Jumat, 02 Maret 2012

Once Upon a Love [One Shoot]

Once Upon a Love
Suatu hari cinta itu datang mengubah segalanya…

Aku seseorang yang tidak percaya akan cinta…
Aku seseorang yang meyakini kalau cinta itu semu…
Aku tak pernah suka dengan puisi cinta Khalil Gibran…
Aku tak pernah menyentuh novel romance ataupun lagu-lagu cinta tak bermakna…
Aku tak akan percaya akan keajaiban cinta…
Apa? Cinta itu ajaib? Hanya orang bodoh dan konyol yang mempercayainya.
It doesn’t works for me!
Mana buktinya? Keajaiban cinta itu sendiri tak datang kepadaku saat aku membutuhkannya.
Bukankah itu mematahkan hipotesis orang tentang cinta? Bukankah itu juga menyatakan memang tak akan ada?
Namun…
Entah mengapa, semenjak dia hadir dalam kehidupanku…
Aku mulai percaya cinta itu… mulai menyusup keruang hampa didalam hati…

***

Matanya masih sembab, pipinya masih basah. Cairan  bening yang dari tadi mengalir dipipinya mulai berhenti. Mungkin karena kelenjar airmatanya telah lelah memproduksi air mata. Luka dihatinya masih mendalam menatap nisan yang ada dihadapannya. Dia tak percaya, kalau kekasih yang ditunggunya selama 2 tahun kini telah pulang. Yah pulang, tapi dengan keadaan tak bernyawa.
Ashilla Zahrantiara. Itu nama yang terukir diatas nisan tersebut. Kekasih yang dipacarinya selama 3 tahun dengan 2 tahun menjalin Long Distance Relationship, karena Shilla pergi melanjutkan studynya diluar negeri membuat mereka berpisah. Susah payah dia mempertahankan cintanya dengan Shilla. Susah payah dia meyakinkan Ayahnya yang sebenarnya menentang hubungannya dengan Shilla. Banyak perngorbanan yang dia lakukan hanya untuk cinta. Tapi apa balasannya? Apa yang didapatinya? Ketika dia merasakan kebahagiaan mendapatkan kabar kalau-kalau kekasihnya akan pulang kembali ke Indonesia dan bisa menyatukan cinta mereka lagi tapi? Yang kembali malah jasad Shilla.
Kenapa dia tak pernah memberitahukan kalau dia sakit? Kenapa? Begitukah cinta? Saling tertutup? Ternyata benar cinta itu bullshit, cinta itu hampa, cinta itu semu, cinta itu kosong dan tak ada artinya sekalipun kita percaya. Jadi lebih baik untuk tidak percaya dengan keajaiban cinta itu. Karena sampai saat ini keajaiban cinta itu tidak pernah terjadi pada dirinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar