^.^.^.^.^.^.^.^

Senin, 26 Juli 2010

Behind The Scene - IV - *maap pendek* -_-

Behind The Scene IV

Seorang cowok turun dari mobilnya Oik …. Dia membuka pintu samping mobil tersebut tak beberapa lama Oik turun…. Merekapun berjalan bersama menuju area swimming pool tempat dilaksanakan ulang tahun Zahra….

“Gue ke toilet dulu yah…” Kata Oik kepada cowok itu…
“Oke … Tapi jangan lama-lama yah Oik … soalnya kan gue orang asing disini…” Kata cowok itu…
“Iya…. Iya….” Oikpun beranjak dari situ

Sementara itu…... Cakka sedang mencari-cari Acha yang gak tahu kemana…
Tiba-tiba …. “Byuuuurr” Seseorang jatuh dikolam berenang….
Cakka kaget dia segera menuju kekolam berenang dan tenyata yang jatuh adalah….. Oik…..
Dia terkena tak sengaja menabrak seorang pelayan dan dia jatuh ke kolam berenang….
Tanpa pikir panjang Cakka yang melihatnya langsung terjun ke kolam berenang untuk menyelamatkan Oik… Dia tahu Oik tak tahu berenang….
Oik sudah timbul tenggelam dikolam berenang Cakkapun segera menyelamatkannya lalu membawa Oik ke tepi kolam berenang….
Zahra panic … “Cakka bawa Oik ke dalam aja ….” Kata Zahra dalam keadaan panic
Cakka yang menggendong Oik segera membawa Oik kedalam bersama Zahra…..
Kemudian meletakannya di sebuah kursi sofa… Oik masih terlihat lemah….
“Oik kamu gak apa-apa kan?? Maafin pelayan yang tadi yah…”Kata Zahra..
“Ia… gak apa-apa…” Kata Oik dengan suara yang masih melemah…
“Cakka lu Jaga Oik disini dulu yah…gue mau ngambil pakaian untuk Oik yang udah basah… untung gue bawa cadangan tadi…..tapi lu gimana lu juga kan basah?” Tanya Zahra
“Gue gak apa-apa kok…. Gue juga bawa cadangan di mobil ntar gue ambil kalau lu udah balik…”Kata Cakka…
“Oh yaudah…” Zahrapun melangkah pergi dari situ….
Sepi sunyipun melanda…. (?)
“Cakka…. Ma… makasih yah udah nolongin gue….”Kata Oik dengan suara yang masih lemah…
“Iya sama-sama Oik…” Kata Cakka tersenyum kepada Oik…. Kemudian mereka saling bertatapan mata…

Tiba-tiba…….

