Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Januari 2012

Menulis Romance


menulis romance #1: adegan bicara dalam hati (interior dialogue) kadang diperlukan untuk menggambarkan keadaan emosional tokoh. Tapi kalo terus-terusan... kok nggak lucu ya? Dan hindari terus-terusan membuat si karakter mengeluhkan hal yang sama. Ini akan membuat pembaca gemes sekaligus bosan.
menulis romance #2: hati-hati saat menulis adegan sensual. Bukannya membuat pembaca terlena, malah bikin ilfil dan jijik. Dan berhubung kita berada di Indonesia, just so you know, adegan sensual yang kelewat x-rated (kayak yang beberapa kali pernah saya temukan di antara tumpukan naskah masuk) malah menjadi poin minus naskah itu sendiri.
menulis romance #3: dialog yang baik mampu membawa pembaca ke 'sequence' baru sebuah cerita, memberi informasi, atau memperkaya pengetahuan pembaca akan karakter tersebut. Tapi dialog itu bisa jadi tak memberi ketiga manfaat tadi...kalau caramu menuliskannya witty dan terbukti bisa membuat pembaca terhibur.
menulis romance #4: dialog bisa digunakan untuk memperlihatkan emosi karakter. saat marah, karakter berbicara dengan kalimat singkat dan ketus. sebaliknya, kalau karakternya sangat sopan, saat marah kalimatnya justru panjang-panjang dan cenderung menyembunyikan emosi sebenarnya.
menulis romance #5: hati-hati menggunakan dialek. pertama, membaca novel romantis yang sedikit-sedikit harus melirik catatan kaki bisa dibilang mengganggu lho. plus, karena tidak familier, pembaca bisa merasa 'tersandung-sandung' saat membaca kalimat dari bahasa daerah yang kental. solusi: keluarkan sesekali aja, sekad...ar memberi 'bumbu' pada cerita.
menulis romance #6: 'opposite attraction' berlaku dalam urusan perjodohan karakter cewek dan cowok di romance. pasangkan cowok tipe alpha dengan karakter yang lugu dan inferior. pasangkan si cewek judes dengan cowok kalem. use your imagination, dear!
menulis romance #7: nobody's perfect, 'kay? jadi aturan pertama menulis romance (atau genre mana pun deh): JANGAN PERNAH MEMBUAT TOKOH SERBA SEMPURNA. Yang kayak gitu gak akan pernah ada di bumi manusia ini *lebay*. Udah gitu, hoahm, membosankan. Pembaca juga sulit relate sama tokoh yang nggak ada cacatnya sama sekali.
menulis romance #8: tes dialog yang kamu buat dengan membacanya keras-keras. Lalu, nilai sendiri deh, apa kedengaran janggal, terlalu panjang, dsb. Atau, apakah orang dengan karakter seperti yang kamu buat bakal bicara begitu? Jujur lho ya. Penulis narsis dan suka menyangkal diri pasti sulit tuh disuruh mengakui kesalahannya sendiri kayak gini.
menulis romance #9: daripada menulis 'si A ganteng', kenapa nggak diubah aja menjadi 'wajah indo A dan rahangnya yang tegas adalah hal pertama yang membuatku terpesona. Kemeja kotak-kotak itu membungkus tubuh atletisnya dengan sempurna. Bla, bla, bla.' Pokoknya deskripsikan aja kata sifat yang pengen kamu labelkan ke si karakter. Jadinya keren lho!
menulis roman #10: khususnya buat penulis yang pengen bikin novel komedi romantis. Pikirkan hal-hal lucu atau 'one liner' yang memang berdasarkan karakter tokoh. jangan terlalu fokus membuat situasinya lucu karena biasanya bakal berujung ke komedi slapstick. (dan, fyi, dalam romance, slapstick biasanya dihindari banget--malah, kalo bisa, diharamkan).
menulis romance #11: saat membuat 'saingan cinta' tokoh cewek, hindari klise-klise seperti a) orangnya jahat banget/licik berat b) agresif c) kontras dengan tokoh utama (pola yg sering muncul: feminin vs tomboy berat, cantik vs biasa banget, kaya vs menengah/miskin).
menulis romance #12: pilihlah nama yang sifatnya mendukung kesan pembaca bagi kedua karakter utamamu. nama yang maskulin buat karakter alpha male, dan sebaliknya. sebisa mungkin hindari nama androgini. untuk fantasy romance, sebaiknya pilih nama yang 'ramah' bagi lidah pembaca.
menulis romance #13: 'nyawa' novel sebenarnya terletak di lima halaman pertama. Kalo kamu berhasil memikat pembaca di lima halaman pertama, kemungkinan besar mereka akan meneruskan membaca novelmu sampai habis.
menulis romance #14: ending sama pentingnya dengan lima halaman awal. pastikan ending yang kamu tawarkan memang masuk akal dan berupa solusi dari konflik. pembaca bisa jadi mengikuti novelmu dari awal, tapi keti...ka ending-nya mengecewakan, rasa tidak puasnya jauh lebih besar lho!
menulis romance #15: untuk mengolah suasana jadi lebih seksi dan sensual, sebenarnya kamu bisa bermain2 dengan pilihan kata. 'deg2an' jadi 'berdebar2' atau 'dadanya berdesir'. use your imagination, y'all!
menulis romance #16: bab awal menentukan keputusan pembaca mau melanjutkan membaca novelmu atau nggak. bab akhir menentukan keputusan pembaca masih mau membaca tulisanmu lagi di masa mendatang.
menulis romance #17: setiap adegan sebaiknya punya kontribusi bagi plot. libatkan 3 hal penting: adegan itu punya tujuan, ada konflik, dan dilema. memulai setiap adegan dengan kalimat menarik (hook) dan mengakhirinya dengan dilema akan membuat pembaca terus penasaran. btw, trik ini dipake banget di cerbung majalah/koran. :)
menulis romance #18 - #21:
ada 4 hukum menulis dialog:
1. (#18) sebelum menulis, kamu harusnya sudah tahu untuk apa adegan itu harus ada di novelmu. dialog pun ditulis dengan menyesuaikan tujuan itu.
2. (#19) dialog dan adegan harus memberi kontribusi bagi perkembangan plot. mirip kyk tips #3 dehhh... ;p
3. (#20) hindari menulis dialog dari percakapan sehari-hari karena ujung-ujungnya jadi pasti panjang banget dan bertele-tele
4. (#21) 'dialog tag' itu perlu. Banyak-banyak membaca bisa ngasih kamu ide untuk mencari alternatif dari sekadar 'dia berkata' atau 'katanya'.
menulis romance #22: kamu bisa bikin banyak alasan untuk membenarkan kenapa sampai sekarang novelmu nggak selesai. Tapi, asal tahu aja, penerbit nggak bisa menerbitkan ide dan angan-angan. Jadi, kalau kamu pengen jadi penulis, syaratnya cuman satu:
MENULISLAH!!!!!!
Dan berhenti nyari alasan buat menunda2.
menulis romance #23: sebaiknya hindari menulis novel romance dari KISAH NYATA--entah dari pengalaman sendiri atau orang lain. Kalo dari pengalaman sendiri, terlalu personal. Kalo dari pengalaman org lain, minta izinnya susah. Belum lagi kalo dia nggak setuju sama bbrp bagian cerita. Ugh. Bikin semuanya fiktif kenapa sih? Dijamin tenang lahir-batin. :)
menulis romance #24: riset sebelum menulis membuat kepercayaan dirimu bertambah dua kali lipat. dan ini terlihat jelas juga di tulisan. ya iyalah, hasil tulisan dari 'ngecap' dan dari riset kan bedanya jomplang banget. :)
menulis romance #25: pastikan kamu mengumpulkan lebih dari satu sumber referensi. selain buat perbandingan, kamu juga bisa menemukan angle lain dari topik yang sedang kamu cari.

