"There is no greater agony than bearing an untold story inside you." — Maya Angelou
Selasa, 15 Maret 2011
Senin, 07 Februari 2011
Speak Now or NEVER! -Part 3-
Tiba di UGD, Oik segera ditangani oleh dokter Zahra… Dokter Zahra memeriksa keadaan Oik dan menyuruh mama Oik untuk menunggu diluar…
Mama Oik dengan cemas menunggu diluar… Dia tampak mondar-mandir dan bolak-balik sambil sesekali melirik kearah pintu UGD menunggu pintu itu terbuka agar dia sesegera mungkin mengetahui kondisi anaknya…
15 menit kemudian Dokter Zahra keluar dari ruang UGD segera disambut oleh mama Oik…
“Bagaimana keadaan anak saya Dok?” Tanya Mama Oik
“Bisa kita berbicara diruangan saya sebentar? Tenang anak anda baik-baik saja… Sudah saya beri obat bius agar dia tertidur tapi untuk sementara waktu… Mari ikuti saya…” Kata Dokter Zahra segera melangkah diikuti oleh mama Oik menuju keruangan Dokter Zahra yang letaknya tak jauh dari ruang UGD…
“Dok, anak saya sakit apa?”Tanya Mama Oik dengan wajah panik ketika baru tiba diruang Dokter Zahra sambil duduk dikursi tepat dihadapan Dokter Zahra…
“Tenang ya Bu, anak anda sudah saya periksa… Tapi aneh, dari hasil pemeriksaan saya… Anak anda tak mempunyai masalah dengan kesehatannya… atau bisa dikatakan secara medis dia sehat dan tidak mempunyai penyakit yang berbahaya… Saya bingung kenapa anak anda bisa seperti itu… kemungkinan dia punya banyak masalah yang menyebabkan dia depresi dan tertekan… Jadi untuk sementara waktu saya beri obat tidur… tapi saya tak mau ambil resiko dengan memberikan dosis yang banyak… Obat tidur ini hanya membuat anak anda tertidur selama 30 menit… Nanti setelah dia bangun kita lihat apakah dia masih menggigil… Saya sarankan anda menghubungi psikolog untuk masalah ini…”
“Sudah Dok… bahkan tadi sepulang dari konsultasi dia malah terlihat ada perubahan… tapi malam ini malah seperti ini… padahal sebelumnya dia tak pernah sakit seperti ini…”
“Oh ya sudah… kita tunggu yah perkembangan anak anda selanjutnya…”
Mama Oik setidaknya bisa lega untuk sementara waktu karena Oik tak punya penyakit yang serius tapi dia masih bingung… Padahal tadi siang setelah pulang dari Konsultasi dengan Dokter Cakka, Oik terlihat banyak perubahan kenapa jadi seperti ini??
>>>>>>>>>>>>>>>>
Cakka baru tiba dirumahnya segera memasukan mobilnya kedalam Garasi lalu melangkahkan kakinya menuju pintu rumahnya mengambil kunci dari dalam tasnya membuka Pintu rumahnya lalu masuk kedalam rumah megah bertingkat 2 tersebut…
Ia segera menuju kekamarnya mengganti bajunya dengan kaos biasa lalu menuju keruang makan sambil membawa dua kotak makanan yang satu berisi Gado-gado dan yang satunya berisi Zebra Cake…
Sepertinya dia harus berterima kasih sekali kepada dua Gadis yang telah memberikannya makanan… Karena kalau tidak mungkin dia tidak akan makan malam ini, Soalnya badannya terasa lelah untuk keluar dan makan di Restoran lagi…
Cakka melihat jam tangannya sudah hampir jam setengah 9 malam Zahra kakaknya belum pulang juga… Sepertinya hari ini dia masih sibuk, Ya … Zahra adalah Dokter umum jadi dia menangani segala jenis penyakit dan belakangan ini dia sangat sibuk…
Meskipun sebenarnya Zahra hari ini tidak praktek malam tapi sepertinya akan sampai malam lagi… Mengingat Dokter Dayat yang berprofesi sebagai Dokter umum sama dengan Zahra sedang cuti jadi Zahra harus sampai malam lagi…
Cakka khawatir memikirkan kakaknya itu… Bagaimanapun dia keluarga Cakka satu-satunya yang dekat dengannya karena yang lain juga sibuk dengan urusannya masing-masing… Keluarga Cakka yang notabene adalah keluarga Dokter sebagian besar dikeluarganya adalah seorang Dokter maka dari itu Cakka juga diharuskan mengambil sekolah kedokteran…. Awalnya Cakka hanya akan mengambil Psikologi tapi dipaksa orang tuanya untuk mengambil kedokteran juga setelah lulus dari Psikologi… Huh! Sungguh menyebalkan baginya… Padahal dia dari dulu tak ada niat untuk menjadi seorang Psikolog maupun seorang Dokter… Malahan cita-citanya dari dulu menjadi seorang musisi tapi ditentang mati-matian oleh keluarganya karena menurut keluarganya pekerjaan sebagai Dokter lebih dianggap terpandang…
Cakka mulai melahap Gado-gado buatan Ify meski dimalam hari tetap terasa nikmat… Suapan demi suapan dia makan dengan penuh kenikmatan…
Setelah menghabiskan Gado-gado tersebut tanpa sisa Cakka segera memotong Zebra Cake yang ada dihadapannya lalu melahapnya…
Tiba-tiba handphone Cakka berdering…
‘My Sista Calling’
Cakka segera mengangkat telepon tersebut…
“Ya,, Halo Kak…”
“Halo Cakka… Kakak kayaknya bakalan pulang terlambat lagi malam ini… maaf gak bisa masak buat kamu, makan direstoran aja lagi yah… maaf banget…”Kata Zahra ditelepon dengan penuh rasa bersalah
“Gak apa-apa kok Kak… Cakka udah makan juga dirumah kebetulan tadi di kasih makanan jadinya Cakka gak perlu makan diluar… Sibuk ya Kak? Banyak pasien?”
“Sebenarnya gak… sudah selesai dari tadi… Cuma ada satu pasien lagi nunggu dia siuman…”
“Lha? Kok siuman ditunggu? Emang sakit apa toh?”
“Gak tahu ni Cakka… kakak udah periksa gak ada penyakit apa-apa badannya menggigil gitu jadi kakak Bius dengan Obat tidur aja… Kayaknya pasien ini punya masalah deh yang membuat dia depresi… harusnya ini tugas kamu… Oh ya,, katanya Mamanya tadi siang dia baru konsultasi sama kamu…”
“Heh? Siapa namanya Kak…?”
“Bentar Kakak Cek didatanya…”
Zahra membuka data pasien dikomputernya…
“Oik Cahya Ramdlani…”
“Oik? Tunggu kak Cakka segera kesana…” Kata Cakka menutup teleponnya…
Segera berlari kekamarnya mengambil Jaketnya lalu menyambar kunci mobil dan menuju Garasi tempat mobilnya terparkir segera mennyalakan mesin mobil dan tancap Gas menuju Rumah Sakit kembali…
>>>>>>>>>>>>>>>>
Zahra menuju keruang UGD kembali… Sudah hampir 30menit berlalu berarti Oik akan sadar… Dia memasuki ruangan tersebut ada mama Oik didalam ruang UGD bersama beberapa perawat…
Zahra mencoba melakukan pemeriksaan kembali sebelum Oik tersadar…
Tak beberapa lama kemudian Oik membuka matanya… Melihat sekelilingnya… Badannya masih terasa sangat dingin… Tapi pada kenyataannya dia mengalami demam… Zahra segera mengukur suhu tubuhnya … Hangat 38o Celcius!
Tak lama kemudian kembali menggigil… Mama Oik jadi panik…
“Dokter anak saya kenapa?”
“Tenang ya Bu, Kami akan mencoba memberinya Obat penenang…”
Zahrapun segera memberi Oik obat penenang… Dan Oik tak menggigil kembali… Tapi Oik masih merasakan kedinginan didalam tubuhnya… Tapi tubuhnya terasa kaku untuk menyatakan kalau sekarang dia sangat butuh kehangatan dan ketenangan…
Seorang perawat masuk kedalam dan membisikan sesuatu pada Zahra… Zahra mengangguk- angguk…
“Sus, Jaga pasien ini ya sebentar… Saya keluar dulu dan akan kembali…”Kata Zahra kemudian keluar dari ruang UGD tersebut…
“Cakka ngapain kamu kemari?”Tanya Zahra ketika menemukan Cakka diluar ruangan tersebut…
“Kak… tadi kata kakak pasiennya namanya Oik yah? Trus keadaannya gimana sekarang? Udah siuman kan? Dia gak apa-apakan?”Tanya Cakka bertubi-tubi kepada Zahra…
“Cakka… tanyanya satu-satu bisa gak… Ya,, Namanya Oik… dia didalam baru siuman tapi menggigil lagi… dia gak apa-apa Cuma kakak kasih Obat penenang… Sebenarnya Gadis itu siapa sih? kamu kenal? Adik teman kamu yah? Atau jangan-jangan….”
“Hush kak… nanyanya satu-satu… Aku kenal dia… Dia pasien dan temanku jangan mikir yang aneh-aneh ya kak…”
“Kamu sih khawatirnya berlebihan begitu… gak wajar tahu… sejak kapan pasienmu jadi temanmu?”
“Semua pasienku aku anggap teman bagiku… kakak aja yang gak tahu… Udah… Cakka boleh masuk gak liat dia….?”Tanya Cakka…
Perawat yang menjaga Oik tadi keluar…
“Dokter… Pasiennya menggigil lagi…”Katanya terlihat panik…
Zahrapun masuk kedalam diikuti Cakka yang mengekor dibelakang....
Mama Oik tampak heran melihat Cakka bisa ada disitu… Cakka seperti menatap Mama Oik dengan tatapan yang aneh… kemudian berkata…
“Besok kalau ada waktu saya harus bicara dengan Ibu…”
“Tapi dok… besok saya ada acara…”
“Terserah… mau melihat anak anda terus-terusan sedih atau membatalkan acara anda…” Kata Cakka kemudian mendekati tempat Oik berbaring…
Oik juga kaget melihat Cakka… apalagi tidak memakai pakaian dokter seperti tadi siang… hanya sebuah kaos dengan Jaket yang terlihat santai…
“Bu… anda boleh menunggu diluar?”Kata Zahra kepada mama Oik…
“Tapi Dok…”
“Sudah serahkan pada kami… kami pasti memberikan yang terbaik untuk anak anda…” Kata Zahra
Mama Oik akhirnya keluar…
“Cakka… kamu juga keluar sana…”
“Gak ah… gak mau aku kan juga Dokter…”
“Huh! Keras kepala… tapi ini bukan bagianmu…”
“Sudah… aku disini tak akan menganggu pekerjaan kakak…Lagipula kakak bilang kan kakak gak menemukan penyakit Oik… katanya mungkin Oik punya masalah… dan memang Oik punya masalah… Jadi ini tugas Cakka yah… Kak Zahra duduk aja serahin sama Cakka…Kasihan Oik kalau dia harus dibius terus nanti dia benar-benar sakit”
“Tapi Cak…” Cakka meletakan jari telunjuknya dibibir Zahra
“Sssttt…”Katanya
Kemudian mendekati Oik yang terbaring sambil menggigil, keringat dingin makin banyak mengalir ditubuhnya… Wajahnya pucat pasi yang dialiri airmata…
“Oik…”Ucap Cakka halus sambil menatap Gadis itu… Sedangkan Zahra Cuma pasrah dengan yang dilakukan adiknya… Semoga saja adiknya itu benar-benar bisa mengetahui penyakit Oik…
“Ma..as… Oik… dingin,,, Oik takut…”Kata Gadis itu sambil membuat posisinya yang terbaring kini duduk dengan kedua tangannya diletakan didepan dadanya dan terus mengigil…
“Takut… takut kenapa?”Tanya Cakka
Oik hanya diam tak menjawab pertanyaan Cakka… Matanya mengawasi ke kiri dan ke kanan… Cakka mengerti kalau dia takut menceritakan masalahnya karena takut didengar orang… Cakka segera menenggelamkan Oik kedalam pelukannya membuat Zahra kaget dengan apa yang dilakukan Cakka…
Oik juga merasa kaget dengan perlakuan Cakka tapi entah mengapa dirinya merasa nyaman berada dipelukan itu pelukan yang menenangkan seluruh badannya kini terasa hangat, dia merasakan aliran darahnya dan bahkan tubuhnya yang bergetar sedari tadi berhenti digantikan dengan irama dentuman jantungnya yang semakin kencang…
Ia menutup matanya… Dan tak lama kemudian tertidur dipelukan Cakka…
Cakka segera menaruh kepala Oik diatas sebuah bantal…
Kamudian menyelimutkan dia dengan selimut yang lumayan tebal tampak Oik tertidur dengan pipi yang basah karena Air mata… Cakka segera mengambil sapu tangan dan menghapus airmata Oik dengan saputangan…
Zahra masih kaget dia segera mendekat kearah Cakka…
“Cak… apa yang kam….”
“Ssssstttt….. Oik lagi tidur… bisa nanti komentarnya sebentar… Pindahkan Oik keruangan biasa dan biarkan dia dirawat disini selama beberapa hari… Kalau dirumah dia bakalan banyak tekanan!”Kata Cakka
Zahra tak mampu berkata-kata lagi… Dia segera menyuruh perawat memindahkan Oik keruang rawat inap… Merekapun keluar dari ruangan tersebut… Menemui mama Oik yang berada diluar…
“Dok… anak saya mau dibawa kemana?”Tanya mamanya yang melihat Oik dibawa keluar…
“Anak anda akan dibawah keruang rawat inap… untuk beberapa hari ini biarkan dia dirawat disini dulu…”Kata Zahra
“Tapi Dok… kata Dokter anak saya tidak apa-apa… kenapa sekarang harus dirawat…?”
“Takutnya kalau dirumah Dia banyak tekanan… Jadi mending untuk sementara waktu dia dirawat disini…”
“Baiklah Dok… titip anak saya… saya pulang sebentar mengambil beberapa keperluan…”
Zahra mengangguk…
>>>>>>>>>>>>>>
“Cakka… apa yang kamu lakukan sama Oik tadi?”Tanya Zahra dalam perjalanan pulang kerumah…
“Cakka Cuma nenangin Oik… karena tadi Cakka yakin dia butuh ketenangan…”Kata Cakka sambil menyetir mobilnya dengan santai…
“Tapi… itu aneh Cakka… Melanggar kodrat dan etika seorang Dokter…Ya trus gimana ceritanya itu cewek langsung tenang ketika dipeluk sama kamu… Apa kamu memeluk semua pasien-pasienmu seperti itu?”
“Tadi Cakka bukan sebagai Dokter atau Psikolog yah Kak… tapi sebagai temannya Oik… Jadi gak apa-apa dong Cakka meluk Oik… wong Cakka temannya Oik… Ya tergantung yah… kan pasien Cakka kalau jadi dokter anak-anak kecil bayi sampe 12tahun… Hahaha… gak apa-apa dong kalau Cakka peluk-peluk mereka kan imut-imut… Lagi pula kakak juga kan pernah bilang sendiri kalau pelukan Cakka itu menenangkan… Jadi dari hipotesis Kakak itu Cakka kembangkan bahwa orang kalau dipeluk akan merasakan ketenangan apalagi yang meluk orang ganteng seperti adikmu ini loh…”Tutur Cakka panjang lebar diakhiri oleh kenarsisan.
Zahra mengernyitkan dahinya lalu menonjok lengan Cakka…
“Ish… sakit tahu kak… Orang lagi nyetir juga… main tonjok… kalau kita celaka gimana?”
“Kamu narsis tauk…”
“Ehhh… tapi bener loh Ya kan?”
Zahra terdiam, Sebenarnya yang dikatakan Cakka itu ada benarnya juga… Soalnya dari kecil kalau Zahra sedang sedih Cakka yang selalu menenangkannya dan pelukannya itu memang menenangkan… Semasa SMA, waktu Zahra disakiti oleh Pacarnya juga Cakka yang menenangkannya walaupun dengan belaiannya tapi itu memang menenangkan… Bahkan sewaktu Ia sakit, Hanya dipeluk Cakka… beberapa Jam kemudian sakitnya sembuh… Aneh memang, Dan dia berpikir mungkin karena mereka kakak beradik jadi ada ikatan batin… Tapi bagaimana dengan Oik tadi?
>>>>>>>>>>>>>>>>
Pagi-pagi Shilla sedang sarapan melahap roti yang dilapisi selai kacang kedalam mulutnya ketika bel rumahnya berbunyi…
Setelah meneguk susu Shilla segera beranjak dari ruang makan menuju pintu rumahnya untuk membuka pintu rumahnya tersebut…
Tampak Seorang Pria tampan didepannya memakai kemeja hitam menyapanya…
“Good morning princess…”
“Cakka,,, tumben jam segini sudah datang?”
“Bukannya disapa balik malah ditanya yang macam-macam…Aku pulang nih…”Kata Cakka sambil membalikan badannya hendak pergi tapi tangannya ditahan Shilla
“Iya deh… iya… Good morning Too my Prince…tumben jam segini sudah datang…?”
“Gitu dong… ya kebetulan bangun pagi aja…hehehe”
“Ih… Cakka mah gitu…”Ucap Shilla manyun…
“Jangan manyun gitu dong jelek…”Kata Cakka sambil mencubit hidung Shilla…
“Ahhh… Cakka… sakit tahu….”
“Udah yuk berangkat…”
“Bentar aku ambil tas dulu…” Kata Shilla kemudian masuk kedalam rumahnya kembali dan tak beberapa lama keluar lagi… Merekapun menuju mobil Cakka dan melaju kerumah sakit…
Tiba dirumah sakit mereka segera mengambil pakaian dokter mereka dan seperti biasa berjalan beriringan menuju ruangan mereka masing-masing dan seperti biasa juga semua mata pasti tertuju pada kedua pasangan dokter itu…
Kali ini Cakka praktek pagi untuk dokter anak jadi dia dan Shilla searah… Shilla akan keruang bedah… Ruang bedah berada sebelum Klinik anak… Jadi Shilla duluan masuk kedalam ruangannya… dan Cakka melanjutkan perjalanannya menuju tempat prakteknya setelah saling pamit dengan Shilla…
>>>>>>>>>>>>>>>>
“Shilla… Boleh kakak bicara sebentar dengan kamu?Ada waktu kan?”Tanya Zahra ketika Shilla baru keluar dari ruang bedah…
Shilla membuka masker yang sedari dipakenya…
“Ya… kenapa kak?Ada kok... Shilla udah selesai”
“Jangan disini… Kita bicara dikantin ayo…”
Zahra dan Shilla menuju ke kantin…Setelah memesan 2 cangkir teh hangat merekapun berbicang-bincang…
“Shilla… kamu sama Cakka gak lagi ada masalah kan?”
“Hmm… gak kok kak… malah tadi kita bareng datangnya Cakka jemput aku… Memang ada apa yah kak?”
“Oh gak… Cuma nanya doang… beneran kan? Belakangan ini kalian gak punya masalah gitu?”
“Ada sih… kemarin… tapi udah gak usah dipikirinlah kak…”
“Kalau kakak boleh tahu masalah apa?”
“Itu kak kemarin Shilla keruangan Cakka… trus Shilla mergokin Cakka sedang memeluk seorang Gadis…”
Zahra yang meminum tehnya tersendak…
“Eh... kenapa kak?”
“Gak apa-apa kok… seorang Gadis?”
“Ia… tapi katanya itu pasiennya…”
“Dan kamu percaya gitu aja?”
“Hm… pecaya kok kak… Aku udah lama pacaran sama Cakka jadi harus saling percaya… Lagi pula Gadis yang ia peluk itu Cuma Gadis yang berumur 17tahunan sepertinya…”
“Hei Shilla… Cinta itu gak memandang umur…”
“Kok kak Zahra berkata seperti itu?” Tiba-tiba wajah Shilla berubah…
Sepertinya tadi Zahra keceplosan… Setelah melihat adegan kemarin Zahra jadi berpikir kalau ada sesuatu yang special antara Cakka dengan Gadis yang bernama Oik itu…
“Oh… gak kok… lupakan… aku Cuma em… anu… belakangan ini kamu jarang main kerumah jadi aku kira kamu dan Cakka punya masalah…”
“Oh… Gitu ya kak… Gak kok… aku gak ada masalah sama Cakka… cuma emang Cakka terlalu akrab dengan pasien-pasiennya gitu…”
“Trus kamu gak cemburu?”
“Ya cemburulah kak… perempuan mana yang gak cemburu… tapi aku tahu kok Cakka kan kerjaannya memang mengharuskan dia dekat dengan pasien-pasiennya…”
Zahra manggut-manggut… Sebenarnya Shilla sangat merasa was-was setelah perkataan Zahra yang barusan tapi dia berusaha biasa saja didepan Zahra…
>>>>>>>>>>>>>>>
Seorang anak kecil masuk kedalam ruangan Cakka… anak kecil itu kira-kira berumur 5 tahun segera duduk dibangku didepan Cakka…
“Selamat siang adik kecil… Siapa namamu?”
“Namaku… Silvi Doktel…”
“Silvi? Nama yang bagus… kesini sama siapa?”
“Sama Mama Doktel..”
“Terus mamanya mana?”
“Silvi… jangan nakal kamu…”Tiba-tiba masuk seorang Wanita…
“Eh.. maaf Dok… anak saya bawel…”
“Gak apa-apa kok namanya juga anak-anak… Gimana?”
“Gini dok… Anak saya belakangan ini ditangan dan kakinya sering timbul bintik-bintik merah…”
“Boleh saya lihat…?” Cakka melihat tangan dan kaki gadis kecil tersebut…
“Oh… ini gak apa-apa… Cuma alergi biasa… mungkin karena lingkungan tempat dia bermain tidak streril jadi dia terkena alergi… saya akan memberikan resep beberapa salep ada aturan pemakaiannya yah…”Kata Cakka sambil menuliskan beberapa nama-nama salep disebuah resep…
“Oh… terima kasih yah Dok…”
“Sama-sama…”
“Saya permisi dulu…”
“Da...da doktel…”Kata anak kecil itu sambil melambaikan tangannya…
“Da...da Silvi…”Cakka melambaikan tangannya…
Ibu dan anak itu keluar dari hendak keluar dari ruangan Cakka...
“Ma.... kalau aku udah besal... aku mau jadi doktel kayak om itu... tlus pengen punya pacal kayak doktel itu... ganteng...”
“Sssst masih kecil kamu...”
Cakka tersenyum geli mendengarkan percakapan Ibu dan anak itu...
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Seorang wanita dengan jas dokter... memperhatikan sekitarnya... kiri dan kanan... Setelah dirasanya cukup aman... Dia membuka pagar besi pembatas yang tinggi itu lalu masuk kepekarangannya dan menuju kesebuah taman ditempat tersebut...
Duduk didekat airmancur sambil termenung...
Tiba-tiba seseorang memegang pundaknya....
Wanita itu dengan segera menoleh kearah orang yang memegang pundaknya itu
^.^.^.^.^.^.^.^.^.^.^.^.^.^.^.^.^.^.^
Jumat, 04 Februari 2011
Speak Now or NEVER! -Part 2-
Gadis itu yang kemarin hampir saja dia tabrak... Sepertinya Gadis itu juga kaget melihat Cakka yang kini didepannya...
Cakka menyuruh Ibu dan Gadis itu duduk... Terlihat Gadis itu masih memperhatikan Cakka...
" Ini anak saya...." Kata Ibu itu...
Cakka menatap kembali Gadis itu... Memang sudah bukan tatapan kosong lagi... Melainkan tatapan heran...
" Oh... Ya... Kalau boleh tahu siapa namamu?"Tanya Cakka
" Oik .. Mas...eh Dokter...." Ucap Gadis itu...
" Hahaha... Gak apa-apa kok kamu manggilnya Mas ... Santai aja..." Kata Cakka kemudian melanjutkan kata-katanya...
" Bu... Boleh saya berbicara berdua dengan anak ibu?" Tanya Cakka
" Ya silahkan... Saya keluar dulu... Permisi..." Kata Ibu itu lalu keluar dari ruangan Cakka...
Setelah Ibu itu keluar Oik mengangkat jari telunjuknya dan menunjuk kearah Cakka meminta penjelasan...
" Gak usah kaget... Aku Cakka... Dokter anak sekaligus psikolog dirumah sakit ini..."Kata Cakka mengulurkan tangannya...
Oik menyambutnya...
" Eh.. Maaf aku gak tahu kalau Mas ini.. Dokter... Maaf yah soal kemarin..." Kata Oik menundukan kepalanya...
" Gak apa-apa kok... Aku malah ingin jadi teman kamu... Bisakah kita bicara sebagai teman bukan sebagai Dokter atau Psikolog dengan pasiennya?" Kata Cakka
Oik terdiam tak menjawab...
" Dok..e... Mas... Boleh tolong jelasin kenapa Mama membawa aku kemari? Aku masih bingung..."
" Mamamu cerita segala sesuatu tentangmu... Kau punya masalah besar? Ceritakanlah..."
Oik menatap canggung kepada Cakka...
" Eh... Jangan canggung anggap aku temanmu... Hmm... Kalau disini kayaknya kamu bakalan canggung... Kita duduk disofa situ saja... Biar kamu lebih leluasa menceritakannya..." Kata Cakka sambil berdiri dan duduk disofa tak jauh dari situ diikuti Oik yang dengan canggung duduk berjarak dengan Cakka...
" Nah sekarang ceritakanlah... Tak baik masalah dipendam sendiri... Harus ada teman berbagi..."Kata Cakka...
Airmata Oik mulai jatuh kembali tapi dia masih didalam diam tak mau mengeluarkan sedikitpun kata...
" Tuh kan.... Semakin kamu menyimpan sendiri maka akan semakin sakit dan tak dapat membuatmu menemukan solusi... Kasian mamamu.. Dia turut sedih apabila keadaanmu seperti ini... Dia tak ingin melihatmu terpuruk seperti ini..."
Tangis Oik semakin menjadi-jadi... Airmatanya sudah tumpah ruah ... Sudah hampir 3minggu hari-harinya Ia lewati dengan menangis-menangis dan menangis... Dia memang bukan sosok yang cengeng tapi entah mengapa dia lelah dan lemah belakangan ini... Sulit menerima situasi makanya dia berubah menjadi Gadis yang cengeng...
Oik masih terisak... Cakka menyapu-nyapu punggung Oik... Untuk sementara waktu dia diam dan tak berbicara... Memberikan kesempatan pada Oik... Mungkin setelah menangis seperti ini Oik mau menceritakan masalahnya... Sehingga Cakka juga bisa menemukan solusi terhadap masalah-masalah yang Oik hadapi... Sepertinya tak hanya 1 masalah... Cakka bisa merasakan berbagai masalah yang ada didalam diri Gadis manis yang bernama Oik yang ada dihadapannya ini...
Tiba-tiba Oik kembali memeluk Cakka dan menangis sejadi-jadinya didalam pelukan Cakka...
"A..h..akh.. Hiks.. Aku..eh..ga.. Kuat .. Mas... Masalah ini he... Terlalu...eh.hiks..a.. Ber..at..." Kata Oik masih didalam pelukan Cakka...
Cakka membelai rambut Gadis itu... Menyapu punggungnya berharap dirinya bisa memberikan sebuah ketenangan kepada Oik... Airmata Oik terus membasahi baju putih Cakka... Namun setiap belaian Cakka mampu membuat sedikit demi sedikit rasa tenang kepada Gadis itu... Perlahan tetapi pasti Ia merasakan sebuah ketenangan yang belum pernah Ia rasakan sebelumnya...
Tanpa mereka sadari sepasang mata mengamati mereka dari balik pintu tersenyum pahit lalu menutup pintu dengan perlahan lalu berlari semakin menjauh dari ruangan itu...
Beberapa menit kemudian Oik melepaskan pelukannya dari Cakka... Ia merasa sudah tenang...
" Maaf mas... Lagi-lagi.... Aku main nyosor aja mas... Jangan anggap aku agresif mas... Aku tak tahu kenapa juga bisa memeluk mas..."Kata Oik tertunduk
" Tak apa-apa... Itulah gunanya teman kan ... Dan sekarang kita berteman yah..." Kata Cakka mengulurkan jari kelikingnya kepada Oik bak anak kecil yang baru mendapatkan teman baru... Oik menautkan jari kelingkingnya pada Cakka lalu tersenyum tipis...
" Ayo... Sekarang kita sudah berteman tak usah ragu ceritakan masalahmu..."
Oik menghela nafas... Mencoba menceritakan masalahnya kepada orang yang baru dia kenal... Baru kali ini... Bahkan teman-temannya disekolah tak mau diceritakan... Entah kenapa dia percaya pada Cakka... Bukan karena Cakka seorang Dokter atau Psikolog... Dari mana rasa percaya itu datang Oik tak tahu...
" Aku punya pacar... Namanya Obiet... Kami pacaran sudah 1 tahun.. Tapi 3 minggu lalu dia mutusin aku... Tanpa aku tahu masalahnya... Setahu aku belakangan ini dia malah lebih romantis dari biasanya... Tapi dia malah mutusin aku... Huh! Aku gak terima... Dan Gak sampai sehari aku dengar dia jadian dengan Gita... Dan mas tahu Gita itu siapa?"
Cakka mengangkat kedua pundaknya...
" Gita itu sahabatku sendiri... Bahkan dia yang menyupport hubungan aku dengan Obiet... bisa dibilang dia adalah mak comblang aku dengan Obiet... Tapi malah dia yang ngerusak hubunganku dengan Obiet... Aku sakit hati banget..." Oik menceritakannya dengan wajah sedih tapi airmatanya sudah tidak keluar... Dia hanya bersandar dengan lemas dikursi sofa...
Cakka mendengarkan cerita Oik...
" Gak cuma disitu... Belum habis kesedihanku karena Obiet dan Gita... Aku dikejutkan dengan kabar bahwa Obiet meninggal dunia karena kecelakaan... Aku shock berat... Obiet telah tiada... Walaupun dia telah menyakiti aku... Tapi tak bisa aku pungkiri kalau rasa sayang itu lebih besar daripada rasa sakit ini..." Ucap Oik... Airmatanya mengalir dipipi tapi dia mendongakan wajahnya keatas berusaha menahan airmatanya agar tak jatuh lebih banyak lagi... Dia juga tak mau Cakka menilainya sebagai Gadis yang cengeng...
" Hanya itu masalahmu?" Tanya Cakka memastikan... Karena Cakka yakin masalah Oik bukan hanya itu...
Oik mengangguk tapi kepalanya seperti biasa tertuduk... Cakka memegang dagu Oik agar menatapnya... Mata Gadis itu berkaca-kaca membuatnya semakin yakin kalau Masalah Oik bukan cuma itu...
" Gak boleh menyimpan masalah Oik... Aku bisa melihat kamu punya masalah selain itu... Tatap mataku katakan kalau memang masalahmu hanya itu..."
Oik menyerah melihat mata Cakka...
" Ya... Masalahku memang tak cuma itu..." Ia menarik nafasnya dalam-dalam sementara Cakka tak mau banyak berkata-kata lagi... Dia hanya menunggu gadis itu menceritakan masalahnya...
" Keluargaku termasuk keluarga yang kurang harmonis... Papa bekerja diluar negeri dan hanya pulang setahun sekali... Mama sibuk dengan pekerjaannya juga... Padahal sebelum kami kaya waktu kami masih hidup dirumah yang sederhana kami sangat sering berkumpul... Dan beberapa hari sebelum kematian Obiet... Aku memergoki mama sedang berpelukan dengan seorang laki-laki dan itu bukan Papa... Mesra sekali... Mama tak tahu kalau aku melihatnya... Aku sakit tega sekali mama berbuat seperti itu mengkhianati papa..." Oik kembali mendongakan wajahnya keatas menahan airmatanya kembali tapi sia-sia... Airmata kelemahan itu kembali mengalir dipipinya...
Cakka mengusap airmata Oik dengan tangannya dan usapan tangan itu mendinginkan hati Oik yang kini telah panas... Ia menutup matanya merasakan benar-benar dingin... Sentuhan apa ini?
Oik tersadar dia segera menetralisir dirinya kembali...
" Maaf... Aku cengeng..."
" Tak apa... Asal bisa membuat hatimu tenang... Sekarang bagaimana perasaanmu setelah menceritakan sebuah masalahmu?"
" Lebih lega... Terima kasih mas..."
" Sama-sama... Sekarang jangan kau pikirkan masalahmu dulu... Aku pasti membantumu agar terlepas dari masalahmu... Dan soal masalah Obiet... Obiet telah pergi biarkan dia pergi dengan tenang... Aku tahu memang sulit tapi maafkan kesalahannya... Dan bawa itu sebagai pelajaran agar kamu bisa menemukan orang yang lebih baik dari Obiet... Aku tak ingin kamu bersedih terus... Apa kegemaranmu?"Tanya Cakka
" Heh? Kegemaranku?" Oik mengernyitkan dahinya Heran dengan pertanyaannya Cakka yang sepertinya OOT (Out Of Topic)
" Iya..."
" Aku suka memasak... Soalnya dengan memasak aku bisa menuangkan segala kreasi.. Apalagi ada hasilnya... Kita bisa menikmati hasilnya..."Kata Oik
" Kau suka memasak? Sama dong..."
" Hah? Mas juga suka memasak?..."
" Bukan kamu kan suka memasak... Aku suka menyantap berarti... Cocok gitu..."
Oik tertawa kecil...
" Mas bisa aja..."
Akhirnya Cakka bisa melihat Oik tertawa walaupun itu tawa yang kecil... Berarti sudah ada kemajuan... Cakka sering menghadapi Gadis-gadis remaja yang labil.. Tapi entah mengapa Oik membuatnya sangat tertarik Untuk membantunya mengatasi masalahnya.. Padahal biasanya Cakka jenuh dengan pasien-pasien yang labil...
" Kapan-kapan kamu bisa dong masakin Mas..."
" Boleh kok... Mas sukanya apa?"
" Aku suka makanan indonesia... Tanpa daging... Aku lebih suka sayur-sayuran dari pada daging... Seperti Gado-Gado, Bubur manado, Sayur asem,dan lain-lain... Soalnya sayuran itu lebih menyehatkan..." Kata Cakka yang mulai lagi dengan teori kedokterannya...
" Sama... Oik juga kurang suka daging...hehehe..."
Cakka dan Oikpun terlibat percakapan santai bak dua orang kawan lama... Berbicara dengan Cakka yang walaupun lebih tua beberapa tahun dari Oik membuat Oik merasa seperti berbicara dengan sahabatnya sendiri bahkan dia sejenak lupa dengan masalah yang menghantuinya belakangan ini...
Cakka melihat jam tangannya sudah menunjukan pukul 11:45... Sebentar lagi dia harus makan siang... Dan jam 1 nanti gilirannya membuka klinik Dokter anak...
" Yasudah Oik... Jangan sedih lagi yah... Kalau sedih datang cari aku saja... Aku siap kapanpun sebagai teman untukmu... Sekarang kita keluar Mamamu pasti khawatir dengan keadaanmu..."
Oik mengangguk dan kemudian Cakka mengantarnya keluar dari ruangannya menemui Mama Oik yang sedari tadi menunggu diluar...
" Bu... Anak ibu tidak apa-apa hanya ada sedikit tekanan... Bila ada waktu saya ingin berbicara juga empat mata dengan ibu... Tapi tidak sekarang karena saya harus istirahat dan membuka praktek Dokter anak sebentar siang..."
" Baiklah Dok... Kalau ada waktu pasti saya kembali... Terima kasih..."
Cakka berlalu dari hadapan Oik dan Mamanya..
Mama Oik heran sekali mendapati Oik sudah tidak dengan tatapan kosong... Tatapannya meski masih tersirat kesedihan tapi ada keceriaan dibaliknya...
