Baca buku Manusia Setengah Salmonnya bang @radityadika make me ngakak. LOL ROTFL.
Apalagi yang bagian Hal-hal untuk diingat ketika kencan pertama, ini saya kutip >.< kiranya ini tips beneran tahunya...... -____-
Untuk Cowok:
1. Kejutkan si cewek dengan gaya berpakaianmu yang unik, macho, tapi sensitif. Jemput dia dirumahnya dengan memakai pakaian power ranger pink -_______-
2. Jika bertemu orang tuanya usahakan untuk sopan. Puji ibunya dengan baik tapi tidak berlebihan seperti ini. 'Wah, Tante menua dengan baik ya.' -______-
3. Kadang-kadang pada kencan pertama, ibunya pengin ikutan. Jangan takut, tunjukan bahwa kamu perhatian. Gendong ibunya kemana-mana.
4. Cewek suka sekali melihat anjing. Gotong anjing herder dipundakmu, ketika kalian sedang berjalan di mal.
5. Gandeng tangannya ketika lagi jalan di mal. Jika tinggi kamu hanya selututnya, gandeng kakinya.
6. Cewek menyukai cowok yang berbeda ketika selesai dinner, bilanglah 'biasanya cowok yang bayar dinner, tapi aku tahu kita tak biasa. Silahkan bayar semuanya.'
7. Ketika jalan sama si Cewek dan tiba-tiba ketemu gebetan yang lain, segera jatuhkan diri kelantai dan pura-pura mati selama 45 menit.
8. Agak seru cobalah pakai baju yang matching dengan film yang akan kalian tonton. Jika berencana nonton Harry Potter, Pakai baju hitam-hitam. Jika berencana nonton film kartun, Pakai baju warna-warni. Jika berencana nonton film komedi, pakailah kostum badut pesta.
9. Ada kemungkinan ternyata si Cewek adalah Alien. Jika ini terjadi, jangan panik. Ajak keliling kota lalu kasih oleh-oleh buat orangtua di planetnya.
10. Ketika hendak menurunkan dia pulang bilang 'makasih untuk hari ini ya.' Tunjukan rasa senangmu dengan keluar dari mobil lalu joget poco-poco.
Untuk Cewek:
1. Ketika dia datang kerumahmu untuk menjemputmu sambutlah dia dengan baik. Tari saman adalah tari untuk peristiwa penting di Aceh. Ajak seluruh keluargamu nari saman didepan pagar rumah untuk menyambut kedatangannya.
2. Jika si Cowok terlalu banyak menonton sinetron laga, ada kemungkinan dia akan datang menjemput kamu menaiki elang. Jika ini terjadi, jangan panik. Datang dan ingatkan dia bahwa di mal tidak ada parkiran elang.
3. Cowok suka dianggap dewasa, tatap matanya dan bilang, 'Kamu lebih dewasa dari anak TK yang kemarin dinner sama aku.
4. Cowok senang jika mendengarkan cewek bernyanyi. Ketika kencan pertama, ajak dia ketempat yang gelap. Lalu nyanyi pelan: 'dari yakin kuteguh...'
5. Kencan pertama sering ditempat gelap. Ketika sedang berduaan ditempat gelap, lalu tiba-tiba si cowok kesurupan, jangan panik. Ajak ngobrol aja, siapa tahu bisa jadi lebih nyambung.
6. Cari tempat untuk kencan di tempat yang sepi. Jangan lupa supaya kelihatan elite, cari tempat kebarat-baratan. Maka, pergilah ke kuburan Belanda.
7. Ketika ditembak sama si cowok, jangan terburu-buru menjawab. Ingat, harus jual mahal. Tarik nafas, pelan-pelan lalu jawab, 'Ummm, aku pikir-pikir dulu ya, tiga tahun,'
8. Cowok tidak suka cewek yang jorok, jika sewaktu dinner kamu kebelet buang air besar, jangan bilang 'aku ke WC dulu yah, udah nongol dikit.'
9. Pelajari sinopsis film yang akan ditonton ketika kencan. Jika tidak, kamu mungkin akan mengeluarkan pertanyaan bodoh ditengah film. Misalnya ketika sedang menonton Harry Potter, hindari komentar bodoh seperti 'Pak Tarno kok belum muncul yah.'
10. Ketika sedang dinner, jangan terburu-buru membahas hal-hal yang terlalu pribadi. Hindari mengatakan hal seperti ini: 'Aku hamil' atau 'Nenekku jago striptease lho.'
