Selasa, 23 Oktober 2012

Kenapa begini?

Tadi ngebongkar-bongkar postingan lama. Tiba-tiba nemu postingan yang ini -> Degress of Comparison: Possible You *outoftopic*

Saya baca-baca lagi ._. dan ada sebuah harapan yang membuat hati saya nyesnyes...

"Dan sayapun tidak bertemu dengan seseorang yang membuat saya menjadi orang ketiga dalam sebuah hubungan (berharap semoga tidak... Amin...)"

Dan akhirnya postingan saya harus mengakui kemiripan dengan cerita itu lagi ;_; why?
Haruska saya membuat tulisan begini:

"Dan sayapun akhirnya bertemu dengan DUA orang yang membuat saya menjadi orang ketiga dalam sebuah hubungan (akhirnya terjadi juga -_-)"

Orang Ketiga?



Siapa sih yang mau dihadapkan pada situasi menjadi orang ketiga?
Bagaimana jika dua kali kalian jadi orang ketiga?
Seperti ada quote di dalam novel Perhaps You

"Dibutuhkan DUA orang dalam sebuah perselingkuhan"

Dan kali ini saya benar-benar merasakan jadi orang ketiga. Kalau mau dibilang kemauan saya? atau saya hanyalah korban karena tidak tahu? atau mungkin memang saya seperti Abby dalam Perhaps You? hmmm yang sebenarnya sudah tahu tapi karena terbawa perasaan sendiri.
Dan untuk kesekian kalinya saya merasa blackberry messenger terkadang membawa bencana.
Oke untuk kasus yang pertama saya. Oke saya tahu dia punya pacar dan saya punya juga, awalnya kita hanya teman curhat tapi berlaku lebih dari sekedar teman bahkan sama seperti orang pacaran. Lepas dari dia, kenapa harus masuk lagi? awalnya saya dekat dengannya kan dia bilang sudah putus sama pacarnya. Nggak tahunya belum. Tapi ketika saya tahu belum kenapa saya masih lanjut lagi? Entahlah.

Kalau sekarang sih saya nggak kayak dulu masih mengharapkan First Love saya. Karena itu sudah nggak mungkin terjadi. Dan perasaan itu benar-benar sudah hilang. Jika saya masuk ke dalam novel Perhaps You. Kalau dulu saya bakal milih Daniel. Kini berubah jadi saya akan memilih Chris. Walaupun Chris orangnya plin-plan dan embel-embel tapi dia too sweet to forget.
Dan kalau itu masuk lagi dalam kehidupan saya. Saya sungguh bingung. Siapa yang jadi Chris dalam kehidupan saya? Orang pada kasus pertama atau kasus kedua? atau mungkin akan ada lagi kasus ketiga?

Entahlah. Hanya Tuhan yang bisa menjawabnya.

Kamis, 11 Oktober 2012

What will you do with the past?


Maap ya edisi galau pagi-pagi nggak ada kerjaan eh tiba-tiba keingat ke-bulshit-an 2 cowok di atas.
Wkwkwkwkwkwk....

THIS MISTAKE (CERPEN)


This Mistake
It was a mistake and always be a mistake

PROLOG.
OIK memandang banyak manusia yang lalu lalang sambil menyeret koper, dia baru tiba setelah perjalanannya yang melelahkan dari Jakarta menuju Yogyakarta. Jadi di sinilah dia, bandara Adi Sucipto, dengan langkah agak ragu dia menyeret koper keluar dari terminal 4. Hatinya semakin dag-dig-dug tak karuan kala mendengar alerts Blackberry Messenger miliknya. Dengan ragu dia merogoh Blackberry-nya dari dalam sakunya dan segera membuka tanda bintang pada logo BBM itu.

Cakka: Sudah sampai?
Oik: Sudah barusan keluar dari terminal 4
Cakka: Oke sip (y), aku ke sana skrg
Oik: Hm, masih ngenalin aku kan?
Cakka: Masih dong… aku tidak akan ngelupain kamu kok, kamu sendiri jgn2 sudah lupa sama aku?
Oik: Mungkin :p hehehehe
Cakka: Tengok ke kiri…

Ketika Oik mendapat BBM terakhir dari Cakka itu, Oik segera memalingkan pandangannya ke arah kiri. Berdiri lelaki jangkung dengan pakaian rapi, dadanya yang bidang, matanya menatap ke arahnya dengan sayu namun masih menghangatkan seperti dulu, kulitnya putih dan senyum tersungging di bibirnya. Dari jarak seperti itu, Oik bisa mencium bau khasnya. Masih sama seperti dulu. Oik terbuai dengan indera penglihatan dan penciumannya, kembali lagi memuja lelaki itu.
Cakka berjalan mendekat ke arah Oik dan Oik pun jadi salah tingkah. Entah apa yang harus dikatakannya saat ini. Sekedar hai atau bagaimana kabarmu? Itu tidak mungkin.
“Cakka,” akhirnya nama itu saja yang meluncur dari mulut Oik.
“Oik, lama tak bertemu,” kata Cakka ketika tiba di depan Oik dan menatapnya dari ujung rambut sampai ke ujung kaki, “kamu masih seperti dulu,”
“Kamu juga,” kata Oik.
“Hm, ayo kita tak boleh berlama-lama di sini, banyak yang harus kita kerjakan,” kata Cakka segera mengambil alih koper Oik, membawakannya dan segera menggandeng Oik hendak menuju mobilnya tapi…
Ya Tuhan…sentuhan ini… masih terasa nyaman seperti dulu…
“Tunggu! Lo nggak ngelupain gue kan?,” seseorang yang sedari tadi mengekor di belakang Oik bersuara karena merasa diabaikan.
Oik hampir mengutuki dirinya sendiri hampir melupakan orang yang ada di belakangnya itu. Gara-gara Cakka, semuanya buyar. Dia benar-benar melupakannya. Tatapan gadis berumur 17 tahun berubah nanar ke arah Oik. Kemudian senyum setengah tersungging di sudut kiri bibirnya.
“Ah, sori, Cakka kenalkan… namanya Larissa, panggil saja Acha, dia—,”
“Gue Acha, adiknya Oik,” kata Acha mengulurkan tangannya menyalami Cakka.

***

Minggu, 07 Oktober 2012

Proyek-Proyek Gagal (Maybe)

Terkadang pengen banget menulis. Tapi masih banyak banget proyek-proyek nulis yang gagal karena mood menulis saya kadang naik dan kadang turun. Nihhh beberapa preview proyek-proyek gagal saya :p check it out!


Sunrise and Sunset

Terbit dan terbenam. Itu adalah kegiatan matahari sehari-hari. Matahari melambangkan sumber kehidupan, kekuatan, kecerahan dan keceriaan. Kehidupan karena matahari merupakan tanda dimulainya hari dan sangat banyak makhluk hidup yang membutuhkan matahari. Kekuatan karena matahari tetap teguh menyinari bumi tanpa absen sedikitpun. Kecerahan karena dengan sinarnya bisa menerangi seluruh bumi yang semula gelap. Keceriaan karena matahari seolah-olah berseri-seri dalam keadaan apapun juga.

Nuansa merah muda perlahan mewarnai cakrawala yang membentang luas. Perlahan tetapi pasti sebuah sinar mulai nampak, menghiasi mega dan mulai memancarkan sinar menyelimuti bumi dari ufuk timur. Disambut suara ayam berkokok, tanda dimulainya kehidupan baru, dihari yang baru. Sunrise.

Semburat jingga memenuhi seluruh cakrawala, diselingi warna kebiru abuan. Perlahan tetapi pasti sinar mulai meremang, semakin meremang sampai hilang sama sekali, tenggelam diufuk barat, membuat warna kelabu menyelimuti bumi. Penat seharian terlepaskan, tanda hari akan segera berakhir. Sunset.

^ ^ ^

‘Sunrise, sunrise.. Looks like mornin' in your eyes, But the clocks held 9:15 for hours… Sunrise, sunrise…. Couldn't tempt us if it tried'Cause the afternoon's already come and gone’ Suara handphone berdering mengalunkan lagu Norah Jones – Sunrise. Mendengar handphonenya berdering, seorang lelaki segera menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya, melompat dari sofa tempat ia tidur tadi dan segera menyambar handphone yang tergeletak diatas meja tak jauh dari situ. Diapun melihat kearah screen handphonenya My Sunrise calling…’ Sebenarnya dia memang tak perlu melihatnya karena dengan mendengar ringtone handphonenya dia sudah tahu siapa yang meneleponnya pagi-pagi buta seperti itu. Cuma dia hanya ingin melihat pukul berapa ini? Bukankah terlalu pagi untuk membangunkannya? Diliriknya screen handphone bagian bawah waktu menunjukan pukul 05.00. Matanya sedikit melotot, alisnya berkerut mulutnya terbuka seakan mengatakan ‘HA’ tapi tanpa suara. Dipencetnya tombol berwarna hijau mengangkat telepon dari seseorang. Sunrise. Terdengar suara halus seorang gadis dari seberang.

“Good morning dear…”

“Yeah… morning too… kau tahu membangunkanku pukul berapa?”

“Pukul lima…”

“Kau tahu aku tidur semalam jam berapa?”

“Gak tahu… kan kamu tahu, tiap malam aku gak bisa hubungin kamu sayang… Jadwalku padat banget kalau malam…”

“Yeaahh I know it… Tadi malam ah gak tadi pagi aku tidur jam tiga pagi… artinya aku baru tidur dua jam dan kau telah membangunkanku…”

“Maaf… aku gak tahu… lagi pula apa saja yang kamu lakukan sampai tidur pagi?...”