Mantra apa yang Cakka gunakan sehingga membuat Oik seperti itu?
>>>>>>>>>>>>>>>
" Dokter..." Panggil seseorang... Cakka menoleh kearah sumber suara tersebut.. Didapatinya seorang perawat...
" Ya..."
" Tadi Dokter Shilla mencari anda..."
" Oh ya? Sekarang Shilla kemana?"
" Sepertinya tadi berlari kearah kantin Dok... Dia kelihatan sedih gitu setelah dari ruangan dokter Cakka..."
" Dia ke ruanganku?"
" Ia Dok... Sudah saya larang karena ada pasien... Tapi tetap saja dia bersikukuh mau keruangan Dokter... Tapi setelah itu malah dia berlari dengan wajah sedih Dok..."
Cakka menepuk Jidatnya... Pasti Shilla melihat adegan Pelukan Dia dan Oik... Shilla tak boleh salah paham...
Cakka segera berlari menuju kantin...
Dicarinya Shilla dikantin tersebut tapi tak Ia temukan... Dia hanya melihat Ify sedang membawa makanan Kepada pembeli-pembelinya...
Cakka menghampiri Ify...
" Ify... Lihat Shilla Gak?" Tanya Cakka
" Mbak Shilla? Tadi dia kesini sih Mas... Tapi Gak lama... Dia cerita sama Ify katanya liat mas Cakka lagi pelukan sama cewek diruangan mas Cakka..."
" Tuh kan benar... Pasti dia salah paham... Kamu tahu gak Fy sekarang dia dimana?" Tanya Cakka
" Emang siapa sih mas cewek itu?"
" Nanti aku ceritakan yang penting dimana Shilla sekarang?"
" Sepertinya nih Mas... Belakangan ini mbak Shilla sering ke taman di rsj sebelah mas... Beberapa kali Ify kan bawa makanan sama dokter-dokter di rsj... Dan Ify beberapa kali liat mbak Shilla disana..."
Cakka mengernyitkan dahinya...
Whaaat?? RSJ? Untuk apa Shilla kesana? Shilla kan bukan dokter Jiwa... Buat apa dia kesana?
" Oke makasih ya Fy... Aku coba kesana..." Kata Cakka
Memegang tangan Ify tanda terima kasih...
Kemudian berlari meninggalkan Ify menuju RSJ...
Sentuhan ini?
RSJ tepat berada dibelakang Klinik umum hanya dibatasi pagar pembatas agar pasien RSJ yang aneh bin ajaib tak keluar dari tempatnya...
Cakka menyusuri koridor RSJ... Disepanjang koridor tampak orang-orang yang ajaib-ajaib.. Ada yang menggonggong seperti anjing, ada yang berjalan bak supermodel diatas catwalk, ada yang tertawa sendiri, Ada yang memeluk-memeluk segala macam boneka...
Sebenarnya Cakka sering kemari karena dia juga dibutuhkan disini... Cuma belakangan ini dia jarang kemari karena Dia juga banyak mendapat pasien untuk urusan Psikologis...
Taman di RSJ terletak disayap kiri RSJ tepat disamping ruangan seorang dokter... Cakka jadi was-was jangan-jangan Shilla sering datang kemari menemui dokter itu...
Dia menemukan Shilla sedang duduk disamping airmancur...
Cakka mendekat...
" Shilla..." Ucap Cakka...
Shilla menoleh kearah Cakka dan tersenyum sinis kearahnya...
" Sudah selesai?"
" Shill..., kamu salah paham... Aku cuma menghibur dia ... Dia pasienku..."
" Aku tahu dia pasienmu... Tapi aku ini manusia yang punya rasa cemburu... Aku lihat kau juga begitu menikmati saat kalian berpelukan..."
" Shilla... Aku mohon mengertilah... Aku cuma menenangkannya karena dia punya masalah besar..."
" Apa kau pernah menenangkanku ketika aku punya masalah? Selama 5 tahun kita pacaran kau tak pernah memeluk menenangkanku seperti itu..."
" Itu karena......."
" Karena apa Cakka?" Ucap Shilla dengan nada meninggi...
" Itu Karena kamu tak pernah terlihat rapuh didepanku... Itu karena kamu tak pernah memperlihatkan masalahmu didepanku... Kau tak pernah menangis walau aku tahu kamu itu sedang sedih itulah sebabnya aku tak menenangkanmu... Karena kau sering mencari ketenanganmu sendiri....Bagaimana aku tahu jika kau sedang punya masalah... Jika aku hanya mempunyai sedikit waktu denganmu?"Kata Cakka...
Shilla terdiam... Memang benar yang diucapkan Cakka... Dia memang selalu menyembunyikan masalahnya didepan Cakka meski dia tahu Cakka pasti mengetahuinya... Dia ingin terlihat sebagai wanita yang tangguh... Tak ingin tergantung kepada Cakka... Apalagi pekerjaan mereka membuat mereka jarang bertemu... Disaat Cakka punya waktu Shilla tak punya... Disaat Shilla punya waktu Cakka tak punya... Dan tanpa Ia sadari Ia merasakan kesepian yang mendalam...
Runtuhlah pertahanan Shilla sebagai wanita tangguh... Kali ini dia menangis... Pertama kalinya Cakka melihat seorang Shilla menangis dihadapannya...
Cakka memeluk Shilla menyandarkan kepala Shilla diatas bahunya... Membelai halus ubun-ubun kepalanya... Sama seperti Caranya menenangkan Oik tadi... Shilla merasakan ketenangan didalam pelukan Cakka 5 tahun pacaran dia baru merasakan pelukan Cakka sekarang... Ternyata dipeluk seorang Cakka sangat membuatnya merasa berbeda begitu hangat dan nyaman... Pantas saja pasien-pasiennya selalu betah berada didalam pelukan Cakka...
" Akhirnya runtuh juga hati kerasmu...." Kata Cakka tersenyum...
Shilla melepaskan pelukan Cakka dengan wajah manyun...
" Sudah... Jelek tahu begitu... Sekarang ayo balik buat apa kau disini...? Mau menjadi ajaib seperti orang-orang disini...?"
" Ih Cakka..... Abis dirumah sakit tamannya ga ada airmancur jadi gak enak..."Kata Shilla
" Benar nih ga ada alasan lain? Atau jangan-jangan kamu mau bertemu Dokter Deva lagi..."
" Cakkaaaaaa.... Negatif thinking deh... Orang bukan mau ketemu Dokter Deva..."
" Kamu juga tadi negatif thinking sama aku... Berarti benar kamu kamu mau ketemu seseorang disini...."
Shilla gelagapan...
" Eh.. Gak kok... Yaudah yuk balik...." Shilla menarik tangan Cakka...
Cakka bisa membaca ada sesuatu yang Shilla sembunyikan tapi dia tak mau mempermasalahkannya... Soalnya sebentar lagi dia harus pergi ke klinik anak... Tak sempat makan siang kalau seperti ini...
>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Jam sudah menunjukan pukul 19:00... Ketika Cakka baru menyelesaikan tugasnya sebagai dokter anak... Belakangan ini banyak anak-anak mengalami Gangguan pernapasan karena udara Jakarta yang terganggu polusi asap kendaraan yang tak sehat untuk dihirup... Banyak juga yang mengalami batuk-batuk karena konsumsi snack yang tidak sehat... Ada berbagai macam penyakit pada anak yang dikarenakan udara, gizi, lingkungan dan lain-lain... Semakin maju dan canggih segala sesuatu didunia ini... Semakin banyak penyakit yang muncul...
Ia memasuki ruangannya... Mau mengambil tas dan kunci mobil sebelum pulang kerumahnya...
Diatas mejanya ada sekotak makanan yang dibungkus... Cakka membukanya... Didalam ada Gado-gado kesukaannya...
Serta secarik kertas disampingnya...
' maaf mas Cakka... Ify lancang masuk keruangan mas... Cuma mau ngasih gado-gado ini buat mas... Ify tahu mas Cakka belum makan dari tadi siang... jadi Ify bawain ini buat mas... Selamat menikmati...
-Ify-'
Cakka tersenyum mengambil Gado-gado tersebut... Membawa tasnya serta mengambil kunci mobilnya... Hendak keluar tapi sepertinya dia lupa akan sesuatu....
Zebra Cake...
Cakka membuka lemari mengambil sekotak Zebra Cake pemberian Shilla... Lalu berjalan keluar mengambil mobilnya dan melaju menuju rumahnya....
>>>>>>>>>>>>>>>>
Oik terdiam ditempat tidurnya pikirannya kembali tidak tenang.... Kali ini dia sudah tidak memikirkan tentang Obiet...
Tadi dia sudah bertekad untuk melupakan Obiet... Yang dipikirannya hanyalah Mama dan Papanya...
Tadi sepulang dari rumah sakit Oik mendengar Mamanya sedang menelepon Papanya dan terjadi pertengkaran yang hebat sekali...
Makanya Ia jadi takut lagi... Dia menjadi sedih kembali....
Tiba-tiba badannya Gemetaran... Keringat dingin mengucur ditubuhnya... Wajahnya pucat pasi.... Dingin....
Oik butuh kehangatan....
Tak beberapa lama kemudian Mamanya masuk kedalamnya... Dan panik melihat Oik seperti itu...
" Oik kamu kenapa nak? Sakit?" Tanya mamanya yang segera mendekat keranjang Oik...
Tak ada Jawaban dari Oik... Tubuhnya semakin bergetar.... Dingin yang Ia rasakan menusuk kulit...
Mama Oik panik segera memeluk Oik... Oik merasa kehangatan memang tapi tetapi tidak untuk ketenangan...
Tak berlama-lama mamanya dengan susah payah mengangkat Oik seperti anak kecil padahal badan Oik dengan mamanya hampir sama... Akhirnya dibantu pembantu-pembantunya Mama Oik berhasil memasukan Oik kedalam mobil...
Dan menyuruh sang supir mengantarkannya kerumah Sakit...
^.^.^.^.^.^.^.^.^.^.^.^.^.^
Kamis, 03 Februari 2011
Speak Now or NEVER! -Part 1-
Oke part 1 cekidot!
Cakka dan Shilla berjalan beriringan disebuah koridor rumah sakit dengan menggunakan pakaian serba putih-putih membawa stetoskop masing-masing melingkar dileher mereka... Mereka adalah dokter dirumah sakit itu... Dokter muda yang ganteng dan cantik itu menyebabkan banyak orang berbondong-bondong berobat kerumah sakit itu... Shilla adalah dokter penyakit dalam sekaligus dokter bedah sedangkan Cakka adalah dokter anak sekaligus seorang psikolog... Usia mereka menginjak angka 25tahun dan itu masih sangat muda untuk ukuran Dokter sukses seperti mereka...
Apalagi mereka adalah sepasang kekasih yang sudah 5 tahun menjalin hubungan membuat mereka sering disebut sebagai 'Perfect Couple' Oleh orang-orang rumah sakit maupun khalayak ramai...
Mereka berpisah dipertigaan rumah sakit... Cakka menuju kesebelah kiri menuju ketempat ruangannya berada sedangkan Shilla berjalan kesebelah kanan ke ruang operasi karena hari ini ada pasien yang akan dioperasi...
Cakka tiba diruangannya segera duduk dikursi... Duduk santai hari ini lumayan longgar dia hanya membuka konsultasi psikologis... Karena untuk dokter anak hari ini bukan jadwalnya...
Cakka belum makan pagi perutnya terasa keroncongan... Maka Ia memutuskan untuk pergi ke kantin rumah sakit mencari makanan yang mungkin bisa mengganjal perut...
Baru saja Ia berdiri dari kursinya terdengar ketukan pintu...
Dia akhirnya duduk kembali...
" Ya silahkan masuk..."
Seorang perawat masuk kedalam...
" Maaf dok... Ada seseorang yang ingin berkonsultasi dengan anda..."
" Ya... Silahkan masuk saja..."
Perawat itupun keluar tak beberapa lama kemudian wanita paruh baya masuk kedalam... Wajahnya tampak kusut dan menangis tersedu-sedu... Sepertinya dia punya masalah yang cukup berat...
Wanita itu duduk dihadapan Cakka... Cakka mendiamkan wanita itu beberapa saat sampai dia tenang... Setelah merasa wanita itu cukup tenang Cakka kemudian bertanya kepada wanita itu...
" Selamat pagi Bu... Ada yang bisa saya bantu? Maaf saya bicara dengan Ibu siapa?"
" Bu Uci...Ada Dok... Masalah yang cukup berat..."
" Ceritakanlah..."
" Dok... Saya punya anak Gadis... Anak saya punya seorang kekasih yang sangat dia sayangi... Tapi beberapa minggu yang lalu dia putus dari pacarnya dan itu membuatnya sangat depresi murung-murung kerjaannya hanya mengurung diri dikamarnya... Tak mau bicara dan keluar menemui kami orang tuanya... Dan 3 hari lalu dia mendengar bahwa pacarnya itu meninggal karena kecelakan dan membuatnya makin down... Gak mau makan dan beberapa kali mencoba melakukan hal yang tidak diinginkan... Dia beberapa kali mencoba bunuh diri... Tapi selalu saya gagalkan... Saya takut dia melakukannya kembali Dok...hiks" Kata Ibu itu kembali tersedu-sedu...
Cakka mendengarkan dengan seksama penuturan Ibu itu...
" Kalau saya boleh tahu ... Anak anda umurnya berapa yah?" Tanya Cakka
" 18 tahun..."
" 18 tahun sebenarnya sudah lumayan dewasa dalam bersikap... Tapi anak anda terlalu labil untuk anak seusia 18tahun... Saya rasa ada sesuatu yang menekan dia tak hanya itu... Bisakah saya bertemu dengannya?"
Ibu itu menatap Cakka...
" Tidak sekarang... Mungkin besok anda bisa membawanya kemari... Aku ingin melihat keadaannya dan melakukan beberapa pemeriksaan padanya"Kata Cakka kemudian...
Ibu itu mengangguk...
" Yang anda harus lakukan menjaga anak anda sebaik mungkin... Jauhkan dari segala benda-benda bahaya... dan jangan membuat anak anda tambah down...Anda harus menjaganya tapi jangan terlalu overprotectif karena itu akan membuatnya risih" Kata Cakka
" Baiklah dok... Saya permisi dulu... Terima kasih..." Kata Ibu itu lalu pergi dari situ...
>>>>>>>>>>>>>>
Cakka bergegas melangkahkan kakinya menuju kantin... Perutnya semakin tidak ingin berkompromi... Setelah konsultasi Ibu tadi ternyata masih ada pasien-pasien lain...
Belakangan ini sangat banyak remaja labil yang melakukan apa saja yang buruk setelah gagal dalam percintaannya... Pikir apa mereka sampai nekat melakukan hal-hal yang aneh? Rata-rata orang tua yang berkonsultasi dengan Cakka tentang anak-anak remaja mereka yang labil...
Jadinya Cakka baru bisa makan pada pukul 12:00 tanggung, jadilah dia tak makan pagi hanya makan siang...
Hampir setiap hari dia seperti ini... Tak ada yang memasakannya di Pagi hari... Karena Cakka tak mempekerjakan pembantu dirumahnya yang besar... Bukan pelit atau apa... Cuma dia tak punya waktu untuk menghubungi pihak Agen pembantu... Tiap kali ada waktu lowong dia pasti lupa....Dia hanya tinggal bersama dengan kakaknya Zahra yang berprofesi sama dengannya seorang Dokter... Jadi Zahra hanya memasakan Cakka pada malam hari itupun kalau sempat... Cakka takut bila Ia tidak menjaga pola makannya Dia juga bakal ikut-ikutan sakit....
Cakka melangkahkan kakinya dengan gontai menuju salah satu tempat duduk dikantin... Terlihat dari tempat duduknya Ozy seorang dokter spesialis mata dirumah sakit itu sedang duduk bersama pacarnya Acha... Acha memang setiap hari membawakan rantangan makanan untuk Ozy... Cakka sangat jealous melihat mereka berdua mengingat Shilla tak pernah memasak untuknya karena kesibukannya yang sama dengan Cakka seorang Dokter... Huh!
Cakka kembali berjalan ke pantry kantin tersebut... Disana menunggu seorang Gadis penjaga kantin yang usianya 1 tahun lebih muda dari Cakka...
" Selamat siang Mas Cakka... Mau pesan apa?" Tanya Gadis penjaga kantin itu...
" Seperti biasa Fy..."Kata Cakka
" Oke... Segera..." Katanya Lalu masuk kedalam tak lama kemudian keluar dengan secangkir teh hangat dan Gado-gado...
" Mas Cakka sibuk yah hari ini?" Tanya Ify
" Seharusnya gak Fy... Soalnya hari ini bukan jadwal aku di klinik anak hari ini tugasnya Dokter Rio... Cuma tadi banyak yang konsultasi Psikologis..."
" Oh yah?"
" Iya... Biasalah... Belakangan ini banyak anak-anak muda yang labil apalagi masalah percintaan padahal ada yang belum saatnya... sehingga menyebabkan mental mereka terpengaruh..."
Ify mengangguk-angguk tanda mengerti...
" Oh ya, Mas Cakka kok gak bareng mbak Shilla...?"
" Oh Shilla... Lagi ada operasi kayaknya..."
Cakka memutuskan untuk duduk di pantry sambil meneguk secangkir teh hangat dan sesekali meyuap gado-gado kedalam mulutnya...
" Mas Cakka sama Mbak Shilla kapan menikah? Kalau menikah undang Ify..." Cakka yang sedang meneguk teh mengeluarkannya karena kaget sehingga baju Ify basah...
" Humph... Maaf Fy... Gak sengaja aku... Kaget dengan pertanyaanmu itu" Kata Cakka panik sambil membersihkan tumpahan teh dibaju Ify walaupun dia tahu bakalan nihil...