*hening* -____-...
"There is no greater agony than bearing an untold story inside you." — Maya Angelou
Kamis, 16 Februari 2012
Jumat, 10 Februari 2012
My Crazy Project
Awalnya saya tak berniat membuat cerita-cerita fiksi begete, karena saya ‘sepertinya’ tak berbakat dibidang itu -_- tapi saya coba-coba juga akhirnya, karena melihat teman-teman difansite CF yang pada keren-keren buatnya. Pertama saya buat cerpen judulnya… saya lupa Castnya yah seperti biasa~… Nah itu, bahasanya masih kacau, masih pake singkat-singkatan dan layak disebut Cerpen karena memang pendek.hohoho. Trus buat cerbung judulnya Undercover, tapi baru sampe part 5 udah blank~ (sampe sekarangpun kalau buat cerbung gak selesai-selesai)
Setelah itu, banyak lagi ide-ide, tapi saya tidak melanjutkannya. Baru yang saya merasa benar-benar menulis sebuah cerita pas nulis In the name of Love. Sampe seterusnya sekarang udah sampe 14 cerpen atau one shoot soalnya kalau dibilang cerpen juga kepanjangan ._. 13nya fanfiction, mari kita bahas ke 13 my crazy project tersebut.
ü In the name of LOVE : Awalnya udah lamaaaaa banget merencanakan cerita ini, sejak saya masih SMA udah nulis tuh, tapi dibagi per part namun sepertinya saat itu saya belum mendapat pencerahan akhirnya pending. Liat-liat di FS CL kayaknya seru juga buat cerita, saya mencoba meneruskan projectnya dan… awalnya judulnya bukan ini. Saya lupahhhh judulnya apa. Nah, saya jadi teringat dengan sebuah film indonesia yang judulnya sama, tapi ceritanya sangat berbeda tentunya, hanya minjem judul aja :p.
ü Inside a story : Ini gak tahu ide darimana tiba-tiba aja gitu bejesss… buat gini (?) ya, sebenarnya pengen buat sesuatu yang beda gimana kalau kita ikut masuk kedalam sebuah cerita?
ü Mata : Dulu, pernah nonton film india tapi lupa judulnya apa, cuma dia lebih ke horor, dikolaborasikan dengan novel yang judulnya dua pasang mata, dan menginspirasi saya untuk membuat cerita ini.
ü Are you really my soulmate? : Ini cerita lamaaa… cerpen keduaku yang di FS CF, tapi gaya bahasanya masih gak banget dan masih disingkat-singkat, trus tak recycle lagi, ini juga inspirasinya dari majalah kartini *ketahuan baca majalah ibu-ibu*
ü Ghost in Love : Judul pertamanya hantu jatuh cinta tapi karena pertimbangan saya ganti namanya ke dalam bahasa inggris. Inspirasinya ga usah ditanya -_- pasti udah pada tahu pas membacanya…wkwk
ü (K)(I)(S)(S) : halaaaahhh, kalau yang ini cuma selingan -_-“ wkwkwk, pas abis baca sebuah situs online langsung buat -_-.
ü Cinta Pertama : hohoho :3 ini mengalir aja ceritanya, pertama kalinya saya pake bahasa ‘gue-lo’ dalam cerita saya... tapi kok jadi seru yah ceritanya /plak /narsis. Saya sangat suka karakter Cakka disini :’3 oh iya, ini juga udah beberapa kali diganti judul. Inspirasinya dari artikel tentang berlian yang saya baca. Wkwkwk. Awalnya judulnya Antara arang dan berlian, tapi rada gimana gitu, trus tak ganti First Love Symphony tapi tetap gak berasa cocok -_- ganti deh cinta pertama…
ü Coming Home : Oke cerita frontal saya pertama u,u ini gak frontal sih cuma lebih kefiksi dewasa karena domestic drama. Inspirasinya dari novel yang berjudul sama dengan ini, tapi overall beda kok :p dan saya menulis cerita ini dalam waktu semalaman gak tidur… hahahaha
ü A new life : Karena ini sekuel coming home, jadi pas nulis ending coming home kayak ada sesuatu yang kurang, jadi saya buatin sekuelnya, biar gak pada gantung (?)
ü AIDS to Love : ini inspirasinya abis baca novel Marrying Aids, jadi pengen buat cerita tentang AIDS juga deh >.< kayaknya unyu begimana gitu (?) yak karena ini tentang AIDS otomatis ya frontal. Wkwkwk.