“Aku…aku…” Lelaki itu tampak berpikir sejenak mencari alasan –mungkin. “Aku … sedang ada tugas dari dosen dan harus dikumpulkan hari ini… jadi aku begadang untuk mengerjakan itu…”

“Oh… begitu yah…”

“Iya … hmm, ngomong-ngomong untuk apa kau meneleponku pagi-pagi begini?...”

“Membangunkan kamu… aku kan kangen… gak boleh yah kangen pacar sendiri?... Emangnya kamu gak kangen sama aku?...”

“Kangen… kangen kok… tapi kan gak ngebangunin aku pagi-pagi jam lima seperti ini… kau kan tahu hari ini aku kuliah nanti jam sembilan, kau juga kan?...”

“Tapi kan kalau kangen sama seseorang gak mengenal waktu, jangan salahkan aku kalau aku membangunkanmu pagi-pagi buta karena kangen… bukan keinginanku tapi perasaanku…”

Lelaki itu tampak tersentuh mendengarkan kata-kata dari seorang gadis diseberang sana yang adalah pacarnya. Dia tampak berpikir mencari cara agar pacarnya itu tak berpikir macam-macam tentangnya.

“Yaudah… bentar aku jemput kamu kalau ke kampus kita berangkatnya bareng, nanti aku jemput jam delapan kita muter-muter dulu sejam baru ke kampus… Gimana?”

Dengan cepat gadis itu menjawab mungkin sambil mengangguk-anggukan kepalanya. “Iya boleh… yaudah, aku tunggu loh sayang… love you…

“Iya… love you too…

Klik. Sambungan terputus. Lelaki itu menguap kembali, dia benar-benar masih sangat ngantuk. Direbahkannya kembali badannya diatas sofa yang menjadi tempat tidurnya tadi kemudian menarik selimutnya kembali. Namun, sesuatu terjatuh keatas lantai. Sebuah kertas. Dipungutnya kemudian ia menjelajahi kalimat demi kalimat yang tertera diatas kertas tersebut.

Aku pulang dulu ya… maaf gak bisa pamitan langsung… aku lihat kau tertidur begitu pulas, aku jadi tak tega membangunkanmu… Hari ini, aku ada job ekstra jadi aku harus datang lebih pagi… Have a nice day… See you after sunset…,
_Your Sunset_

Lelaki itu memasukan kertas itu kedalam sakunya. Kemudian kembali menarik selimut. Dan tertidur pulas diatas sofa.

^ ^ ^

“SUNRISE…” Teriak seorang lelaki yang tiba-tiba bangun dari tidurnya. Dia melemparkan pandangannya kearah jam dinding didepannya, jarum panjang berada diantara tujuh dan delapan sedangkan jarum pendek berada diangka sembilan. Melihat itu, dia membulatkan matanya, lalu segera bergegas menyambar handuk dan masuk kedalam kamar mandi. Setelah beberapa menit kemudian, dia segera keluar hanya dengan handuk yang menutupi bagian bawah tubuhnya dan masuk kedalam kamarnya untuk ganti baju.

Dan tiba-tiba BLANK >.< 

-------------------------

Yang ini lebih parah lagi -_- cerpen waktu saya baru belajar menulis pertama kalinya -___- hahahahahaha jadi maaf bahasanya masih kacau tapi kebetulan nemu yah di share ajaaaw :3

MISTERI PENCURI CIUMAN PERTAMA.

"Oik....Turun Oik Bahaya..."

"Gak apa-apa kok Cha..."

"Turun deh Oik... Ngeri..."

"Udah..." Kata Oik sambil terus memanjat pohon Matoa...

Oik memang suka dengan buah Matoa...  Makanya dia sering dijuluki dengan "Matoa Girl".... Tapi jarang sekali dia untuk memanjat sendiri pohon matoa... Hanya sesekali...
Soalnya dulu kejadian buruk pernah menimpanya... terjatuh dari atas pohon matoa... Makanya untuk beberapa saat dia berhenti memanjat pohon Matoa... Tapi entah dapat ilham dari mana kini Ia memanjat lagi...

"Cha... Naik deh... Matoa disini rasanya manis-manis...."Kata Oik sambil mencicipi buah Matoa yang Ia petik...

"Kamu turun deh mending Ik... Soalnya sebentar lagi pasti kita disuruh masuk... Untuk persiapan besok"Ajak Acha

Akhirnya Oik mengalah dan turun dari pohon Matoa itu...
Pohon Matoa yang berada dibelakang sekolah... Hari ini seluruh murid kelas 10 akan menginap disekolah selama 3 hari dalam rangka penyambutan mereka sebagai anak baru disekolah itu selain MOS...
Anak-anak kelas 10 wajib ikut... Mereka wajib menginap disekolah... Akan diadakan beberapa kegiatan antara lain Hiking, Lomba masak dan lain sebagainya...
Anak laki-laki dan perempuan tentu akan menginap ditempat yang berbeda....

****

Malam Harinya....

Anak-anak sudah ditempat tidurnya masing-masing.. Dikamar anak-anak perempuan...
Oik tidak bisa tidur... Dia tak nyaman dengan situasi seperti itu...
Padahal baru hari itu dia menginap disekolahan... Tapi dia sudah kangen dengan ranjangnya yang nyaman...
Rasa dahagapun menghampirinya...
Akhirnya dia memutuskan untuk kekelas sebelah yang dialih fungsikan sebagai dapur sementara...
Baru saja Ia berdiri... Tiba-tiba....

Mati Lampu....

"Ah... Mama.... Aku takut.... Mati lampuuuuu..."Oik berteriak kaget...

Diapun berjalan dengan keadaan gelap....
Dengan sedikit ketakutan...

Tiba-tiba ada orang.....

Dan........

"First kiss ku...."Ujar Oik melongo sambil memegang bibirnya.....

Tak lama kemudian lampu menyala...
Tak ada seorangpun yang Ia temukan disitu....

******

"hahaha.... Jadi tadi malam kamu mau ambil air minum malah first kiss kamu dicuri ya.. Ik..."Acha tertawa...

"Sssssstttt... Jangan keras-keras Cha... Malu tahu..."Kata Oik membekap mulut Acha

"Iya deh... Iya Maap.... Hehehe... Abis lucu..." Kata Acha yang masih terus tertawa...

"Ih.... Acha..... Kamu mau gak bantuin Aku cari tahu siapa yang mencuri First Kiss ku..."Kata Oik Manyun...

"Iya...Iya.... Mending sekarang kita ke tempat anak laki-laki lihat apa yang terjadi disana... Yuk..."Kata Acha menarik Tangan Oik...

"Eh... Cha... Ntar kita kena marah..."

"Udah...yuk ikut Aku aja..."

Acha dan Oikpun pergi menuju tempat anak Laki-laki...
Disana terlihat ada 3 orang yang sedang kena hukuman didepan Kelas X-C dimana tempat anak laki-laki menginap...
Ada Rio, Cakka dan Olin....

"Via itu mereka kenapa yah?"Tanya Acha kepada Sivia...

"Ketahuan keluar malam-malam tanpa ijin..."Kata Sivia

Acha dan Oik manggut-manggut....

"Berarti Ik antara Kak Rio, Cakka atau Olin...."Kata Acha...

'Kalau kak Rio...hmmm Oke sih Cewek mana yang gak kepincut sama Dia dengan gayanya yang cool itu... Kalau Cakka ... Cakka kan sahabat aku sama Acha juga... Tapi jangan sampe Olin ... Ih amit-amit jabang bayiii' Oik berkata didalam hati...

"Hei Ik... Ngayal apa kamu?"Tanya Acha

"Eh Iya Cha...."

"Gini yah Ik... Kita cari tahu mulai dari kak Rio... Sebentar kan ada hiking... nanti coba kita selidikin..."Kata Acha...

"Kalau Kak Rio atau Cakka sih Cha masih mending.... Jangan sampe................ih"Kata Oik

"Hahaha... "Acha tertawa Garing...

"Lagi ngomongin apa sih?..."Tanya Cakka yang tiba-tiba datang...

"Eh... Gak ngomongin apa-apa kok ... Iya kan Cha..."Kata Oik

"Iya... Oh ya Cakka hukumannya udah selesai yah?"Tanya Acha

"Ya.. Udah... Hehehe..kalian tahu ya... Jadi malu..."

"Tahu lah..."Kata Acha dan Oik

Cakka cuma garuk-garuk kepalanya...

****

Saatnya Hiking... Oik dan Acha satu kelompok sehingga memudahkan mereka untuk menjalankan rencana mereka...
Target pertama adalah Rio...
Rio adalah anak kelas 11 yang populer disekolahnya karena segudang prestasi...
Tapi apa mungkin Rio pencuri 'First Kiss' Oik...
Merekapun menguntit Rio dan kelompoknya dari belakang...

"Cha... Kamu yakin kan kita gak bakalan kesasar?"Bisik Oik pada Acha...

"Udah gak bakalan kok Ik... Tenang aja Aku bawa petanya..."Kata Acha...

Merekapun terus mengikuti Rio... Ternyata Rio dan teman kelompoknya itu tidak ikut hiking melainkan mereka yang mengawasi hiking...

"Oh ya Ik... Ka Rio kan ga mungkin ikut hiking... Dia kan panitia..."Kata Acha sambil menepok jidatnya...

"Kamu sih Cha.... Trus gimana kita sekarang?"

"Yaudah tunggu Ka Rio sendiri trus kita keluar dan langsung tanya sama Ka Rio..."Kata Acha

"Ah gila kamu Cha..."

Tak lama kemudian tiba-tiba Rio berpisah dari teman kelompoknya... alias Panitia lainnya...
Acha dan Oik mengikutinya lagi...
Lama mengikutinya tiba-tiba Acha menarik Oik keluar dari tempat persembunyian...
Tapi apa yang dilihat mereka?
Ternyata Rio sedang bersama seorang Gadis namanya Shilla...
Shilla adalah ketua team Cheers badannya bagus dan tentu juga Primadona di Sekolah...

Kemudian terdengar suara anak-anak...

"Cieeeee PJ... PJ...."

"Iya nih gak sia-sia bolos tadi malam akhirnya bisa jadian juga..."Kata salah seorang teman Rio....

Oh jadi tadi malam Rio kabur ke tempat anak-anak Cewek cuma untuk bertemu dan menembak Shillaa...
Berarti Rio bukan pencuri 'First Kiss' Oik....
Karena untuk ke tempat Shilla Rio tak mungkin melewati tempat Oik....

"Berarti bukan kak Rio... Cha..."

"Yoi... Kita balik aja selidikin yang lain tinggal 2 tersangka yaitu Cakka dan Olin..."Kata Acha...

Merekapun pergi dari tempat itu sambil berbincang-bincang....

"Dan... Ik......."

"Kenapa Cha?"

"Petanya Ilang...."Kata Acha panik sambil mencari petanya......

"Ah Acha..... Jangan becanda deh...."

"Beneran deh ini,.... Petanya benar-benar ilang...."

"Ah.... Acha... Kamu gimana sih....kita harus gimana nih?"

"Jalan satu-satunya..... Teriak..... Tolooooooong....."

"Tolooooooooong...."

Acha dan Oikpun berteriak-teriak Gaje....

Ditempat yang tak jauh dari situ....

"Ray.... Stop deh... Dengar ada yang teriak-teriak gitu...."

"Mana?......"

"Itu dengerin Baik-baik..... Kayaknya suara Oik dan Acha.... Yuk kesana...."Kata Cakka sambil menarik tangan Ray mengikuti Sumber suara tersebut....

Tak lama kemudian mereka melihat dua orang Gadis yang sedang panik....

"Heii... Ngapain kalian disini?"Tanya Cakka....

"Syukurlah....."Kata Acha dan Oik sambil mengusap dada mereka....

"Hei ditanyain...."Kata Ray

"Peta kita hilang.... Makanya kita panik...."Kata Oik...

"Kenapa kalian bisa sampai disini... Kan Ga mesti lewat sini...."

"Tahu ni Acha...."Kata Oik

"Yaudah ga usah pada menyalahkan mending ikut kita..."Kata Ray

Merekapun akhirnya berhenti saling menyalahkan lalu mengikuti jejak Cakka dan Ray..
Tiba-tiba kaki Acha tersangkut sesuatu dan dia terjatuh...

"Awwhhh....Sakit" Rintih Acha...

Acha berusaha berdiri dibantu Ray dan Oik...
Tapi dia terjatuh lagi ternyata kakinya keseleo...

"Aduh aku gak bisa jalan..."Kata Acha

"Ray gendong Acha dong kasian dia gak bisa jalan..."Kata Oik

"Ye... Gimana sih kamu Ik... Aku kan lebih kecil dari Acha... Mana bisa gendong Acha... Cakka aja..."Kata Ray...

Cakka menghentikan langkahnya...

"Yaudah siniku gendong..."Kata Cakka sambil membungkukan badannya...

Entah mengapa ada Oik jealous ketika melihat Acha digendong Cakka...
Dengan berat Oik melangkah mengikuti mereka...

******

Hari ini ada pertandingan memasak antar Kelompok... Acha, Oik, Ray dan Cakka sekelompok...
Mereka akan memasak-masakan tradisional dengan suguhan kue yang berbau matoa... Ya karena Oik suka matoa... Jadi semua bahan-bahan kue dicampur dengan matoa...

Oik bagian membuat kue... Acha bagian memasak... Cakka bagian memotong... Ray bagian memakan... Lha? Abisnya Ray Tidak tahu menggunakan alat dapur sedikitpun jadinya... Dia cuma bagian konsumsi atau ngambil-ngambil bahan doang...

"Cakka potonganmu bagus belajar dari mana?"Tanya Oik...

"Haha... Aku kan dirumah tinggal bertiga bareng ayah dan mas elang otomatis aku juga harus belajar memakai alat masak sendiri... Karena tak ada wanita dirumah kami..."

Oik mengangguk mengerti lalu melanjutkan membuat kue...
Setelah beberapa jam kemudian masakan siap dihidangkan dan dinilai Oleh guru-guru...
Yang menang akan mendapat nilai tambah pada pelajaran Keterampilan...

Setelah beberapa lama kemudian guru-guru sebagai tim penilai mengumumkan hasil penilaian semua tampak tegang...

Juara dua dan tiga telah diumumkan... Kini giliran juara pertama...

"Dan Juara pertama adalah....... Kelompok 8... Cakka, Oik , Ray dan Acha...."

Merekapun bersorak kegirangan... dan tanpa sangkin girangnya Cakka dan Oik berpelukan....

"Eh maaf...."Wajah keduanya bagai udang rebus...

****

Cakka dan Oik duduk dibangku taman belakang sekolah... Kebetulan hari ini mereka free... Tak ada kegiatan... Jadi anak-anak bebas berjalan-jalan...

Dan lagi-lagi BLANK...

-------------------------------

Yang ini juga udah lumayan lama >.<

Green Snow:Akhir Penantian



Aku menunggumu….
Masih Disini…
Selalu menantimu…
Berharap kau disini…
Datang menjemputku…

Salju Hijau….
Ya ditempat itu kau menjanjikan…
Kita bertemu lagi…


“Heeiii…..”Seseorang memanggil dari belakang….

“Heeii juga… siapa kamu… aku baru melihatmu…”Kata Oik

“Hmmm… Aku? Aku baru pindah kemari… kemari… kenalkan namaku Cakka…” Kata Cakka mengulurkan tangannya…

“Oik…”Kata Oik…

“Dari kemarin-kemarin aku perhatikan kamu selalu duduk disini… Seperti sedang menunggu… Apa yang kau tunggu?”Tanya Cakka

“Eh?... gak kok aku gak tunggu siapa-siapa…”Kata Oik…

“Kalau begitu… boleh aku duduk disampingmu?”Tanya Cakka

Oik hanya mengangguk lalu mereka terdiam… Cakka membuka pembicaraan mereka kembali…

“Pohon ini lebat yah… daun-daunnya juga berwarna hijau indah…”

Oik mengangguk tanda setuju…

Tiba-tiba ada angin bertiup membuat daun-daun dipohon yang hijau itu gugur dan jatuh tepat dibawah Cakka dan Oik yang duduk dibawah pohon itu….
Oik mulai merasakan dingin yang menyegat kulit… walau setiap hari dia menunggu disitu dan angin selalu bertiup… baru kali ini angin nya bertiup sekencang ini setelah beberapa tahun lalu… ketika dia duduk bersama seseorang… yang membuatnya menunggu setiap hari di pohon itu…
Cakka yang melihat Oik kedinginan segera memakaikan jaketnya…

“Dingin yah?...”

“Makasih yah…” Kata Oik

“Disini indah yah… seperti salju hijau yang berjatuhan…” Kata Cakka

‘deg….’

‘apa dia bilang? Salju hijau? Jangan bilang kalau dia…’ Oik membatin

“Eh… maaf aku harus pergi… nanti Bunda nyariin aku… dada…” Oik segera melangkah pergi dengan berlari kecil…

Sepertinya Cakka memanggilnya dari belakang… tapi dia tak menggubrisnya,…

‘kenapa aku harus lari? Kenapa aku harus pergi? Kalau dia benar-benar Pangeran Hijau… arrrggghh….’ Oik dalam pikirannya ketika pergi meninggalkan Cakka…

Sementara Cakka,

“Gadis yang aneh… tapi manis juga…” Kata Cakka sambil tersenyum memandang kepergian Oik…


“Hei kenapa kamu menangis?” Tanya Seorang anak laki-laki kecil kepada seorang anak perempuan kecil yang sedang menangis dibawah pohon rindang…

“Hiks…hiks…” Segukan tangis anak kecil perempuan yang sedang membawa boneka beruang kecil…

“Sudah tenanglah… ceritakan masalahmu… aku siap mendengarnya…”Kata anak lelaki kecil tadi sambil mengelus kepala Gadis kecil itu…

“Kakak laki-laki.. hiks… hiks… aku… hiks… baru.. hiks.. men…hiks… ninggal dunia hiks…” Disambung tangis dari Gadis kecil itu…

“Cup…cup…cup jangan nangis… aku memang tahu rasa kehilangan… walaupun bukan kehilangan untuk selama-lamanya seperti kamu… tapi memang sakit ditinggalkan orang yang kita sayang…” Kata Anak lelaki kecil menghibur Gadis kecil itu…

Gadis itu perlahan menghentikan tangisnya… dan dengan polos bertanya kepada anak lelaki kecil itu…

“Emang kakakmu juga meninggal yah?”

Anak lelaki kecil itu menggeleng…

“Trus?”

“Orang tuaku baru saja bercerai… Itu menyebabkan aku harus berpisah dengan Ayahku dan saudaraku… Aku kehilangan 2 orang yang aku sayangi” Kata Anak lelaki itu…

“Maaf yah… aku gak tahu…”

“Gak apa-apa kok… Tapi aku tetap tersenyum… dan aku mau kamu juga tersenyum seperti aku… karena walaupun kita terpisah dengan seseorang pasti akan bertemu dan indah pada waktunya…” Kata Anak lelaki kecil itu…

Gadis kecil itu mulai menampakan senyumnya…

“Ngomong-ngomong aku baru melihatmu… kamu anak baru dikompleks ini?”Tanya Anak lelaki kecil itu

“Iya aku kemarin baru pindah kemari…” Kata Gadis kecil itu

“Sayang sekali yah kita baru ketemu sekarang…”Kata Anak lelaki kecil itu…

“Kenapa?”

Tiba-tiba ada angin yang menyengat menyebabkan dingin menyengat kulit daun-daun dipohon itu jatuh berguguran…

“Salju Hijau…”Kata Anak laki-laki itu…

Gadis kecil itu hanya menatap pada anak laki-laki itu heran…

“Oh ya… kamu mau gak aku panggil Putri Salju?”Tanya Anak lelaki itu

“Trus kalau aku manggil kamu apa?”Tanya Gadis kecil itu

“Pangeran Hijau… biar kalau disatuin jadi Salju Hijau… dan tempat ini aku namakan Salju Hijau… biar kita selalu inget tempat ini…”

“Memangnya kamu mau ke mana?”

“Makanya tadi aku bilang… kenapa kita baru bertemu sekarang… saat aku akan pergi dari sini?”

“Kamu mau kemana?”

“Aku akan ikut Bunda… Gak tahu kemana pokoknya menjauh dari Ayah dan saudaraku… Ayah dan Saudaraku juga akan pindah menjauh dari kami…” Kata Anak Laki-laki itu,… walaupun wajah sedihnya tak bisa disembunyikan Ia tetap tersenyum…

Anak itupun melanjutkan… “Tapi aku janji akan kembali kesini… kamu tunggu yah….”

Tiba-tiba seorang wanita memanggil dari kejauhan tak terdengar jelas memang ditelinga gadis kecil itu yang terdengar hanyalah gaungan Kka …

“Putri salju pangeran hijau pergi dulu yah,,, sampai ketemu dilain waktu….” Anak lelaki itupun beranjak dan menghilang disebuah mobil sedan silver melaju membawanya entah kemana…



“Huh… mimpi itu lagi…”Kata Oik ketika terbangun dari tidurnya…

Dia melihat jam tangannya, menunjukan pukul 06.30….

“Kyaaaaa…. Telat……” Oik segera bangun dari tempat tidurnya menuju kamar mandi… Ganti Pakaian … ambil tas dan menuju ruang makan….

Oik mengambil roti yang sudah tersedia di meja makan lalu bergegas beranjak dari situ sambil mencibir roti dimulutnya…

“Bunda… Oik pergi dulu….”Kata Oik…

“Pelan-pelan Ik… ntar keselek…”Kata Bunda…

Oik segera mesuk ke mobil APV berwarna metallic dan mobil itu melaju membawa Oik ke sebuah sekolah…

Oik turun dari mobil itu tampak seseorang sudah menunggunya didepan pagar sekolah….

“Hei Oik… lama banget sih..” Kata Sivia

“He… maaf…. Aku tadi bangun telat…”

“Kenapa mimpi tentang itu lagi?”

Oik berjalan lalu mengangguk disusul Sivia dari belakang…

“Udah deh Oik… ga usah tunggu orang itu, aku kasian sama kamu nunggu-nunggu gitu…”

“Tapi Aku Yakin kalau sekarang dia berada di dekatku…”Kata Oik

“Yaudah terserah kamu deh…” Oik dan Siviapun berjalan menuju kelas mereka…


“Ik di kelas 7 ada murid baru… Ganteng banget…”Kata Sivia antusias pada Oik…

Oik hanya mengangguk lemah…

“Ik … Antusias dikit napa… perasaan tiap kali ada anak baru mau seganteng apapun ekspresi kamu tetap gini-gini aja… Kalau ternyata anak baru itu pangeran hijau nya putri salju gimana?” Tanya Sivia…

“Hahaha… ya gak mungkin lah…. Dia hanya menemuiku di Salju Hijau…”

“Gak ada yang gak mungkin di dunia ini… semua bisa terjadi…”

“Wooo… mana sih anak barunya,,, Kok pada heboh banget satu sekolahan… baru kelas 7 juga…”

“Yeh Kamu juga kan Oik sebenarnya masih kelas 7… Cuma kecepatan masuk…” Kata Sivia…

“Hehe… iya juga yah…”

Tiba-tiba cewek-cewek disitu histeris….

“Duhhh,,, pada kenapa sih… ribut…. Aku lagi pusing gini juga…”Keluh Oik

“Itu dia Oik anak barunya….”

Oik melihat ke luar jendela…

“Lho bukannya itu….”

“Itu siapa Ik?”

“Itu Cakka…”

“Kamu kenal Ik?”

“Ya… kemarin kenalan… dia tetangga baru gue….”

“eciee… Oik…”

BLANK!!!

------------------------------------

Astaaaaaahhhhh yang ini masih alay-alayan sekaleeeehhhh x_x

Jump then fall because you smile, I smile :)


Cakka's POV

It's me Cakka Kawekas Nuraga, You can call me Cakka and I'm 17th years old... Ah ribet dah english melulu... Gue kan masih ada darah Indonesia, Pake Bahasa Indonesia aja yaa... Soalnya Gue tuh lebih nyaman pake bahasa Indonesia disini aja baru gue pake English Languange... *emang dimana sih tempat tinggal lo?* Pokoknya gue tinggal di California, dan sekarang lagi sekolah di High school of California... Dan bentar lagi gue graduation... Lama-lama sumpek juga disini Gak bisa makan makanan kesukaan gue Gudeg, Gak bisa makan Nasi yang adalah makanan pokok gue dan banyak lagi deh... Udah gitu gue disini mesti Full English Language gak kebayang kan seberapa kangennya gue sama Indonesia... Gue tuh dari Junior High School udah disini... Jadi 6 tahun lah Gue ninggalin Negara gue tercinta Republik Indonesia Merdeka! (?)... Udah deh bacot amat yak gue <- Nyadar #pletak! -_-v... And I'm a Big Fan of Taylor Swift yang biasa disebut Swifties... Huaaaaaa Pokoknya gue demen banget sama Taylor Swift... Cantik, Suaranya bagus dan Rambutnya ituloh *.* eh Gue pernah ketemu Taylor Swift loh waktu dia konser dimari... Cantik banget suer O_O sayangnya gue gak sempat foto bareng soalnya dia banyak dikerubutin orang sih pas selesai manggung... Trus nih yah Artis yang paling gue gak suka itu si Bibir-bibir... Itu tuh si Justin Bieber itu loh... Soalnya dia pernah rusak moment yang menurut gue bakal jadi moment yang istimewa buat gue... Ceritanya kan Gue naksir sama cewek satu sekolah sama gue dia peranakan China-Indonesia tapi dia gak tahu bahasa indonesia soalnya dari brojol dia tinggal di California... Namanya Sivia, Orangnya manis, Imut, Cantik dan lain sebagainya... Nah ceritanya gue mau nembak Sivia nih... Kan pertama Gue ajak dia ke kantin sekolah, eh ya kantin sekolah gue disini gak kayak warung jajanan SD yah -_- malah kayak resto gitu... Jadi Gue udah pesan tempat yang paling-paling-paling-paling istimewa khusus buat gue sama Sivia makan... Yaudah trus kita makan gitu... Selesai makan gue langsung coba buat nembak dia karena gue yakin ini saat yang tepat...
"Sivia, Can I ask something to you?"
"Oh of course yess..."
Gue langsung tarik nafas gue...
"But, Before it.. I will sing a song for you with my guitar..."
"Oh I'm very excited for It..."
Langsung deh gue nyanyiin dia lagunya Justin Bieber itu yang Favorite Girl... Sivia senyam-senyum dengar gue nyanyi itu... Aaaaaa *.* kelihatannya dia juga suka sama gue u,u <- PeDe -_-
"Verry Nice... Thank you..."
"You're Welcome..."
Kami terdiam sejenak... Kemudian gue angkat suara lagi...
"Sivia, Do you like me?"
"Of course I Like you as my … friend..."
Whaaat? Teman? Cuma teman gitu?
"Just Friend?"
"Hmm... I think no..."
Yes! Dia bilang gak... Asek punya kesempatan gue... :b
"Hmm... I Like you... Because you're like Bieber, hmm maybe Bieber wannabe...hehehe"
Oke, Bibir lu buat masalah satu -_- gebetan gue bilang gue fotocopy lo cuma gara-gara gue nyanyiin dia lagu lo... Err~ But Never mindlah~ Akhirnya gue juga ikut tertawa tapi garing amat yah...krikrik...
"It's okay... But I'm still Cakka..."
"Yeaahh... I know it..."
Kami terdiam lagi... Gue tarik nafas lagi... Kayaknya ini saat yang tepat buat gue nembak Sivia... Hupfh...
"Via..."
"Hmmm?"
"I want you to know something... I Like and I Love you more than Friend... Would you be my special girl friend and accept me as your special boy friend...? But, You free to reject me If you don't love me..." Kata Gue malu-malu sambil nunduk karena takut liat ekspresi Sivia...
Lama gue tunggu Sivia gak jawab-jawab juga... Gue jadi makin tegang dan gue masih diposisi nunduk... Pas gue angkat kepala gue... Gue cengo Sivia udah gak ada didepan gue alias menghilang begitu saja kayak Jin (?)... Gue akhirnya cari dia, dan ternyata... si Bibir itu datang ke sekolah gue tiba-tiba gak ada angin, ga ada ujan, ga ada ojek becek,becek (?)... Jadinya deh Sivia dan para kaum hawa histeris gitu teriak-teriak kayak gini 'Bieber, I Love you' errr~ Gue Jealous tahu! Udah deh Bibir ngancurin acara romantis gue... Udah sampe sekarang Sivia gak jawab-jawab pertanyaan gue gara-gara dia kagak dengar...Oh ya gak cuma itu si Sivia saban hari ngomongin Bieber melulu... Bieber melulu... Gue bosen...sen...sen! Nah dari situlah gue gak suka sama yang namanya Justin Bieber! Sei no tu JeBe! #pletak *digetok belieber lu cakka :b* *piss ya Belieb just in this story*

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> 

Gue udah selesai graduation, dan hari ini gue akan pulang ke tanah air gue tercinta Indonesia... Indonesia I'm comming! Good Bye California... Good Bye Sivia! Hmm, akhirnya gue harus kubur dalam-dalam hasrat gue buat jadian sama Sivia... Gak apa-apalah semoga di Indonesia nanti gue bisa dapat pengganti Sivia... 5 menit lagi gue check-in, kata Sivia Dia mau datang kemari mau 'says something to me' but I don't know what...
Gue liat dari jauh seorang gadis berambut panjang berponi, kayaknya gue kenal deh siapa dia... Sivia! Dia belari kearah gue dengan nafas terengah-engah...
"Cakka, I'm sorry... I'm late... I must do something..."
"Okay... Never mind..."
Kami terdiam sejenak... Seperti biasa... Tapi kali ini Sivia yang mengangkat suara...
"Hmm, I wish you can go back again..."
"I want.. But I can't promise..."
"And I want you to always remember me... hmmm... As... Your... Friend..."
Gue berani belai rambutnya Sivia, trus gue bisikin ke telinganya... "I Promise..."
Gue liat senyum mengulum dibibir Sivia, tapi tak bisa dibohongi ada gurat kesedihan diwajahnya... Mungkin dia kehilangan gue sebagai temannya... Kemudian ada Suara panggilan kepada penumpang...
"Sivia, I must check-in now... Thanks for everything yaa... Good Bye...!"
"Good... Bye..."
Gue segera melangkahkan kaki menuju ruang Check in... Tapi,
"Cakka...!" Panggil Sivia
Gue berbalik... Dia berjalan kearah tempat gue berdiri sekarang... Dan tanpa izin langsung jinjit dan nyium bibir gue... Gak kebayangkan seberapa cengonya gue ketika Sivia melakukan hal tadi... Dan itu... First...Kiss gu...ee... Kalau cipika-cipiki mah adat barat disini gak apa-apa... Sebenarnya buat ciuman bibir gitu juga hal biasa tapi gue masih menjunjung erat budaya Indonesia... Gue kaget banget dengan apa yang Sivia lakuin ke gue tadi... Trus abis itu dia bilang...
"I Love you...."
"Hahaha.. Okay you love me because I'm a Bieber wannabe..."
"That's totally wrong! This is my first kiss, I give for you... And maybe this is Our last kiss, between you and me.. I love you because you're Cakka... I love you as Cakka not a Bieber wannabe... I know I'm totally wrong make you jealous and maybe angry with a title bieber wannabe at your last name... I'm sorry... But you must now something... I love you since I meet you, I love you at the first sight but I fear you don't love me back..."
Gue cengo lagi mendengar pengakuan Sivia... Disaat seperti ini gue baru tahu kalau Sivia juga punya perasaan yang sama terhadap Gue... Kenapa gak dari dulu? Kenapa baru mengatakannya sekarang?
Gue pengen ngebatalin niat gue pulang kampung... Tapi the show must go on... Rasa cinta tanah air gue mengalahkan rasa cinta gue terhadap Sivia... *yg bener kka? -boong sebenarnya- :b*
Gue langsung meluk Sivia trus kecup keningnya lalu gue genggam tangannya... Dan membisikan sesuatu...
"I Love you too... But I must go know... Thanks for your love... Good Bye..."
Perlahan gue lepasin tangan Sivia yang ada di genggaman gue... Lalu gue lanjut berjalan... Beberapa langkah gue berjalan, gue tengok kebelakang Sivia lagi nangis... Pengen banget gue balik trus peluk dia trus nenagin dia... Tapi seperti kata gue tadi the show must go on... Akhirnya gue tinggalin Sivia dengan segala perasaannya... Good Bye Sivia!...

>>>>>>>>tamat>>>>>>>>

....

....

... Boong ding :b

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> 

Oik's POV

Nama gue Oik Cahya Ramadlani, Cukup panggil gue Oik... Gila yah nama gue panjang ada 17 huruf nama panggilan cuma 3 huruf -_-... Umur gue 17tahun... Gue tinggal di kota metropolitan apalagi kalau bukan Jakarta... Gue sumpek banget disini, Polusi dimana-mana... Macet, Apalagi banyak wabah ulat bulu, Boom buku, virus Chaiya-chaiya, trus orang galau dimana-mana dan efek cinta cenat-cenut yang bikin gue makin cenat-cenut... Pengen deh suatu hari keluar negeri trus tinggal disana, kayaknya aman dan damai deh gak kayak Indonesia gitu... Sekarang gue baru selesai ujian nasional... Doakan ya kawan-kawan semoga gue lulus ujian nasional... Amin! Oh ya, Gue itu nge-fans banget sama Justin Bieber *.* Ganteeeenggg, dan lagu-lagunya bikin cewek terbang-terbang gitu ngefly sampe langit ketujuh... Gue belum pernah ketemu JB... Waktu kemarin JB datang ke Indo gue kehabisan tiket sih ._. Gue envy sama teman-teman gue yang nonton...huuuaaaa... T_T... Dan tahu gak gue gak suka sama artis cewek yang bernama Taylor Swift... Si Telor itu bikin gue nyesek banget tahu sampai sekarang ini... Masih nyesek...sek...sek gara-gara dia deh pokoknya semuaaaaaa! Gue kan punya pacar namanya Alvin, trus ya dia nge-fans sama taylor swift dan dia ngebuat gue kayak bonekanya gitu... Masa dia rubah penampilan gue disama-samain kayak Taylor itu rambut gue dikeritingin... Trus gue disuruh nyanyi-nyanyi lagunya Taylor gitu... Yang nyesek nih pas kejadian waktu itu, gue dan Alvin lagi ditaman trus gue disuruh nyanyi lagunya Taylor Swift yang Mine... Gue nyanyiin Gue hapal lagunya gara-gara dia saban hari muter lagunya Taylor Swift melulu... -_-
"Sweet Voice... Suka deh..."
"Pilih suara gue atau Taylor Swift?..."
"Yah suaranya Taylor Swiftlah~"
Oke...Oke pasti dimana-mana bagusan Taylor tapi bisa gak sih gak usah sama-samain gue kayak Taylor kalau ujung-ujungnya lo milih Taylor... Gue nyesek...sek...sek... Gue manyun abis...
"Kok manyun gitu?"
"Gak lagi sakit gigi!..." Jawab gue ketus...
"Udah ke Dokter?"
"Gak perlu bentar lagi juga sembuh..."
"Owh..."
What? Jawabannya cuma 'Owh' dasar pacar gak care abis... -_- *emang lu sakit beneran apa Ik? -Boongan sih tapi care kek gitzuuuu-*
"Oh ya Ik, kemarin gue baru liat baju yang kayak dipake Taylor Swift... Ada di Mall, lu ikut gue ya besok beli bajunya trus nanti kita pake ke acara ulang tahunnya temen gue..."
"Serah lo deh ya..." Jawab gue gak semangat...
Abis itu kita diem-dieman deh... Gak tahu mau ngapain dan memang lebih baik keadaannya seperti ini daripada si Alvin cerita tentang Telor busuk itu *piss swifties -_-v just in this story* *ik gue juga swifties kali!:@*
"Vin, nyanyiin gue lagunya Justin Bieber dong yang Favorite Girl pengen deh dinyanyiin lagu itu..."
"Hahaha... Lo suka lagu yang kayak begituan? Lagunya si ember?"
"Bieber -_-"
"Iya tuh Bieber, Kagak asik suaranya aja cempreng cuma modal lipsync doang... Gue nonton kok konsernya kemarin... Gak banget deh... Nyesel gue keluarin uang buat dia..."
"APAAA? Lo nonton konsernya JB kemarin?"
"Iya... Emang kenapa?" Jawab dan tanyanya dengan santai...
Annoyed... Pacar macam apa lo! Lo tahu gue mati-matian buat cari itu tiket sampe gempor tapi akhirnya gak dapat... Lo malah gak bilang sama gue kalau lo nonton konsernya JB...? Huaaaaaaa Apinnnn.... Tanggung jawab lo Gue nangis (?) Lo gak ngehargain banget sih? Gue gak ngebash si Telor busuk depan lo meskipun Gue gak suka, sedangkan lo malah ngebash JB didepan gue dan lo tahu gue demen sama dia! Kelakuan lo kayak gini buat gue makin gak suka sama TS...! Mana teman-teman gue disekolah pada bilang gue plagiat TS lagi gara-gara rambut gue ikut-ikutan dia lagi... Padahal gue juga gak doyan kali rambut kayak gini! Huh!

>>>>>>>>>>>>>>>>> 

Hari ini gue dengar hasil pengumuman kelulusan gue disekolah... Kita dibagikan amplop yang didalamnya adalah hasil kita dan hasilnya GUE LULUUUUUUSSS!!! Horeeee....
Udah deh pas terima hasil Gue langsung celingak-celinguk nyari Alvin... Tapi Alvinnya gak ada, padahal gue pengen berbagi kebahagiaan dengan dia... Walaupun dia menjengkelkan tapi walau bagaimanapun dia tetap pacar gue... Lama gue cari gue ketemu Ozy sahabatnya Alvin... Eh katanya Ozy, Alvin hari ini berangkat ke Australia mau nonton Konsernya Taylor Swift... What? Kok dia gak bilang sama gue? Dia anggap apa gue selama ini...? Sepenting itukah idola lo sampe lo lupa hari ini gue terima hasil?... Dengan perasaan kesal akhirnya gue susul Alvin kebandara... Untungnya Alvin belum check-in pesawatnya masih 10 menit lagi berangkat... Pas gue liat dia gue langsung lari kearahnya trus gue tarik dia ditempat sepi... Dan minta penjelasan sama dia...!
"Vin, jadi lo anggap apa gue selama ini?"
"Lo pacar gue lah!"
"Kalau pacar lo kenapa lo gak bilang sama gue soal masalah kayak gini? Lo mau berangkat aja lo gak bilang sama gue!"
"Gue kira lo udah tahu..."
"Bagaimana gue mau tahu kalau lo gak bilang sama gue!"
"Tapi kan sekarang lo udah tahu... Ia gue minta maaf, gue salah..."
"Sekarang lo pilih deh, lo lebih sayang gue atau konsernya Taylor Swift!? Kalau gue berarti lo gak berangkat dan tetap bareng gue... Tapi kalau konser Taylor... Lo pergi dan itu berarti akhir dari semuanya!"
"Lo minta putus Ik?" Tanya Alvin
"Tergantung lo... Keputusan ditangan lo..."
Alvin berpikir... Lama dia berpikir, panggilan untuk para penumpang berkumandang... Airmata gue udah mau jatuh tapi gue tahan-tahan... Alvin lalu meluk gue, cukup lama trus dia lepasin dan berkata...
"Maafin gue...." sambil pergi... Itu berarti dia lebih milih nonton konser itu... Oke fine...! Pengorbanan gue selama ini sia-sia...
Terima kasih atas rasa sakit ini Alvin!
Guepun berlari pergi dari tempat keberangkatan itu!

>>>>>>>>>>>>>>>>bersambung

...

...

Dibawah ini :b

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> 

Author's POV

Oik berlari meninggalkan tempat keberangkatan menyusuri koridor bandara... Airmatanya memang tidak jatuh tapi rasa kecewa ada didalam dada... Dia melewati tempat kedatangan dia memperlambat larinya sehingga sekarang dia berjalan karena merasa Alvin semakin jauh, Di tempat kedatangan International sangat ramai sepertinya ada pesawat luar negeri yang baru tiba, Oik memperhatikan satu per satu sebagian besar bule-bule yang keluar masuk... Gak apa-apa cuci mata daripada mikirin Alvin terus mendingan liat bule-bule itu, siapa tahu ada keajaiban JB yang datang... Oik memperhatikan sampai seorang pemuda dengan tas gitar hitam dibelakang yang sepertinya sedang kesusahan dengan kopernya... Pemuda itu berambut hitam flip dan sepertinya dia orang Indonesia dari tadi diperhatikan Oik orang yang berambut hitam dapat dihitung dengan jari... Setelah kopernya teratasi, dia menarik koper lalu berjalan keluar... Dan kini matanya tepat bertatapan dengan matanya Oik, pemuda itu tersenyum kepada Oik, dan Oik membalas senyuman itu... Setelah itu Oik berjalan kembali, Ia menuju restoran yang berada di Bandara tersebut... Sebenarnya bukan karena lapar... Cuma ingin mencari tempat duduk yang pas... Terdengar suara pesawat lepas landas... Entah kenapa kali ini Oik mengeluarkan airmatanya...
Tiba-tiba ada sebuah tangan dan sebuah sapu tangan didepan mata Oik, Oik mengambil sapu tangan itu lalu mendongak keatas melihat siapa yang memberi sapu tangan itu... Siapa tahu Alvin berubah pikiran... Hmm, tapi ternyata bukan dia Pemuda tadi yang tersenyum pada Oik...
"I don't like, if I see the girl with a tear... Please erase your tear... Because I very like look the girl with a smile... Beautiful..."
Oikpun menghapus airmatanya lalu mengucapkan terima kasih...
"Thanks..."
"You're welcome... Can I sit?"
"Yes please..."
Pemuda itu lalu duduk didepan Oik...
"Can I sing a song for you?"
Oik hanya menjawabnya dengan mengangguk, Pemuda itu memainkan lagunya Justin Bieber - One less lonely girl dengan gitarnya lalu bernyanyi... Membuat Oik tercengang...
'OMB, Gue gak pernah dinyanyiin kayak gini sebelumnya... Bahkan sama Alvin sekalipun... Lagunya JB lagi... Aaaaaaa' Oik menjerit histeris dalam hati...
Setelah menyanyikan bait demi bait lagu itu... Pemuda itu meletakan kembali gitarnya...
"I think this is not you... You're look like Taylor Swift...hehehe I'm sorry if I'm wrong, but I think so..."
"Yeaahh... All of people, Call me 'Plagiat of Taylor Swift'...and you totally right! This is not me!"
"Wow... I think we are same... Because, I usually sing JB's song... All of people call me JB wannabe... And I don't like it...!"
Hening sejenak...
"Oh ya, I don't know your name..."
"Yeah... My name is Cakka... And You...?" Cakka mengulurkan tangannya
"Oik..." Jawab Oik membalas uluran tangannya...
Cakka tiba-tiba menepuk jidatnya...
"Ya ampuuun, gue lupa kalau gue udah di Indonesia! Bukan di California... Ngapain gue full english tadi?"
Oik yang mendengar Cakka dengan lancar memakai bahasa gue-loe jadi heran...
"Eh, maaf Oik... Gue pikun sih... Gue bisa kok bahasa Indonesia, Lancar banget malah... Jadi gak usah susah-susah ngomong sama gue pake bahasa Inggris ya..."

BLANKKKK PEOPLEEEEE!!!!

-------------------------------------

Ini lebih parah kawan ._. waktu tulisan masih tak jelas arah dan tujuannya >.<

Sorry, I love you .........  - Cerpen -

sebelum baca mau ngingatin tanda-tanda lalu lintas -_-vv

<<<<<<<<<< = alur mundur

>>>>>>>>>> = alur maju

Oke silahkan baca! Maaf agak seteres ceritanya....

Enjoy it aja dah! Cekidooottt>>

------------oooooooooOOOOoooooooo------------

~ Cakka ~

Oik menuliskan sebuah nama dibelakang bukunya... Dengan ornamen-ornamen indah dan bingkai Love tepat melingkari nama tersebut... Dia tersenyum melihat tulisan tersebut, sesekali menerawang membayangkan sesuatu...
Lamunan itu dibuyarkan ketika seseorang menarik Paksa buku yang sedari tadi ditulis-tulisi Oik...

" Jangan Gita...." Cegat Oik sambil menelan ludahnya ketika tahu buku itu sudah ditangan sahabatnya itu...

" Ih Oik pelit deh nyembunyiin sesuatu dari aku... Aku kan cuma pengen tahu Oik nulis apa disini..."

" Eh pada ngapain sih...?" Tiba-tiba datang seorang gadis berpipi Chubby menghampiri Oik dan Gita...

" Ini Keke, Oik pelit banget cuma mau minjam bukunya.... Tadi dia nulis-nulis sesuatu dibelakang buku ini..." Kata Gita menunjukan buku yang ada digenggamannya...

" Tapi Gita... Itu buku Oik... Kalau Oik gak mau kasih jangan diambil paksa..." Kata Oik

" Keke kita lihat yuk apa yang ditulis Oik disini..." Kata Gita sambil membuka buku Oik...

Oik hanya bisa menatap pasrah Buku itu... Mampus! Semua rahasianya akan terbongkar...

" Cakka... Siapa itu?" Tanya Keke yang membaca tulisan dibelakang buku Oik...

" Cie...cie.... Oik... Suit...suit Oik, lagi jatuh cinta ni yeeehhh... Sampe dibuat lopelope gini...Kok ga bilang-bilang sama kita..." Goda Gita...

Wajah Oik memerah....

" Eh... Tapi aku kok kayak pernah dengar yah nama itu..." Kata Keke yang merasa familiar dengan nama tersebut...

" Iya... Bener... Kayak apa gitu..." Gita menyadari hal yang sama...

Mereka tampak berpikir sementara Oik, merasakan debaran jantungnya semakin cepat... ' Semoga mereka lupa.... ' Pekik Oik dalam hati...

Tiba-tiba tampak wajah Gita dan Keke berubah kaget....

" OIKKKK....." Keduanya berteriak...

" Cakka itu...." Mereka berdua Shock...

" Pacarnya........." Keke tak mampu melanjutkan kata-katanya dia membulatkan matanya...

" Calonnya..........." Gita juga tak kalah kaget dari Keke

" Dan... Papanya........" Kata keduanya setengah histeris.....