" Gak usah Mas... Gak apa-apa kok ntar mbak Shilla marah lagi mas...hihi... Kok kaget mas...? Orang seusia Mas Cakka dan Mbak Shilla seharusnya gak kaget dengan pertanyaan Ify tadi... apalagi Mas Cakka sama Mbak Shilla pacarannya udah lama dan serasi lagi..."Kata Ify
" Entahlah Fy... Aku belum memikirkannya sampe situ..."
" Oh ya Mas... Mas suka makan Gado-gado apa kenyang yah mas?"
" Ya kenyang lah Fy... Pertanyaan kamu aneh deh... Aku suka gado-gado karena banyak sayurnya... Supaya sehat toh... Apalagi Gado-gado buatan kamu...hehehe" Cakka terkikik...
Ify tersipu...
Shilla yang melihatnya segera menghampiri mereka...
" Ehem.... Lagi asyik nih aku ganggu gak?"Tanya Shilla duduk disamping Cakka
" Eh Shilla... Udah selesai operasinya...? Udah makan siang?"
" Udah... Kalau belum ya aku gak disinilah... Tapi aku Belum makan siang... Padahal aku mau ngajak kamu ke restoran tapi kamunya malah makan disini..."
" Kan makanan disini enak juga gak kalah sama direstoran apalagi makanan khas indonesia yang bergizi dan banyak vitamin baik untuk kesehatan kita... Kamu mau makan apa Shill? Coba gado-gado buatan Ify enak..."
" Yasudah deh... Aku coba..."Kata Shilla...
" Fy Gado-gadonya satu lagi yah..." Kata Cakka...
Ify segera masuk kembali kedalam dapur... Shilla ingin juga merasakan makanan kesukaan Cakka yang dibuat oleh Gadis penjaga kantin bernama Ify itu... Bagaimana sih rasanya? Sampai-sampai Cakka sering menolak ajakan Shilla untuk makan di restoran mahal dan hanya ingin makan Gado-gado buatan Ify...
Tak lama kemudian Ify keluar membawa sepiring Gado-gado... Dan memberikannya kepada Shilla...
" Makasih yah..." Kata Shilla
" Sama-sama..."
Shillapun memakan Gado-Gado buatan Ify tersebut... Rasanya benar-benar lezat belum pernah Ia merasakan Cita rasa makanan seperti ini direstoran manapun... Tapi Shilla tak ingin menunjukan rasa kagumnya itu.. Makanya dia makan seperti biasa...
" Shilla, Bentar malam kamu sibuk gak? Kerumahku yuk... Aku kesepian kak Zahra praktek malam... Gak ada yang masakin aku..."Kata Cakka
" Huh aku gak tahu Cakka... Doain aja semoga ga ada pasien yang tiba-tiba datang kayak waktu itu... Kamu tahu kan aku ga bisa masak... Kalau mau kita makan diluar aja yah sebentar malam..." Kata Shilla
" Oh.. Ya udah... Aku tunggu yah sebentar malam di Restoran PurpleGrape jam 8..."Kata Cakka...
" Dokter Shilla ditunggu diruang bedah... Terima kasih..." Suara microfon pemanggil berkumandang...
" Cakka... Aku harus segera pergi...daaa.."Kata Shilla yang baru setengah memakan Gado-gadonya.. Lalu membersihkan mulutnya dengan Tissue kemudian mengecup Pipi Cakka...
Lalu berlalu dari hadapan Cakka dan Ify...
>>>>>>>>>>>>>>>>>
Cakka menunggu dengan Cemas di PurpleGrape Restoran... Sudah hampir setengah jam menunggu tapi sosok Shilla tak tampak-tampak... Beberapa kali dia mencoba mengirim BBM kepada Shilla tapi Pending...
Sepertinya Shilla masih sibuk maka dari itu Cakka memutuskan untuk sebentar lagi menunggu Shilla...
Sudah 45 menit dia menunggu Shilla tak kunjung datang... Tiba-tiba alerts tanda BBM masuk berbunyi... Itu dari Shilla...
Sayang, maaf yah... Aku gak bisa datang... Soalnya tadi ada pasien lagi... Trus pas pulang Papa ngajak aku ketemu kerabatnya.. Aku gak enak menolaknya...
Begitulah bunyinya... Cakka tersenyum pahit membacanya... Kemudian dia memanggil pelayan dan memesan makanan...
Jadilah Cakka makan sendirian lagi... Memang begini nasibnya setiap hari kalau Zahra tak dirumah...
>>>>>>>>>>>>>>>
Cakka mengendarai mobil BMWnya menyusuri jalan ibukota... Dia baru saja dinner sendirian di Restoran...
Ditengah perjalanannya...
Seorang Gadis mendadak didepan mobilnya yang membuat Gadis itu hampir tertabrak...
' CIIIIITTTTTTTTTT' Suara rem mobil Cakka menghentikan mobilnya agar tidak menabrak gadis tersebut...
Nyaris...
Cakka segera turun dari mobilnya menghampiri gadis tersebut...
Cakka ingin memarahinya... Tapi! Dia melihat tatapan mata Gadis itu kosong... Dia pasti punya masalah besar... Cakka seorang Psikolog sangat tahu dengan kejiwaan seseorang...
Makanya Cakka tidak jadi memarahinya...
Dia merangkul Gadis itu....
" Kenapa dek? Punya masalah?"Tanya Cakka halus...
Gadis itu menatap Cakka lagi dengan tatapan kosong...
" Kalau punya masalah bukan begini cara menyelesaikannya..." Katanya Lagi...
Gadis itu tiba-tiba menangis lalu memeluk Cakka dengan erat... Cakka kaget!
Dan refleks membalas pelukan Gadis itu...
" Ayo nangis sepuasnya kalau itu dapat membuat hatimu lega..." Ucap Cakka kembali...
Gadis itu menangis makin menjadi-jadi... Setelah beberapa saat kemudian melepaskan pelukannya...
" Maaf mas..."Katanya
" Gak apa-apa... Yasudah... Sini aku antar pulang gak baik anak Gadis malam-malam jalan sendiri..." Kata Cakka menuntun Gadis itu masuk ke mobilnya...
Kemudian melaju kembali...
" Rumah kamu dimana?"
" Di Jalan Garuda Blok C..."Katanya dengan tatapan lurus kedepan...
Cakka tak mau bertanya-tanya banyak tentang masalahnya karena dia tahu akan membuat Gadis itu semakin memburuk...
Gadis itu memegang kedua lengannya... Sepertinya kedinginan... Cakka membuka jaket ungu miliknya lalu membungkuskan kepada Gadis itu...
" Pakailah... Kamu pasti kedinginan..."
" Terima kasih..."
Tak lama kemudian mereka tiba disebuah rumah yang lumayan besar dan mewah dengan pagar besi tinggi nan kokoh dan pencakar langit berdiri kokoh menahan rumah tersebut... Rumah berwarna crem dengan unsur etnik yang menarik...
" Ini rumahmu?"
Gadis itu mengangguk...
" Aku antar masuk?"
Gadis itu menggeleng...
" Yasudah hati-hati..."Katanya lagi
Gadis itu keluar dari mobil Cakka membuka pagar besi itu lalu masuk kedalamnya...
Tiba-tiba Cakka menepuk jidatnya...
" Aku belum tahu namanya... Aku lupa menanyakannya"
>>>>>>>>>>>>>>>>
Cakka tiba dirumah sakit... Hari ini dia sendirian berangkat kerumah sakit karena Shilla telah berangkat duluan... Shilla memang lebih sibuk darinya... Tadi pagi-pagi sekali Shilla ditelepon pihak rumah sakit untuk segera kerumah sakit... Makanya Dia tak datang bersama Cakka...
Cakka membuka ruangannya berjalan ke mejanya... Diatas meja tergeletak sekotak kue kesukaan Cakka ... Zebra Cake...
Diatas Cake tersebut ada kartu ucapan...
' Smile please... :) Maaf ya sayang... Tadi malam sama pagi ini aku ga bisa bareng kamu... Zebra Cake untukmu sebagai permintaan maafku...
with love,
Shilla <3 '
Cakka tersenyum Simpul membaca surat tersebut... Walaupun Shilla sibuk ternyata dia masih peduli dengan Cakka dan masih ingat Kue kesukaannya...
' Tok...tok...tok...' Pintu diketuk
" Ya masuk..." Ucap Cakka...
Seorang perawat masuk kedalam...
" Misi Dok... Ibu yang kemarin datang membawa anaknya..." Kata Perawat tersebut...
" Oh ya... Suruh masuk..." Kata Cakka sambil menyimpan Zebra Cake yang diberikan Shilla didalam sebuah lemari tak jauh dari situ...
Tak beberapa lama kemudian seorang Ibu bersama seorang Gadis masuk kedalamnya...
Cakka berbalik... Dia melihat tampak sosok Ibu yang kemarin bersama Gadis yang begitu familiar... Gadis manis berambut panjang sebahu dengan T-Shirt putih dan bando Pink manis menghiasi rambutnya...
Tatapannya yang awalnya kosong... Berubah kaget melihat Cakka didepannya...
^.^.^.^.^.^.^.^
Minggu, 30 Januari 2011
Are you really my soulmate? -cerpen-
Hei balik lagi... Ini cerpen sebetulnya cerpen lama yang aku muat di cf.ning udah lama (cerpen ke 2ku -_-).. Cuma aku recycle lagi...hehehe tapi inti ceritanya sama sih... Dan ada sedikit revolusi pemeran...hehe
Dalam sebuah hubungan sangat diperlukan Rasa sayang cinta, kepercayaan, kesetian dan kejujuran dari masing-masing pihak...Kami telah memenuhi semuanya itu... Tapi kami merasa Hubungan kami datar-datar saja... Selalu aman dan damai karena ada rasa tersebut tapi didalam diri kami... Kami merasa hubungan kami tidak wajar setelah menjalani hubungan selama 2 tahun lebih... Mengapa begitu?... Apakah kami tidak Romantis atau Mesra? Bukan itu Kami malah setiap hari romantis Cakka selalu menyanyikanku lagu dengan gitarnya sebelum aku tidur walau cuma lewat handphone dan berjalan beriringan sambil bergandengan kemana-mana selalu berdua membuat orang-orang iri melihat hubungan kami... Apakah yang mendasari kami merasa hubungan kami datar-datar saja? Kami sendiri bingung... Coba lihatlah hubungan Rio dan Agni... Mereka Long Distance Relationship... Ketika mereka bertemu terasa beda sekali rasanya melihat mereka saling kangen satu dengan yang lain... Coba juga lihatlah Hubungan Ray dan Acha... Walaupun salah satu dari mereka mempunyai kekurangan... Acha Gadis manis namun sayangnya lumpuh bersanding dengan Ray anak band yang jago main drum... Mereka saling menutupi kekurangan dengan kelebihan mereka... Terlihat bahagia sekali ketika Ray dengan sabar mendorong kursi roda Acha... Kami? Kami sepasang yang diberikan kesempurnaan dan bahkan kesempurnaan itu membuat banyak orang iri dengan kami... Tapi bukan itu yang kami inginkan...
Atau Lihatlah hubungan Gabriel dan Sivia mereka memang tak seperti Rio dan Agni yang Long Distance Relationship... Tak seperti Acha dan Ray....Bahkan mereka kalau dilihat-lihat adalah pasangan yang serasi tetapi yang paling labil sering adu mulut dan putus nyambung mewarnai hubungan mereka...
Kami sering tertawa jika melihat kedua sahabat kami itu memulai aksi mereka... Kelihatannya asyik... Apa yang harus kami lakukan?
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
" Aku mau ngomong sesuatu " Kata Cakka dan Oik secara bersamaan...
" Kamu saja dulu... " Mereka bersamaan lagi
" Eh... Kamu aja Cakka yang duluan..." Kata Oik
" Gak papa kok kamu duluan... Ladies First..." Ucap Cakka kemudian...
Oik menarik nafasnya dalam-dalam
" Cakka... Kayaknya hubungan kita sampe disini saja ya... Soalnya hubungan kita terlalu datar gak ada lika-likunya... Coba lihat hubungan teman-teman kita yang begitu berwarna... Kau dan aku selalu rukun..."
Cakka menghembuskan nafasnya
" Huh Oik... Kok bisa pikiran kita sama... Aku juga berpikir begitu... Kita tak seperti yang lain... tak pernah berantem, tak pernah salah paham dan tak pernah terpisa... Aku rasa kita boleh coba untuk mengakhiri hubungan ini..."
" Jadi Kamu setuju??"
" Apa salahnya kita coba..."
" Oke... Jadi mulai saat ini kita tak punya hubungan apa-apa Lagi..."
>>>>>>>>>>>>>>>>>
" Duh Oik... Kamu bodoh banget sih... Masa cowok se-perfect Cakka kamu lepasin gitu aja... Memangnya kamu sudah tak sayang lagi sama dia?"Tanya Sivia
" Bukan begitu Via,, Aku masih sayang... Bahkan sayang banget sama Cakka... Cuma Kami Jenuh sama hubungan Kami yang datar-datar saja... Gak kayak hubungan kamu dengan Gabriel yang putus nyambung... Asik deh kayaknya..."
" Begini yah Oik Cahya Ramdlani ... Malah bagus dong kalau kamu dan Pacar kamu Cakka Kawekas Nuraga itu tak punya masalah... Berarti kalian memang soulmate ditakdirin untuk bersama... Malah Aku yang harusnya cemburu dengan hubunganmu..."
Oik kemudian merebahkan dirinya diranjang...
" Entahlah... Tapi aku ingin coba hal yang baru..." Kata Oik sambil memejamkan kedua matanya...
>>>>>>>>>>>>>>>>>>
" WHAAT CAKKA??? Kamu putus sama Oik??"Gabriel kaget mendengar pernyataan Cakka...
" Bukannya kalian baik-baik saja?"Tanya Gabriel Kemudian
" Justru karena itu aku dan Oik putus..."
" Maksudnya...?" Tanya Gabriel kurang paham...
" Yah karena kita sama-sama jenuh dengan hubungan kita yang baik-baik saja..."
" Kamu sama Oik aneh... Eh tapi Cakka... Kamu jangan menyesal kalau suatu saat Oik diambil oleh orang lain... Kamu kan tahu Oik adalah salah satu cewek populer disekolah... Pasti banyaklah yang naksir dia... Apalagi setelah tahu kamu dan Oik putus... Banyak yang akan melancarkan serangan PDKT padanya..."
Cakka mengangkat kedua bahunya sebagai respon terhadap perkataan Gabriel tadi...
" Trus bagaimana dengan Shilla?"Tanya Gabriel
" Shilla? Maksud kamu?"
" Shilla kan kamu gantung"
" HAH? tak mungkin aku menggantung Shilla.. Kamu tahu kan Shilla masih hidup... Kalau aku gantung bisa-bisa dia mati..."
Gabriel menggeleng-gelengkan kepalanya...
"Cakka...Cakka... Ganteng-ganteng telmi juga yah... Maksudku... Shilla kan sebelum kamu jadian dengan Oik menyatakan perasaannya kepadamu dan kamu belum menjawabnya sampai saat ini... Nah Pas dia tahu kalau kamu jadian dengan Oik... Dia kan bilang... Cakka I will always waiting you, until whenever... Nah sekarang kan kamu sama Oik sudah putus... Trus apa jawabanmu pada Shilla?"Kata Gabriel panjang lebar sambil menirukan gaya bicara Shilla pada salah satu Bagian pidatonya (?)
" Oh... Gitu yah? Iel.. Kok aku bisa lupa yah? Kenapa kamu masih ingat coba?"
" Gabriel gitu loh... Gimana Kamu bakalan menerimanya?"
" Tak tah... Liat aja ntar..." Kata Cakka mengambil guling disampingnya lalu tidur...
>>>>>>>>>>>>>
Hari ini untuk pertama kalinya Oik pergi kesekolah tidak bersama Cakka...
Cakka tak menjemputnya... Biasanya Cakka menjemputnya dengan berbagai macam kendaraan sesuka hatinya... Pernah dengan mobil, motor, sepeda, taksi, becak, bajaj... Apapun...
Kali ini Oik memutuskan untuk berjalan kaki kesekolah... Lagipula jarak sekolah dengan rumahnya tak begitu jauh...
' Kring...kring.... ' Suara sepeda...
" Hei Oik... Sendirian....?" Tanya pengendara sepeda itu yang tak lain dan tak bukan adalah Obiet...
" Iya Biet..."
" Cakka mana?"
" Aku sama Cakka udah putus kok Biet... Makanya aku perginya sendiri..."
" Lah? Kok bisa?"
" Udah ya Biet... Ga usah banyak tanya... Aku mau ke sekolah nanti telat..."Kata Oik sambil melangkahkan kakinya...
" Tunggu Ik...."
" Kenapa?" Oik berbalik
" Aku antar kesekolah yah nanti kamu telat..."
Oik melihat jam tangannya yang hampir menunjukan pukul 7... Kalau dia berjalan kaki kemungkinan dia akan terlambat...
" Boleh deh..."
" Yuk naik..."
Oikpun naik disepeda Obiet...
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang mengawasi mereka...
>>>>>>>>>>>>>>>>>
" SIVIAAAAAAAA......." teriak Oik...
Orang yang dipanggil namanya hanya menggosok-gosok telinganya karena Oik terlalu kencang meneriakan namanya...
" Apa maksud kamu dengan semua ini??"Tanya Oik sambil menunjukan sebuah pesan singkat yang diterimanya...
From : 9388
Oik Cahya Ramdlani...
Anda telah terdaftar dalam
chat'n dating didaftarkan oleh
seseorang dengan nomor 085657585910
have fun...!
Kami usahakan untuk segera
mencari pasangan anda...
Terima Kasih
" Yah biar kamu cepat dapat pengganti Cakka..."
" Tapi bukan begini caranya..."
" Sudah Ik... Ikut saja... Have fun!... tak harus juga kamu jadian dengan cowok yang akan dikenalkan denganmu... Kamu kan sendiri yang bilang ingin mencoba sesuatu hal yang baru... Ini saatnya Ik..."
" Tapi..."
" Ya Please!"
" Kali ini saja... Lain kali tak usah memakai acara mak comblang seperti ini lagi!..."