ü Twins? : ini karena saya pusyinggg (?) melihat perberanteman *bahasa yang kacau* antara CF dan CSF memperebutkan Cakka, jadi bertanya gini… hm, gimana yah kalau tokoh Cakkanya 2 juga kayak novel U!. kan keren, kalau keraton-keratonnya saya juga bingung tiba-tiba sampai disana (?)
ü An Unforgottable Walk : Yang ini sudah jelas saya tulis inspirasinya di akhir cerita :) … yang pasti novel Nicholas Sparks dan Simone Elkeles sangat berperan penting dalam pembuatannya :p
ü Something Like Fate : ini cerita, kerangkanya udah duluan jadi dari AUW, cuma pas ditengah-tengah biasa blockwriter, tapi untung bisa diatasi, inspirasi disinilah yang paling banyak, pokoknya semua novel yang disebutkan dalam cerita itulah inspirasinya. Hehehehe.
Itulah crazy project saya selama ini…
Sebenarnya masih banyaaaak lagi cerita yang setengah jadi di laptop saya, tapi hilang mood tak tinggalin, semoga dapet inspirasi lagi yah biar menambah koleksi fiksi saya ;)
Yang pasti buat lovers, silent reader, haters akan cerita-cerita saya.
Saya ucapkan terima kasih :)
Fhily ^_^
Something Like Fate (One Shoot)
Something Like Fate
“Selama dia bahagia, aku juga akan bahagia. Sesederhana itu.” – Autumn in paris
A |
ku menutup sebuah novel indonesia Autumn in Paris yang baru selesai ku baca, seulas senyum terkembang dibibirku, tiba-tiba mataku terasa hangat, dan tanpa sadar sebuah cairan bening mengalir dipipiku. Bukan, ini bukan karena jalan ceritanya itu, melainkan kutipan kata-kata di epilog novel itu. Pembicaraan melalui e-mail antara Fujisawa Tatsuya dan Sebastien Giraudeau. Kata-kata itu sangat menyentuh hatiku, membuat aku harus kembali memutar memori belakang otakku, mengenang sebuah kisah yang sampai saat ini masih terekam jelas diotakku meski telah 3 tahun berlalu.
***
Cakka Kawekas Nuraga, 22 tahun, lumpuh, amnesia. Aku berjalan melangkahkan kakiku menyusuri koridor rumah sakit baru tempatku bekerja, ini pengalaman pertamaku menjadi seorang perawat setelah lulus dari akademi perawatan. Aku harap ini menjadi hari pertama yang menyenangkan. Ah, tadi aku baru saja membaca sebuah kertas yang ada ditanganku, itu data singkat pasien yang akan aku rawat. Sebelumnya, aku sudah berbincang-bincang dengan kepala rumah sakit ini. Dia menceritakan tentang pasien yang akan aku rawat itu. Dia korban kecelakaan mobil sebulan yang lalu. Mobil yang ditumpanginya bersama kedua orang tuanya di tabrak oleh sebuah truk. Akibatnya kedua orang tuanya meninggal, hanya dia yang selamat. Tapi, akibatnya dia hilang ingatan dan lumpuh. Parahnya lagi, dia adalah satu-satunya pewaris tunggal harta kekayaan milik orang tuanya. Jadinya, dia diminta pihak keluarganya untuk dirawat di rumah sakit ini sampai dia benar-benar sembuh dan bisa menjadi ahli waris. Nasib lelaki yang akan kurawat ini benar-benar seperti di sinetron-sinetron, mudah-mudahan saja tak ada peran antagonis seperti pihak keluarga yang dengan sengaja membiarkan dia dirawat disini agar bisa menikmati harta kekayaannya. Lagi-lagi aku mulai berfantasi dengan pikiranku sendiri, sampai sebuah suara mengagetkanku.
“Oik, kau tak apa? Apa kamu nervous?,” Tanya Sivia, seorang teman perawat yang baru kukenal beberapa menit yang lalu. Dia yang akan mengantarkanku ke tempat Cakka, pasienku itu.
Aku menggeleng ragu, Sivia tampak memperhatikan wajahku.
“Santai saja, akupun begitu saat pertama kali menghadapi pasien,” Katanya dengan senyum, sambil mengusap punggungku.
Aku mengangguk membalas senyumannya. Selain berfantasi, sebenarnya kalau boleh jujur aku benar-benar nervous menghadapi pasien pertamaku. Kami terus melangkahkan kaki menyusuri koridor rumah sakit, sampai kami tiba di depan pintu sebuah kamar VIP. Sivia berhenti, aku juga ikut berhenti. Dia membalikan badannya kearahku.