“Oikkk…….lu gak apa-apa kan??? Gue dengar tadi lu jatuh yah di kolam berenang…. Duh maafin gue yah tadi gak jagain lu…” Kata seorang cowok yang tiba-tiba masuk…
Tak lama setelah cowok itu masuk….
“Cakka….lu sama Oik gak apa-apa kan?” Acha tiba-tiba masuk kedalam….
Acha yang baru masuk melihat cowok itu dan cowok itu juga melihat Acha….terjadi tatap menatap antara cowok itu dan Acha….
“Ozy…..” Kata Acha tiba-tiba….
“Acha…. Long time no see….” Kata Cowok yang bernama Ozy itu….
“Datang kemari kok gak bilang-bilang….” Kata Acha…
“Kejutan…hehehe”
“Lo datang kesini sama Siapa?”
“Sama Oik…… Lo?”
“Sama Cakka….”
Sementara Acha dan Ozy bercakap-cakap.. Oik dan Cakka hanya menonton percakapan mereka berdua dengan wajah kebingungan….
Acha dan Ozy mendekati Cakka dan Oik…
“Oh ya Cakka,, kenalin ini Ozy cimon gue yang waktu itu gue ceritain haha… tapi sekarang udah jadi sahabat…” Kata Acha sambil memperkenalkan Ozy…
Ozy mengulurkan tangannya… “Ozy…”
“Cakka…” Sambil menyambut uluran tangan Ozy….
“Oh jadi lu yang namanya Cakka….” Kata Ozy sambil menatap Oik… Oik seperti memberikan sebuah kode kepada Ozy….
“Oh ya Zy… kamu sama Oik kenal dari mana?”Tanya Acha…
“Oh.. kita kenal dari FB… teman chatting gue…”Kata Ozy…
Tiba-tiba Zahra datang….
“Eh pada rame-rame…mmm… kalian boleh keluar sebentar gak? Oik mau ganti baju dulu… kasian kan basah kuyub begini….”Kata Zahra ditangannya sudah ada sebuah gaun miliknya yang dia sengaja bawa sebagai cadangan… ternyata berguna juga….
“Iya… sekalian gue mau ngambil baju gue dimobil…” Kata Cakka…
Merekapun keluar dari ruangan itu…..
“Mmmm….. gue ke mobil dulu yah… mau ngambil baju…”Kata Cakka…
“Biar aku aja yah yang ngambilin …”Kata Acha…
“Tapi Cha….” Cakka berusaha mencegah Acha tetapi Acha udah melangkahkan kakinya…
“Udah kamu tunggu disini aja bareng Ozy… sekalian mengakrabkan diri…hehehe…” Kata Acha lalu pergi dari situ….
“Lu beruntung yah,,, Acha itu baik banget loh….” Kata Ozy pada Cakka selepas kepergian Acha..
“Loh kok gue???? Lu yang beruntung bisa sahabatan sama Acha…” Kata Cakka… Ozy hanya tersenyum….
Cakka melanjutkan perkataannya…. “Lu juga beruntung bisa dekat dengan Oik…..” sepertinya Kali ini dengan penuh perasaan..
“Gak seperti yang lu kira….. karena sebenarnya lu yang beruntung bisa disayangi 2 cewek yang baik banget…Jangan sia-siain mereka…”Kata Ozy lalu menepuk pundak Cakka…
Acha datang dengan membawa pakaian Cakka…
“Ini Cakka…” Cakkapun mengambilnya…
Secara bersamaan Zahra dan Oik keluar dari ruangan tadi….
“Masih disini toh…?” Kata Zahra..
“Iya nih Zah…” Kata Acha…
“Oik sama gue aja dulu yah… takutnya dia masih lemah…. Kita duduk disana yah Oik”Kata Zahra sambil menunjuk sebuah bangku taman yang tak jauh dari situ…
“Gue ikut dong…” Kata Acha….
“Ayo…. Kalian berdua?” Tanya Zahra kepada Ozy dan Cakka…
“Oh.. gue mau ganti baju dulu…. Ntar nyusul….” Kata Cakka..
“Gue ikut … Oik kan datang kesini bareng gue… jadi gue harus jagain Oik…” Kata Ozy
Merekapun pergi…. Cakka masih bingung dengan perkataan Ozy tadi…
Ia lalu masuk kedalam ruangan tadi untuk mengganti pakaiannya….
Setelah selesai Ia hendak bergabung dengan Oik dan kawan-kawan… terlihat Shilla sudah berada diatas panggung…
“Guys,,, malam ini gue bakalan bawain lagu buat kalian tapi gak sendiri…. Nanti akan ada yang nemenin gue…. Dia yang nanti bakal jadi partner gue di project duet gue…. Pokoknya kalian tunggu aja kejutan dari kita”Kata Shilla … kemudian dia turun dari panggung menuju tempat Cakka…
Lalu menarik Cakka keatas panggung…..
“Lu ngapain sih Shilla?”Tanya Cakka sambil berbisik pada Shilla…
“Temenin gue nyanyi… anggap aja ini latihan sebelum kita pentas bareng…”Kata Shilla berbisik pada Cakka….
“Oh ya guys,, ada yang mau usul lagu???” Tanya Shilla….
Ada yang bilang jangan memilih… ada yang bilang 50 tahun lagi… ada yang bilang ada cinta .. ada yang bilang my heart… tetapi akhirnya mereka memutuskan menyanyikan Lagu My Heart…
Cakka mengambil sebuah gitar diatas panggung tersebut lalu mulai memetiknya…
“Lagu ini kita persembahkan buat Zahra yang sedang berulang tahun… Happy Bday Zah….” Kata Shilla…. Selesai Shilla mengatakan itu… Cakka memulai menyanyikan bait pertama lagu tersebut ….. Semua seperti tersihir mendengar dan melihatnya….
Selesai mereka menyanyikan lagu tersebut merekapun turun dari panggung… Cakka jadi tak enak untuk bergabung bersama Oik dan kawan-kawan…
Shilla juga sudah ditarik Rio….. Acha yang melihat Cakka beranjak dari situ mendekati Cakka…
“Cakka…. Lu kok gak bilang kalau lu mau duet sama Shilla nanti?”
“Maaf yah…gue gak bermaksud nutupin … lu marah ya sama gue? ” Kata Cakka dengan penuh rasa bersalah
“Gak apa-apa kok gue gak marah…. Lagi pula itu kan karir lu..jadi buat apa gue marah… gue yakin keputusan yang lu ambil baik buat diri lu…. Udah gak usah rasa bersalah kayak gitu…gabung yuk…” Kata Acha sambil menarik Cakka…
Tiba disana Cakka melihat Oik menatap dirinya dengan tatapan yang beda sepertinya ada kekecewaan .. itu yang membuat Cakka makin merasa bersalah….
“Zy… Kita pulang yukk… kayaknya gue masuk angin nih… gak enak badan…” Kata Oik tiba-tiba…
“Loh kok pulang sih?kan acaranya belum selesai….”Kata Zahra…
“Sorry yah Zah… gue gak enak badan nih tiba-tiba…mungkin pengaruh tadi kali yah… Selamat ulang tahun yah Zah… Zy kadonya mana tadi….?”Kata Oik sambil Cipika-cipiki sama Zahra..
“Oh ya ntar gue ambil…”Kata Ozy lalu beranjak dari situ….
Sebenarnya bukan itu alasan sebenarnya Oik pulang duluan dari situ…. Ia hanya tak ingin lama-lama berada di dekat Cakka… karena sebuah perasaan aneh selalu ada dalam dirinya ketika dekat dengan Cakka… perasaan yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata….
Tak beberapa lama kemudian Ozy kembali lalu memberikan sebuah kado kepada Zahra….
“Makasih yah…. Hati-hati dijalan yah….” Kata Zahra…
“Sama-sama…” Kata Oik sambil beranjak pergi dari situ… Cakka hanya bisa memandang kepergian Oik tersebut…..


Sementara itu Oik dan Ozy baru masuk kedalam mobil…
“Oik gue tahu kok lu pengen pulang bukan karena itu….. tapi hal lain kan?....”Kata Ozy…
“Zy… Gak usah bahas itu yah…..Ayo pulang…”Kata Oik..
“Gue tahu lu Ik.. meski gue hanya kenal lu lewat dunia maya tapi gue kenal sifat Lu….”Kata Ozy…
Oik menarik nafas panjang-panjang…. Dia tak membalas perkataan Ozy tadi….
Ozypun menyalakan mobil itu lalu keluar dari area parkiran tersebut…
Seperti biasa wartawan masih menunggu didepan gerbang sepertinya heboh ketika mobil Oik keluar sebelum waktunya….
Wartawan heran kenapa Oik pulang sebelum Acara selesai….. Merekapun menyimpan sejuta Tanya….

