Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Desember 2011

10 Kesalahpahaman tentang sukses

Kesalahpahaman 1
Beberapa orang tidak bisa sukses karena latar belakang, pendidikan, dan lain-lain.
Padahal, setiap orang dapat meraih keberhasilan.
Ini hanya bagaimana mereka menginginkannya, kemudian melakukan sesuatu untuk mencapainya.

Kesalahpahaman 2
Orang-orang yang sukses tidak melakukan kesalahan.
Padahal, orang-orang sukses itu justru melakukan kesalahan sebagaimana kita semua pernah lakukan Namun, mereka tidak melakukan kesalahan itu untuk kedua kalinya.

Kesalahpahaman 3
Agar sukses, kita harus bekerja lebih dari 60 jam (70, 80, 90...) seminggu.
Padahal, persoalannya bukan terletak pada lamanya anda bekerja.
Tetapi bagaimana anda dapat melakukan sesuatu yang benar.

Kesalahpahaman 4
Anda hanya bisa sukses bila bermain sesuatu dengan aturan.
Padahal, siapakah yang membuat aturan itu? Setiap situasi membutuhkan cara yang berbeda. Kadang-kadang kita memang harus mengikuti aturan, tetapi disaat lain andalah yang membuat aturan itu.

Kesalahpahaman 5
Jika anda selalu meminta bantuan, anda tidak sukses.
Padahal, sukses jarang sekali terjadi di saat-saat vakum.
Justru, dengan mengakui dan menghargai bantuan orang lain dapat membantu keberhasilan anda. Dan, sesungguhnya ada banyak sekali orang semacam itu.

Kesalahpahaman 6
Diperlukan banyak keberuntungan untuk sukses.
Padahal, hanya dibutuhkan sedikit keberuntungan.
Namun, diperlukan banyak kerja keras, kecerdasan, pengetahuan, dan penerapan.

Kesalahpahaman 7
Sukses adalah bila anda mendapatkan banyak uang.
Padahal, uang hanya satu saja dari begitu banyak keuntungan yang diberikan oleh kesuksesan. Uang pun bukan jaminan kesuksesan anda.



Kesalahpahaman 8
Sukses adalah bila semua orang mengakuinya.
Padahal, anda mungkin dapat meraih lebih banyak orang dan pengakuan dari orang lain atas apa yang anda lakukan. Tetapi, meskipun hanya anda sendiri yang mengetahuinya, anda tetaplah sukses.

Kesalahpahaman 9
Sukses adalah tujuan.
Padahal, sukses lebih dari sekedar anda bisa meraih tujuan dan goal anda. Katakan bahwa anda menginginkan keberhasilan, maka ajukan pertanyaan "atas hal apa?"

Kesalahpahaman 10
Saya sukses bila kesulitan saya berakhir.
Padahal, anda mungkin sukses, tapi anda bukan Tuhan.
Anda tetap harus melalui jalan yang naik turun sebagaimana anda alami di masa-masa lalu. Nikmati saja apa yang telah anda raih dan hidup setiap hari sebagaimana adanya.

Dikutip dari "The Top 10 Misconceptions About Success", Jim M. Allen.

Jumat, 02 Desember 2011

Sayang atau Butuh?



Sayang itu disaat kau tetap punya ‘rasa’ terhadap seseorang ketika dia tidak berada disampingmu.

Butuh itu disaat kau punya ‘rasa’ ingin terhadap seseorang ketika dia berada disampingmu.

Mungkin orang akan bingung membaca perkataan saya diatas, maksudnya…? Yah, itulah yang saya rasakan saat ini. Kalian bisa merasa suka dengan siapa saja dan rasa suka itu menimbulkan kata ‘butuh’. Tapi, sangat susah menimbulkan rasa sayang itu!

Contohnya: Cowok itu ganteng ya, yeah sebatas ‘suka’ dan mungkin anda bisa mengatakan bahwa sangat ingin menjadi pacarnya, tentu anda akan merasa bangga jika mempunyai pacar yang dikatakan ganteng. Tapi, rasa sayang itu tak hanya datang dari kegantengan, kita harus punya Chemistry satu dengan yang lain. Percuma punya pacar ganteng tapi tak mengerti anda. Iya kan?! Hanya dipakai untuk bahan pamer?.

Dulu ya, saya sering heran kenapa cewek cantik pacaran dengan cowok yang menurut saya *maaf* dibawah standard, dengan modal wajah secantik itu, cewek itu bisa mendapatkan cowok yang seganteng artis korea. Pertanyaan itu selalu terngiang ditelinga saya. Dan, akhirnya! Saya mendapat jawabanya ketika saya berusia 18 tahun … merasakan sendiri perbedaannya.
Ternyata ada rasa ‘sayang’… mau sejelek apa pacarnya tapi karna rasa sayang itu begitu kuat sampai dia lebih memilih cowok dengan tampang Dono daripada cowok dengan tampang Yesung SJ -_-v…
Kalian jangan dulu bilang ‘cinta’ kalau kalian hanya melihat seseorang dari tampangnya. Perlu diuji, apakah anda menerima dia apa adanya? Atau hanya karena tampangnya?

Tapi bagaimana cara mengujinya?

Ingat 3C … Collect… Connect… and Corect…

Collect.
Kalian bisa berteman dengan siapa aja, ataupun mempunyai beberapa gebetan. Sah-sah aja kan? Untuk mengenal satu dengan yang lainnya.

Connect.
Jalin hubungan, hmm, setelah mengoleksi anda menjalin hubungan yang lebih mendalam untuk meyakinkan mana yang anda sayang dan mana yang anda butuh. Saya bukan mengajarkan anda untuk ‘selingkuh’ sebenarnya untuk yang masih pacaran alias relationship belum ada kata selingkuh! Selingkuh hanya digunakan untuk orang yang sudah resmi dihadapan Tuhan alias nikah. Selama belum menikah?! Wajib memilah-milah sebelum salah melangkah.

