Sabtu, 08 Desember 2012

Lirik Lupa Bawa Nyali - The Finest Tree

Judul: Lupa Bawa Nyali
Penyanyi: The Finest Tree
Album: The Finest Tree
Label: JagoKluruk Indonesia
Pencipta: Eross Candra (lagu), Cakka Nuraga (rap)


Tiap kali ku melihatmu
sesak napas dan kehilangan arah
Tolong tolong tolong bantulah aku
berdiri tegak dengan dua kakiku

Reff:
Hey Little baby, kau membuat napas ini
lepas dan tak terkendali, tak bernyali
Tolong kembali, kembalikan napas ini
berilah sedikit lagi, harga diri

Pernah kumencoba cool didepanmu
keringat dingin membasahi wajahku
Lalu kau bertanya, apa yang terjadi?
aku bilang, aku lupa bawa nyali

(back to reff)

Ini semua, betapa besar cintaku padamu
Takbisa lagi aku menjelaskan
Yang aku tahu, yang aku tahu
Aku tergila-gila kepadamu

Rap/
Selalu begini, selalu begini
Tiap aku mencoba cool dihadapanmu
Jantung terasa lepas
napas tak terkendali
nervous mendera sekujur tubuhku
Pasti begini, pasti begini
Tiap aku mencoba cool dihadapanmu
kata yang kusiapkan lenyap begitu saja
didepanmu aku seperti tak berarti
Aku selalu lupa bawa nyali

(back to reff)


Minggu, 11 November 2012

3 Cara Cepat Untuk Move On


1. Hapus segala sesuatu tentang dia di ponsel kamu.
Mantan atau seseorang yang dekat dengan kita pasti bakalan tersimpan selain di memori kamu. Hal kecil yang bisa membuat kamu susah move on malah ada pada sesuatu yang dekat pada kamu. Ponsel. Semua orang pada zaman sekarang pasti punya ponsel. Dan pasti komunikasi kamu dengan dirinya dulu lewat ponsel. HAPUS SEMUANYA. Bukannya mau membuat kamu dengan sang mantan bermusuhan. Kenapa sih putus itu kebanyakan membuat orang bermusuhan? Eits, menghapus kontaknya bukan berarti tanda permusuhan. Itu salah satu cara supaya kamu nggak teringat melulu sama kenangan dengannya. Gimana sih kalau tiap buka SMS masih ada aja SMS-nya doi yang membuat kamu membaca kembali. Tiap buka history call masih ada aja panggilannya yang membuat kamu teringat kembali. Kapan mau move on kalau selalu teringat kembali? Oke, kamu hapus aja dulu semuanya… jika suatu saat kamu sudah siap dan merasa udah 100% move on. Nggak ada salahnya juga kalau berteman dengan dia lagi sih. Tapi kalau masih dalam tahap INGIN MOVE ON! Dilarang keras! Punya niat move on nggak sih? Ayo segera lakukan!

2. Bakar semua barang-barang pemberiannya.
Ya… jangan… sayang… ada orang yang berkata seperti itu? Berarti kamu nggak niat move on dong? Sayang barang berarti kamu masih sayang sama orang yang memberinya. Bakar aja. Kalau ada foto kalian berdua gunting-gunting dulu deh biar perasaan kesal kamu terlampiaskan. Habis itu baru bakar fotonya bersama-sama dengan barang-barang lainnya. Membakar itu semua adalah suatu tanda bahwa kamu sudah siap kehilangan dia. Walaupun ada yang mengatakan walau SMS dihapus, foto telah di bakar, tapi semua masih tersimpan dalam kepala. Ya memang! Tapi kamu niat move on kan? Dengan langkah seperti ini kamu sudah menyerahkan diri kamu pada masa depan. Kamu tentunya nggak mau kan membuang waktu kamu dengan kenangan. Kayak lagunya Taylor Swift. PICTURE TO BURN. Masa lalu yang membuat kamu menyita waktumu itu kayak gambar yang layak dibakar. Walaupun akan tetap menyisakan sisa-sisa pembakaran.