<<<<<<<<<<<<<<<<<<<< 


Hari ini, Oik dan teman-temannya -Gita, Keke, Patton, Nova- akan mengerjakan tugas sekaligus membuat soal-soal latihan Pra-UN dirumah Ray -rival Oik- , Oik sebenarnya kesal, kenapa dirinya harus sekelompok sama Ray, Dia akan adu mulut dengan Oik pasti... Oik awalnya tidak ingin ikut kerumah Ray, Tapi berkat bujukan teman-teman Oik memutuskan untuk ikut...

"Eh... Ngapain kamu kerumahku?" Tanya Ray melihat Oik datang kerumahnya...

"Elah...! Kalau gak gara-gara tugas aku juga gak sudi datang kerumah kamu..." Kata Oik dengan nada tinggi...

"Aku juga gak butuh sekelompok sama kamu....!" Tegas Ray...

"Oh ya udah fine! AKU PULANG!!" Teriak Oik sambil beranjak pergi tapi dicegat teman-temannya -kecuali Ray-

"Eit, tunggu Ik, Kamu jangan begitu kita ini satu kelompok gimana mau dapat nilai kalau teman sekelompok tapi gak mau kerja sama..." Lerai Nova

Oik tampak berfikir sejenak... Tapi dia enggan berbalik badan...

"Ada apa ini ribut-ribut...?" Tanya seseorang

Oik membetulkan cara duduknya dan sesekali merapikan dress pinknya, dan memeperbaiki tatanan rambutnya...

BLANKKKKKKKK!!! 

------------------------------------

Yang ini lebih gila lagi cerpen valentine tapi tak jadi >.<

Let you know - One Shoot (Special Valentine)


14 Februari 2001

' Angin Semilir sejuk namun dingin menusuk kalbu sesejuk penampilanmu tapi sedingin hatimu... Udara panas menghangatkan kalbu tapi hati tak suka siapa yang tahu...?'

Seorang Gadis kecil berumur 8 tahun memainkan sebuah balpoint merangkai kata-kata tersebut diatas secarik kertas entah apakah yang dimaksud sang Gadis kecil itu...
Yang pastinya dari rangkaian katanya tersebut dia mengalami kesedihan yang begitu mendalam...

' Duuuuk'

" Aww...." Ringis Gadis tersebut

Sesuatu menimpa kepalanya... Sebuah bola basket yang lumayan besar...

" Aduh... Maaf.... Kamu Ga apa-apa kan? Ada yang terluka?" Seorang anak lelaki kelihatannya lebih muda dari gadis itu...

' Suara hangat nan lembut nyamankan jiwa yang kalut... Suara itu terasa berbeda tak dapat kuungkapkan'

" Tak ada... Tapi kepalaku sakit..." Kata Gadis itu sambil memegang kepalanya...

" Aku benar-benar minta maaf... Aku tak sengaja..." Anak Lelaki itu tertunduk sedih...

" Tak apa... Karena ini hari Kasih Sayang jadi Ku maafkan...."

>>>>>>>>>>>>>>>>> 

14 Februari 2002

Seorang anak Lelaki kecil memetik Gitar dibawah sebuah pohon rindang menikmati alam ciptaan Tuhan sambil mengalunkan petikan-petikan nada indah...

Tiba-tiba terdengar sebuah suara merdu entah darimana asalnya yang pasti sangat menyejukan hati....

Segera Ia mengikuti sumber suara tersebut...
Belum tiba disumber suara tersebut Ia menemukan secarik kertas bertuliskan...

' Aku semakin lemah terpojok dan tak berdaya yang kuperlukan pelukan kehangatan.... Airmataku terus jatuh adakah yang akan menghapusnya? '

Ia mengambil kertas tersebut dan menemukan sumber suara tersebut seorang Gadis kecil tertunduk sambil mengalunkan nada yang indah airmatanya terus jatuh dipipinya tapi tetap saja tak mengurangi nada indah yang Ia lantunkan...
Anak laki-laki itu mendekat kepada Gadis itu dan memberikan sebuah sapu tangan...

Gadis itu mendongak keatas melihat Anak lelaki itu mengambil sapu tangan tersebut...

" Terima Kasih..."

" Sama-sama... Suaramu indah...tapi apakah Kamu sedang sedih?... Kalau punya masalah cerita saja... Aku siap mendengarkannya..."

" Terima kasih... Aku memang punya masalah tapi aku belum siap menceritakannya kepada siapapun..."

>>>>>>>>>>>>>> 

14 Februari 2003

' Hanya dengan tulisan demi tulisan aku dapat menyuarakan isi hatiku bahwa aku rindu Bunda... Rindu belaian hangat bunda... Andai Ayah tahu.... '

" Hei..." Suara anak lelaki

" Kamu?"

" Kita ketemu lagi... Hehehe... Aneh yah kita ketemu selalu setahun sekali tepat dihari Kasih sayang..."

Gadis itu berdiri dari sebuah sofa... Sepertinya Ia tertidur tadi...ehm... Bukan tertidur lebih tepatnya pingsan...

" Aku dimana?"

" Tenang... Kamu dirumahku... Tadi aku menemukan kamu pingsan ditengah jalan... Makanya dengan bantuan pak Dadang supirku aku bawa kau kemari..."

" Aku harus segera pulang..."

" Kenapa? Mauku antar?"

" Tak usah nanti merepotkan... Aku pergi dulu" Kata Gadis itu berdiri dan berlari...

" Hei tunggu..."

sang Gadis Berbalik... Anak lelaki itu menunjukan sebuah buku diary berwarna Pink... Melihatnya Gadis itu segera berlari mengambilnya...

" Tenang aku tak membacanya..."Kata Anak lelaki itu...

Gadis itu berlari kembali...

" Hei tunggu siapa namamu?..." Tanya anak lelaki itu... Tapi sepertinya Gadis kecil itu tak mendengar dengan suara anak lelaki tersebut...

" Kita pasti akan bertemu kembali OCR..." Anak lelaki itu tersenyum lalu masuk kedalam rumahnya kembali...

>>>>>>>>>>>>>>>> 

14 Februari 2004

' Aku yakin akan bertemu dengan Gadis itu lagi ' Gumam anak lelaki yang sedang memegang sebuah kado berwarna ungu dan duduk disebuah Gubuk kecil didekat persawahan...
Entah apa yang membawanya kemari... Dan apa yang membuat dia yakin kalau akan bertemu kembali dengan Gadis itu...

' ladang ini menguning bagaikan emas murni... Tapi hati ini selalu sunyi... Walaupun demikan sejauh mata memandang hamparan padi yang siap dituai cukup menyegarkan hati dari derasnya siksaan'

Anak laki-laki itu tersenyum senang melihat sang Gadis juga berada ditempat tak jauh darinya... Iapun menghampirinya...
Segera memegang pundak Gadis itu...
Gadis itu menoleh...

" Hei... Kamu disini juga...?" Kata Gadis itu

" Hatiku menyuruhku kemari... Kukira untuk apa ternyata untuk bertemu bidadari cantik lagi..."

Pipi Gadis itu bersemu merah...

" Ini untukmu..." Ucap anak lelaki itu menyerahkan Kado berwarna ungu kepada Gadis itu...

Gadis itu menatap heran....

" Untukku?" Tanya Gadis itu...

" Ya... Untukmu... Anggap saja sebagai kado dihari Kasih sayang pertamaku untukmu..."

Gadis itu tersenyum mengambilnya...

" Terima Kasih... sudah lama aku tak mendapatkan kado..."

' Temukan cara yang tepat untuk memanen tuaian padi ini... Ternyata masih ada orang lain yang membuatku tersenyum diantara penderitaan ini'

" Kalau bolehku tahu Siapa namamu?"

" Namaku... O...hm.... Ify..." Ucap Gadis itu

" Ify? Kenalkan namaku Cakka..." Ucap anak lelaki itu Akhirnya...

' Penakluk Bumi.... Itu namanya...'

' Alyssa? Aneh... Apa hubungannya dengan OCR yang tertulis di diarynya kemarin?'

>>>>>>>>>>>>>>>>> 

14 Februari 2005

Hujan turun mengguyur membasahi jalan ibukota... Seorang gadis tampak senang dengannya... Ia malah sedang menari-nari dibawah hujan tersebut...
Kapan lagi dia mendapat kebebasan seperti itu?
Kapan lagi dia mendapatkan kesenangan seperti itu?

' Hujan... Aku suka itu... Ketika air mengalir membasahi tubuhku... Aku merasakan bisa meluapkan segala Rasa... Rasa yang sejak lama aku simpan sendiri tanpa memberi tahunya kepada siapapun '

Seseorang membawa payung menghampiri Gadis itu...

" Sudah Cukup main hujannya nanti kamu sakit..."Kata Orang tersebut...

" Cakka? Walaupun aku sakit... Tak ada yang peduli..."

" Ada..."

" Siapa?"

" Aku... Aku peduli denganmu... Jadi jangan kau katakan hal itu lagi"

Gadis itu tertunduk... Air mengalir disekujur tubuhnya... Tampak Ia kedinginan... anak Lelaki itu melepaskan jaketnya lalu memakaikan kepada Gadis itu...
Terlihat sebuat kalung dengan buah setengah hati tergantung dileher sang Gadis...
Anak lelaki itu tersenyum...

" Ternyata kau menggunakannya juga...Ayo kita duduk disana dulu..."Kata anak lelaki itu menunjuk sebuah halte tak jauh dari situ...

Merekapun berjalan kearah halte Bus tersebut...