" Iya... Iya.... Oh ya... Nanti kalau kamu sudah dapat pasangan... Agen chat'n datting akan menghubungi kamu... Dan memberi tahu nomor hp yang mau dicomblangin sama kamu... Nah silahkan diatur saja selanjutnya... Oh ya Oik... Besok ada acara bazaar dan ama gitu disekolah... kamu datang kan?"
" Ya Pastilah..."
>>>>>>>>>>>>>>>
" Oppsss... Sorry Cakka... Baju kamu jadi kotor..." Kata Shilla sambil membersihkan baju Cakka yang kena eskrim miliknya...
" Gak apa-apa kok Shill..."
" Makasih ya... Oh ya Cakka... Kamu sekarang giliran jaga diposko amalkan?"
Cakka mengangguk...
" Berarti sama... Kita bareng yuk kesana..." Kata Shilla menggandeng tangan Cakka menuju posko amal...
Sementara itu,
Oik dan Sivia menuju kearah Posko amal untuk menyumbangkan beberapa baju... Dalam perjalanan Oik melihat Ray yang sedang mendorong kursi roda Acha mereka melihat-lihat acara bazaar tak jauh dari posko amal...
Acha tersenyum manis kearah Ray yang sabar menuntunnya... Oik mengulum senyumnya melihat adegan tersebut...
Oik dan Sivia berjalan terus tak sengaja menemukan Rio sedang mengutak-atik hpnya... Seperti sedang khawatir...
Iseng-iseng Oik bertanya...
" Kenapa Yo?"
" Agni Ik... Dia gak ngangkat-angkat teleponku..."
" Sibuk kali Yo..."
" Yah gak kayak biasanya Ik... Biar sibuk dia selalu mengangkat telepon dariku..."
Rio kembali mengutak-atik HPnya dengan wajah cemas...
Selama Oik pacaran dengan Cakka Oik tak pernah merasakan rasa Khawatir yang berlebihan seperti itu karena Oik tahu Cakka selalu ada disampingnya...
Gimana jika Oik berada diposisi Rio sekarang? Ingin Oik mencobanya...
Sivia menepuk punggung Oik...
" Ik... Liat deh di posko amal sana... Kayaknya Cakka sudah punya pengganti kamu deh..." Sivia menunjuk kearah Cakka dan Shilla yang sedang tertawa mesra disebuah Posko amal...
Jantung Oik berdebar... Darahnya serasa berhenti mengalir... Kepalanya panas... Hatinya seperti ditusuk-tusuk ribuan Jarum...
' Inikah rasa cemburu itu? Beginikah rasa sakitnya? Sakit sekali! Ingin aku menangis' Batin Oik...
" Sivia... Kita tak jadi kesana yah..."
" Lha? Kan mau nyumbang... Trus baju-baju ini mau dikemanakan kalau tidak lewat posko amal...?"...
" Heii... Mau nyumbang yah..." Tanya Gabriel yang tiba-tiba datang...
" Eh kamu Yel... Kalau gitu kamu temanin Sivia ke Posko amal yah..." Ucap Oik cepat
" Lha? Kamu gimana Ik..." Tanya Sivia..
" Aku gak apa-apa disini aja... Udah gih"
Sivia dan Gabrielpun pergi menuju Posko amal...
Oik membalikan badannya Ia tak ingin melihat Cakka dan Shilla disana...
' Rasa ini belum pernah kurasakan semenjak bersama Cakka... Cakka dulu sangat menjaga hatiku dia tak pernah bersama gadis lain selain aku... Dan perasaan ini! Sakit... Aku tak mampu menahannya.... Apa ini yang dirasakan Sivia yang sering menangis ketika curhat denganku kalau dia melihat Gabriel dengan Gadis lain... Apa ini yang dirasakan Rio saat Agni lost contact dengannya? Sesakit inikah ' Batin Oik terus menjerit...
>>>>>>>>>>>>>>
From : 9388
Permintaan anda untuk dicomblangkan
chat'n datting telah dikonfirmasi dan kam putuskan anda untuk dicomblangkan
dengan seorang cowok yang mempunyai
nomor. 081312345678... Teruma kasih
telah menggunakan jasa kami...
Tak lama kemudian HP Oik berbunyi Lagi...
Ia segera membuka Sms yang masuk...
From: 081312345678
hai.. Met malem..
Slm knal.. ;)
namaku Dirga..
Namamu siapa?
Oik segera memencet qwertynya dengan cepat membalas..
To: 081312345678
haii jg..
Namaku Cahya..
Lam kenal..
Oik tidak ingin memakai nama aslinya apalagi berkenalan dengan Orang baru yang tak dia ketahui bagaimana orang itu...
>>>>>>>>>>>>>
" Oik bisakah kamu menemaniku ke studio tempat latihan Gabriel band? Aku rasa ada yang tidak beres dengan Gabriel... Aku harus menyusulnya kesana... Tapi jangan beritahu siapapun..."
' menemani ke studio tempat Gabriel? Berarti Ia harus bertemu dengan Cakka?'
" Sivia... Tapi aku tak mau bertemu dengan Cakka..."
" Ayolah... Bantu aku... Sahabatmu..."Kata Sivia...
" Baiklah..."
Sivia dan Oik menuju studio tempat Gabriel, Cakka dan kawan-kawan latihan Band...
Cakka memang mempunyai Band dia sebagai vocalis sekaligus gitaris sedangkan Gabriel lead gitar, ray drum dan 2 orang cewek Zevana dan Ify... Zevana sebagai Bass sedangkan Ify sebagai Keyboardist...
Kami tiba disana dan masuk secara diam-diam... Kami menguping diluar pintu...
" Hei Ray... Kamu gak konsen... Pasti gara-gara pacar kamu yang lumpuh itu... " Ujar Zevana
" Enak saja seenaknya kau berkata seperti itu..."
" Tapi kan memang kenyataan kalau pacarmu itu lumpuh... Apa kata dunia kalau seorang Ray mempunyai pacar yang lumpuh..."Tambah Zevana lagi...
" Diam kamu!... Terserah apa kata dunia...! Yang penting aku sayang Acha... Kapan kita mulai kalau saling mencemooh begini..."Kata Ray sambil menggebuk drumnya marah...
' huh aku kasihan Ray... Tapi salut... Sakit sekali pasti menjadi dia jika pacarnya menjadi bahan cemooh... Apakah sesakit waktu aku melihat Cakka bersama Shilla...?atau lebih? ' Oik membatin kembali...
Terdengar suara lain lagi...
" Gab... Pacar kamu si Sipit kemana? Tumben gak nemenin kamu?"Tanya Ify...
" Hush! Dia bukan si Sipit..."Kata Gabriel...
" Trus?"
" Pipi Bakpao..."
Semua tertawa terbahak-bahak mendengarnya...
Oik menoleh kearah Sivia... Wajahnya merah dan tampaknya kesal... Aduh gawat kalau begini...
Sivia segera membuka kasar pintu studio tersebut... "Brakkkk"
Semua kaget...!
" Apa kamu bilang? Aku pipi bakpao..." Sivia kesal...
" Nah lo mampus kamu Yel... Orangnya datang..."Kata Cakka...
Oik mengikuti Sivia... Dia melihat Cakka... Biasanya ini tempat yang biasa Ia kunjungi tapi setelah putus dari Cakka baru kali ini lagi dia datang kemari... Mereka berdua memalingkan wajahnya kearah berlawanan...
Sambil menyaksikan Sivia dan Gabriel adu mulut...
" Eh... Enak aja kamu bilang aku Pipi Bakpao.. Kamu sendiri cungkring tulang kering... Tengkorak Idup..."
" Biar cungkring tetap aku pacar kamu tauk... Lagi pula emang pipimu kayak bakpao"
" Iiiiiiihhh ngeselin... Tengkorak idup..."
" Aku tengkorak idup? Berarti kamu pacaran sama tengkorak dong... Aduh cacingan..."Kata Gabriel sambil mencubit pipi Sivia sampai merah...
" Ih pipiku merah ini..."
" Biarin biar lebih mirip bakpao..."
" Tengkorak..."
" Bakpao"
" Tengkorak..."
" Bakpao"
Sementara Gabriel dan Sivia bertengkar... Yang lain panik dan Sibuk melerai mereka... Cakka dan Oik malah tertawa terbahak-bahak....
Tiba-tiba hening.....
Yang terdengar hanya tawa renyah Cakka dan Oik...
1...
2...
3...
Cakka dan Oik sadar segera menghentikan tawa mereka...
" Cieeeeee.... Suit...suit...." Goda mereka semua...
Cakka dan Oik jadi salting...
>>>>>>>>>>>>>>
Semakin hari... Oik semakin intens ber-smsan Ria dengan Cowok yang bernama Dirga itu dan mereka semakin hari semakin akrab...
Suatu kali...
From : Dirga
Cahya... Blh ga kita ketemuan?
;)
To : Dirga
Boleh kok :)..
Dmn?
From : Dirga
Di Cafe Bintang jam 7 mlm
Gmn?
;)
To : Dirga
Boleh kok :)
aku pasti dtg...
From: Dirga
Oke :D
aku tggu loh...
Aku pake jaket ungu kaos hitam...
Skinny jeans ;)
To : Dirga
Aku paje sweater pink...
Bando putih.. Seeaa tomorrow ;)
>>>>>>>>>>>>>>
Oik berjalan masuk kesebuah cafe lalu duduk di meja nomor 20...
Malam itu Oik terlihat sangat Cantik dengan sweater pink dan bando putih...
Jam tangannya menunjukan pukul 18.55... Ia seakan memperhatikan orang-orang yang keluar masuk cafe itu...
Tiba-tiba seorang cowok dengan jaket ungu masuk kedalam cafe tersebut...
' Cakka??? Ngapain dia disini? ' Tanya Oik dalam hati...
Oik pura-pura tak melihatnya... Cakka duduk dimeja nomor 18 yang hanya berjarak 1meja kesamping kirinya..
Waktu sudah menunjukan pukul 19.05 sudah lewat 5 menit dari waktu yang dijanjikan tapi orang yang bernama Dirga itu tak kunjung datang Jua...
Oik ingin meneleponnya tapi Ia mengurungkan niatnya... Ia yakin bahwa Dirga itu akan datang...
Sesekali Oik mencuri padang kearah Cakka.. Sepertinya Cakka juga sedang menunggu seseorang... Apa mungkin Shilla? Atau mungkin pacar barunya?
Oik ingin menyapa Cakka tetapi timbul rasa gengsi...
Tak terasa sudah setengah jam Oik menunggu orang yang bernama Dirga itu tapi tak kunjung datang...
Tiba-tiba...
" Hai Oik... Aku ganggu yah? Lagi nunggu siapa? Boleh aku duduk disini?"
" Eh Cakka.. Gak..gak ganggu kok.. Aku...aku gak nunggu siapa-siapa kok... Oh,, Boleh silahkan..." Cakka duduk tepat didepan Oik..
" Dari tadi aku perhatiin kok kamu khawatir gitu?"Tanya Cakka
" Aku... Oh gak kok.. Cuma ..cuma disini sedikit dingin aja... Trus kamu ngapain disini?"
" e... E... Itu lagi nungguin teman..."
" Shilla yah?"
" Bukan... Bukan Shilla... Kok kamu bisa berpikiran seperti itu?"
" emm... Nebak aja..."
" Gak kok..."
Seketika Cakka menatap Oik dengan tatapan yang dalam sehingga membuat Oik menjadi lemas... Kalau seperti ini Oik berharap Dirga itu tak usah datang...
" Oh ya Ik.. Tunggu ya... Aku mau nelpon temanku dulu..."
Cakka mengeluarkan HPnya lalu berdiri dari kursi dan agak menjauh... Iapun memencet angka-angka lalu menelepon nomor tersebut...
Tiba-tiba...
" cause u'r amazing...just the way you are..." HP Oik berbunyi...
Oik melihat screen HPnya...
" Dirga???" Oik kaget melihat nama tersebut...
Ia segera mengangkat telepon...
" Hallo..." Oik mengangkatnya tetapi kok aneh seperti terdengar menggema...
" Hallo... Cahya yah?" Suara itu... Oik seakan mengenal suara itu...
Ia kemudian berbali pada Cakka... Cakka juga sedang melihat Oik...
Kemudian...
Mereka berdua tertawa...
" Hahaha... Jadi kamu yang pake nama Dirga?"
" Iya... Jadi kamu itu Cahya?" Kata Cakka sambil duduk di kursi tadi..
" Iya... Tapi kok nomor kamu beda?"
" Ya... Aku beli nomor baru cuma untuk acara ini... Kamu juga ganti nomor yah?"
" Yah... Semenjak putus dari kamu aku jadi gak mau ingat kamu... Jadi nomor pemberianmu aku simpan dan aku ganti dengan nomor yang baru... Kok kamu bisa ikutan acara ini? Bukannya kamu sudah punya Shilla?"
" Shilla?"
" Iya... Waktu itu aku lihat kalian mesra-mesraan diacara amal dan bazaar..."
" Gak kok.. Aku dan Shilla just friend... Gak lebih.. Waktu itu aku dan Shilla panitia dan giliran jaga... Jadi kita jaga posko bareng-bareng... Dan bukankah kamu yang sudah punya Obiet? kok ikutan acara ini..."
" Obiet? Gak kok... Kok kamu bisa berpikiran gitu?"
" Habis waktu itu aku lihat Obiet hampir setiap hari antar jemput kamu..."
" Oh itu... Obiet cuma nawarin tumpangan kok... Yah apa salahnya kan? Dari pada aku jalan kaki... Eh aku baru nyadar sesuatu..."
" Apa?"
" Ternyata kamu pake jaket ungu, kaos hitam dan skinny jeans seperti yang dibilang Dirga.."
" Iya... Aku juga baru sadar kalau kamu pake sweater pink dan bando putih seperti yang dikatakan Cahya... Satu lagi kamu gak nyadar"
" Apa?"
" Namaku kan Dirga... kepanjangan dari RamDlanI nuRaGA.. Blee"
Cakka mencubit Oik...
" Aww,,, sakit..." ringis Cakka...
" Aku aja gak sadar apalagi kamu... Kamu lupa yah nama tengah aku Cahya?"
Cakka menepuk jidatnya...
" Oh iya..." sambil membentuk jarinya seperti huruf 'V'..
Suasana jadi hening... Nampak romantis ketika diiringi suara biola dan merdunya penyanyi Cafe denga lagu Bukan Cinta Biasa...
Cakka memegang tangan Oik...
" Oik... Ketika aku jauh dari kamu aku merasakan betapa aku kehilangan kamu... Dan ketika aku melihatmu bersama orang lain aku merasakan gemuruh didalam dadaku... Karena kamu adalah soulmateku... Cinta kita memang tak pernah disinggahi masalah karena kita memang menjaga cinta kita... harusnya kita bersyukur karena cinta kita bisa dikatakan perfect love..."
" Iya Cakka aku... Aku juga merasakan hal yang sama... Ketika aku harus berpisah darimu..."
" Perlukah aku menembakmu lagi...?"
Oik tersenyum geli...
" Baiklah... Oik Cahya Ramdlani... Maukah kamu menjadi pacar Cakka Kawekas Nuraga lagi... Dan kelak menjadi seseorang yang terus mendampingiku sampai tua nanti serta menjadi Ibu bagi anak-anakku nanti?"
Oik kaget dengan 'Penembakan' Cakka kali ini dengan kata-kata yang tidak biasa... Terasa begitu serius...
" Aku mau..." Kata Oik sambil tersenyum...
Merekapun medekatkan kepala mereka dan ....
Cup...!
" Jepreeet! " Terdengar suara kamera...
Diiringi suara anak-anak...
" Cieeee... Cieeee... Yang udah balikan... Wah... wah... Pikirannya sampe ke anak-anakan :O " Ledek Gabriel dan Sivia...
" Kita kebagian PJ dong..." Rio dan Agni muncul dari belakang...
Tak lama kemudian Ray datang sambil mendorong Kursi roda Acha...
" Bukan PJ... Tapi PB dan PS..." Kata Ray menyela...
" Apa tuh...?"
" Pajak Balikan dan Pajak Soulmate" Kata Acha...
Semua tertawa....
>>>>>>>>>>>>>>>>
Oik menutup sebuah Album foto... Cakka duduk disebelahnya...
Terlihat seorang Gadis Remaja yang sedari tadi mendengarkan cerita Cakka dan Oik...
" Jadi Ayah dan Bunda dulu juga merasakan hal yang sama dengan Ikka?"
" Ia Ikka... Jadi kamu berpikir lagi deh kalau ingi mengakhiri hubungan kamu dengan Brian.. Mungkin kalian tidak pernah bertengkar karena kalian benar-benar Soulmat yang ditakdirkan untuk hidup bersama" Kata Oik sambil membelai rambut Putrinya yang beranjak Dewasa...
" Emang gitu yah ... Ayah...?" Tanya Ikka kepada Cakka...
" Betul Ikka... Ayah dan Bunda kan telah menceritakannya..." Kata Cakka sambil merangkul Oik...
" Yaudah deh Yah...Bun... Ikka gak jadi mutusin Brian..." Kata Ikka sambil tersenyum memeluk gulingnya...
Oik dan Cakka tersenyum melihat anaknya yang sedang kasmaran itu... Membayangkan kisah mereka beberapa puluh tahun lalu...
" Lagi pula kalau Brian dan Ikka memang ditakdirkan bersama sebagai soulmate.. kita berarti bakalan jadi keluarga dengan Gabriel dan Sivia karena Brian anak mereka.... hehehe... " Oik dan Cakka tertawa bersama...
> Tamat <
sip...sip tamat lagi...
Comment yah! *ngarep*
hehehe '.'v
Jumat, 24 Desember 2010
Inside a Story - Cerpen
Apalagi kalau malam hari seperti ini.... Aku paling tak suka...
Kumelihat screen HPku pukul 00:18...
Segera ku buka sebuah pesan masuk tersebut....