“Kau siap?,” Tanyanya.
Aku menghela nafas panjang, mencoba merelaksasi pikiranku dengan mata terpejam selama beberapa detik kemudian mengangguk.
“Ya, aku siap,” Kataku tegas.
“Baiklah, ini kamarnya, masuklah… kau bisa masuk sendiri kan? Aku masih punya tugas lain, ini daftar tugasmu selama kau jadi perawatnya,” Kata Sivia sambil menyerahkan sebuah map kepadaku. Aku segera mengambilnya.
“Iya, terima kasih,”
“Sama-sama, selamat bertugas,” Katanya menepuk pundakku kemudian berlalu dari hadapanku.
Aku menatap pintu kamar VIP rumah sakit ini, yang ada dihadapanku saat ini. Pintu kayu, catnya berwarna coklat dengan gagang pintu berwarna gold seakan menantangku untuk masuk kedalam. Perlahan akupun memutar gagang pintunya, menggeser, setelah punya sedikit ruang untuk tubuhku menyusup kedalam aku segera membuang langkahku dan menggerakkan tubuhku untuk menyusup melalui ruang kecil itu. Setelah tubuhku berada didalam kamar, aku dengan segera menutup pintunya kembali.
Ku lepaskan pandanganku menyusuri ruang tempat aku berdiri saat ini. Ini tidak terlihat seperti kamar rumah sakit, jika saja ruangan ini tanpa ‘bau khas rumah sakit’ dan ranjang tempat tidur pasien diganti dengan masterbed pasti terlihat seperti suite room hotel-hotel berbintang lima. Akupun melangkah mendekati ranjang, diatas terbaring seorang pria dengan pakaian khas pasien rumah sakit ini. Langkahku semakin dekat dengan ranjang tempat tidur pasienku itu. Ketika tepat berada disamping ranjang, ku tatap wajahnya lekat dan akupun terpekik. Oh My God!! Wajahnya tampak seperti dewa yunani. Alisnya yang membentuk sempurna, kelopak matanya tertutup dengan garis mata yang kentara, hidungnya yang mancung, bibirnya yang berbentuk dan membelah dibagian bawa, wajahnya oval agak berisi. Aku menggigit bibirku, tampang lelaki ini sangat menggoda iman. Ah, jangan sampai aku seperti tokoh Novi dalam novel here, after yang akhirnya jatuh cinta pada pasien gilanya dengan ending kisah yang tragis dimana pasiennya itu malah mati dan membunuh kepala rumah sakit tempatnya bekerja.
“Oke, Oik… berhenti berfantasi lagi, positive thinking please! Kamu disini untuk kerja, jangan selalu membayangkan adegan novel yang sering kamu baca… hupfh,” Aku berbisik pelan seolah menyugesti diriku sendiri mengendalikan detak jantungku yang entah kenapa berdebar kencang. Akupun segera membaca daftar tugas yang harus ku kerjakan selama menjadi perawat lelaki ini.
Sedikit tentang diriku, Namaku Oik Cahya Ramadlani cukup panggil aku Oik. Aku baru saja lulus dari akademi perawatan, dan tugas pertamaku menjadi perawat seorang lelaki bernama Cakka. Karena tugas pertama, jadi aku memang hanya merawat satu pasien dulu. Aku seorang booklovers terutama novel-novel romance. Aku suka karya-karya satra lama seperti Jane Austen (Pride and Prejudice), William Shakespeare (Romeo and Juliet), Vlamdir Nabokov (Lolita) tapi, tetap juga suka dengan karya-karya sastra modern seperti Nicholas Sparks (The Notebook), Stephanie Meyer (Twilight all series) dan masih banyak lagi novel-novel luar yang kusukai. Di indonesia banyak karya juga yang kusukai, banyak meremehkan tulisan penulis-penulis dalam negeri karena ‘katanya’ tidak bermutu. Tapi menurut aku, banyak tulisan anak-anak bangsa tak kalah bagusnya. Yah, memang ada sebagian yang tidak memenuhi standar. Dan faktanya yang meremehkan tulisan-tulisan anak-anak bangsa itu orang indonesia sendiri, tapi tak dapat dipungkiri juga kan mereka ingin menjadi penulis juga. Bukankah karya kalian juga akan menjadi karya anak bangsa?