Didalam acara berlangsung dengan meriah…. Sekitar jam 10 Malam baru acara selesai….
Walaupun larut malam para wartawan tetap setia menunggu didepan gerbang,,, haha salut sama wartawan walaupun udah berulang kali diusir tapi tetap gak mau menyerah (?)
Setelah selesai acara tersebut baru wartawan diperkenankan masuk melihat sisa-sisa pesta tersebut (???)

==========]

Oik bangun pagi itu dengan malas …. Badannya serasa sakit semua karena kejadian kemarin di ulang tahun Zahra…. Tapi dia harus kuat….. Karena hari ini banyak Job yang menunggunya….
Tiba-tiba Ify masuk kekamarnya… membawakan sarapan….
“Pagi Oik…. Gimana pestanya tadi malam….?” Tanya Ify
“Seru kok kak….”Kata Oik…
“Kamu boong sama kakak yah? Katanya Ozy kamu jatuh yah dikolam berenang? Tapi ditolongin Cakka?....” Oik hanya menganggukan kepalanya….
“Trus kenapa kamu minta pulang duluan?” Tanya Ify…
“Hmmm…. Oik Cuma gak enak badan kok kak… masuk angin kali makanya Oik minta pulang….”Kata Oik…
“Kalau begitu kamu jangan dulu kerja hari ini…. Ntar kakak cancel dulu semua jadwal kamu hari ini yah…” Kata Ify hendak mengambil BBnya…
“Gak usah kak….Oik udah baikan kok….”Kata Oik mencegah kakaknya itu…
“Beneran Ik?” Ify meyakinkan…
“Iya….kak…”
“Yaudah kalau gitu kamu sarapan dulu baru siap-siap ke TrendzTV…” Kata Ify lalu keluar dari kamar Oik…

==========]

Cakka sudah bersiap-siap dengan gitar hitamnya didepan pintu….
“Roooooy…. Cepetan dong nanti telat…..” Cakka memanggil managernya…
“Ia sabar… bawel ….”Kata Manager Cakka lalu keluar dari rumah tersebut… Merekapun menuju ke Mobil Cakka yang terparkir tak jauh dari situ… Cakka menyuruh managernya itu untuk membawa mobilnya… Soalnya Cakka malas untuk menyetir….
Merekapun melaju dijalan ibukota menuju sebuah perusahaan label rekaman… Yap hari ini Cakka akan mulai rekaman duetnya bareng Shilla…..
Sebenarnya Cakka masih kesal kepada Shilla karena membocorkan duet mereka di acara ulang tahun Zahra… untung saja acara ulang tahun Zahra itu private party jadi yang tahu hanya kalangan selebritis aja…. Semoga aja tidak ada selebritis yang bermulut ember membocorkan itu semua kepada wartawan … kalau gak bisa berabe juga urusannya…
Ketika Mobil Cakka hendak memasuki kantor tersebut Cakka dikagetkan dengan banyak sekali wartawan yang berada dihalaman kantor tersebut…

“Roy,,,muter balik…Cepetan…”Kata Cakka…
“Loh kenapa Cak?”Tanya Manager Cakka…
“Lu gak liat itu wartawan banyak sekali…. Buruaan sebelum mereka liat kita…”Kata Cakka..
Manager Cakkapun memutar balik arah mobil tersebut….
“Huh gila… kok mereka bisa tahu sih kalau hari ini gue mau rekaman….?”Kata Cakka…
“Ada yang bocorin kali….”
“Iya… kemarin tuh di Ultahnya Zahra…. Shilla bilang kesemua orang kalau kita bakalan jadi teman duet…”
“Tapi kan pestanya Zahra private.. apa ada seleb yang ngebocorin?”Kata manager Cakka bingung..
“Ah gue juga pusing…mending lu telpon ... Pemilik label trus lu Tanya ada jalan lain kagak gue buat masuk ke dalam biar gak dilihat pers…”Kata Cakka
Managernya pun segera mengambil ponselnya lalu menelepon Pemilik label tersebut….
“Halo selamat pagi pak…”
“Iya selamat pagi….”
“Ini Roy pak manager Cakka… begini pak kita tadi udah dari kantor Cuma muter lagi soalnya banyak pers .. gimana tuh pak kita gak bisa masuk…”
“Iya nih gak tahu juga kayaknya ada yang ngebocorin deh…. Mending kalian lewat belakang aja Cuma takutnya wartawan udah tahu mobil Cakka… sama aja…”
“Emang pak gak ada jalan lain yah buat masuk kedalam?”
“Cuma jalan belakang kalau mau… Shilla juga udah disini…. Suruh Cakka cepat yah… soalnya kita udah mau take… nanti terlambat…”
“Oke pak … makasih yah…”Kata Manager Cakka lalu menutup telepon…
“Gimana?” Tanya Cakka…
“Katanya kita lewat belakang bisa cumanya takut tetap ketahuan soalnya mobil lu ini kan udah dikenal wartawan….” Tiba-tiba Cakka jadi punya ide…..
Merekapun menjalankan ide tersebut… Cakka menelepon Ray saudara sepupunya…
“Halooo Ray lu dimana?”
“Gue dirumah…”
“Pinjam mobil lu yah sebentar…”Kata Cakka…
“Buat apaan?”
“Ntar Gue jelasin.. pokoknya lu bawa aja mobil lu ke Jln.Bhayangkara gue tunggu disini… cepetan penting…”Kata Cakka…
“Oke…. Tunggu 5 menit lagi gue nyampe…” Kata Ray…
Rumahnya Ray memang tak jauh dari situ… 5 menit kemudian Ray sampe membawa mobilnya… Cakkapun mejelaskan maksud dan tujuannya meminjam mobil Ray….
Raypun setuju….mereka segera berganti mobil… Ray membawa mobil Cakka sedangkan Cakka dan Managernya membawa mobil Ray… setelah itu sama-sama menuju tempat tadi….
Ray yang mengendarai mobil Cakka masuk kedalam tetapi seolah-olah memutar arah karena melihat wartawan…
Wartawanpun mengejar mobil Cakka yang dikendarai Oleh Ray…
Setelah sepi barulah Cakka dan Managernya yang mengendarai mobil Ray masuk lewat belakang kantor tersebut kemudian masuk kedalamnya dengan aman….