Jumat, 04 Februari 2011

5 Langkah cerdas buat korban COPY CAT!

Para copycat adalah orang-orang yang gak pernah puas dengan apa yang mereka miliki. Mereka selalu iri dan 'pengen' kalau ngeliat barang orang lain...
Bisa juga gak PD dengan selera mereka sendiri...
Atau mungkin kali aja mereka ngefans sama kita yah? Wkwkwkwk...

Apapun alasannya tetap aja kita pasti ga nyaman dengan keberadaan mereka...

Daripada kamu kesel terus dalam hati mending yuk liat 5 langkah cerdas buat copycat:

1. Jangan bilang beli dimana...

Nah, ini dia inti dari proses pembebasan diri kamu dari si copycat.
Modus utama copycat adalah menanyakan lokasi pembelian...
Dan biasanya kita refleks ngejawab pertanyaan itu...
dan seminggu kemudian si copycat dengan PD mamerin barang2 yang sama kayak punya kamu...
Jadi kalau ada yang nanya beli dimana yah bilang aja 'ada deh'

2. Suruh temen ledekin kalian

Kalau ternyata doi berhasil juga dapetin barang incarannya... Terpaksa kita jalanin trik selanjutnya...
Minta salah seorang temen buat ledekin kalian waktu pake barang yang sama...
Mudah-mudahan dengan diledekin doi jadi malu atau ngerasa gak enak udah bikin kalian sama-sama malu...
But remember, saat diledekin kmu harus pasang tampang sebel supaya doi ngerasa bersalah..
Ini kesempatan buat kamu nunjukin kalau kamu gak suka situasi seperti itu dan minta doi janji untuk ga ngekor kamu lagi.

3. Belanja bareng...

Salah satu cara mencegah doi beli barang sama dengan punyamu sering deh ajak doi belanja bareng..
Dengan begitu kamu bisa ngontrol benda apa saja yang doi beli
Sebisa mungkin doi udah bayar dikasir baru deh kamu milih...
Kalau tetap nekat ingin beli yang sama ya ulur-ulur waktu lah supaya doi lupa...

4. Ngomong terus terang

Setelah serangkaian perjuangan dia masih tetap aja copcat...
Yaudah bicara aja 4 mata...
Bilang terus terang... Tapi jangan buat doi tersinggung...
Mudah-mudahan ngomong terus terang bisa 'kena' dihati doi...

5. Bantu dia nemuin style-nya

Rasanya gak adil kalau kita minta dia ngambil jalan sendiri tanpa nunjukin jalan yang benar...
Bantu doi menemukan jati diri dan lepas dari bayang-bayang kita...
Dan katakan kalau 'jangan takut bereksperimen'
Dari berbagai eksperimen yang kita coba barulah kita sadar apa yang cocok buat kita...

Alright gals, akhirnya kamu bisa bebas dari si copycat yang selama ini menghantui kamu...

Jangan biarin si copycat muncul lagi...

Soalnya diluar sana banyak banget yang pengen keren seperti kamu...

Hehehehehehehehehehe

Source: tabloid gaul