3. Don’t be a good girl again.
Ini nih langkah yang penting apalagi buat cewek yang sering dipermainkan cowok. Buat cewek yang sudah beberapa kali kecewa sama cowok. Cowok itu sebaik apapun dia tetap pasti punya kesamaan satu dengan yang lainnya. Makanya jadi cewek jangan terlalu baik sama cowok. Kalau pacaran jangan terlalu nurut sama cowok. Kadang cewek terlalu jujur dan dia nggak tahu kalau cowoknya berbohong. Jadi jangan lagi jadi cewek yang terlalu baik. Bukan berarti kamu jadi BAD GIRL, tapi berusaha menyeimbangi cowok dengan permainannya. Jadi, setelah move on jangan tutup diri kamu pada cowok lain yang berusaha mendekati kamu. Buka saja, malah itu lebih baik. Flirting aja dengan banyak cowok. Jadi pemain seperti mereka juga. Pasti kamu dengan sendirinya bakal tahu kesamaan mereka. Dan bakal tahu berbagai sifat cowok. Sehingga kamu nggak mudah lagi sakit hati gara-gara mereka. Nggak usah susah-susah cari cara buat move on. Dan suatu saat pasti bisa memilih yang terbaik dari mereka. Jangan stuck pada masa lalu! Pokoknya intinya, in an open relationship aja sama cowok-cowok (termasuk pacar orang hahahaha #ajaran sesat #abaikan). Bakalan lebih bebas kok. Dan kamu bakal menikmatinya sehingga dengan perlahan lupa sama sakit hati di masa lalu kamu.

Selasa, 23 Oktober 2012

Kenapa begini?

Tadi ngebongkar-bongkar postingan lama. Tiba-tiba nemu postingan yang ini -> Degress of Comparison: Possible You *outoftopic*

Saya baca-baca lagi ._. dan ada sebuah harapan yang membuat hati saya nyesnyes...

"Dan sayapun tidak bertemu dengan seseorang yang membuat saya menjadi orang ketiga dalam sebuah hubungan (berharap semoga tidak... Amin...)"

Dan akhirnya postingan saya harus mengakui kemiripan dengan cerita itu lagi ;_; why?
Haruska saya membuat tulisan begini:

"Dan sayapun akhirnya bertemu dengan DUA orang yang membuat saya menjadi orang ketiga dalam sebuah hubungan (akhirnya terjadi juga -_-)"

Orang Ketiga?



Siapa sih yang mau dihadapkan pada situasi menjadi orang ketiga?
Bagaimana jika dua kali kalian jadi orang ketiga?
Seperti ada quote di dalam novel Perhaps You

"Dibutuhkan DUA orang dalam sebuah perselingkuhan"

Dan kali ini saya benar-benar merasakan jadi orang ketiga. Kalau mau dibilang kemauan saya? atau saya hanyalah korban karena tidak tahu? atau mungkin memang saya seperti Abby dalam Perhaps You? hmmm yang sebenarnya sudah tahu tapi karena terbawa perasaan sendiri.
Dan untuk kesekian kalinya saya merasa blackberry messenger terkadang membawa bencana.
Oke untuk kasus yang pertama saya. Oke saya tahu dia punya pacar dan saya punya juga, awalnya kita hanya teman curhat tapi berlaku lebih dari sekedar teman bahkan sama seperti orang pacaran. Lepas dari dia, kenapa harus masuk lagi? awalnya saya dekat dengannya kan dia bilang sudah putus sama pacarnya. Nggak tahunya belum. Tapi ketika saya tahu belum kenapa saya masih lanjut lagi? Entahlah.