Correct.
Akhirnya, pilihlah yang anda ‘sayang’ bukan ‘butuh’. Karena itulah pilihan yang  tepat.

Oh ya, menyangkut kebutuhan itu juga biasanya berhubungan dengan uang alias materialistis.

Orang-orang tua disekitar saya pernah bilang:
“Fhily, kalau cari cowok, cari yang kerja, mapan, supaya masa depan terjamin. Kita semua sudah merasakan memilih cinta akhirnya menderita. Cinta itu bisa datang dengan sendirinya setelah menikah.”
WTF???!!!

Oke mungkin  orang tua memang sudah berpengalaman. Tapi bisakah membebaskan anak untuk menentukan dan mengecap manisnya kasih sayang yang tumbuh. Bukan kasih sayang terhadap materi?!! Kalau toh pada akhirnya kebutuhan yang akan dipilih setidaknya, jangan buat dia menyesal juga karena tak memilih cinta. Karena manusia itu takkan pernah puas dengan apa yang dimilikinya.

Sayang itu saat kau memejamkan mata, tapi tetap merasakan indahnya.

Butuh itu saat kau membuka mata, dan melihat indahnya.

Makanya orang sering mengatakan kalau Cinta itu buta.

Tapi, menurutku Cinta itu KAMU!!!...... u,u #random -_-

Oke sekian postingan tak jelas ini.
Terima kasih telah membacanya :p

God Bless you :*

Kamis, 01 Desember 2011

Be Happy



Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam- jam semetara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya. Akhirnya, Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup - karena berbahaya);jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Dan ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.

Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian.Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi
diam.Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani
melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya.

Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu. Sementara tetangga-2 si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga menguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri !

Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari 'sumur' (kesedihan, masalah,dsb) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran, dan hati kita) dan melangkah naik dari 'sumur' dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.

Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari 'sumur' yang terdalam dengan terus berjuang,jangan pernah menyerah !

Ingatlah aturan sederhana tentang Kebahagiaan :
1. Bebaskan dirimu dari kebencian
2. Bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan
3. Hiduplah sederhana.
4. Berilah lebih banyak.
5. Tersenyumlah.
6. Miliki teman yang bisa membuat engkau tersenyum.

"Entah ini adalah waktu kita yang terbaik atau waktu kita yang terburuk,inilah satu-satunya waktu yang kita miliki saat ini !"

Selasa, 15 November 2011

Pernikahan


Jeng,, jeng…! Jangan kaget kalau topic saya untuk blog kali ini tentang sesuatu hal yang sakral ._.v bukan karena pengen cepet-cepet married juga -_- wong saya masih 18 tahun… HAHA~ masih muda dan masih labil sekali untuk membina rumah tangga… bukan juga karena status fb saya yang married to blablabla itu -_-… teman-teman saya pada nanya saya udah nikah? Belum saudara-saudara -_- saya MASIH 18 tahun… Okay abaikan yang itu kita masuk pada pembicaraan…

"Yang pasti saya gak mau nikah diusia yang terlalu matang, seperti orang tua saya, Nikahnya diusia 30an… karena terlalu memikirkan pendidikan, mereka janjian kalau udah lulus baru nikah… dan mereka gak Cuma ngambil satu jurusan tapi dua… dan liat sekarang, papa saya belum sempat melihat saya berhasil, belum sempat lihat saya menikah, belum sempat lihat saya punya anak, dia udah pergi untuk selama-lamanya… saya gak mau seperti itu… nanti yang kasihan anak-anak…”

Ada yang mau bertanya itu kutipan film apa atau itu kutipan novel apa? Jawabannya bukan keduanya -_- itu kutipan omongan pacar saya saudara-saudara ._. saya juga kaget dia bicara seperti itu waktu otp-an… Okay -_- memang dia sekarang penuh kejutan, ga kayak dulu waktu masih SMA, silahkan dengar lagu ‘everybody knew’ itu dia banget… Bener deh kadang-kadang omongannya itu bisa memutar pikiran seseorang loh… tanya saja Chika… beda bangetlah sama yang dulu… sekarang jadi lebih *eh* dewasa ._. bagus itu kalau kuliah kan harus belajar untuk dewasa ;) umurnya 1tahun diatas saya ._. kata orang kan cewek itu pikirannya lebih dewasa dari cowok tapi sepertinyaaaaa… saya gak dewasa-dewasa -_- … Saya berpikir dia udah lebih dewasa dari sebelumnya bukan karena secara ‘tidak langsung’ dia pernah melamar saya -_- *yang saya anggap main-main tapi katanya seriusan* yang pasti saya sempat kaget pas lagi otp-an dia bilang would you marry me? *dalam bahasa indonesia* -_- okay itu gila sekali! Dia gak bertanya sekali tapi dua kali dikesempatan yang berbeda karena yang pertama saya anggap bermain, gak dua ding tiga yang satu dia sempat bilang jadi ibu dari anak-anaknya OMG! -_- itu kata-kata fiksi kesukaan saya kalau lelaki melamar seorang wanita -_- wkwkwkwk *oke abaikan… tapi ditambah lagi 7 tahun kemudian pasti dia akan mengulang kata-kata itu kepada saya karena saya wanita terakhir blablabla *mulai lamu* -_- … mari kita bali ke topic  pembicaraan saja -_-…

Ø  Nikah terlalu tua.
Kalau nikah terlalu tua, ya seperti yang dibilang pacar saya itu loh -_- seperti orang tuanya yang menikah pas udah tua… Jadi gak bisa lihat anak-anaknya berhasil dulu, menikah sampai punya anak… Emang sih segala sesuatu ada ditangan Tuhan, usia manusiapun… tapi alangkah baiknya, memikirkan dari sekarang dan menargetkan jangan terlalu tua untuk menikah… agar bisa melihat anak cucu kita berhasil nanti ^_^.

Udah setelah giliran saya yang bilang begini:
“Tapi kalau nikah muda juga, gak enak… mama dan papa saya nikahnya umur 23 tahun… gak terlalu muda juga sih… Cuma mereka sama-sama umur 23 tahun ya,,, akhirnya pisah… anak-anak juga yang menderita.”