“Maaf Pak lama….. abis harus kibulin wartawan dulu baru bisa masuk….” Kata Cakka….
“Yaudah gak apa-apa…. Cepetan masuk sana kedalam..”Kata Pemilik label tersebut…
Cakka mengambil gitar hitamnya lalu masuk kedalam….

Sementara itu .. Ray yang dari tadi dikejar-kejar wartawan karena membawa mobil Cakka jadi pusing karena wartawan berhasil mencegat mobilnya….
Dalam hatinya : “Begini yah rasanya jadi artis…ogah deh gue jadi artis…”
Seorang wartawan mengetuk kaca jendela mobil sambil memanggil nama Cakka… disusul beberapa wartawan lain…. Raypun membuka kaca jendela mobil….
“Mbak-mbak dan mas-mas saya bukan Cakka…” Kata Ray yang membuat wartawan kaget karena yang didalam bukan Cakka…
“Trus anda siapa?” Tanya salah seorang wartawan..
“Saya Ray sepupunya Cakka….”
“Kenapa mobil Cakka bisa anda yang bawa?”
Dalam hati Ray : “Bacot deh nih wartawan pengen gue tabok” hahahaha
“Yah saya pinjam Cakka kan sepupu saya…”
“Trus Cakka kemana dong?”
“mana gue tahu…”
“Trus kenapa tadi belok ke perusahaan label rekaman tadi?”
“Aduhhh saya salah belok…udah yah mas-mas dan mbak-mbak yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik…. Gue jalan dulu….dada…”Kata Ray sambil menutup kaca jendela mobil tersebut….
Terlihat beberapa wartawan masih mengetuk kaca jendela dan menanyakan keberadaan Cakka tapi tak di gubris Ray diapun kembali menyalakan mesin mobilnya lalu pergi dari situ…
Para wartawan merasa dikibulin -_______-..

Continue~

Kamis, 22 Juli 2010

Behind The Scene - III –

Behind The Scene - III -

Hari ini adalah hari pertama dimana Cakka Akan memulai profesi barunya….
Pemikiran yang panjang sebelum dia memutuskan untuk menerima tawaran tersebut…
Seperti biasa mobil berplat nomor C 4 KKA melaju menyusuri jalan ibukota lalu berhenti di sebuah perusahaan Label rekaman….
Cakka dan Managernya segera keluar dari mobilnya … Tapi berbeda kali ini Cakka tampak membawa sebuah tas gitar berwarna hitam…. Merekapun masuk kedalam…
Seorang pria sepertinya dari tadi sudah menunggu…. Setelah disambut oleh pria itu mereka masuk kedalam ruangan pria itu yang adalah pemilik label rekaman tersebut…
Tujuan mereka kesana adalah menandatangani kontrak kerja…
Kira-kira 30 Menit berada diruangan tersebut … Merekapun Keluar….
Diluar sudah ada seorang gadis cantik yang menunggu….
Dia adalah Ashilla Zahrantiara yang bakal jadi teman duet Cakka nanti….
“Cakka…. Ini yang akan jadi partner kamu….”Kata Pria itu
“Shilla…” Shilla mengulurkan tangan pada Cakka sambil menebar senyumannya..
“Cakka...” Kata Cakka sambil membalas uluran tangannya…
“Oh ya ini ada lagu ciptaan Obiet yang bakal kalian bawain untuk Single kalian yang pertama coba deh didengar dulu… supaya nanti kalian duetnya bisa bagus…” Kata Pemilik label tersebut sambil memberikan sebuah kaset dan lembaran kertas kepada mereka….
Obiet adalah pencipta lagu yang sangat berbakat... lagu ciptaan selalu menjadi Hits.. Meski usianya baru sepantaran Cakka tapi dia berhasil meraih beberapa penghargaan pencipta lagu muda berbakat…
Cakka dan Shillapun serius mendengarkan musik serta membaca lirik dikertas itu…. Tampak sesekali Cakka menyetem gitarnya untuk menyamakan nada….
Sedangkan Manager Cakka malah asik tidur di sofa tak jauh dari situ, Dasar!! Bukannya kerja malah tidur… hehehe

********

“Oik…. Kakak mau bicara…” Kata Ify.. Oik yang baru selesai Take untuk pembuatan Video Klipnya yang terbaru duduk disamping Kakaknya itu…
“Ada apa kak?”
“Kamu tadi baca tabloid ini yah?” Kata Ify sambil menyodorkan tabloid beken…
“mmm… Iya ka.. Kakak udah baca?”
“Udah…..”
“Owwhhh” Kata Oik sambil memalingkan wajahnya ke arah yang berbeda….
“Oik …. Mungkin sudah saatnya lu baikan dengan Cakka…. Kelihatannya Cakka sangat berharap agar kalian saling bicara lagi….”
Oik menarik nafas panjang-panjang….
“Oik tahu Cakka gak sepenuhnya salah … tapi Oik kecewa aja sama Cakka… lagipula Cakka juga gak pernah minta maaf sama Oik….”
“Tapi Oik,, gak ada salahnya kan kalau Oik yang mulai duluan…”
“Udah deh kak… jangan dulu bahas masalah ini… Oik mau focus sama karir Oik dulu….” Kata Oik sambil beranjak dari situ…


Oik masih berpikir tentang apa yang dibilang Kakaknya tadi….. Sebenarnya dilubuk hatinya yang paling dalam dia ingin sekali bisa saling sapa dengan Cakka…. Tapi keadaannya sekarang sangat tidak memungkinkan…. Apalagi besok singlenya ini akan diluncurkan…
Besok akan menjadi hari yang paling penting untuk Oik setelah beberapa bulan dia merilis single ini akhirnya besok semua akan tahu kalau Tak ada lagi Oik sang Aktris dia telah bermetamorfosis menjadi Oik sang penyanyi….. Mulai besok hidupnya akan berubah tak ada lagi sandiwara melainkan alunan merdu suaranya yang akan menghiasi hari-harinya….
Tak ada lagi waktu untuk memikirkan Cakka… Ia harus focus dengan karirnya yang baru ini,,, Cakka hanyalah masa lalunya entah kapan mereka bisa saling sapa lagi.. Karena kehidupan Oik yang sekarang Akan membawanya Jauh dari Cakka….