Kalau sekarang sih saya nggak kayak dulu masih mengharapkan First Love saya. Karena itu sudah nggak mungkin terjadi. Dan perasaan itu benar-benar sudah hilang. Jika saya masuk ke dalam novel Perhaps You. Kalau dulu saya bakal milih Daniel. Kini berubah jadi saya akan memilih Chris. Walaupun Chris orangnya plin-plan dan embel-embel tapi dia too sweet to forget.
Dan kalau itu masuk lagi dalam kehidupan saya. Saya sungguh bingung. Siapa yang jadi Chris dalam kehidupan saya? Orang pada kasus pertama atau kasus kedua? atau mungkin akan ada lagi kasus ketiga?

Entahlah. Hanya Tuhan yang bisa menjawabnya.

Kamis, 11 Oktober 2012

What will you do with the past?


Maap ya edisi galau pagi-pagi nggak ada kerjaan eh tiba-tiba keingat ke-bulshit-an 2 cowok di atas.
Wkwkwkwkwkwk....

THIS MISTAKE (CERPEN)


This Mistake
It was a mistake and always be a mistake…

PROLOG.
OIK memandang banyak manusia yang lalu lalang sambil menyeret koper, dia baru tiba setelah perjalanannya yang melelahkan dari Jakarta menuju Yogyakarta. Jadi di sinilah dia, bandara Adi Sucipto, dengan langkah agak ragu dia menyeret koper keluar dari terminal 4. Hatinya semakin dag-dig-dug tak karuan kala mendengar alerts Blackberry Messenger miliknya. Dengan ragu dia merogoh Blackberry-nya dari dalam sakunya dan segera membuka tanda bintang pada logo BBM itu.

Cakka: Sudah sampai?
Oik: Sudah barusan keluar dari terminal 4
Cakka: Oke sip (y), aku ke sana skrg
Oik: Hm, masih ngenalin aku kan?
Cakka: Masih dong… aku tidak akan ngelupain kamu kok, kamu sendiri jgn2 sudah lupa sama aku?
Oik: Mungkin :p hehehehe
Cakka: Tengok ke kiri…

Ketika Oik mendapat BBM terakhir dari Cakka itu, Oik segera memalingkan pandangannya ke arah kiri. Berdiri lelaki jangkung dengan pakaian rapi, dadanya yang bidang, matanya menatap ke arahnya dengan sayu namun masih menghangatkan seperti dulu, kulitnya putih dan senyum tersungging di bibirnya. Dari jarak seperti itu, Oik bisa mencium bau khasnya. Masih sama seperti dulu. Oik terbuai dengan indera penglihatan dan penciumannya, kembali lagi memuja lelaki itu.
Cakka berjalan mendekat ke arah Oik dan Oik pun jadi salah tingkah. Entah apa yang harus dikatakannya saat ini. Sekedar hai atau bagaimana kabarmu? Itu tidak mungkin.
“Cakka,” akhirnya nama itu saja yang meluncur dari mulut Oik.
“Oik, lama tak bertemu,” kata Cakka ketika tiba di depan Oik dan menatapnya dari ujung rambut sampai ke ujung kaki, “kamu masih seperti dulu,”
“Kamu juga,” kata Oik.
“Hm, ayo kita tak boleh berlama-lama di sini, banyak yang harus kita kerjakan,” kata Cakka segera mengambil alih koper Oik, membawakannya dan segera menggandeng Oik hendak menuju mobilnya tapi…
Ya Tuhan…sentuhan ini… masih terasa nyaman seperti dulu…
“Tunggu! Lo nggak ngelupain gue kan?,” seseorang yang sedari tadi mengekor di belakang Oik bersuara karena merasa diabaikan.
Oik hampir mengutuki dirinya sendiri hampir melupakan orang yang ada di belakangnya itu. Gara-gara Cakka, semuanya buyar. Dia benar-benar melupakannya. Tatapan gadis berumur 17 tahun berubah nanar ke arah Oik. Kemudian senyum setengah tersungging di sudut kiri bibirnya.
“Ah, sori, Cakka kenalkan… namanya Larissa, panggil saja Acha, dia—,”
“Gue Acha, adiknya Oik,” kata Acha mengulurkan tangannya menyalami Cakka.

***