Ø  Nikah terlalu muda.
Mama dan papa saya juga bisa sih dikategorikan nikah terlalu muda… tapi lebih tepatnya contohnya kayak James -_- *piss cip pinjam nnx nama* dia nikah umur 19 tahun… what? Gila! Masih muda banget 19 tahun tau gak seumuran farly udah nikah (?) ._.v udah … setelah itu, udah ada anak kan mereka 2 tahun dan sekarang tengkar-tengkar lagi persiapan mau pisah :O… Pisah? Gampang banget mereka bilang pisah ._. gak kasian tuh anak masih kecil mama papanya udah mau pisah? :O

Ø  Nikah seumuran.
Nah ini baru menjurus kearah orang tua saya… Kata orang-orang nih yah kalau menikah tuh jangan yang seumuran… soalnya emosinya sama-sama masih menggebu-gebu yang cewek lebih baik menikah dengan yang lebih tua sedangkan yang cowok mendingan nikah sama yang  lebih muda… Yah memang sih terbukti, orang tua saya menikah seumuran trus masih muda alhasil anak-anak jadi korban karena tak bisa menguasai ‘ego’ masing-masing… hmmm gak kasian tuh sama anak-anak kalian ._.? *tampang polos.

Kasus: Ada adek katakanlah sepupu, *kita saudaraan sih tapi jauh… namanya misalnya Luna *nama disamarkan*… Nah Luna ini umurnya masih 14 tahun tapi memang sih dari tipikalnya udah gak kelihatan anak-anak seumuran itu… bahkan dia tampak lebih dewasa dari saya… nah, Luna ini pacarnya umurnya 24 tahun alias beda 10 tahun sama pacarnya… Dan belakangan ini saya dengar katanya dia sudah tunangan sama pacarnya dan gak lama lagi nikah… padahal umurnya masih 14 tahun! EMPAT BELAS TAHUN MEEEEENNNN!!!! Oke dan saya dengar itu gara-gara MBA :O owwwhhh

Ø  Nikah dengan yang lebih tua.
Okey mungkin ini lebih ke soal gaya pacarannya dulu… seperti kasus diatas tentu saja apabila pasangan anda lebih tua dari anda, tentu saja anda harus menyeimbangi pemikiran dewasanya… apalagi umurnya sudah 20an pasti udah berpikir ke jenjang ‘itu’ *yang 19 tahun aja udah berpikiran kayak gitu -_-*, Alhasil karena ‘keluguan’ anda jadi ikut terjerumus kedalam pergaulannya yang belum wajar untuk usia anda… Dan walaupun suami anda nantinya sudah cukup matang… Bayangkan anda menikah diusia yang sangat amat muda dan kalau tua nanti suami anda sudah kakek peyot anda masih tante hebring :p wkwkwkwkwk … anda masih ‘butuh’  sedangkan suami anda sudah KO *frontal* -_-v ada peluangkan untuk anda berselingkuh? ._.v pisss anak anda juga pasti tidak akan terlihat seperti anak anda melainkan adik anda yegak…ekekekekek

Ø  Nikah sama brondong.
*.* padahal ini paporit saya pengen ngasih dampak yang baik tapi sayangnya ini postingan untuk membuat anda-anda berpikir dua kali -_- lagipula diatas sudah ngasih dampak negatif gak lucu kalau ini doang yang positif… tapi memang sebenarnya negatif lebih menonjol… hmmm bayangin aja yah anda menikah sama yang lebih muda …? Itu pasti terbayang satu! Masa tua! Bayangin aja anda sudah nenek-nenek peyot suami anda masih om-om atletis (?) ._.v dia pasti malu dong jalan bareng anda yang sudah peyot? Kemungkinan untuk mencari yang lebih muda tentu saja ada? Bukankah peluang selingkuh itu malah lebih besar?

Oke itu beberapa efek nikah tua, nikah muda, nikah seumuran, nikah sama orang yang lebih tua, nikah sama brondong… trus? Kalau itu  semua gak boleh saya nikah kapan dong??????!!!! Siapa bilang gak boleh? Semuanya sah-sah saja saya Cuma membuat anda berpikir tentang sebab-akibat yang ditimbulkan sebuah pernikahan :p Karena pernikahan itu ‘Sakral’ dan seharusnya hanya terjadi sekali dalam seumur hidup… anda gak mau kan menyesal nantinya????!!! Mendingan berpikir dari sekarang kan?? Wkwkwkwkwk Asal anda yakin aja pasangan anda bisa mencintai anda sampai pada kesudahannya dan cinta itu tak akan berubah… yah why not? Kalau juga kedepannya tidak ada yang dikorbankan apabila sesuatu terjadi yah… it’s okay… yang pasti pernikahan itu harus dipikirkan matang-matang dan tak boleh main-main…





“Sebab apa yang dipersatukan Tuhan tidak boleh dicerai beraikan oleh manusia” –the Bible


N.b: pas loh lagi ngetik ini, dibelakang ada backsound radio tentang pernikahan *gak sengaja loh saya duluan mengetik…wkwkwkwkwk

Jumat, 29 April 2011

Apa yang kita sombongkan?

Seorang pria yang bertamu ke rumah Sang Guru, dan dia tertegun

keheranan. Dia melihat Sang Guru sedang sibuk bekerja; ia mengangkuti
air dengan ember dan menyikat lantai rumahnya keras-keras. Keringatnya
bercucuran deras. Menyaksikan keganjilan ini orang itu bertanya, "Apa
yang sedang Anda lakukan?"

Sang Guru menjawab, "Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta
nasihat. Saya memberikan banyak nasihat yang bermanfaat bagi mereka.
Mereka pun tampak puas sekali. Namun, setelah mereka pulang tiba-tiba saya
merasa menjadi orang yang hebat. Kesombongan saya mulai bermunculan. Karena itu,
saya melakukan ini untuk membunuh perasaan sombong saya."

Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, yang
benih-benihnya terlalu kerap muncul tanpa kita sadari. Di tingkat terbawah,

sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.

Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh factor kecerdasan. Kita merasa
lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain.

Di tingkat ketiga, sombong disebabkan oleh factor kebaikan.

Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah,

dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.

Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula kita mendeteksinya. Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong
karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena
seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita.

Akar dari kesombongan ini adalah ego yang berlebihan. Pada tataran yang
lumrah, ego menampilkan dirinya dalam bentuk harga diri (self-esteem) dan
kepercayaan diri (self-confidence). Akan tetapi, begitu kedua hal ini
berubah menjadi kebanggaan (pride), Anda sudah berada sangat dekat dengan
kesombongan. Batas antara bangga dan sombong tidaklah terlalu jelas.

Kita sebenarnya terdiri dari dua kutub, yaitu ego di satu kutub dan
kesadaran sejati di lain kutub. Pada saat terlahir ke dunia, kita dalam
keadaan telanjang dan tak punya apa-apa. Akan tetapi, seiring dengan waktu,
kita mulai memupuk berbagai keinginan, lebih dari sekadar yang kita butuhkan dalam hidup. Keenam indra kita selalu mengatakan bahwa kita memerlukan lebih banyaklagi.

Perjalanan hidup cenderung menggiring kita menuju kutub ego. Ilusi ego
inilah yang memperkenalkan kita kepada dualisme ketamakan (ekstrem suka)
dan kebencian (ekstrem tidak suka). Inilah akar dari segala permasalahan.

Perjuangan melawan kesombongan merupakan perjuangan menuju kesadaran sejati.
Untuk bisa melawan kesombongan dengan segala bentuknya, ada dua
perubahan paradigma yang perlu kita lakukan. Pertama, kita perlu menyadari bahwa pada hakikatnya kita bukanlah makhluk fisik, tetapi makhluk spiritual.
Kesejatian kita adalah spiritualitas, sementara tubuh fisik hanyalah sarana untuk hidup di dunia. Kita lahir dengan tangan kosong, dan (ingat!) kita pun akan mati
dengan tangan kosong.

Pandangan seperti ini akan membuat kita melihat semua makhluk dalam
kesetaraan universal. Kita tidak akan lagi terkelabui oleh penampilan,
label, dan segala "tampak luar" lainnya. Yang kini kita lihat adalah
"tampak dalam". Pandangan seperti ini akan membantu menjauhkan kita dari
berbagai kesombongan atau ilusi ego.

Kedua, kita perlu menyadari bahwa apa pun perbuatan baik yang kita
lakukan, semuanya itu semata-mata adalah juga demi diri kita sendiri. Kita
memberikan sesuatu kepada orang lain adalah juga demi kita sendiri.

Dalam hidup ini berlaku hukum kekekalan energi.
Energi yang kita berikan kepada dunia tak akan pernah musnah. Energi itu
akan kembali kepada kita dalam bentuk yang lain. Kebaikan yang kita
lakukan pasti akan kembali kepada kita dalam bentuk persahabatan, cinta
kasih, makna hidup, maupun kepuasan batin yang mendalam. Jadi, setiap
berbuat baik kepada pihak lain, kita sebenarnya sedang berbuat baik
kepada diri kita sendiri.

Kalau begitu, apa yang kita sombongkan?

Sabtu, 09 April 2011

Batu Kecil & Mutiara




Pada suatu ketika, hiduplah seorang pedagang batu-batuan. Setiap hari dia berjalan dari kota ke kota untuk memperdagangkan barang-barangnya itu. Ketika dia sedang berjalan menuju ke suatu kota, ada suatu batu kecil di pinggir jalan yang menarik hatinya. Batu itu tidak bagus, kasar, dan tidak mungkin untuk dijual. Namun pedagang itu memungutnya dan menyimpannya dalam sebuah kantong, dan kemudian pedagang itu meneruskan perjalanan nya.

Setelah lama berjalan, lelahlah pedagang itu, kemudian dia beristirahat sejenak. Selama dia beristirahat, dia membuka kembali bungkusan yang berisi batu itu. Diperhatikannya batu itu dengan seksama, kemudian batu itu digosoknya dengan hati-hati. Karena kesabaran pedagang itu, batu yang semula buruk itu, sekarang terlihat indah dan mengkilap. Puaslah hati pedagang itu, kemudian dia meneruskan perjalanannya.

Selama dia berjalan lagi, tiba-tiba dia melihat ada yang berkilau-kilauan di pinggir jalan. Setelah diperhatikan, ternyata itu adalah sebuah mutiara yang indah. Alangkah senangnya hati pedagang tersebut,mutiara itu diambil dan disimpannya tetapi dalam kantong yang berbeda dengan kantong tempat batu tadi. Kemudian dia meneruskan perjalanannya kembali. Adapun si batu kecil itu merasa bahwa pedagang itu begitu memperhatikan dirinya, dan dia merasa begitu bahagia.

Namun pada suatu saat mengeluhlah batu kecil itu kepada dirinya sendiri. "Tuan begitu baik padaku,setiap hari aku digosoknya walaupun aku ini hanya sebuah batu yang jelek, namun aku merasa kesepian. Aku tidak mempunyai teman seorangpun, seandainya saja Tuan memberikan kepadaku seorang teman".

Rupanya keluhan batu kecil yang malang ini didengar oleh pedagang itu. Dia merasa kasihan dan kemudian dia berkata kepada batu kecil itu "Wahai batu kecil, aku mendengar keluh kesahmu, baiklah aku akan memberikan kepadamu sesuai dengan yang engkau minta".

Setelah itu kemudian pedagang tersebut memindahkan mutiara indah yang ditemukannya di pinggir jalan itu ke dalam kantong tempat batu kecil itu berada. Dapat dibayangkan betapa senangnya hati batu kecil itu mendapat teman mutiara yang indah itu. Sungguh betapa tidak disangkanya, bahwa pedagang itu akan memberikan miliknya yang terbaik kepadanya.