Sementara itu dibeberapa rumah produksi sedang kebingungan karena Ratting Sinetron mulai menurun… bahkan banyak E-mail yang masuk meminta sinetron yang bintang utamanya Cakka dan Oik… sehingga membuat para produser dan sutradarapun pusing 7 keliling…
Mereka mencoba menghubungi Cakka maupun Oik tapi susah sekali…
Mereka seperti hilang ditelan bumi (?)


=============

“Cakka….. ada tawaran beberapa sinetron nih… lu masih mau main sinetron kan?”Tanya Manager Cakka sambil membawa beberapa lembar kertas….
“Boleh… Cuma gue gak mau jadi peran utama…. Peran pembantu kek yang hanya beberapa episode trus mati atau apa kek gitu…” Kata Cakka ceplas ceplos…
“Waaaahh sembarangan aja lu…. Gila apa…. Tapi sepertinya ini gak ada buat peran pembantu,… aneh ya lu… artis lain susah tahu dapet peran utama lu nolak begitu aja,…parahh…sekalian aja lu jadi figuran..waktu itukan lu yang bilang sambil menyelam minum air…lah ini kayaknya sambil menyelam tenggelam..”Kata Manager Cakka…
Cakka hanya mengangkat kedua pundaknya lalu pergi begitu saja menuju kamarnya….
“heiii Cakka gue belum selesai ngomong…..” Kata Manager Cakka…
Cakka tak menggubrisnya dia terus saja melangkahkan kakinya…. Sedangkan Managernya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya….

Belakangan ini memang jadwal Cakka tak sepadat dulu…. Bukan karena sepi tawaran .., banyak banget malah tawarannya Cuma ditolak…
Dia mau bersantai sejenak sambil mempersiapkan duetnya bareng Shilla nanti.

Cakka tidur di ranjangnya… lalu menyalakan TV menggunakan Remote yang ada disampingnya… sebenarnya malas sekali dia untuk nonton TV karena trauma gossip-gosip yang dulu… haha
Pas Cakka menyalakan TV … ada sebuah acara Musik yang menayangkan Video Klip Single Perdana Oik …. Cakka Kaget Melihat video Klip tersebut…..
Setelah Video Klip itu diputar… ternyata Oik juga hadir distudio tersebut…..

“Hai Oik…..”Kata salah satu presenter Acara tersebut yang bernama Dea
“Hai Juga…..” Balas Oik dengan senyumannya yang manis…
“Gimana kabarnya Oik?” Tanya salah satu presenter yang bernama Debo
“Alhamdulilah Baik…”
“Oh ternyata belakangan ini Oik jarang muncul di TV karena mempersiapkan Single perdananya toh…..” Kata Dayat salah satu presenter diacara tersebut…
Oik tertawa kecil “Iya…”
“Terus gimana dengan main sinetron,film… apa mau ditinggalkan untuk jadi penyanyi? Kan kita pernah main film bareng yah Oik jadi pasangan juga yah Oik….” Kata Dayat sambil merangkul Oik… Melihat kelakuan Dayat … Debo dan Dea segera menarik Dayat….
“Yeee… genit lu….” Kata Dea…
“Biarin lu cemburu yah?”Goda Dayat…
“Ahh egakk……kata Dea…” Oik malah tertawa melihat tingkah mereka…. Tawa yang sudah lama tak dilihat Cakka…
“Iya, waktu itu pernah main bareng di Just Love yah? Aku jadi Reska... Dayat jadi Nino… kita sahabat kecil yang terpisah yah…” Kata Oik…
“Nah itu betul … waktu itu kita main bareng sama Irsyad, Nadya, Sivia, Alvin, Gabriel, Zahra, Acha dan.. Cakka…” Ketika Dayat menyebut nama Cakka wajah Oik tiba-tiba berubah jadi aneh…
“Oh ya Oik ... gimana Hubungannya sama Cakka…” Kata Dea… Oik kaget dengan pertanyaan Dea…
“Ah… Lu apa-apaan sih ini kan acara musik bukan gossip….”Kata Debo….
“Debo… cemburu….oowwwhh…” Kata Dea sambil bernyanyi gaya dangdut,,,
“Ah engaaaaak…” Terjadi kejar-kejaran antara Dea dan Debo jadi kacau deh tu acara….
Oik tertawa lagi…. Cakka yang menonton ikut juga tertawa….
“Udah Oik… gak usah di gubris udah biasa…..” Kata Dayat…
“Oh ya Oik yang tadi belum dijawab pertanyaan Gue?”
“Yang mana?”
“Yang soal main sinetron ama Film….” Debo dan Dea selesai kejar-kejaran langsung bergabung dengan Dayat dan Oik….
“Oh… itu.. mungkin Oik bakal vakum dari dunia acting atau bahkan meninggalkan dunia akting.. soalnya Oik pengen focus sama karir Oik yang baru.. Oik juga dari kecil pengen banget jadi penyanyi….”
“Yaaaa…. Jangaaan…” Kata 3 D serempak….
“kamu kan berbakat dibidang itu… apalagi kalau main bareng si acak-acakan itu…..”
“CAKKKAA…” Debo dan Dayat berteriak ditelinga Dea,, menggosok-gosok kupingnya,,,,
“Iya gue juga tahu……Tapi pelan kenapa….” Kata dea yang masih menggosok-gosok kupinganya…. Sementara Cakka yang menonton malah jadi emosi gara-gara namanya dirubah-rubah gitu -_____- ….
“Oh ya Oik mau bilang sesuatu…. Pliss jangan gosipin Oik sama Cakka lagi kita gak ada apa-apanya kok… yah….” Kata Oik yang kelihatannya memohon banget…
“Yaudah nanti Oik nangis lagi hehehe….”Kata Debo..
“Oh ya Oik… boleh jelaskan konsep Video Klip kamu……?” Kata Dea
“Konsep Video klipnya mengisahkan tentang sepasang remaja yang saling cinta tapi suatu bencana alam memisahkan mereka sehingga terpisah jarak…. Tetapi keduanya tetap setia dan menunggu sampai takdir mempertemukan mereka… Mereka akhirnya dipertemukan tetapi saat si Cewek akan menghembuskan nafas terakhir….gituuuu…”Oik menjelaskan…
“Oh gitu yah? Kasian banget tu….denger-denger di video klip ini Oik memakai Kakaknya yang bernama Ify… untuk mejadi maodel video klip ini?”Tanya Dayat..
“Iya,, betul…..” Tiba-tiba Dea menarik Ify ….
“Ini dia kakak sekaligus manager Oik dan yang menjadi model video klip Oik….” Ify ikut masuk ke tengah-tengah panggung gara-gara ditarik oleh Dea dengan malu-malu…
Ify tersenyum….
“Oh ya denger-denger gossip Ify lagi deket sama Iyel yah?”Tanya Dayat…
“Ah .. deket Cuma karena sama-sama di VCnya Oik… itu doang…”Kata Ify…
“Yaudah Oik dan Ka Ify makasih sudah mampir kemari semoga sukses dengan karir barunya…”Kata Debo menutup Percakapan dengan Oik dan Ify….

Cakkapun segera mematikan TVnya lalu….
“ROOOOOOOOOOOOOOOYYYY…”Cakka berteriak memanggil managernya sepertinya kali ini dengan penuh emosi… wow o.O
“Aduh Cakka ngapain teriak-teriak begitu..kalau mau manggil gue bisa gak pelan-pelan sedikit….” Manager Cakka masuk ke kamar Cakka…
“Pokoknya sekarang juga batalin duet gue bareng Shilla…. Trus terima aja semua sinetron….”
“Whaaaatt??? Gila aja lu….kan udah tanda tangan kontrak gak bisa dong…kesambet apa lu sampe berubah pikiran 180 derajat begitu….?” Manager Cakka heran
“Lu tahu…. Oik juga sekarang beralih profesi jadi penyanyi….”
“So????” Kata Manager Cakka…
Sekarang giliran Cakka yang bingung mau jawab apaan.... Dia hanya menggaruk-garuk kepalanya .. kenapa juga dirinya bersikap seperti itu Cakka jadi pusing memikirkan semua itu… huh hidup memang rumit…..


=============


“Cakka…. Ini ada undangan pesta ulang tahunnya Zahra….harus bawa pasangan!” Kata Manager Cakka sambil menyerahkan undangan tersebut…
“Haaah?? Bawa pasangan?gue kan gak punya pasangan..”
“Yaudah pergi bareng gue aja….” Kata Manager Cakka…
“Ah… Ogah lu kira gue hombreng?? Gue masih normal kali….”
“Yaudah pergi sama Shilla aja…”
“Gak mau mending gue telepon Acha… gue pergi bareng Acha aja…”Kata Cakka lalu mengambil BBnya…
“Yaudah serah lu….”

Baru saja Cakka Ingin menekan nomor telepon masuk….
“Shilla….ngapain dia telepon gue…” Kata Cakka dalam hati
“Siapa Cak?” Tanya Manager Cakka…
“Shilla…”
“Kenapa gak diangkat…?”
“Ngapain coba dia telepon gue…”
“Lu lupa yah kalau dia bakalan jadi partner duet lu…..? sapa tahu ada yang penting… angkat gih…”
Cakkapun mengangkat telepon itu…
“Haloo...”
“Haloo Cakka….”
“Iya Shill ada apa?”
“Mmmm…. Bentar malam lu ada acara gak…”
“Ada … ulang tahun Zahra”
“Nah kebetulan gue mau juga mau ke ultahnya Zahra…Cuma gue belum punya pasangan… Lu mau gak temanin gue ke ultahnya Zahra..jadi pasangan gue?”
“Hmmmm…. Sory Shill tapi gue udah punya pasangan.. lu terlambat sih…” Kata Cakka sedikit berbohong…
“Siapa Oik?”
“Oohhh…. Bukan… bukan Oik tapi Acha…. Ini Acha nya lagi disini mau bicara dengan Acha….? ”Kata Cakka berbohong lagi -______- … Manager Cakka melihat Cakka dengan tatapan aneh… Cakka meletakan jari telunjuknya didepan bibirnya… tanda menyruh managernya diam….
“Eh… gak usah… gak apa-apa deh nanti gue ajak temen aja…. Yaudah sampai ketemu entar malam… da…”Kata Shilla buru-buru menutup teleponnya…

“Lu boong Cak….”
“Biarin ..: p” kata Cakka sambil menekan tuts BBnya….