" Kau sudah siap menceritakan masalahmu?"

" Belum aku belum siap... Nanti pasti suatu saat kau akan tahu..." Kata Gadis itu sambil menggigil...

" Baiklah... Aku takkan memaksamu... Yang pasti Jika kau butuh bantuan atau kau siap untuk mengatakannya... Carilah aku dengan kalung itu....Karena hati separuhnya ada padaku"

' Akhir pertemuan kita... Bisakah ku menemukanmu kembali sebagai obat sedih penghapus pilu??'

>>>>>>>>>>>>>>> 

5 Tahun kemudian...

Cakka belari tergesa-gesa menuju kerumah sahabatnya Obiet... Motornya tadi tiba-tiba mogok dijalan...

' Tok...tok...' Cakka mengetuk pintu

Seseorang membukakan pintu dari dalam... Itu pembantu rumah Obiet... Tanpa permisi Cakka langsung masuk kedalam naik kelantai 2 dimana teman-temannya telah menunggunya...

" Hosh...hosh... Maaf telat...."Kata Cakka masuk kedalam meletakan tasnya diranjang Obiet...

Disana telah berkumpul beberapa anak-anak... Ada Obiet, Rio dan Gabriel.

" Kenapa kamu Cakka? Kayak dikejar-kejar hantu..."

" Tadi motorku mogok... Trus aku kemari jalan kaki deh... Nah trus aku bertemu seseorang ...Jadi aku lari soalnya aku kira kalian sudah pulang..."

" Seseorang? Siapa itu?" Tanya Rio

" Sudah... Gak usah dipikirkan... Sekarang kita mulai saja... Ntar telat ke Girls Formal sebentar malam kalau belum mulai juga ngerjain tugasnya..."Kata Cakka

Akhirnya merekapun mengerjakan tugas mereka... Mengambil segala perlengkapan alat tulis menulis... Lalu mulai beradu dengan angka-angka... Memang hari ini hari Valentine dan tiap tahun diacara sekolah mereka hari Valentine dirayakan dengan acara Girls/Boys formal selang-seling bergantian setiap tahun... Tahun ini adalah Girls Formal jadi giliran cewek-cewek yang mengundang cowok-cowok untuk ke acara tersebut...
Seharusnya kalau ada acara seperti itu mereka free... Berarti tak ada tugas... Tapi masih saja ada guru-guru yang tak mau bertoleransi dengan itu..

Setelah selesai merekapun berbincang-bincang tentang acara tersebut...

" Obiet... Kamu diundang siapa aja ke acara itu?"Tanya Gabriel

" Aku diundang Zahra dan Gita... Tapi aku lebih milih kesana sama Gita...kalian?"Kata Obiet

" Aku diundang Sivia, Angel dan Zevana... Yang pasti aku milih Sivia lah untuk kesana..."Kata Gabriel

" Aku cuma diundang Dea kok ... Jadi ntar malem aku pergi bareng Dea"Kata Rio

Semua bengong memperhatikan Cakka... Dia sedari tadi tak merespon pembicaraan mereka bahkan tak memperhatikannya... Sepertinya pikiran Cakka melayang kemana-mana...

" Cakka..."Gabriel menepuk pundak Cakka...

Cakka kaget setengah mampus...

" Ngagetin aja Iel..."Kata Cakka mengusap-usap dadanya...

" Mikirin apa sih Cakka?"Tanya Obiet...

" Gak kok... Ga mikirin apa-apa..."

" Cakka kamu ke Girls Formal bentar malam bareng siapa?"Tanya Rio

" Yo... Mending kamu gak usah tanya deh... Yaudah pasti bareng Ify lah... Kan mereka berdua keajaiban valentine... Waktu kecil ketemu setahun sekali disaat valentine....Kayak dongeng aja..."Ledek Gabriel...

Cakka hanya terdiam dan tak berkutik entah apa yang ada dipikirannya sekarang... Sehingga membuat ke3 sahabatnya itu aneh melihatnya...

>>>>>>>>>>>>>>>> 

Cakka duduk menatap seribu bintang dilangit dibawah teras kamarnya... Jam sudah menunjukan pukul 18:45 ... Jam 19:00 dia harus pergi ke acara Girls Formal Tapi tak sedikitpun ada persiapan Cakka untuk pergi ke Acara Girls Formal tersebut...

Sebenarnya apa yang Cakka pikirkan?

Apalagi kalau bukan kenangannya tentang hari kasih sayang waktu kecil... Ketika dia bertemu dengan seorang gadis kecil yang tak sengaja bolanya mengenai kepala gadis itu... sampai dia terakhir menemukan Gadis itu dihari kasih sayang sedang berhujan-hujanan...
Itulah terakhir kali dia melihat sosok Gadis kecil itu...

Dan kini ada seorang gadis cantik datang menghampirinya setahun yang lalu... Dan mengatakan bahwa dialah sang gadis kecil tersebut lewat kalung yang dia tunjukan kepada Cakka...
Tapi entah mengapa hati kecil Cakka menolak Gadis itu... Dia tak merasakan aura Gadis kecil itu dia dalam Gadis cantik itu... Perbedaan! Itu saja yang dia rasakan... Apa karena selama beberapa tahun mereka tak bertemu menyebabkan perbedaan itu?
Entahlah!

Lama memikirkan hal tersebut tiba-tiba sosok Gadis yang mengenakan baju putih seperti seragam... Yang Ia temukan sedang duduk disebuah bangku tak jauh dari tempat mobilnya mogok.. Muncul dibenaknya...

- Flashback on -

Cakka sedang mengendarai motornya dengan kecepatan ekstra penuh... Dia telat bangun seharusnya jam segini dia sudah berada dirumah Obiet untuk mengerjakan tugasnya...
Tapi ditengah jalan mobilnya mogok...

" Sial..."Umpat Cakka...

Diapun berjalan ingin mencari bengkel terdekat... Tapi nihil...

Kemudian dia melihat seorang gadis sedang duduk disebuah bangku... Cakka segera menghampirinya... Dia terlihat sedang menangis sambil memainkan ballpointnya diatas sebuah buku... Sepertinya ia sedang menuliskan sesuatu...

" Hei... Boleh aku duduk disampingmu?"Tanya Cakka

Dia hanya mengangguk sambil terus menulis... Ntah apa dia melihat Gadis kecil itu sama seperti Gadis yang sekarang ini disampingnya...

" Kau suka menulis?"Tanya Cakka

" Sangat..." Jawabnya...

Tiba-tiba ada suara sirene ambulans yang membuatnya kaget...
Lalu berlari meninggalkan Cakka...

" Hei kalau boleh tahu siapa namamu?"Tanya Cakka

Gadis itu berbalik dan mengucapkan sebuah nama...

" Oik..." Jawabnya lalu pergi...

Cakkapun ikut Pergi dari situ dan sampai Ia lupa kalau ia harus segera pergi kerumah Obiet...
Akhirnya Cakka memutuskan untuk berlari sampai kerumah Obiet...

- Flashback off -

' Tok...tok...tok...' Pintu kamar Cakka diketuk...

" Cakka, buka pintu.. ini Bunda sayang..."

Cakka melangkahkan kakinya bukan menuju pintu untuk membukanya tapi malah menuju tempat tidur lalu mengambil selimut dan menutupi dirinya dengan selimut tersebut...

" Cakka...." Panggil bundanya lagi...

Dan Bunda akhirnya mengambil inisiatif untuk membuka pintu kamar Cakka yang ternyata tidak dikunci...
Ia melihat anaknya diatas ranjang yang berbungkuskan selimut...

" Cakka kenapa? Cakka sakit?"Tanya Bundanya khawatir...

" Gak sakit Bun... Cakka cuma gak enak badan aja kok Bun"

" Oh... Bunda cuma mau kasih tahu... Ada Ify dibawah... Katanya kalian mau ke Girls Formal... Tapi kamu kok belum siap-siap... Ya cuma kalau Cakka gak enak badan gak apa-apa deh biar bunda bilang sama Ify... Kasian juga sih dia udah nunggu kamu..."

" Aku gak mau pergi Bun..."Kata Cakka

Bundapun keluar dari kamar Cakka... Tak beberapa lama kemudian seorang Gadis dengan gaun berwarna pink masuk kedalam kamar Cakka...

" Cakka... Kamu gak apa-apa kan?" Tanya Gadis itu...

" Aku gak apa-apa kok Fy... Cuma lagi ga enak badan... Kalau mau pergi ... Pergi aja sendiri cari pasangan lain" Kata Cakka

" Gak... Aku gak akan pergi Cakka... Aku akan disini nemenin kamu... "

Cakka terdiam.... Dia membiarkan Ify menemaninya disini...

" Fy... aku boleh tanya sama kamu gak?"

" Ya..."

" Kamu suka menulis puisi-puisi gitu gak?"

" Hahahaha... Pertanyaan kamu aneh deh Cakka... Emang kenapa?"

" Ya gak cuma nanya aja... Siapa tahu gitu... Hmm... Soalnya ...mm... Aku liat ada lomba mengarang puisi disalah satu majalah..." Bohong Cakka...

" Gak... Aku gak pandai merangkai kata..." Kata Ify...

Jawaban Ify tentu membuat Cakka aneh...

BLANK!!!!

--------------------------------------------

Key sampe sini dulu masih banyak proyek gagal lainnya lagi di dalam laptop tapinya males ubek-ubek lagi -_- nanti deh, kayaknya saking banyaknya saya jadi bingung sendiri ._.