From : Dekka
^Kak... Bukain pintu dong aku diluar baru pulang^
What? Cakka baru pulang.... Dengan gontai aku melangkahkan kakiku menuju pintu...
Aku takut membangunkan Om Tunggul... Aku takut juga kalau Cakka dimarahi lagi seperti yang dulu...
Walau aku memang bukan siapa-siapa dirumah ini tapi..... Cakka sudah kuanggap seperti adikku sendiri...
Aku segera mengambil kunci dan pelan-pelan membuka pintu...
Tampak Cakka yang urak-urakan masuk...
"Cakka... Kamu dari mana?"Tanyaku pelan...
"Aku? Nungguin Pacarku lah..."
"Tunggu pacar kamu yang mana? Pacarmu kan banyak... Aren? Shilla? Zahra? Ify? Acha.. Siapa lagi yah?" Tanyaku mengingat-ingat seluruh nama-nama Pacar Cakka yang dia kenalkan padaku...Seperti mengabsen satu per satu... Sangking banyaknya otakku tak mampu mengingatnya satu per satu... Ckckckck... Dasar ABG!!
"Bukan kak... Nanti aku ceritain... Tapi jangan disini... Kalau Ayah tahu bisa berabe... Dikamar aku aja yah...."Katanya sambil melepas jaketnya...
Aku menutup kembali pintunya...
Dan menatapnya aneh...
"Tenang aja kak... Aku gak punya niat buruk...haha... Ntar Mas El marah sama aku kalau ngapa-ngapain kakak...hehehe"
Aku menonyor kepala Cakka...
Kamipun berjalan ke kamar Cakka yang terletak dilantai 2 tepat disebelah kamar El... Aku menengok sebentar ke Kamar yang didepannya bertuliskan... 'Elang...'
"Kenapa kak? Kangen mas El yah?"Cakka menghentikan langkahnya...
Aku mengangguk pelan...
"Sabar ya kak..."Katanya sambil membuka pintu kamarnya pelan...
Lalu mengajakku masuk... Aku masuk kedalam... Kamarnya berwarna putih polos tertata rapi tidak seperti kamar anak cowok lain yang berantakan... Kamar Cakka terlihat rapi... Disudut kamar ada berbagai macam gitar dan disudut lainnya ada juga beberapa bola basket....
Aku duduk disofa kecil yang ada disitu... Sedangkan Cakka segera berbaring di ranjangnya tanpa melepas sepatunya...
"Dekka... Katanya tadi mau cerita..."Tagihku...
Dia menghela nafas...
"Kakak mau tahu kenapa aku sekarang jadi Playboy...? Kakak mau tahu siapa yang sering menyebabkan aku pulang larut malam?"
Aku mengangguk...
"Jadi begini kak... Aku sebelum jadi Playboy... Aku punya pacar kak... Namanya Oik... Dia gak cuma cantik dia juga baik hati... Bahkan sangat care terhadap aku... Aku dan Oik pacaran sejak masih SMP.. Tapi semenjak masuk SMA... Aku lost contact sama dia... Aku SMS gak pernah dibalas... Aku telepon gak pernah diangkat bahkan nomornya gak aktif... Aku samperin kerumahnya... Tapi katanya Oik sudah gak tinggal dirumah itu lagi... aku merasa Oik tega sama aku... Dia ninggalin aku tanpa kabar sedikitpun... Dia anggap apa aku 3 tahun pacaran dengannya... Sampai aku frustasi dan memutuskan untuk melupakan Oik ya dengan ikut berbagai ekskul... Aku jadi populer disekolah... Dan banyak cewek yang dengan sendirinya datang menemui aku... Makanya aku jadi Playboy... Sebenarnya dilubuk hatiku yang paling dalam aku juga tak mau ada pada keadaan seperti ini kak... Tapi... Oik...arrrrgggh" Cakka terlihat frustasi saat menceritakan semua itu...
Tak kusangka Cakka yang aku anggap adikku sendiri yang paling cool punya masalah seperti ini...
Aku mengangguk-angguk tanda mengerti dan ikut prihatin dengan semuanya... Cakka melanjutkan ceritanya...
"Tapi baru belakangan ini aku tahu kalau Oik ternyata gak meninggalkan aku... Bahkan dia masih setia... Cuma Dia ternyata sedang koma dirumah sakit karena penyakitnya yang ganas... Dia terkena penyakit Lever... Dan sudah hampir 1 tahun dia tak sadarkan diri... Aku baru tahu ini dari Kakaknya... Sebenarnya Kakaknya itu tidak mau menceritakan ini karena diminta Oik... Tapi dia akhirnya menemuiku dan menceritakannya... Karena kasihan melihat Oik yang hidupnya dibantu dengan alat... Aku meminta Kakaknya itu mengantarkanku ke rs... Kulihat Oik didalam.. Miris banget hatiku... Kenapa aku bilang Oik masih setia? Karena dia masih memakai kalung kesetiaan pemberianku kak... Aku nyesel banget kak telah ngekhianatin dia... Sebagai gantinya.. Aku tiap hari menemuinya di rs berharap suatu hari dia akan sadar..."
Cakka menceritakannya dengan miris airmata mengalir dipipinya sepertinya sudah tak tertahankan... Cakka sosok cowok ABG yang baru ku kenal sekitar 6 bulan lalu... Dimataku Cakka adalah cowok yang keren, tajir, cool, ganteng dan tak punya beban sedikitpun walaupun punya cewek yang seabrek banyaknya... Ternyata rapuh juga karena masalah seperti ini...
Cakka yang duduk diranjangnya... Sambil menyalahkan dirinya sendiri...
Aku mendekatinya dan memeluknya membelai rambutnya...
"Cakka... Kakak tahu masalah kamu memang berat... Tapi cobalah dewasa... Lakukan yang menurutmu baik... Tapi harus berasal dari sini..."Kataku sambil menunjuk bagian dadanya dan melepaskan pelukan kami....
"Makasih Kak"
^-^-^-^-^-^-^-^-^-^-^-^-^
Aku sendiri dirumah... Om Tunggul sedang keluar kota... Cakka tentu saja sekolah... Dan Elang.. Dia sedang tidak di Indonesia... Dia kuliah diluar negeri...
Ditengah kesepian itu aku mengisinya dengan memberes-bereskan rumah... Kebetulan mbok ati sama Bi ijah sedang ke Pasar...
Jadi daripada gak ada kerjaan mendingan aku beres-beres...
Aku masuk kesebuah ruangan... Hmmm ini ruangan khusus keluarga sih... Yang bisa masuk disini cuma keluarga dan pembantu apabila ingin bersih-bersih selain itu tak ada satupun yang boleh masuk...
Lha? Aku...? Aku memang bukan keluarga sih.. Tapi Kata Om Tunggul aku bisa masuk kesini.. Toh sebentar lagi aku bakal jadi keluarga Nuraga.. Lha? Yap aku tunangan dengan Elang Putra Nuraga anaknya om Tunggul Dhewa Nuraga kakaknya Cakka Kawekas Nuraga... Udah ah.. Back to the Story...
Aku segera mengambil vacum cleaner dan membersihkan karpet... Tiba-tiba kakiku terantuk pada dua buah buku dibawah karpet sepertinya sengaja disembunyikan disini... Tidak... Bukan 2 buah buku lebih tepatnya 2 buah album foto... Hmmm...
Di album foto pertama tertulis 'Player'...
Aku membukanya ternyata ini foto-foto Pacar-Pacarnya Cakka ya yang dia kenalkan sama Gue... Sampe kelupaan nama-namanya...
Aku melihat foto seorang cewek Cantik...
Mengingat-ingat kembali deretan nama pacar Cakka yang dia kenalkan kepadaku...
Aren! Yap aku ingat namanya Aren... Kata Cakka dia peranakan filipina... Cantik tapi.....
^Flashback:On^
Aku dan elang menunggu Cakka yang dari tadi belum datang... Hari ini kita janjinya bakal double date...
Aku dan El menunggunya di PurpleGreen Cafe...
Tak lama kemudian Cakka datang membawa seorang Gadis...
Gadis Cantik dengan rambut sebahu serta berbehel...
"Weehh Cakka... Lama amat..."Kata El
"Maaf Mas Kena macet... Maaf ya Kak..."
"Gak apa-apa kok Dek.. Santai aja..."Jawabku..
"Wehh Cakka.. Bawa siapa lagi nih? Kok beda..."
Kulihat Cakka menginjak Kaki Elang... Elang menahannya kesakitan...
"Oh ya Kenalin ini Pacarku namanya Aren.. Ren kenalan sama Mas El dan TUNANGANNYA" Kata Cakka menekankan kata tunangannya... Elang manyun... Aku lagi-lagi terkikik...
"Aren"
Ucapnya saat berkenalan dengan kami...
Kamipun memesan makanan.. Setelah selesai makan kami nonton dibioskop...
Kulihat Aren terlihat Kikuk bersama Cakka... Cakka dengan santai mengandeng tangannya...
Kamipun masuk kedalam bioskop...
Aku dan aren duduk ditengah Cakka disamping Aren sedangkan Elang disampingku...
Aren pendiam dari tadi dia tak mengeluarkan satu katapun selain waktu berkenalan...
Disaat aku menonton aku mencoba mengajukan beberapa pertanyaan pada Aren tapi dia hanya menjawab dengan anggukan dan gelengan...
Hupfhh... Aneh...
Seusai Kami mengantar Aren pulang aku bertanya pada Cakka...
"Dekka... Kok Aren pendiam gitu yah... Gak asik nih diajak bicara malah mingkem..."
"Haha.., emang gitu kok orangnya..."
"Iya tumben nih Cakka mau sama orang yang kayak gitu... Gak berasa dia pacaran sama Patung kikuk banget..."Kata El masih dalam kemudinya...Cakka menonyor kepala El.
"Woyaaaa.... Maklum lah Mas... Cakka itu pacar pertamanya Aren jadi dia masih kikuk gitu namanya juga baru pertama kali..."Kata Cakka
"Ckckck... Baru pertama aja udah di 10-in kasian Aren kalau dia tahu bisa-bisa dia trauma pacaran..."Kata El
"Makanya jangan dikasih tahu..."
"Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh jua..."
"Ah males ah mas El ga asik..." Kata Cakka lalu mengambil BBnya dan mengutak-atiknya...
Aku hanya bisa tertawa kecil melihat kedua kakak-beradik itu
^Flasback:Off^
Yap... Itulah Aren... Dia cantik tapi pendiam... Aku juga kasihan sih sama dia... Tega sekali si Cakka.... ckckck...
Akupun melanjutkan ke lembar berikutnya... Ada beberapa foto didalamnya....
Disebelah kiri foto seorang gadis cantik dan disebelah kanan foto Cakka bersama Gadis itu...
Aku mengingat-ingat kembali daftar nama pacar Cakka... Ya Dia Shilla... Dia cantik sekali... Hmm menurutku diantara semua pacar Cakka dia yang paling Cantik... Cuma menurutku dia terlalu dewasa buat Cakka dan aku 'agak' kurang srek sama dia... Kenapa?
^FlashBack:On^
Aku sedang duduk diruang tamu sambil membaca-baca sebuah majalah...
Yah seperti biasa aku sendiri dirumah... Sebenarnya gak sendiri ada Mbok Ati dan Bi Ijah serta Pak Mamat... Haha...
Nuraga's Family sedang keluar... Om Tunggul katanya sedang rapat makanya pulang telat.... Elang sedang ada Kuliah Tambahan makanya pulangnya agak malem.. Cakka belum pulang sekolah... Padahal ini sudah hampir jam 4 sore...
"Ting...tong...ting...tong..."Suara Bel rumah...
Aku segera meletakan majalah yang sedari tadi ku Baca diatas sofa...
Menuju pintu dan kubuka...
Kulihat seorang Gadis Cantik dengan kacamata hitam... Rambutnya agak curly... Tingginya semampai dan badannya bagus didepanku...
"Maaf mbak.. Cari siapa yah?"Tanyaku
"Aduh gak usah panggil gue mbak yah... Gue masih muda... Gue lebih muda dari lo kali... Kalau manggil mbak gue berasa tua..."
"Eh Ia maaf... Mau cari siapa yah?"
"Cakka udah pulang belum?"
"Belum... Kalau boleh tahu anda siapa yah?"
"Gue pacarnya Cakka... Lo siapa?"
Belum sempat aku menjawab Cakka tiba dengan Cagiva nya... dia langsung memarkir Cagiva digarasi lalu menghampiri kami...
"Hei Shill... Udah lama yah?" Tanya Cakka...
"Barusan Kok..."Kata Cewek itu yang tanpa basa-basi langsung cipika-cipiki dengan Cakka...
"Oh ya udah kenalan belum...Kak kenalin ini Shilla .. Pacarku..."Kata Cakka
aku menyalami Shilla dan berkenalan dengannya...
Kemudian kami masuk keruang tamu...
"Oh.. Aku buatin minum yah... Kalian mau minum apa?"Tanyaku
"Gak usah kak... kan bisa nyuruh Bi Ijah atau Mbok Ati..."
"Udah gak apa-apa kok... Biar aku aja... Mau minum apa Shill..."
"Hmm ... Aku Jus Jeruk aja... Tapi less sugar yah..."Katanya
Akupun segera melangkah kedapur membuatkan dua buah minuman untuk Cakka dan Shilla...
Setelah selesai aku mengantarnya...
Belum sempat aku memberikan minuman itu kepada mereka terdengar suara Shilla sedang bertanya-tanya kepada Cakka...
Akupun mendengarkannya sebelum membawa minuman itu kepada mereka...
"Cakka... Dia siapa sih kok tinggal disini... Setahu aku yang tinggal disini cuma kamu, ayahmu dan mas El..."
"Oh.. Dia tunangannya mas El... Emang kenapa?"
"Ya... Gak apa-apa sih.. Cuma heran aja.. Belum nikah udah serumah... Apa kata tetangga kamu nantinya..."
"Haha... Kata Orang gak usah dipikir... Lagipula orang tuanya lagi ke luar negeri juga... Jadi sementara dia tinggal disini... Toh suatu hari nanti dia akan menjadi keluarga ini... Kenapa tanya begitu? Kamu juga mau yah tinggal disini..."
Shilla tersenyum manja lalu memeluk Cakka... Akupun keluar dari persembunyian dan membawa minuman kepada mereka...
Setelah itu hpku bergetar lagi... 'drrrtttt...drrrtttt'
Di Screen muncul "Elang"
"Halo.... Kenapa El?"
"Oh... Oke... Aku pake mobilnya Cakka aja yah?"
"hmm.. Kamu didaerah mana?"
"Aku segera kesana tunggu aku..."
Aku mematikan sambungan teleponnya...
"Siapa kak??"Tanya Cakka
"Elang... Mobilnya mogok... Pinjam mobilmu yah dek.."
"Oke kak..."
"Kakak ganti baju dulu..."Kataku...
Aku segera melangkahkan kaki menuju kamarku setelah ganti baju aku hendak keluar menemui Cakka ingin mengambil kunci mobilnya....
Tapi pemandangan apa yang kulihat diruang tamu...
"Cakka ... Mana kunci mo....."Kata-kataku terhenti ketika melihat pemandangan didepanku... Cakka dan Shilla................ Ciuman...
Mereka yang menyadari keberadaan segera mengakhirinya...
Aku mengutuki diriku sendiri... Bodoh!
"Maaf aku ganggu yah... Dekka... Aku minta kunci mobilnya..."
Cakka melemparkan kunci mobil... Aku segera keluar dari situ... Kulihat Shilla menatapku dengan tatapan yang 'tidak mengenakan'...
Setelah menjemput Elang...
Kami pulang... Cakka baru selesai mandi... dan duduk bersama kami diruang tamu...
Sudah Tak ada Shilla...
"Shilla udah pulang Cakka?"Tanya El...
"Udah barusan...."
"Kamu ngapain sama Shilla tadi..."Tanya El...
"Biasalah Mas... Anak muda..."
"Agresif..."Kataku singkat...
"Hahaha... Gimana toh... Aku bawa pacarku yang pendiam dibilang Kikuk... Aku bawa yang gak bisa diam dibilang agresif..."
"Yah... Gak gitu juga kali Cakka..."Kata El...
Cakka Tak menghiraukannya... Dia malah duduk sambil asyik memainkan BBnya...
^FlashBack:Off^
Itulah sebabnya kenapa Aku kurang sreg sama Shilla... Dia agresif serta cara ngomongnya aku gak suka kata 'Lo-Gue' secara dirumah kami selalu menggunakan 'aku-kamu' kalau logue terkesan kurang sopan...
Kalau kayak dia mah Aku tega biarin Cakka nge 10-in dia... Mau nge1000-in juga aku dukung Cakka... #Pletak...
Aku meneruskan membuka Album foto...
Terlihat... Seorang foto cewek manis....
Lalu disebelah seperi biasa foto Cakka bersama cewek itu....
Oh ya aku ingat nama Ceweknya Ify... Nama paling gampang diantara Pacar-pacarnya Cakka...hehehe '.'v
Di foto kedua Cakka dan Cewek itu dinner... Haha... Aku ingat haha... Kayaknya ini yang waktu itu....
^FlashBack:On^
Aku dan Elang sedang berbelanja di Supermarket... Kebetulan kita lewat didepan sini sekalian belanja untuk keperluan dapur...hehehe... Memang sih itu sudah lumayan malam sekitar jam 9-an...
'drrrtttt....drrrtttt' hpku bergetar lagi....
Aku melihat hpku...
"Dekka Calling"
Akupun mengangkatnya...
"Hallo,,,kenapa Dekka...?"
"Mobil kamu bannya kempes kena paku yah....?hahaha"
"iya deh iya... Kamunya dimana?"
"Oke..aku dan El kesana..."
Telepon ditutup...
"El jemput Cakka yuk..."Kataku menarik El yang sedang asyik melihat barang-barang...
"Lha? Kenapa lagi dia..."
"Dia lagi dinner sama Pacarnya mau pulang ban mobilnya kempes... didekat situ gak ada bengkel katanya...."
"Kok dia ga telepon aku yah ... Malah telepon kamu..."