Waktu terus berjalan dan si batu dan mutiara pun berteman dengan akrab. Setiap kali pedagang itu beristirahat, dia selalu menggosok kembali batu dan mutiara itu.Namun pada suatu ketika, setelah selesai menggosok keduanya, tiba-tiba saja pedagang itu memisahkan batu kecil dan mutiara itu. Mutiara itu ditempatkannya kembali di dalam kantongnya semula, dan batu kecil itu tetap di dalam kantongnya sendiri.

Maka sedihlah hati batu kecil itu. Tiap-tiap hari dia menangis, dan memohon kepada pedagang itu agar mengembalikan mutiara itu bersama dengan dia. Namun seolah-olah pedagang itu tidak mendengarkan dia. Maka putus asalah batu kecil itu, dan di tengah-tengah keputusasaan nya itu, berteriaklah dia kepada pedagang itu "Oh tuanku, mengapa engkau berbuat demikian? Mengapa engkau mengecewakan aku?"

Rupanya keluh kesah ini didengar oleh pedagang batu tersebut. Kemudian dia berkata kepada batu kecil itu "Wahai batu kecil, kamu telah ku pungut dari pinggir jalan. Engkau yang semula buruk kini telah menjadi indah. Mengapa engkau mengeluh? Mengapa engkau berkeluh kesah? Mengapa hatimu berduka saat aku mengambil mutiara itu daripadamu? Bukankah mutiara itu miliku, dan aku bebas mengambilnya setiap saat menurut kehendakku? Engkau telah kupungut dari jalan, engkau yang semula buruk kini telah menjadi indah. Ketahuilah bahwa bagiku, engkau sama berharganya seperti mutiara itu, engkau telah kupungut dan engkau kini telah menjadi milikku juga. Biarlah aku bebas menggunakanmu sekehendak hatiku. Aku tidak akan pernah membuangmu kembali".

Mengertikah apakah maksud cerita di atas ? Yang dimaksud dengan batu kecil itu adalah kita-kita semua, sedangkan pedagang itu adalah Tuhan sendiri. Kita semua ini buruk dan hina di hadapanNya, namun karena kasihnya itu Dia memoles kita, sehingga kita dijadikannya indah di hadapanNya. Sedangkan yang dimaksud dengan mutiara itu adalah berkat Tuhan bagi kita semua. Siapa yang tidak senang menerima berkat? Berkat itu dapat berupa apa saja dalam kehidupan kita sehari-hari, mungkin berupa kegembiraan, kesehatan, orangtua, saudara dan sahabat, dan banyak lagi. Apakah kita pernah bersyukur, setiap kali kita mendapat berkat itu? Dan apakah kita tetap bersyukur, jika seandainya Tuhan mengambil semuanya itu dari kita? Bukankah semua itu milikNya dan Ia bebas mengambilnya kembali kapanpun Ia mau? Bersyukurlah selalu kepadaNya, karena Dia tidak akan pernah mengecewakan kita semua.

Yer 29:11-12
Bukankah Aku ini mengetahui rencana-rencanaKu kepadamu ? Yaitu rencana keselamatan dan bukannya rencana kecelakaan untuk memberikan kepadamu hari esok yang penuh harapan. Maka kamu akan berseru dan datang kepadaKu untuk berdoa dan Aku akan mendengarkan kamu.

Senin, 28 Maret 2011

Ada Suatu Kejadian Dimasa Kanak-Kanak


Ada suatu kejadian dimasa kanak-kanak:

Pada suatu waktu anak-anak sedang duduk-duduk didatangi oleh seseorang yang tidak terlalu muda dan belum terlalu tua dan kita sebut saja bapak. Kemudian bapak tersebut memanggil anak-anak untuk datang sambil mengeluarkan setumpuk kartu remi. Setelah anak-anak berkumpul, bapak tersebut berkata bisakah melihat apa yang bapak lakukan, dan anak-anak berkata bisa pak. Kemudian bapak tersebut mengocok kartu remi, mengambil dan membuka satu lembar kartu dan diletakkan disebelah kiri dan yang lainnya dipegang ditangannya.

Jika satu lembar kartu tersebut menunjukkan angka 3, maka ia menambahkan dengan kartu yang dipegangnya satu per satu sampai menjadi 10 (angka 3 yang muncul dari satu lembar kartu + 7 kartu yang diturunkan dari kartu yang masih dipegang) dan meletakkannya disebelah kanan. Ini dilakukan seperti di atas berulang sampai 3 buah kartu. Sehingga ada 3 lembar kartu yang terbuka disebelah kiri, ada setumpuk kartu disebelah kanan dan masih ada tersisa setumpuk kartu ditangan bapak tersebut.

Kemudian bapak itu berkata, nah kalian (anak-anak), jika kalian melakukan ini ditempat tersembunyi yang bapak tidak melihatnya, maka bapak akan dapat mengetahui jumlah 3 lembar kartu yang terbuka tersebut. Tapi kalian harus membawa sisa kartu yang kalian pegang kepada bapak, sebab kartu ini akan bapak gosokkan dengan batu cincin yang bapak pakai dan batu cincin itu akan mengatakan kepada bapak jumlah dari 3 lembar kartu yang terbuka tersebut.

Pada saat itu anak-anak tertawa, karena tidak percaya. Tapi kemudian anak-anak tersebut menjadi bimbang antara percaya dan tidak percaya karena bapak tersebut selalu dapat menebak dengan benar. Makin lama anak-anak tersebut menjadi sebahagian percaya dan malah setiap kali bapak tersebut menggosokkan sisa kartu tadi dengan batu cincinnya dan kemudian mengatakan jumlah angkanya, anak-anak yang percaya menempelkan telinganya kepada batu cincin si bapak dan mengiyakan bahwa batu tersebut sudah mengatakan jumlah angkanya. Sebahagian anak-anak mengatakan, bapak tersebut orang sakti.

Dan ini sudah dilakukan beberapa hari oleh bapak tersebut, jika bapak tersebut mampir dan melihat anak-anak. Tapi ada seorang anak, sebut saja namanya hikmat, dia tetap mengatakan bahwa apa yang dikatakan oleh bapak tersebut, bahwa batu cincinnya bisa berbicara adalah tahayul.
Karena jika telinganya didekatkan dengan batu cincin si bapak, dia tidak mendengar suara apapun.

Lalu bagaimana si hikmat tersebut dapat mengatakan bahwa itu adalah tahayul, sedangkan teman-temannya mengatakan itu bukan tahayul dan mempercayainya.

Pada suatu hari dia membeli kartu remi, kemudian dia masuk kedalam kamarnya dan sendiri dia berada dalam kamar tersebut. Kemudian dia mencoba permainan yang diajarkan oleh bapak tersebut.

Dia mengocok kartu, mengambil dan membuka satu lembar kartu pertama dan meletakkan disebelah kiri dan angka yang muncul adalah 2, kemudian dia menurunkan 8 lembar kartu dari kartu yang dipegangnya dan meletakkannya disebelah kanan.
Dia mengambil dan membuka satu lembar kartu kedua dan meletakkan disebelah kiri dan angka yang muncul adalah 5, kemudian dia menurunkan 5 lembar kartu dari kartu yang dipegangnya dan meletakkannya disebelah kanan. Dia mengambil dan membuka kartu terakhir yaitu satu lembar kartu ketiga dan meletakkan disebelah kiri dan angkanya adalah 7, kemudian dia menurunkan 3 lembar kartu dari kartu yang masih dipegangnya dan meletakkannya disebelah kanan. Kemudian sisa kartu yang biasanya diberikan kepada bapak itu untuk digosokkan dengan batu cincinnya sehingga batu cincin itu dapat berbicara, dia hitung jumlahnya adalah 37. Kemudian dia catat dalam kertas: jumlah angka 14, sisa kartu 37.

Dia kumpulkan kembali kartunya dan dikocok lagi, kemudian dihitung lagi, kemudian mencatat hasilnya dan ini dia lakukan sampai lima kali.

Kemudian dia membaca hasilnya.

1. Jumlah angka 14, sisa kartu 37
2. Jumlah angka 12, sisa kartu 35
3. Jumlah angka 6, sisa kartu 29
4. Jumlah angka 3, sisa kartu 26
5. Jumlah angka 10, sisa kartu 33

Kemudian dia mencoba mencari selisihnya.

1. selisih 23
2. selisih 23
3. selisih 23
4. selisih 23
5. selisih 23
Dia penasaran dan mencobanya lagi, dan hasilnya sama yaitu selalu selisih 23.
Akhirnya dia berkesimpulan, bapak tersebut dapat menebak dengan tepat bukan dari batu cincinnya yang bisa bicara, tapi dari sisa kartu yang dipegang bapak tersebut dan dikurangi 23 akan menghasilkan jumlah angka dari 3 lembar kartu tersebut.

Total seluruh kartu adalah 56. Keesokan harinya dia menceritakan apa yang telah dia lakukan kepada teman-temannya, dan teman-temannya menjadi berbalik dan mengatakan bahwa bapak itu tahayul.

Disini dapat kita lihat bahwa si hikmat telah menggunakan

1. Iman (tidak percaya, batu bisa bicara),
2. Indera (dia tidak mendengar sepatah katapun dari batu tersebut) dan
3. Akalnya (selisih angka 23, sehingga kartu tersebut selalu dapat ditebak)

Untuk dapat membuktikan bahwa apa yang dikatakan seorang bapak tersebut adalah tahayul. Ternyata permainan ini dapat dilakukan dengan selisih yang berbeda, jika total seluruh kartu minimal 27 lembar kartu.

Pergunakanlah selalu, Indera, Akal dan Iman kita untuk dapat mengungkapkan kejadian-kejadian yang sering terjadi akhir-akhir ini.

Jumat, 25 Maret 2011

Warna Persahabatan


Di suatu masa warna-warna dunia mulai bertengkar Semua menganggap
dirinyalah yang terbaik yang paling penting, yang paling bermanfaat, yang paling disukai.

HIJAU berkata:
"Jelas akulah yang terpenting. Aku adalah pertanda kehidupan dan harapan.
Aku dipilih untuk mewarnai rerumputan, pepohonan dan dedaunan.
Tanpa aku, semua hewan akan mati. Lihatlah ke pedesaan, aku adalah warna
mayoritas..."

BIRU menginterupsi:
"Kamu hanya berpikir tentang bumi, pertimbangkanlah langit dan samudra luas. Airlah yang menjadi dasar kehidupan dan awan mengambil kekuatan
dari kedalaman lautan. Langit memberikan ruang dan kedamaian dan ketenangan.
Tanpa kedamaian, kamu semua tidak akan menjadi apa-apa"

KUNING cekikikan:
"Kalian semua serius amat sih? Aku membawa tawa, kesenangan dan kehangatan bagi dunia. Matahari berwarna kuning, dan bintang-bintang berwarna kuning.
Setiap kali kau melihat bunga matahari, seluruh dunia mulai tersenyum. Tanpa aku, dunia tidak ada kesenangan."

ORANYE menyusul dengan meniupkan trompetnya:
"Aku adalah warna kesehatan dan kekuatan. Aku jarang, tetapi aku berharga
karena aku mengisi kebutuhan kehidupan manusia. Aku membawa vitamin-vitamin terpenting. Pikirkanlah wortel, labu, jeruk, mangga dan pepaya. Aku tidak ada dimana-mana setiap saat, tetapi aku mengisi lazuardi saat fajar atau saat matahari terbenam. Keindahanku begitu menakjubkan hingga tak seorangpun dari kalian akan terbetik di pikiran orang."