Aku melihat daftar kerjaanku selama aku menjadi perawatnya. Begitu banyak, mulai dari membawa sarapan untuknya, memastikan dia minum obat teratur, membawanya untuk terapi, memastikan dia beristirahat dengan cukup, menemaninya selama yang dia mau, dan lain sebagainya. Yak, pekerjaan pertama yang sepertinya akan membuat aku menghabiskan waktu bersama lelaki ini. Hupfh.
Selasa, 07 Februari 2012
Simone Elkeles make me surprised :D
Do you know Simone Elkeles?
I'll tell you, Simone Elkeles the Author of Perfect Chemistry Series.
I'll tell you, Simone Elkeles the Author of Perfect Chemistry Series.
Perfect Chemistry
Rules of Attraction
Chain Reaction
Also the author of Leaving Paradise Series.
Leaving Paradise
Return to Paradise
And also one of my Favorite Author :D
Yesterday, I just opened my Twitter and I'm really surprised to got mentions from her. Very luckily :D
Love It :*
Sabtu, 04 Februari 2012
An Unforgettable Walk - One shoot
An Unforgettable Walk
“Tak akan ku lupakan”
Oik menatap punggung Cakka, ketika lelaki itu baru saja berlalu dari hadapannya. Perlahan punggung itu semakin menjauh hingga hilang dibelokan koridor sekolah. Kedua sahabatnya, Ify dan Acha hanya bisa menggelengkan kepala. Mereka tak paham dengan sikap Oik.
“Ik, sampe kapan kamu mau aja dibully sama Cakka? Sadar dong Ik, Cakka sudah sangat keterlaluan sama kamu,” Kata Ify.
“Iya Ik, kita tahu kamu sayang sama dia, kita tahu Ik, tapi kita heran banget kenapa kamu bisa jatuh hati dengan orang seperti dia?,” Tanya Acha.
Oik menghembuskan nafasnya, memungut kembali satu per satu buku-bukunya yang berserakan dilantai, karena Cakka.
“Cinta kan gak butuh alasan, dan cinta itu bukan hal menerima tapi memberi,”
“Kenapa kamu gak jujur sama Cakka kalau ----,” Kata-kata Ify dipotong Oik.
“Gak, gak semudah itu, aku mau kalian jaga rahasia ini sampe saatku tiba nanti,”
Ify dan Acha heran dengan maksud perkataan Oik. Sedangkan, Oik melengos meninggalkan mereka berdua yang kebingungan dengan perkataan Oik tadi.
***
Suasana laboraturium kimia tampak gaduh, Siswa-siswi yang baru masuk kembali setelah liburan semester ganjil tampak sibuk memakai jas laboraturium, mencari tempat duduk atau sekedar bercerita satu dengan yang lain. Keadaan berubah sejenak ketika Bu Winda memasuki laboraturium. Semua tampak hening termasuk Oik dan kawan-kawan. Oik yang duduk disebelah Acha menghentikan aktivitasnya sejenak. Cakka masuk beberapa menit setelah Bu Winda dikelas. Dia tampak cuek dan langsung duduk diujung belakang bersama-sama Ray.
“Baiklah anak-anak ini merupakan hari pertama bagi kita masuk dengan semester genap, dan artinya tak lama lagi kalian kelas senior akan meninggalkan sekolah ini. Bagaimana liburan kalian? Menyenangkan bukan?,” Tanya Bu Winda.
Kelas gaduh kembali, masing-masing menceritakan pengalaman mereka bersamaan dan entah siapa yang harus didengar.
“Okay Class, Tenang! Dengarkan ibu. Di hari pertama ini kalian akan duduk sesuai dengan sitting arrangement yang ibu buat secara random, dan ibu akan bacakan,”
“Owhhh…….,” Kelas nampak kecewa.
“Dibangku paling depan, Ahmad Fauzi dan Larissa Arif… di bangku setelahnya, Cakka Nuraga dan Oik Cahya, selanjutnya …………………,” Bu Winda membacakan sitting arrangement, setelah membaca siswa-siswi segera duduk ditempat yang ditentukan. Oik berjalan perlahan kearah bangku yang akan dia duduki, disana sudah ada Cakka. Ini seperti mimpi yang indah dia bisa duduk sebangku dengan Cakka. Namun, melihat senyum jahil khas Cakka itu artinya ini juga sekaligus mimpi yang buruk.