"hahaha...udah bukan saatnya cemburuan"
Aku dan El segera membayar belanjaan kami dan meluncur ke tempat Cakka...
Kami tiba ditempat Cakka... Kulihat Cakka dengan Jaket putih dan seorang cewek menggunakan Gaun hijau....
Kami turun...
"Mana mobil kamu?"Tanya Mas El setelah kami turun...
"Tuh..." Tunjuk Cakka...
"Emangnya kamu gak punya ban reserve yah?"Tanyaku
"Ada sih tapi aku kan gak tahu cara gantinya..."Kata Cakka sambil membentuk jarinya menjadi huruf 'V' ...
"Yaudah... Kamu bawa mobilku nanti Mas yang ganti mobilnya... Kasian tuh pacar kamu... Masa cantik-cantik begini dipinggir jalan..."Kata El...
"Aku temenin ya El..."Kataku...
"Gak usah kamu pulang sama Cakka aja... Jagain mobil aku... Nanti dia ngapa-ngapain mobilku lagi..."
"Ih... Mas El.. Gak percaya aja sama Cakka..."
"Udah... Cakka...yuk... Kasian Pacar kamu tuh..."Kataku menengahi Cakka dan Elang dan menarik Cakka...
Aku, Cakka dan Pacar Cakka masuk kedalam mobil... Aku duduk dibelakang Cakka dikemudi dan Pacarnya disebelahnya tentunya...
"Oh ya kak kenalin ini pacar Cakka...." Perasaan udah beberapa kali kata-kata ini dejavu ditelingaku...
"Ify..."
Katanya mengulurkan tangan... Sambil tersenyum ke arahku...
"Kalian tadi dari mana sih?"Tanyaku...
"Kita dinner sama keluarganya ify..."
"What?? Keluarganya Ify..."
Aku tertawa cekikan... Soalnya seorang 'Playboy' seperti Cakka berani juga bertemu dengan keluarganya Ify...ckckck...
"Tumben dekka.. Yang lain kok gak..." Oppss... Kelihatannya Cakka marah dengan kata-kataku barusan matanya melotot kearahku...
Ify menatapku heran...
"Gak kok becanda Fy.." kataku...
"Oh ya Fy... Kamu kenal sama Cakka dimana?"
"Dipensi...udah lama sih..."Katanya
Akupun asyik bercerita dengan Ify... Anaknya asyik diajak bicara... Gak se-pendiam Aren dan Gak se-Agresif Shilla...
Tapi baruku tahu juga kalau ify 2 tahun lebih tua dari Cakka...ckckck brondong ni yeh...
Padahal wajahnya tak kelihatan seperti itu.. Kupikir malah Shilla yang lebih tua dari Ify..hehehe... Akhirnya kami tiba dirumah Ify...
Rumah mewah berwarna Abu-abu dengan type neoklasik itulah rumah Ify...
Ify segera turun dan pamitan...
Aku dan Cakkapun melaju kerumah...
"Nah gitu dong Cakka kalau bawa cewek...Asyik tapi ga agresif"Kataku...
"Haha... Mau yang lebih asyik... Ntar deh masih banyak stock..."
"Ckckck.... Gila kamu dek... Ternyata brondong ni yeh..."
Cakka hanya tersenyum simpul menanggapi gurauanku terus didalam kemudinya...
Tak beberapa lama kemudian kami tiba dirumah
^FlashBack:Off^
Ify anaknya asyik diajak bicara... Mungkin karena faktor usia juga yang notabene hanya berbeda beberapa tahun denganku... Makanya kita bicaranya nyambung banget...
Cumanya tahulah Cakka jadi brondong deh...hahaha...
Aku melanjutkan membuka Album foto tersebut... Dihalaman 3 terdapat foto cewek cantik... Gayanya kelihatan dewasa.. disebelah kanan fotonya sendiri dan disebelah kiri fotonya berdua dengan Cakka...
Ini pacar Cakka yang bernama Zahra yah?...
Penampilannya memang lebih dewasa dari umurnya yang sepantaran Cakka... Tapi dia Cantik juga kok dan....
^FlashBack:On^
Aku melangkahkan Kakiku masuk kedalam rumah... Kumelihat Cagiva Cakka sudah terparkir di Garasi.. Itu artinya Cakka sudah pulang...
Ku buka pintu dan kulangkahkan kaki ke ruang tamu...
Seorang gadis duduk disofa... Gadis itu terlihat dewasa dari penampilannya...
"Selamat sore kak..."Sapanya
"Sore..."Kataku sambil menunjuknya dengan ekspresi yang aneh...
"Oh.. Aku Zahra kak... Aku nunggu Cakka katanya mau ganti baju dulu..."Katanya sambil mengulurkan tangan menyalamiku..
aku mengangguk...dan bersalaman dengannya.. Tak lama kemudian Cakka keluar dari kamarnya...
"Eh kakak udah pulang.... kak kenalan gih itu pacarnya Cakka..."Katanya
"Udah kenalan kok Dek..."Kataku...
"Oh ya Dek... Kakak ke belakang dulu... Mau masak Mbok ati dan Bi Ijah kan lagi pulang kampung... Jadi gak ada yang masak..."Kataku hendak berjalan menuju dapur...
"Tunggu kak... Aku boleh ikut masak?"Tanya Zahra...
Aku berbalik menatap Zahra dan Cakka...
"Oh iya kebetulan kak ... Aku ada latihan basket... Aku latihan dulu yah... Kan enak tuh pas balik udah ada makanan... Apalagi yang masak kakak ipar dan pacar tambah mantap..."kata Cakka
Aku mengangguk... Zahra mengikutiku dari belakang...
Kami menuju dapur dan mengutak-atik kulkas... Lalu mengambil beberapa bahan dan mulai memasak...
Zahra ternyata jago sekali masak... Aku jadi malu... Dia malah yang mengajariku beberapa resep makanan...
Kami terlibat acara masak yang menyenangkan...
Masakan telah siap... Kamipun mengaturnya dimeja makan... Sementara Cakka baru pulang latihan basket... Elang? Sudah ke Luar negeri waktu itu...
Om Tunggul? Ikut ngantar Elang ke luar negeri jadi dirumah cuma Aku, pak Mamat dan Cakka...
Setelah itu kami mulai makan... Masakan Zahra enak banget suerr ga boong...
Setelah itu Cakka dan Zahra jalan..
Aku tinggal dirumah... masa mau jadi obat nyamuk kalau ikut mereka...haha
^FlashBack:Off^
dan Zahra Jago Masak... Masakannya enak-enak lagi ...
Aku lanjut ke lembar berikutnya... Foto seorang gadis... Lagi yaiyalah.....
Namanya siapa yah? Hmmm... Pokoknya namanya sedikit mirip sama Cakka... Cha.. Cha... hmm... Acha.. Yah namanya Acha... Gadis ini ku ingat....
^FlashBack:On^
Aku sedang duduk diruang tamu....
Hari ini hujan lebat mengguyur....makanya aku tidak kemana-mana *biasanya juga dirumah*...Cakka datang membawa gitarnya sambil duduk memainkan gitar di sofa tak jauh dariku...
"Dekka... Pacar-pacar kamu kemana?"
"Ya dirumahnya lah? Kenapa nanya kak? Kangen yah sama mereka?"
"Yeeee.... Gak gitu juga..cuma kan biasanya tiap hari kamu bawa pacar-pacarmu itu kemari..."
"Tunggu aja bentar lagi pasti ada yang datang..."
'ting...tong..ting..tong..."Bel rumah berbunyi
Hujan-hujan gini siapa yang datang yah?
Aku melangkahkan kakiku menuju pintu... Lalu ku buka pintunya...
Seorang gadis basah kuyub habis hujan-hujanan...
Dia menggigil...
Aku segera mempersilahkan dia masuk walaupun aku tidak tahu dia siapa...
Tampaknya Cakka sangat kaget melihat Gadis yang kubawa masuk...
"Acha?Kenapa kamu basah kuyub begini...?"Tanya Cakka...
"Aku.... Aku...."Gadis yang bernama Acha itu mulai menangis...
Cakka memeluknya...
"Sudah... Kamu ganti baju dulu... Pake bajunya Kakak yah boleh kan Kak?"
"Boleh kok Dekka..."
Aku segera membawa Acha kekamarku... Setelah dia ganti baju kami tetap dikamar...
Tatapannya kosong... Sepertinya dia sedang frustasi... Aku ingin bertanya kepadanya... Tapi aku bingung mulai dari mana...
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu... Sepertinya Cakka...
Aku membuka pintu dan benar Cakka langsung masuk dan duduk disebelah Acha...
"Cha... Kamu bobo aja disini... Jangan dulu mikirin masalah kamu... Yang penting istirahat dulu..."Kata Cakka sambil membelai rambutnya...
Acha menatap Cakka lalu mengangguk dan tidur diranjangku...
Cakka mengecup keningnya lalu menyelimutinya dan tak lama kemudian dia tertidur...
Aku dan Cakka keluar dari kamarku...
Dan berbincang-bincang diruang tamu...
"Dekka... Itu pacar kamu yah?"
"Belum kok..."
"Lha?"
"Ya... Belum... Berarti nanti..."Kata Cakka santai
"Kenapa dia dek... Kok kayak frustasi gitu..."
"Jadi gini kak... Orang tuanya cerai... Dia ikut mamanya tapi mamanya jarang dirumah... Pulang-pulang dia tak diperhatikan... Mamanya cuma pulang malam trus paginya keluar lagi sampe malem... Makanya dia kayak gitu..."
Aku hanya mengangguk-angguk...
"trus kenapa yah tadi dia basah-basahan gitu?"
Cakka hanya mengangkat kedua bahunya...
"Lebih baik gak usah ditanyakan kak nanti dia malah makin frustasi..."
Acha tidak pulang kerumahnya karena dia sudah tertidur sampai malam hari...
Lagipula diluar hujan... Jadi dia menginap dikamarku... Aku tidur dikamar elang...
Kan Elangnya sedang ke luar negeri...
Aku bangun pagi-pagi... Kulihat Cakka dan Acha sudah duduk dimeja makan sambil melahap roti...
Aku ikut bergabung dengan mereka...
Acha sudah tak se-kacau kemarin...
"Pagi semua..."Sapaku...
"Pagi balas mereka berdua..."
"Cha ... Kenalin deh Kakak ipar..."Katanya...
"Calon"Protesku...
"Hahaha...."Cakka tertawa...
"Acha..."
Acha menyalamiku dan tersenyum manis...
Kamipun melanjutkan makan...
Setelah itu Cakka dan Acha pergi entah kemana... Padahal hari ini hari minggu...
Yasudahlah
^FlashBack:Off^
Berarti Sekarang Acha sudah jadi pacar Cakka yah? Soalnya kata Cakka waktu itu kan Belom.... Haha Cakka...Cakka...
Aku melanjutkan Membuka Album... Banyak foto-foto Cewek seperti biasa... Aku ingat ada yang namanya Zevana, Gita, dan yang lain Aku tak mengenalnya alias belum dikenalkan Cakka...
Dasar Cakka! Dibelakang Album itu tertulis...
^Kapan permainan ini akan berakhir?^
Ckckckck...
Aku melihat Album foto yang satunya lagi... Tertulis ^Memories of You and Me^
Terlihat foto seorang gadis yang belum ku kenal .... Dan belum pernah aku lihat...
Difoto pertama ada namanya Oik Cahya Ramdlani...
Oh yah... Berarti ini Oik... yang Cakka ceritakan waktu itu... Kubuka lembar demi lembar album foto itu semuanya Foto Cakka dan Gadis yang bernama Oik itu...
Walau belum pernah bertemu dengan Gadis ini... Tapi entah mengapa aku senang melihatnya bersama Cakka...
Tak seperti pacar-pacar Cakka yang Cakka kenalkan dia... Kelihatan berbeda...
Dari matanya aku melihat sebuah ketulusan yang tidak kulihat dimata Pacar-pacar Cakka yang dia kenalkan kepadaku...
Aku ingin sekali bertemu dengan Gadis ini...
^-^-^-^-^-^-^-^-^-^-^
Setelah memarkirkan Cagivanya Cakka tergesa-gesa naik kekamarnya...
Tak lama kemudian dia keluar... Dia hanya mengganti seragamnya dan langsung keluar lagi...
"Cakka.... Mau kemana?"Tanyaku
"Oik kak... Dia kritis dirumah sakit... Aku harus kesana..."
"Aku ikut..."Kataku langsung memakai Jaket...
Cakka menatapku... Lalu mengangguk...
Kami berjalan ke Garasi.. Cakka men-starter Cagivanya.. Aku naik diboncengan Cagiva Cakka...
Kami melaju kesebuah rumah sakit...
Aku dan Cakka menyusuri koridor rumah sakit menuju ICU...
Kulihat sudah diluar ada seorang Cowok mungkin lebih tua sekitar 2 tahun dari Cakka...
"Kak Irsyad... Gimana Oik?"Tanyanya...
"Masih kritis didalam..."Jawab Cowok yang dipanggil Irsyad itu...terlihat kacau dari wajahnya...
"Aku boleh masuk kak...?"Tanya Cakka
Irsyad mengangguk...
"Dekka... Aku ikut..."Ucapku...
"Kakak tunggu sini aja..."
"Tapi Cakka... Aku ingin kenalan sama Oik..."Aku memasang tampang innocent...
Cakka menatapku lagi lalu mengangguk...
Kami masuk kedalam menggunakan masker dan pakaian steril berwarna biru...
Didalam terbaring seorang Gadis disana menggunakan berbagai peralatan medis...
Aku terpatung didekat pintu masuk sedangkan Cakka datang mendekat kepadanya dan duduk dikursi tepat disamping ranjangnya...
Cakka kemudian memegang tangannya dan mengecup tangan itu...
Perlahan aku mendekat... Kulihat Cakka mengeluarkan airmata...
Kali ini aku melihat sebuah ketulusan dari seorang 'Playbloy' seperti Cakka...
"Oik... Aku yakin kamu bisa sembuh... Aku selalu sayang kamu... Ku mohon bertahanlah... Aku janji sama kamu... Aku akan merubah semuanya... Aku gak akan mengkhianati kamu..."Ucap Cakka
Aku merasakan sesuatu yang beda... yang merubah Cakka ketika bersama dengan Gadis ini... Seperti Ion positif yang mengalir dari gadis ini dan disalurkan pada Cakka...
Tak lama kemudian Irsyad ikut masuk...
Dia datang menghampiri Cakka...
"Cakka... kita tak boleh berada lama disini..." katanya sambil menepuk bahu Cakka...
"Tapi Kak.. Aku mau menemani Oik disini.."
"Ayolah Cakka... sebentar lagi dokter datang akan memeriksa Oik..."
Cakka Akhirnya bangkit... Mengecup kening Oik....
"Oik aku pergi dulu,,, aku janji akan kembali... Kamu pasti bisa sembuh..."Kata Cakka...
Irsyad sudah melangkahkan Kakinya... Cakka mengekor... Aku masih diam menatap Oik... Dalam hatiku berkata 'Oik... Kamu pasti bisa' tersenyum simpul...
Lalu aku mengikuti langkah Cakka dan Irsyad keluar dari ruang ICU itu...
^-^-^-^-^-^-^-^-^-^-^-^-^
"Kak Temenin Aku..." Kata Cakka menarikku yang sedang asyik bermimpi dikamarku...
"Kemana Cakka...?"
"Udah nanti aku jelasin..."
Aku mengambil Jaket lalu keluar bersama Cakka menuju Honda Swiftnya...
Aku Lalu duduk disamping kemudi....
Cakka segera menyalakan mobilnya... Kamipun melaju entah kemana... Cakka belum menjelaskannya...
"Cakka... Sebenarnya kita mau kemana?"
"Mau mutusin pacar-pacarku satu-satu...."Kata Cakka...
"Wihhh...gila.... Semuanya mau diputusin hari ini?"
Cakka mengangguk mantap lalu menyerahkan BBnya kepadaku...
"Buat apa ini Dekka?"
"Minta tolong sms Shilla... Janjian gitu disuatu tempat... Trus sms Ify... Abis itu sms Zahra... Trus sms Zevana... Sms Gita pokoknya sms semua cewek yg ada digrup kontak player tuh... Atur janjinya..."Kata Cakka enteng...
Aku cengo....
"Hah?"
"Udah kak Cepat bantuin aku... Kalau aren sama Acha... Aku samperin kerumahnya aja... Buruan... Ini kita otw ke rumah aren...nanti akhirnya kerumah Acha..."Katanya...
Dengan terpaksa aku mulai sms 1 per satu pacar-pacar Cakka itu...
To : Shilla; Zahra; Zevana; Gita; Ify; Silvia; Nadya; Sivia
^Hei.. Ketemuan yuk? Boleh gak?^
tak lama kemudian balasan sms dari Shilla...
From: Shilla
Boleh... Dimana Beb? Jam berapa?
To : Shilla
^Di cafe red and white jam 10...^
ada sms lagi
From : Ify
Dimana? kapan?
From : Zahra
Boleh :) skrg yah? Aku ga bisa soalnya lagi nemenin mama belanja...
To : Ify
^sebentar jam 11 ditaman kota...^
To : Zahra
^sebentar kok jam 12 di TA...^
From : Nadya
tumben ngajak ketemuan..haha.. Dimana?skrg yah?
To : Nadya
^emang gak boleh yah ngajak ketemuan? Gak sebentar jam 1 siang... Di restorant jepang^
setelah itu pacar-pacar Cakka yang lain ikut membalas dan aku mengatur semua beda 1 jam ketemuannya... Biar irit waktu...hahaha
"Udah nih Cakka..." Kataku menyerahkan BBnya...
"Terima kasih kakak Cantik..."Kata Cakka sambil mengacak rambutku
"Sama-sama adek jelek"kataku sambil memeletkan lidah...
Kami tiba disebuah rumah yang lumayan besar ini rumahnya Aren sepertinya...
Cakka keluar aku tentu saja tunggu didalam mobil...
Cakka masuk kedalam rumah itu...
sekitar setengah jam kemudian Cakka keluar dan langsung masuk kedalam mobil itu...
"Gimana?"Tanyaku...
"Udah.. Beres..."
"Aku kasihan Aren..."
"Udah gak apa-apa kok dia nerima aja... Udah kak... Skrg kita lanjut kemana?"Kata Cakka
"ke tempat Shilla... Di Red and White cafe..."
Kamipun segera meluncur... Ke red and white cafe... Tak sampai 10 menit kami tiba ditempat tujuan...
"Kak mau ikut?"Tawar Cakka padaku
"ah ogah..."Tolakku...
Cakka tersenyum lalu keluar dari mobil dan masuk kedalam Cafe itu...
Karena cafe itu menggunakan kaca jadi tentu pemandangannya terlihat dari Luar...
Shilla cantik sekali... Cakka datang menghampirinya... Mereka langsung cipika-cipiki.. Setelah itu terlibat pembicaraan serius...
Sesekali Cakka menjelaskan sesuatu pada Shilla... Entah apa yang dijelaskan...
Shilla kelihatan agak kurang terima dengan penjelasan Cakka...
Sesekali dia memegang tangan Cakka tapi Cakka menepisnya...
Sekitar 45 menit terlibat pembicaraan dengan Shilla... Cakka keluar dikejar oleh Shilla...
Shilla meraih tangan Cakka sekali lagi tetapi ditepisnya...
Kemudian Cakka masuk kedalam mobil lalu ditutup mobilnya dengan kasar... Shilla mengetok-getok Jendela mobil Cakka...
Cakka tak menghiraukan dia menyalakan mobil...
"Cakka... Kasian tuh..."Kataku...
Akhirnya dia menurunkan kaca jendelanya...
"Udah jelas kan Shilla?"
"Belum Cakka... Aku masih sayang kamu...."
"Sayang? Trus yang kemarin jalan sama kamu itu siapa?"
"Yang mana Cakka? Aku benar-benar gak tahu..."
"Cowok tinggi itu... Kemarin aku liat kamu boncengan sama dia trus ke cafe ini..."
Shilla terdiam...
"Benar kan? Udah Shill..."
"Tapi Cak... Aku dan Riko..."
"Udahlah..."
Kata Cakka menutup kaca jendela mobilnya dan kamipun pergi dari situ....
"Udah kak lanjut aja... Sekarang kemana?"
"Tapi aku takut kamu masih ke bawa emosi..."
"udah gak akan... Cepetan kita gak punya waktu lama"
"Ke Taman Kota... Ify nunggu disana..."
Hanya 5 menit kami telah tiba disana... Red and White Cafe dengan taman kota jaraknya memang dekat...
Cakka hendak turun...
"Cakka... Kakak ikut... Kakak takut kamu masih terbawa emosi...kasihan Ify nantinya.. Soalnya dia baik sama aku"
"Gak usah kak... Yakin aja aku gak bakal ngapa-ngapain Ify"
Cakkapun turun dari mobil...
Aku menunggunya sambil memutar lagu-lagu di iPod yang ku bawa...
Sekitar 35menit kemudian... Cakka datang bersama Ify... Ify duduk dibelakang...
Cakka masuk lalu duduk dikemudi...
Aku heran... Sepertinya mereka menyadari keherananku...
Ify segera angkat suara...
"Biarpun udah jadi Mantan gak boleh nebeng pulang yah..."Katanya..
Aku tertawa kecil... "Boleh kok..."
Ckckck... Ify dewasa sekali... Walaupun aku tahu dari pancaran matanya ada kekecewaan yang mendalam...
Kami mengantar Ify kerumahnya setelah itu menuju TA menemui Zahra...
Aku ikut turun tapi gak ikut Cakka...
Sekalian refreshing... Kamipun berpisah...
Aku melihat-lihat banyak yang menarik mata... Tapi aku harus belajar berhemat...
Sekitar 20 menit berputar-putar... Tiba-tiba mataku tertarik pada sesuatu... Apa itu?
Sosok seorang cowok yang sepertinya sangat ku kenal... Elang?
Apa benar itu Elang? Soalnya aku hanya melihat sekilas dan dari belakang...
Aku terus mengikuti sosok Cowok yang mirip dengan Elang atau bahkan (mungkin) Elang...
Dia masuk kesebuah rumah makan...
Lalu duduk... Disana terlihat seorang cewek yang seumuran denganku duduk...
Mereka cipika-cipiki... Lalu tertawa mesra...
'Deg' hatiku sakit seperti diiris-iris...
Sebuah tangan memegang pundakku...
"Cakka?"
"Ngapain kak disini?"
"Aku seperti liat Elang..."
"eh... Ma..masa... Ga,ga mungkin kak... Salah liat kali..."Kata Cakka..
"Udah yuk pulang..."
"Zahra?"Tanyaku...
Cakka menunjuk seorang Gadis tak jauh dari situ... Duduk dibangku...
"Zah..."Aku mendekati Zahra lalu duduk disampingnya... Kelihatannya matanya berkaca-kaca...
Aku memeluknya dia membalas pelukanku...
"Kamu gak apa-apa kan?"
Zahra melepaskan pelukanku lalu mengangguk dan menghapus airmatanya...
"Maafin Cakka yah... Oh yah.. Walau kamu sudah bukan pacarnya Cakka kita bisa masak bersama kan?"
"Tentu saja..."Ucap Zahra tersenyum...
Aku dan Cakka kemudian menuju parkiran mengambil mobil... Habis ini kita harus ke restoran Jepang... Nadya menunggu...
Aku belum pernah bertemu dengan Nadya sih... Kata Cakka dia juga baru sebulan berpacaran dengan Nadya...
Aku masih kepikiran tentang orang yang mungkin elang dan cewek tadi semua masih terekam didalam memoriku...
Cakka sepertinya sadar dengan keresahanku... Dia mencoba mengalihkan suasana... Yah setidaknya aku tenang sementara waktu...
Seperti biasa... Aku menunggu dimobil... Kulihat seorang cewek cantik baru ingin masuk kedalam resto itu... Sepertinya itu Nadya... Dia cantik... Mirip Shilla cuma bedanya Shilla agak lebih tinggi dari dia...
Setelah itu mereka masuk bersama kedalam restoran...
Setengah jam lebih aku menunggu sambil memikirkan orang yang mungkin elang itu...
Cakka datang langsung masuk...
"Beres kak... Kemana lagi...?"
Aku menyebutkan lagi satu per satu tempat janjian Cakka...
Setelah semuanya beres... Terakhir kita harus kerumah Acha...
Menurutku ini saat yang paling berat bagi Cakka... Karena Acha... aku khawatir dengan keadaan Acha...
Kami tiba disebuah rumah... Pagarnya dibuka oleh satpam...
Kami turun disebuah rumah yang mewah...
Baru saja kami turun...
Seorang wanita paruhbaya datang menghampiri kami...
"Den Cakka... Non Acha den..."
"Acha kenapa Bi?"
"Acha pingsan Den... Tadi sempat demam... Pas liat Tuan datang kemari dan bertengkar dengan Nyonya lagi..."
"Apa? emangnya tante kemana?"
"Nyonya abis bertengkar langsung pergi begitu aja..."
"Yasudah... Ayo bawa Acha kemobilku... Kita bawa kerumah sakit..."Ucap Cakka...
Kamipun melangkah masuk... Terlihat seorang gadis terkulai lemah dengan wajahnya yang pucat didekat ruang tamu...
Aku dan Cakka mengangkat Acha menuju ke mobil... Lalu kamipun melaju kerumah sakit... Acha segera dilarikan keruang emergency...
Aku dan Cakka menunggu diluar...
"Aku jadi gak tega Kak... Mutusin Acha disaat-saat seperti ini..."
Aku tersenyum....
"Lakukan yang terbaik..."Kataku...
Tak lama kemudian dokter yang menangani Acha keluar dari ruangan itu...
"Acha gimana keadaannya dok?"Tanya Cakka
"Anda keluarganya...?"
"Bu..." Pembicaraan Cakka aku potong...
"Saya Kakaknya Dok..."
"Oh anda kakaknya... Acha tak apa-apa dia hanya shock dan frustasi perlu ketenangan... Biarkan dia dirawat disini dulu... Kami akan segera memindahkannya keruang rawat inap..."
aku mengangguk... Tak lama kemudian Acha yang tak sadar dikeluarkan dari ruang emergency keruang rawat inap...
"Cakka... Aku ingin melihat Oik..."Kataku...
"Aku ikut...."
"Kamu tunggu Acha saja...."
"Gak pokoknya Aku ikut Acha biar kusuruh suster menjaganya..."
Aku dan Cakka keluar dari ruangan itu seperti biasa menuju ICU...
Kami mendengar samar-samar pembicaraan irsyad dan dokter disitu...
"Begini... Jadi jika Oik tidak segera mendapatkan donor hati dengan segera kami mohon maaf... Kami akan mencabut semua peralatan medis... Karena Oik tak mungkin bertahan lagi...."
"Apa tak ada cara lain?"
Dokter mengangguk...
"Sekarang silahkan tanda-tangan disini tanda persetujuan..."
Irsyad baru saja ingin menandatangani tiba-tiba.. Brakk....
Cakka mendobrak pintu ICU...
Aku ikut kaget...
"Syad..... Pikir baik-baik.... Aku gak mau kehilangan Oik..."Ucap Cakka dengan nada tinggi...
"Aku juga Cakka... Tapi mau gimana lagi...hatiku saja tak cocok..."Ucap Irsyad lemah...
"Lihat saja... Aku pasti mendapatkan donor hati itu!"Cakka berlari meninggalkan kami semua...
Dokter dan Irsyad keluar dari ruangan itu...
Aku masih terpatung di ICU...
Hatiku tergerak melihat Oik...
Gadis itu..........
^-^-^-^-^-^-^-^-^-^-^-^
Setelah menunggu Cakka sekian lama... Dia kembali dengan wajah yang kacau lalu mengajakku pulang...
Aku dan Cakka pulang...
Kami masuk kedalam rumah... tiba-tiba seseorang memelukku dari belakang...
Elang? Aku kaget...
Hatiku dagdigdug elang ada? Jangan-jangan yang tadi siangku lihat benar-benar elang...
Cakka menatap Masnya itu dengan tatapan penuh arti... Tatapan ganas.... Entah apa yang terjadi...
"Elang?"
"Kamu gak kangen sama aku?"
"Kangen kok..."Kataku datar...
Perasaanku beda dekat dengan elang yang sekarang dan elang sebelumnya padahal baru 4bulan tak bertemu...
"Ayo anak-anak makan malam...."Kata Om Tunggul....
"Eh Om juga ada ternyata..."Kataku
"Ayo... Kita kan tak pernah makan keluarga bareng kan?"Kata Om Tunggul...
Kamipun makan malam bersama terlihat Cakka tak tenang... Aku juga tampak aneh memikirkan hal yang tadi...
Pokoknya malam ini entah mengapa adalah makan malam bersama kami paling buruk...
^-^-^-^-^-^-^-^-^-^-^
Suara ribut.... Sepertinya suara El dan Cakka...
Aku baru pulang dari rumah temanku... Akupun mencoba mendengarkan suara tersebut....
"Mas apa-apaan sih Sama tuh Cewek? Hah? Gak sadar mas udah punya tunangan?"
"Mas tahu... Tapi Cinta bukan kuasa manusia..."
apa maksud Elang......
"Mas itu...... Argggghhhh...."
"Sudah lah Cakka... Kamu sama aja kan kayak Mas... Kamu malah lebih parah...."
"Mas kalau gak tahu apa-apa diam... Mas memang gak pernah ngertiin Cakka... Mas memang gak tahu apa-apa tentang Cakka..."
"Kamu gak usah ikut campur..."
"Aku aduin ke Ayah..."
"Silahkan...."
^-^-^-^-^-^-^-^-^-^-^
"Dok... Aku ingin ikut tes hatiku untuk Oik..."
"Apa kamu yakin....dengan semua resiko?"
"Ya..."
"Baiklah ikuti saya...."
^-^-^-^-^-^-^-^-^-^-^-^
langkah kakiku kupercepat untuk menemui Acha... Entah apa yang mendorongku segera menuju kamarnya....
Tiba dikamarnya... Aku melihat kamar itu kosong...
Yang ada hanya sepucuk surat yang kutemukan tergeletak diatas tempat tidurnya... Tertulis 'To: Cakka'
Aku segera mengambil suratnya... Menuju mobil yang kukendarai lalu menuju rumah Cakka...
Aku melihat Cakka termenung di balkon... Aku menghampirinya..
"Cakka..."
Cakka berbalik menatapku....
"Ya Kak...."
"Ada surat dari Acha...."Kataku menyerahkan sepucuk surat itu kepada Cakka...
Cakka mengambilnya...
"Sekalian kakak mau pamitan.... Kakak mau pulang kerumah kakak aja..."
"Tapi Kak kenapa?"
"Gak apa-apa kok Dek... Sebentar lagi Mama dan Papa pulang ke Indonesia..."Alibiku...
"Kalau kakak pergi siapa yang bakal nemenin Cakka..."
Aku tersenyum...
"Tenang saja seseorang yang kamu butuhkan pasti akan segera datang..."
^-^-^-^-^-^-^-^-^-^-^-^
"Siap?"
Aku mengangguk.... Mungkin ini saat terakhirku....
Tiba-tiba semua gelap...
Dan... Aku tak sadarkan diri.... Beberapa saat kemudian Jiwaku terhempas dari tubuhku...
Aku melihat diriku memakai pakaian putih...
Tak jauh dari situ aku melihat tubuhku yang telah ditutupi kain putih....
Seorang yang berpakaian serba putih mengulurkan tangannya...
"Inilah saatnya...." Aku tersenyum hendak menyambut tangan itu....
Tapi.... Sesuatu mengganjal didalam diriku....
"Tunggu..... Ijinkan aku untuk melihat akhir kisah ini..."Kataku...
Orang itu tersenyum lalu mengangguk...
"Tak lama... Aku akan menjemputmu lagi..."Katanya Lalu menghilang....
Jiwaku yang telah terlepas dari tubuhku berjalan... Kemudian disalah satu ruangan tepatnya ICU...
Terdapat sebuah Cahaya...
Diluar Cahaya tersebut... Aku melihat Cakka dan Irsyad duduk dengan cemas...
Sepertinya Oik akan dioperasi... Yap hatiku ku berikan untuk Oik.... Seseorang yang aku yakini bisa menjaga hatiku... Seseorang yang aku yakini tulus....
Aku menerobos Cahaya itu dengan mudah....
Aku kemudian berada dialam yang tak biasa... Semuanya putih.... Bersama seorang Gadis....
Oik...
Dia sedang berdiri...
"Oik...."Kataku
Gadis itu berbalik... Gadis yang cantik dan manis didepanku...
"Kakak Siapa?"
"Tak penting aku siapa... Yang penting kamu harus segera bangun... Cakka menunggumu..."Kataku...
"Cakka? Dia tahu dengan keadaanku?"
Aku mengangguk...
"Dia selalu tahu segala sesuatu tentangmu..."
Aku segera memeluk Oik... Oik membalas pelukanku... Aku merasakan rasa yang tulus dari hati...
"Segeralah Cepat...."Suruhku...
Oik segera berlari hendak keluar dari Cahaya itu... Sebelumnya dia tersenyum padaku... Senyum yang manis....
^-^-^-^-^-^-^-^-^-^-^-^
"Cakka, Aku pergi yah... Aku ikut mama ke Jepang... Mama juga sudah berjanji akan merawatku dengan baik... Semoga aku bisa merasakan hangatnya kasih sayang setelah ikut dengan mama... Terima kasih ya Cakka kamu sudah sangat peduli denganku... Aku tidak bisa membalas kebaikanmu....
Salam manis,
Acha..."
itu surat Acha yang sempat ku baca salam perpisahan darinya untuk Cakka....
Dari situ akupun terinspirasi...
Menulis sepucuk surat singkat
"Aku pergi karena ingin melihat akhir kisah ini Bahagia..."
Cakka, Oik, Elang, Om Tunggul terlihat disamping sebuah nisan...
Cakka menangis menatapnya... Oik disamping membelai kepala Cakka...
Elang sepertinya terlihat dengan penyesalan... Meski terlambat... Om tunggul menguatkan Elang dari belakang....
Yah itu Nisanku.... Aku tersenyum melihat mereka semua...
Tiba-tiba seseorang dengan baju putih itu kembali datang....
Mengulurkan tangannya dan berkata...
"Waktumu telah tiba..."
kali ini aku mengulurkan tanganku dengan lega... dan terbang menembus siluet-siluet diangkasa....
Seperti kataku.... "Aku Pergi karena ingin melihat kisah ini berakhir bahagia"
Yah Bahagia... Oik bisa sembuh... Dan kembali bersama Cakka... dan setidaknya Elang bisa bersama orang yang dia pilih...
Dan aku tentu saja yang paling bahagia... Karena telah berpulang ketempat Indah... Ketempat yang Aman dan Damai...
Jadi jangan anggap kisah ini berakhir sedih....
^-^-^-^-^-^-^-^-^
Aku membuka mataku.....
Melihat Cakka dan Melihat Oik lagi.... Tapi mereka tampak dewasa.... Aku bingung sendiri....
"Cakka...Cakka... Lihat deh anak kita... Cantik yah...."
>THE END<
ceritaku lagi kacau? Maafkan...
Ada yang gak ngerti siapa tokoh Aku didalam cerita itu?
Aku didalam cerita itu bisa saya bisa anda dan bisa siapa saja...
Kalian menganggap aku adalah penulis monggo (sangat senang :D #pletak) ... Yang menganggap aku adalah anda sendiri silahkan... Yang membayangkan aku adalah salah satu tokoh dengan nama tersendiri mari...
Maaf cerpen gaje lagi...hehehe '.'v
sankyu yah yang udah baca :)
kritik dan saran diterima... :)
buat cerita lagi? Seperti biasa jawaban saya... Kapan-kapan '.'v