“Haloo…Iya Cakka ada apa?”
“Cha…. Lu mau gak bareng gue ke Acaranya Zahra ntar malem”Kata Cakka yang langsung to the point ke inti permasalahan tanpa basa-basi tanpa sapa menyapa….. (?)
“Gue juga diundang tapi gak tahu mau bareng siapa…. Yaudah bareng lu aja deh…”
“Oke ntar malam gue jemput lu….jam stengah 7 Oke….”
“Oke siiipp..”
“Udah dulu yah Cha… sampai ketemu ntar malem..da..”
“Da…” Cakka menutup teleponnya…

“Siiip deh pasangan udah,… tinggal ke pestanya ntar malem….ada jadwal apa gue hari ini?”Tanya Cakka kepada managernya
“Ntar gue lihat dulu….mmmm,,, jadwal jadi bintang tamu di Invert…”Kata Manager Cakka…
“Wahhh,…. Sangat kebetulan….” Manager Cakka jadi bingung dengan perkataan Cakka…
“Kebetulan kenapa?”
“Kebetulan… Invert kan yang Hostnya Gita Puding itu?”
“Gita Tobing Cakka…. Bukan Puding -____-” Kata Manager Cakka
“Apa deh sterah gue dong…”
“Emang kenapa dia… sepertinya ada hawa-hawa yang tak baik ini…” Cakka tersenyum Nakal…
Cakka emang punya dendam kesumat sama Gita gara-gara wawancara Oik waktu itu….ditambah dialah yang menurut Cakka melebih-lebihkan gossip dia dengan Oik….
Kira-kira apa yang akan dilakukan Cakka yah???

==============

Oik baru selesai mempromosikan Single perdananya di stasiun-stasiun TV… sungguh melelahkan hari itu Bagi Oik….Apalagi hampir disemua stasiun TV menanyakan hubungannya dengan Cakka padahal udah berulang kali Oik mengatakan bahwa Dirinya dan Cakka gak punya hubungan apa-apa… Dasar!!! Maunya apa sihhh….
Tiba dirumah Oik melihat sebuah undangan terletak didepan pintu…. Diundangan itu tertulis to : Oik Cahya R…
“Apa itu Oik?”Tanya Ify yang baru saja selesai memasukan mobil kedalam garasi…
“Undangan Kak…..”
“Undangan Apa?” Oik membukanya lalu membaca…
“Ulang Tahun Zahra Kak… bentar malem…”
“Ohh…. Kamu mau pergi?”
“Oik capek kak… tapi Zahra kan teman Oik…Gimana nih? Trus ini disuruh bawa pasangan,,, Oik bawa kakak aja yah….”
“Eh enak aja… namanya pasangan tuh harus cowok lu kan cewek masa bawa kakak….”
“Trus siapa dong kak…? Oik kan jarang punya teman Cowok….”Tiba-tiba Oik teringat Cakka…
“ahhhh gak,,,gak…gak masa dia….” Oik histeris tiba-tiba…
“Oik kenapa?”Tanya Ify yang heran melihat tingkah Oik yang aneh…
“Gak kok kak… ga apa-apa yuk masuk aja…” Oik dan Ify masuk kedalam rumahnya….

Oik membuka pintu kamarnya….. lalu tanpa ganti baju langsung berbaring diatas ranjangnya….
Tak lama kemudian dia mengambil laptopnya yang tak jauh dari situ….
Diapun segera membukanya… lalu menekan alamat salah satu situs jejaring social…
1 pemberitahuan Baru Oikpun membukanya … ada sebuah pesan dinding….
“Oik aku baru tiba di Indonesia ….. sebentar jam 3 aku main ke rumahmu yah….”
Oik kaget membaca pesan itu…. Segera melihat jam ditangannya…. Dan ternyata jam menunjukan pukul 14:55 itu berarti Lima menit lagi orang itu Akan datang ke rumah Oik….
Tiba-tiba … ting tong….. Suara bel rumah Oik berbunyi….
Oik berpikir dalam hati “ Jangan… Jangan itu……..”

==========

Cakka baru saja tiba di Studio Invert…. Pikiran-pikirannya yang jahil sudah menumpuk dikepala untuk mengerjai si puding itu…hahaaa….
Cakka segera turun dan masuk kedalam studio tersebut…. Dia mencari-cari Gita pandangannya mengarah dari ujung sudut ruangan tapi tak terlihat batang hidung Gita….
“Nyari siapa sih Lu Cak...?” Tanya Manager Cakka..
“Puding…” Jawab Cakka singkat…
“Sebenarnya apa sih yang ada dipikiran lu dari tadi?”Tanya Manager Cakka
“Ada deh….” Kata Cakka…
Tenyata yang ditunggu-tunggu datang juga,,,
“Haii Cakka….” Gita menyapa…
“Hai juga puding..” Gita heran mendengar kata puding diakhir kalimat tadi..
“eh maksudnya Gita….” Kata Cakka
“Ayo silahkan masuk Cakka…”Kata Gita mempersilahkan Cakka masuk
Sampai didalam ternyata bukan Gita yang mewawancarai Cakka tetapi Patton…
Segala ide jahil Cakka yang dipikirkan Cakka gak jadi deh dilaksanakan… hahaha…


#######


Oik Membuka pintu rumahnya….
“Hai Oik… Good Afternoon…” Seseorang menyapa Oik
“Hai…. Juga…. Lo????”Oik seperti mengingat-ingat ….


********


Waktu menunjukan pukul 17.30 WIB itu berarti tersisa 1 Jam lagi Cakka mempersiapkan diri untuk pergi ke Pesta Ulang tahun Zahra…
Dan Cakka baru saja selesai wawancara… Belum ada pesiapan dari tadi…
Setelah keluar dari studio Invert … Cakka dan Managernya segera melaju menuju sebuah butik tak jauh dari situ…. Merekapun turun tak beberapa lama kemudian mereka kembali masuk ke dalam mobil dan melaju kerumah Cakka….
Tiba dirumah Cakka segera mempersiapkan dirinya…. Dan pukul 18.20 WIB Cakka kembali lagi mengendarai mobilnya menuju rumah Acha…
Tiba dirumah Acha…, Cakka segera turun dan memencet bel rumah Acha...
“Ting tooong….” Bunyi suara Bel rumah Acha…
Seorang Wanita membuka pintu… Wanita itu adalah mamanya Acha….
“Permisi Selamat Malam…Tante Acha nya ada?”
“Malam…. Cakka yah?”
“Iya tante…”
“Iya … Acha nya ada lagi siap-siap dikamar… sebentar yah tante panggilin… Ayo Masuk…” Ajak Mamanya Acha …
Cakka pun masuk kedalam rumah tersebut dan menunggu diruang tamu …
Achapun turun dengan mengenakan Gaun berwarna Pink dia terlihat Cantik sekali….
“Cakka….” Cakka menoleh….
“Waw Acha cantik sekali…” Dalam hatinya…. Tapi entah kenapa ada bayangan Oik sehingga dia menggeleng-gelengkan kepalanya lalu menutup matanya…
“Lu kenapa Cak?” Tanya Acha yang heran melihat tingkah Cakka…
“Gak, gue kira gue salah lihat… ini Acha atau putri dari khayangan Lu cantik banget…”
“Ahhh…Cakka bisa aja jadi malu….Ayo gue udah siap…”
“Yuk berangkat kereta kuda sudah menunggu…” Kata Cakka sambil memberikan tangannya Achapun menyambutnya….
Mereka menuju mobil lalu berangkat ke sebuah Hotel berbintang dimana dilaksanakan pesta ulang tahun Zahra…

Digerbang depan hotel banyak security yang berjaga-jaga disana… Itu merupakan Private party jadi tak ada satupun wartawan yang boleh masuk…..
Tapi terdapat juga beberapa wartawan yang menunggu.. Ketika mobil Cakka memasuki gerbang terlihat kamera wartawan segera membidiknya….
Wartawan ingin tahu dengan siapa Cakka datang ke pesta itu…. Tapi Cakka tak sedikitpun membuka Kaca mobilnya…. Mobilnya itu segera masuk dengan pengawalan ketat….
Acara dilaksanakan di bagian swimming pool hotel….
Setelah memarkir mobilnya Cakka dan Acha berjalan menuju tempat dimana akan dilaksanakan Acara tersebut…. Tiba disana banyak selebritis dan artis-artis papan atas serta penyanyi-penyanyi yang lagi naik daun berada disana….Tak tampak seperti acara ulang tahun melainkan parade selebritis terutama selebritis-selebritis muda…
Shilla sudah ada disana dia ternyata mengajak Rio salah satu penyanyi pendatang baru….
Cakka melepaskan pandangan keseluruh sudut tempat acara itu dilaksanakan tapi dia belum melihat Oik….
“Nyari siapa Cak?” Tanya Acha…
“Oik…..” Opppss Cakka keceplosan….
“Oik? Sepetinya belum datang…” Kata Acha….
Untung saja Acha tidak berpikiran macam-macam…
Zahra datang menghampiri Cakka dan Acha…
“Heeeii Acak… welcome” Kata Zahra…
Cakka dan Acha memberi selamat kepada Zahra lalu memberikan hadiah yang mereka bawa…
“Waw thanks Acak…”
“Lho kok Acak???” Acha bingung dengan panggilan Zahra tadi…
“ACak itu Acha Cakka…. Biar gak ribet gue panggil Acak aja yah…”Kata Zahra sambil tersenyum…
“Yaudah terserah lu… tapi kok Acak -____-” Acha protes
“Udah kan yang ultah gue jadi terserah gue… yang lain juga gue gabungin sembarangan namanya… hehehehe…” Zahra tertawa Jahil…
Tiba-tiba Shilla yang melihat kedatangan Cakka menghampiri Cakka, Acha dan Zahra…
“Heiii….” Kata Shilla yang langsung cipika-cipiki sama Cakka….
“Shilla….” Kata Cakka…. Acha yang melihat Shilla jadi sedikit kurang suka ….
Tiba-tiba Rio datang lalu menarik Shilla…
“Shill lu kan kesini bareng gue… kok malah dekat-dekat sama Cakka…”
“Emang kalau gue datang Sama Lu harus bareng lu terus?”
“Yaiyalah….”
“Udah ah… gue mau kesana…” Kata Shilla baru saja dia ingin bergabung lagi dengan Cakka dan Acha tapi mereka sudah tak berada ditempat tadi….
Shilla jadi Kesal…..

========

Mobil Oik memasuki gerbang hotel tempat ulang tahun Zahra diadakan…..
Para Wartawan seperti biasa sudah siap-siap membidik mobil tersebut….
Dan dengan begitu mereka juga berkesimpulan kalau Oik tak datang bersama Cakka….
Tapi mereka masih bertanya-tanya …. Siapa yang datang bersama Cakka tadi? Dan Siapa yang datang bersama Oik kali ini?
Wartawanpun segera mendekati mobil Oik tak mau gagal lagi kali ini seperti mobil Cakka tadi…
Kaca mobil Oik tapi yang mengendarai mobil tersebut bukan Oik melainkan seorang cowok…
Cowok itu hanya memberikan undangan kepada Security tersebut lalu dengan pengawalan ketat masuk kedalam… sepertinya cowok tadi bukan dari kalangan selebritis….
Tapi Oik tak terlihat tadi…. Mungkin Oik ada didalam Cuma karena kacanya dibuka hanya sedikit jadi Oik tak terlihat… wartawan jadi ingin menyelidiki lebih lanjut… Tapi sayangnya tak ada cela sedikitpun untuk wartawan bisa masuk kedalam….

Continue~

N.b :
Cerita ini juga ada di http://caikersfamily.ning.com
Cerita ini juga ada di http://caikersfamily.wackwall.com
Cerita ini juga ada di http://cakkanuraga.ning.com