“Dihari pertama ini, ibu tidak memusingkan kalian dengan reactan, sistem periodik unsur, oksidasi-reduksi dan lain sebagainya, ibu ingin kalian nyaman dikelas ini dan sebagai partner sebangku kalian selama kurang lebih enam bulan kedepan kalian juga harus punya chemistry agar bisa bekerja sama dengan baik. Sekarang, tulis cita-cita kaliaan diselembar kertas, bebas berimajinasi, lalu tukarkan pada teman sebangku kalian nanti teman sebangku kalian akan membacakan apa yang kalian tulis,”
Siswa-Siswi segera melakukan mandat dari Bu Winda itu, termasuk Cakka dan Oik. Setelah semua selesai, Bu Winda menyuruh Ozy menjadi orang pertama untuk membuka kertas Acha, lalu Acha, Oik, Cakka dan selanjutnya sampai semua siswa dikelas.
“Acha ingin jadi perawat disebuah rumah sakit, di California,”
“Ozy ingin jadi pemain bola terkenal seperti Christiano Ronaldo,”
Tiba giliran Oik membuka dan membacakan apa yang ditulis Cakka, matanya tiba-tiba membulat dan membesar melihat isi kertas tersebut.
“Get french kiss and making love with you”
Oik menggigit bibirnya sambil menelan ludah membaca apa yang ditulis Cakka. Haruskah dia membaca tulisan ini?
“Oik?,” Bu Winda menegur.
“Eh, iya bu…,” Oik melirik kearah Cakka yang sedang tersenyum nakal kearahnya. Cepat-cepat dia memutar otaknya kemudian menjawab.
“Cakka, wanna be a chemistry teacher, like you mam,” Kali ini mata Cakka berbalik melotot kearah Oik. Seisi kelas tersentak, dan memandang kearah Cakka dengan rasa tak percaya. Seakan mereka berkata woiii… Cakka yang berandalan tobat woiii… pengen jadi guru kimia…hahahaha…
Sekarang Cakka melihat isi kertas Oik, membaca dan sekali lagi dia melotot kaget dengan apa yang ditulis Oik.
“Aku ingin menikah, dan ayah berada disampingku berjalan menuju altar sampai ayahku menyerahkanku kepada calon suamiku”
Kali ini Cakka yang menelan ludahnya. Ini cita-cita yang paling aneh yang dia pernah baca, tapi sepertinya kata-kata ini dejavu? Cakka menatap Oik dengan tatapan kamu-sadar-gak-dengan-yang-kamu-tulis.
“ Cakka! Ayo bacakan,” Kata Bu Winda.
Cakka membuka mulutnya. “Oik want to get married with me,” Seisi kelas tertawa mendengar perkataan Cakka. Bu Winda hanya geleng-geleng kepala. Dia tahu Cakka otak dari semua. Bu Winda lanjut menanyakan kepada yang lainnya sampai lonceng berbunyi dan kelas berakhir semuanya langsung keluar dari laboraturium.
Cakka Nuraga adalah cowok dengan reputasi paling bobrok disekolah. Dia sangat liar dan berandalan kelas kakap. Entah berapa anak sudah dipukulinya disekolah maupun luar sekolah selama hampir 3 tahun dia bersekolah. Dia sangat suka membully orang-orang yang lemah dan tak berdaya. Dia ditakuti diseluruh sekolah, sangat ditakuti tak ada seorangpun yang berani melawan Cakka. Bahkan, pihak sekolah tak berani mengeluarkannya karena orangtua Cakka adalah donatur terbesar sekolah. Jadi mereka hanya menghukumnya paling tinggi skorsing selama beberapa minggu.
Oik Cahya adalah gadis yang biasa-biasa saja, dia tidak menonjol seperti Cakka. Dia gadis berponi yang selalu menguncir dua rambutnya. Oik termasuk siswa yang pintar namun tidak sangat pintar. Dia gadis yang setiap hari jadi sasaran empuk Cakka. Namun Oik tak pernah menyimpan dendam pada Cakka. Tapi sebaliknya, Oik jatuh Cinta? Kok bisa? Oik memang jatuh hati pada Cakka bukan karena sifatnya yang berandalan. Namun, Oik beberapa kali memergoki dia –tanpa sepengetahuannya– sedang menolong anak anjing yang terluka, membantu nenek-nenek yang ingin menyeberang dan masih banyak lagi. Ternyata dibalik sifat berandalannya Cakka berbeda dengan anak lelaki pada umumnya. Itu membuat Oik jatuh semakin dalam pada pesona Cakka dan membuat dia yakin bahwa suatu hari Cakka akan berubah.
Langganan:
Postingan (Atom)