MERAH tidak bisa diam lebih lama dan berteriak:
"Aku adalah Pemimpin kalian. Aku adalah darah - darah kehidupan! Aku adalah warna bahaya dan keberanian. Aku berani untuk bertempur demi suatu kuasa. Aku membawa api ke dalam darah. Tanpa aku, bumi akan kosong laksana bulan.
Aku adalah warna hasrat dan cinta, mawar merah,poinsentia
dan bunga poppy."


UNGU bangkit dan berdiri setinggi-tingginya ia mampu:
Ia memang tinggi dan berbicara dengan keangkuhan. "Aku adalah warna kerajaan dan kekuasaan. Raja, Pemimpin dan para Uskup memilih aku sebagai
pertanda otoritas dan kebijaksanaan. Tidak seorangpun menentangku. Mereka
mendengarkan dan menuruti kehendakku."



Akhirnya NILA berbicara, lebih pelan dari yang lainnya, namun dengan kekuatan niat yang sama:"Pikirkanlah tentang aku. Aku warna diam. Kalian
jarang memperhatikan adaku untuk merepresentasikan pemikiran dan refleksi,matahari terbenam dan kedalaman laut. Kalian membutuhkan aku
untuk keseimbangan dan kontras, untuk doa dan ketentraman batin."

Jadi, semua warna terus menyombongkan diri, masing-masing yakin akan
superioritas dirinya. Perdebatan mereka menjadi semakin keras. Tiba-tiba,
sinar halilitar melintas membutakan.Guruh menggelegar. Hujan mulai turun
tanpa ampun. Warna-warna bersedeku bersama ketakutan, berdekatan satu
sama lain mencari ketenangan.

Di tengah suara gemuruh, hujan berbicara:
"WARNA-WARNA TOLOL, kalian bertengkar satu sama lain, masing-masing
ingin mendominasi yang lain. Tidakkah kalian tahu bahwa kalian masing-masing
diciptakan untuk tujuan khusus, unik dan berbeda?
Berpegangan tanganlah dan mendekatlah kepadaku!"

Menuruti perintah, warna-warna berpegangan tangan mendekati hujan, yang
kemudian berkata: "Mulai sekarang, setiap kali hujan mengguyur, masing-masing dari kalian akan membusurkan diri sepanjang langit bagai busur warna sebagai pengingat bahwa kalian semua dapat hidup bersama dalam
kedamaian.PELANGI adalah pertanda Harapan hari esok." Jadi, setiap
kali HUJAN deras menotok membasahi dunia, dan saat Pelangi memunculkan
diri di angkasa marilah kita MENGINGAT untuk selalu MENGHARGAI satu sama lain.

Rabu, 23 Maret 2011

wanita!

Lekuk indah hadirkan pesona
Kemuliaan bagi yang memandang
Setiamu simbol keanggunan
Khas perawan yang kau miliki

Akulah pengagum ragamu
Tak ingin ku menyakitimu
Lindungi dari sengat dunia yang
mengancam
Nodai.. Sucinya lahirmu

Karena wanita ingin dimengerti
Lewat tutur lembut dan laku agung
Karena wanita ingin dimengerti
Manjakan dia.. dengan kasih sayang

Ingin kuajak engkau menari
Bermandi hangat cahaya bulan
Sebagai tanda kebahagiaan
Dari semesta.. Cinta kita

Karena wanita ingin dimengerti
Lewat tutur lembut dan laku agung
Karena wanita ingin dimengerti
Manjakan dia.. dengan kasih sayang

Bintang Terang itulah dirimu
Janganlah redup dan mati
Aku dibelakangmu memeluk
Dan.. menjagamu


Lagunya Ada Band yang diatas seakan lelaki mengerti dengan keadaan wanita ._. Menurutku dari sekian banyak lelaki didunia ini cuma sedikit yang memperlakukan wanita seperti itu...
Kebanyakan wanita didunia ini hanya diperlakukan dengan semena-mena oleh lelaki ._. (maaf buat yang lelaki gak bermaksud menyinggung cuma coba lihat kebelakang banyak yang seperti itu)

Guru Agama SMA saya selalu mengatakan...


"Kenapa wanita diciptakan dari tulang rusuk lelaki? Bukan dari tulang kaki? Atau tulang tangan?"

"Karena wanita bukan untuk diinjak-injak, dan bukan untuk dipermainkan dengan sesuka hati... Melainkan untuk dilindungi"



Jadi kewajiban lelaki dan kodrat lelaki diciptakan itu untuk Melindungi wanita...
Tapi pada kenyataannya dilapangan banyak wanita yang tidak merasakan perlindungan dari pria...

Sempat nangis waktu nonton film : Virgin 2: Bukan film porno...
Bukan karena ada bokep-bokepnya yah saya nonton film ini --________--
Tapi karena teman kantor bawa film ini, pas belum ada boss kita nonton dikomputer...
Awalnya rada-rada gimana soalnya ada adegan-adegan dewasa ._.
Tapi kalau mau diliat baik-baik itu perjuangan wanita mempertahankan milik berharganya yang rusak gara-gara pergaulan ._. Dari virgin 1 juga memang jalan ceritanya gitu...
Tapi nangis di virgin 2 nangis pas dibagian-bagian akhir, si Nadya meninggal gara-gara pendarahan...
Pendarahan Men!!... Dan itu semua disebabkan oleh lelaki ._.
Oke itu mungkin cuma film.....

Tapi memang sebagian besar kisah nyata seperti itu!
Lihat diberita!
Ada wanita korban KDRT, TKW disiksa, Di Madu, diperkosa dan lain sebagainya....

Kalian tidak kasihan dengan kita, para wanita?

Akibatnya yang tanggung tetap aja wanita.... MBA, Aborsi, Mati dll....

Cuma pesan buat para lelaki: Hargai dan lindungilah wanita... Bukan untuk dipermainkan dengan hawa nafsu!
Karena Wanita Tak hanya sekedar Ingin dimengerti! :P

Haha! Postingan yang ini frontal abis ._.
Eaaaa... Bukan karena apa-apa saya ngepost seperti ini ._. (jangan berpikiran negatif) ._.
Lagi pengen aja, akibat galau Dari tadi -,- #abaikan

Rabu, 23 Februari 2011

Adakah yang akan mendoakan kita?


Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke, sudah 7
malam dirawat di RS di ruang ICU. Disaat orang-orang terlelap dalam mimpi
malam, dalam dunia Roh seorang Malaikat menghampiri si pengusaha yang
terbaring tak berdaya.

Malaikat memulai pembicaraan, "kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa
buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup dan sebaliknya jika dalam 24 jam
jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal
dunia!

"Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang .. . " kata si pengusaha ini
dengan yakinnya.

Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas
waktu yang sudah disepakati.

Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali merngunjunginya; dengan antusiasnya si
pengusaha bertanya, "apakah besok pagi aku sudah pulih? pastilah banyak
yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang,
jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang
sulit".

Dengan lembut si Malaikat berkata, "anakku, aku sudah berkeliling mencari
suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa
buatmu, sementara waktu mu tinggal 60 menit lagi, rasanya mustahil kalau
dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu" .

Tampa menunggu reaksi dari si pengusaha, si Malaikat menunjukkan layar
besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu
terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil,
putra putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di
pipi mereka".

Kata Malaikat , "aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu
kesempatan kedua? itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap
akan kesembuhanmu"

Kembali terlihat dimana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh, " Tuhan, aku
tau kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku
tau dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tau dia tidak jujur dalam
bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk
popularitas saja untuk
menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu, tapi Tuhan, tolong
pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih
membutuhkan seorang ayah dan hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang
diri." dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya
semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang
istirahat".

Melihat peristiwa itu, tampa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha
ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini dia bukanlah suami yang baik dan
ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya, dan malam ini dia baru
menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.

Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat
waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini, penyesalan
yang luar biasa tapi waktunya sudah terlambat ! tidak mungkin dalam waktu
10 menit ada yang berdoa 47 orang !

Dengan setengah bergumam dia bertanya, "apakah diantara karyawanku,
kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa
buatku?"

Jawab si Malaikat, " ada beberapa yang berdoa buatmu tapi mereka tidak
tulus, bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini, itu
semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik,
bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah".

Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang
terakhir buat dia, tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si
istri yang setia menjaganya sepanjang malam.

Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di
kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi
sambil memangku si bungsu.

Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata,
"anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu ! ! kau tidak jadi
meninggal, karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00".

Dengan terheran-heran dan tidak percaya,si pengusaha bertanya siapakah yang
47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang
pernah dia kunjungi bulan lalu.

Bukankah itu Panti Asuhan ? kata si pengusaha pelan.

Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang
lalu, walau aku tau tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja
dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri.

Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalau
seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU, setelah melihat
gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria
yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat
berdoa buat
kesembuhanmu.

Doa sangat besar kuasanya, tak jarang kita malas, tidak punya waktu, tidak
terbeban untuk berdoa bagi orang lain.

Ketika kita mengingat seorang sahabat lama / keluarga, kita pikir itu hanya
kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia, mungkin saja pada
saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa dari
orang-orang yang mengasihi dia.

Disaat kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan baru dan
kita bisa melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi.

Hindarilah perbuatan menyakiti orang lain... sebaliknya perbanyaklah berdoa
buat orang lain.

APAKAH TUHAN MENCIPTAKAN KEJAHATAN? (Kisah Nyata)

Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya". "Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi. "Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan."

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?"

"Tentu saja," jawab si Profesor

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"

"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.

Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?"

Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."


Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"

Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."

Profesor itu terdiam.

Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein

Iri tiada henti

Ada seorang pemecah batu yang melihat seorang kaya.

Iri dengan kekayaan orang itu, tiba-tiba ia berubah menjadi orang kaya.
Ketika ia sedang bepergian dengan keretanya, ia harus memberi jalan kepada seorang pejabat.

Iri dengan status pejabat itu, tiba-tiba ia berubah menjadi seorang pejabat.

Ketika ia meneruskan perjalanannya, ia merasakan panas terik matahari.

Iri dengan kehebatan matahari, tiba-tiba ia berubah menjadi matahari.
Ketika ia sedang bersinar terang, sebuah awan hitam menyelimutinya.
Iri dengan selubung awan, tiba-tiba ia berubah menjadi awan.
Ketika ia sedang berarak di langit, angin menyapunya.

Iri dengan kekuatan angin, tiba-tiba ia berubah menjadi angin.

Ketika ia sedang berhembus, ia tak kuasa menembus gunung.

Iri dengan kegagahan gunung, tiba-tiba ia berubah menjadi gunung.
Ketika ia sedang bertengger, ia melihat ada orang yang memecahnya.
Iri dengan orang itu, tiba-tiba ia terbangun sebagai pemecah batu.
Ternyata itu semua hanya mimpi si pemecah batu.

Karena kita semua saling terkait dan saling tergantung, tidak ada yang betul-betul lebih tinggi atau lebih rendah. Kehidupan ini baik-baik saja kok... sampai Anda mulai membanding-bandingkan.

Kata Sang Guru: "Rasa berkecukupan adalah kekayaaan terbesar." Pengejaran keuntungan, ketenaran, pujian, dan kesenangan bersifat tiada akhir karena roda kehidupan terus berputar, silih berganti dengan kerugian, ketidaktenaran, celaan, dan penderitaan.

Inilah delapan kondisi duniawi yang senantiasa mengombang-ambingkan kita sepanjang hidup.

Kebahagiaan terletak pada kemampuan untuk mengembangkan pikiran dengan seimbang, tidak melekat terhadap delapan kondisi duniawi. Boleh-boleh saja kita menjadi kaya dan terkenal, namun orang bijaksana akan hidup tanpa kemelekatan terhadap delapan kondisi duniawi. Kebahagiaan sejati tidaklah terkondisi oleh apa pun.

“ Cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu dan Mengucap Syukurlah Selalu terhadap apa yang telah kamu peroleh”
Be Happy! GBU